Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Identifikasi Karakteristik Wanita Usia Subur Yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Puskesmas Pekauman Jesinta, Fetrina; Kusvitasari, Hairiana; Mahdiyah, Dede; Yunita, Laurensia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.598

Abstract

Latar Belakang: Penapisan terhadap kejadian kanker serviks salah satu yaitu salah satu Adalah dengan alat skrining metode inspeksi visual asetat (IVA), pemeriksaan IVA merupakan test yang sederhana, efektif, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, hasil pemeriksaan IVA dengan hasil positif belum tentu menunjukan adanya lesi prakanker. Sepanjang tahun 2024-2025 di Puskesmas Pekauman mencatat 40 WUS yang telah Melakukan Pemeriksaan IVA Test. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test yang meliputi Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah. Populasi: Populasi yang digunakan adalah seluruh WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test pada Tahun 2024-2025 yang berjumlah 40 dan pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling sehingga didapat 29 sampel. Metode: Peneliti mengambil dari data sekunder berupa rekam medik. Hasil: Dari hasil penelitian distribusi frekuensi tiap karakteristik WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test dengan Paritas terbanyak adalah Multipara yaitu 18 (62.1%) responden, Jenis Penggunaan Alat KB terbanyak yaitu Suntik sebanyak 16 (55.2%) responden, Usia Menarche terbanyak yaitu ≥ 12 Tahun sebanyak 23 (79.3%) dan Usia Pertama Kali Menikah terbanyak yaitu pada usia 20-35 Tahun sebanyak 25 (86.2%) responden. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test memiliki karakteristik yaitu Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah.
Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Terapi Aktif Nutrisi Gizi (PANTANG ANEMIA) Kharimah, Annisa; Karmilawati, Karmilawati; Kusvitasari, Hairiana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1031

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan permasalahan utama di Kelurahan Guntung Manggis, wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis, dengan cakupan kunjungan antenatal lengkap dan pemeriksaan Hb trimester III yang belum optimal. Kegiatan "PANTANG ANEMIA" dilaksanakan di Posyandu Kuranji Banjarbaru pada 18 Februari 2026, melibatkan ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, kader posyandu, dan bidan. Edukasi diberikan melalui pembagian leaflet dan demonstrasi pembuatan jus susu kurma, serta penjelasan mengenai nutrisi pencegah anemia, dosis tablet Fe, dan sumber zat besi lokal. Sesi tanya jawab interaktif dan pembagian jus susu kurma turut meningkatkan motivasi konsumsi rutin dan kepatuhan ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan anemia, serta target kenaikan Hb ≥1 g/dL dalam 4 minggu sebagai upaya mencegah komplikasi kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. Simpulan, edukasi dan intervensi nutrisi aktif efektif meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam pencegahan anemia.
Cegah Anemia Pada Kehamilan (CEMILAN) dengan Penggunaan Kartu Kontrol Tablet Tambah Darah Di UPTD. Puskesmas Benao Fernika, Sefti Ultah; Rakhmawati, Anis; Kusvitasari, Hairiana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1032

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan memerlukan perhatian serius dari tenaga medis. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Benao untuk meningkatkan pemahaman kader, ibu hamil, dan keluarga tentang pentingnya pemberian tablet tambah darah serta pengisian ceklis kontrol konsumsi tablet dalam buku KIA. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi interaktif di aula Puskesmas, melibatkan ibu hamil dengan anemia, bidan, dan kader Posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta ibu hamil dalam meminum tablet tambah darah dan mengisi ceklis kontrol. Simpulan, edukasi dan kolaborasi antara kader, keluarga, dan Puskesmas sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet tambah darah dan pemantauan anemia.
Edukasi Jus Pepaya (JUPAYA) Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao Norvitasari, Fera; Rakhmawati, Anis; Kusvitasari, Hairiana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1033

Abstract

Masa kehamilan merupakan periode krusial yang membutuhkan pemenuhan nutrisi yang optimal, terutama bagi ibu hamil dengan anemia. Salah satu tantangan yang sering dialami adalah konstipasi gestasional serta kurangnya asupan vitamin A dan C, padahal kedua mikronutrien tersebut penting untuk mendukung sistem imun serta kesehatan ibu dan janin. Pepaya matang (Carica papaya L.) kaya akan serat, beta-karoten, dan vitamin C, sehingga potensial dijadikan alternatif nutrisi lokal. Namun, mitos mengenai risiko konsumsi pepaya bagi ibu hamil masih menghambat pemanfaatannya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi gizi pada ibu hamil melalui edukasi tentang pemanfaatan jus pepaya matang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media poster edukatif kepada 5 ibu hamil anemia, 5 kader posyandu, dan 3 perangkat desa pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku peserta terkait keamanan serta manfaat konsumsi pepaya matang. Simpulan: Edukasi berbasis bukti efektif meluruskan persepsi keliru masyarakat, sehingga pemanfaatan pepaya sebagai sumber nutrisi dapat dioptimalkan untuk mendukung kesehatan ibu hamil di wilayah pedesaan.