Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Potensi Penggunaan Antagonis TRPV1(Transient Receptor Potential Vanilloid Type 1) Krim PAC-14028 Sebagai Terapi Dermatitis Atopik Tri Rosalia Nur Sholikah; yuli Wahyu Rahmawati; Kartika Prahasanti; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6598

Abstract

Transient Receptor Potential Vanilloid type 1(TRPV1) adalah saluran kation nonselektif yang diaktifkan oleh berbagai rangsangan penghasil rasa sakit seperti capsaicin, perubahan pH dan panas. Diketahui kemungkinan bahwa TRPV1 berperan penting dalam terjadinya pruritus dan induksi inflamasi pada dermatitis atopik, sehingga Antagonis TRPV1 PAC-14028 dapat menjadi pilihan terapi potensial untuk pasien dermatitis atopik. Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mengetahui potensi penggunaan antagonis TRPV1 krim PAC-14028 sebagai terapi pada dermatitis atopik. Artikel ini dibuat dengan meninjau jurnal penelitian dan artikel artikel ilmiah berdasarkan pencarian menggunakan PubMed, PMC, Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan Antagonis TRPV1 krim PAC-14028 dapat menekan gejala mirip dermatitis atopik dengan mempercepat pemulihan penghalang kulit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Krim PAC-14028 mempunyai potensi sebagai pengobatan pada dermatitis atopik.
Pemberian Terapi Vitamin C pada COVID-19 Mohammad hasan; Yelvi Levani; Afrita Amalia Laitupa; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.5754

Abstract

Abstrak: Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang tidak bisa disintesis oleh manusia. Fungsi Vitamin C dalam tubuh sangat banyak, salah satunya sebagai antioksidan dan efek pada sistem imun. Vitamin C terbukti dapat melawan virus karena sebagai imunomodulasi, sehingga dapat meningkatkan produksi interferon dan mengatur sintesis sitokin proinflamasi. Vitamin C berhasil mencegah dan mengurangi pasien ICU pada ISPA. Vitamin C juga mepercepat kesembuhan pada penyakit flu. Pemberian terapi vitamin C diharapkan membantu dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas pada COVID-19. Vitamin C pada tubuh pasien COVID-19 juga menurun, sehingga sangat dibutuhkan terapi vitamin C. Vitamin C dapat sebagai imunosupresan yang akan menghambat cytokin storm pada pasien COVID-19. Vitamin C dalam pasien yang terinfeksi virus dapat menghambat ROS. Pemberian vitamin C dengan dosis tinggi dapat membantu penyembuhan dalam dengan sepsis. Dokter di China melaporkan 50 pasien COVID-19 dengan pemberian vitamin C berhasil sembuh. Hal ini dapat membuktikan vitamin C dapat dijadikan terapi pada pasien COVID-19. Tujuan pembuatan literature review ini untuk mengatahui efektivitas vitamin C pada pasien COVID-19.Kata kunci: Vitamin C, Terapi, COVID-19Abstract: Vitamin C is one of the nutrition that cannot be synthesized by human. There are so many function of Vitamin C for our body, one of them is become an antioxidant and affects immune system. Vitamin C has been proofed can against virus as immunomodulation, so that can increase the production of interferon and arrange the synthesis of proinflammatory cytokines. Vitamin C is succeeded in preventing and reducing ISPA patient from ICU. It also fasten the flu disease recovery. The Vitamin C therapy administration is expected can help decreasing morbidity and mortality of COVID-19 patient. The amount of Vitamin C in patient's body is also decreasing. For the reason, the Vitamin C therapy is needed. Vitamin C can also be immunosuppressants than will inhibit cytokin storm of COVID-19's patient. The Vitamin C present's in COVID-19's patient body is to inhibit ROS. The high dose of Vitamin C administration can help the inside recovery by sepsis. Some