Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PENELITIAN CEKAMAN KEKERINGAN BERBASIS DATA SCOPUS TAHUN 1990 – 2024 Widuri, Laily Ilman; Harsanti, Restiani Sih
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 6 No 1 (2025): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v6i1.244

Abstract

Pemanasan global telah menjadi permasalahan serius yang dapat memberikan dampak terjadinya peristiwa kekeringan yang berpotensi menyebabkan penurunan hasil tanaman budidaya. Permasalahan kekeringan telah banyak diteliti sejak lama, namun isu ini masih terus berkembang hingga saat ini. Dinamika perkembangan penelitian terkait cekaman kekeringan perlu dikaji lebih dalam untuk memberikan gambaran bagi peneliti terkait celah atau gap yang memungkinkan untuk ditelaah lebih dalam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi topik kajian terkait perkembangan penelitian dampak kekeringan di publikasi scopus mulai tahun 1990–2024 menggunakan analisis bibliometrik. Metode analisis menggunakan aplikasi reference manager Publish or Perish untuk studi literatur dan Vos Viewer untuk visualiasi pemetaan jaringan. Hasil menunjukkan adanya dinamika terkait perkembangan kajian cekaman kekeringan mulai periode 1990-2024. Hasil ekstraksi data yang diperoleh dari database Scopus sebanyak 788 publikasi dapat diketahui bahwa “effect”, “response”, “growth”, dan “plant” yang artinya bahwa penelitian terkait dampak dan respon pertumbuhan tanaman pada kondisi kekeringan telah banyak dikaji. Hasil visualisasi menunjukkan bahwa istilah “drought tolerance”, “drought resistance”,“abiotic stress toleran” menjadi istilah yang berada pada jaringan terjauh yang artinya bahwa topik tersebut masih relevan dengan isu saat ini sehingga dapat menjadi peluang riset yang dapat dikaji lebih dalam kedepannya.
GROWTH AND PRODUCTION OF SHALLOT (Allium ascalonicum L.) WITH GUANO ORGANIC FERTILIZER AND TRICHODERMA SP APPLICATION Widuri, Laily Ilman; Amalia, Dita; Fariroh, Indri; Harsanti, Restiani Sih; Slameto, Slameto
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 3 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i3.7475

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is an important horticultural commodity with high economic value, but its productivity has declined, especially in several production centers, including Probolinggo Regency. Disease attacks are one of the factors causing the decline in production, prompting farmers to use chemicals to control the disease. The use of chemical fungicides frequently poses risks to the environment and food safety, thereby highlighting the need for eco-friendly alternatives such as biological agents (e.g., Trichoderma sp.) and organic fertilizers like guano. This study aimed to determine the effect of Trichoderma sp. and guano fertilizer on the growth and yield of shallots. The study used a Factorial Randomized Block Design (RBD) with the first factor being the dose of Trichoderma sp 0 (T1), 15 (T2), 25 (T3), 35 (T4) g/plant, and the second factor was guano fertilizer treatment at doses of 0 (G1), 35 (G2), 45 (G3), and 55 (G4) g/plant. The results showed that there was no interaction between Trichoderma sp. and guano fertilizer treatments on the growth and yield of shallots. However, both separately had a significant effect on several growth and yield parameters. Guano fertilizer had a significant effect on crown height, stem diameter, fresh and dry bulb weight, and root volume with an optimum dose of 45 g/plant. Meanwhile, the application of Trichoderma sp. had a significant effect on bulb diameter. The combination of biological agents and organic fertilizers demonstrated significant potential to enhance shallot productivity in a sustainable and environmentally responsible way. Keywords: Biofertilizer, Biological agents, Environmentally friendly, Organic fertilizer,
Pendampingan masyarakat untuk pembentukan TABOGA Farm guna peningkatan kesejahteraan petani di desa Klangon kabupaten Madiun Alfarisy, Fariz Kustiawan; Restanto, Didik Pudji; Widuri, Laily Ilman; Witono, Yuli; Fajrin, Fifteen Aprila; Paramu, Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22740

Abstract

AbstrakDesa Klangon saat ini menjadi desa rujukan tanaman porang Indonesia. Tidak hanya itu Desa Klangon memiliki wisata klangon yang terletak di tengah hutan klangon. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi Agro Smart Village sebagai solusi pengelolaan wisata dan TABOGA dalam upaya peningkatan kemandirian dan derajat kesehatan masyarakat. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan perangkat desa,  FGD (Focus Group Discussion) dan praktek di beberapa kelompok masyarakat, pendampingan, pembentukan TABOGA farm, dan pendampingan, Pendampingan dalam perencanaan pengembangan usaha hilirisasi produk TABOGA. Kegiatan pengabdian desa Asal melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah komoditas TABOGA di desa klangon memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan kedua setelah porang. Setidaknya dari hasil FGD tercatat sebanyak 18 jenis tanaman obat tradisional yang banyak tumbuh berdampingan dengan tanaman porang di hutan Desa Klangon. Namun, potensi ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Permasalahan utama yang menjadi kendala adalah pemasaran produk TABOGA. Berdasarkan permasalahan tersebut, kontribusi yang diberikan oleh Tim Pengabdi pada kegiatan ini yakni  pendampingan implementasi Agro Smart Village melalui pemetaan komoditas TABOGA untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengembangkan komoditas TABOGA untuk kesejahteraan masyarakat Desa Klangon. Kata kunci: pemasaran; porang; tanaman obat tradisional; wisata. AbstractKlangon Village is currently a reference village for Indonesian porang plants. Klangon Village has a Klangon tourist area which is in the middle of the Klangon forest. The purpose of community service was to provide community empowerment and assistance regarding the implementation of Agro Smart Village as a tourism management solution and TABOGA to increase self-sufficiency and community health status. The method of implementing the assisted village service activities was carried out using two methods, namely FGD (Focus Group Discussion) and practiced in several community groups. The production technology practice method aimed to aid the community regarding the formation of TABOGA Farm. Origin village service activities involved several village officials, community leaders, and targeted farmers. Based on the results of the community service activities, the Klangon people required assistance from universities to make mapping of TABOGA commodities and their marketing. Farmers need institutional support such as BUMDES to become a business unit that accommodates community taboga plant products so that it is hoped that they can increase people's income.Keywords: tourism; traditional medicinal plant; marketing.