Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakter Morfo-agronomi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Fase Awal Vegetatif pada Kondisi Stres Jenuh Air Siaga, Erna; Meihana, Mei; Lumbantoruan, Santa Maria; Sakagami, Jun-Ichi; Lakitan, Benyamin
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.2.236

Abstract

Vegetable cultivation in tropical riparian wetland is currently suboptimal due to unpredictability of water dynamics. Chili pepper is a fruity vegetable that is often cultivated in tropical riparian wetland but is often constrained by conditions of excessive water saturation, such as shallow water tables, waterlogging and submergence in the transition period (dry to rainy season). The aim of this research was to study the morpho-agronomy of varieties of chili peppers under waterlogging stress during the early vegetative stage. A Plot Design was used in this experiment. The main plot consisted of (1) control (field capacity, regularly watering) and (2) waterlogging (simulated by adding water to the growing substrate until a thin layer of water was visible above the substrate surface during four days, followed by a seven-day recovery time during seven days). The subplot consisted of three chili pepper varieties, namely Laris, Romario, and Takanotsume (Japanese variety). Results of this study revealed that waterlogging stress significantly affected root length, number of leaves, total leaf area, chlorophyll content (SPAD), root fresh weight, shoot fresh weight, root dry weight, and shoot dry weight after stress and after recovery time. Meanwhile, chili pepper varieties were only significantly affected the total leaf area and chlorophyll content (SPAD). The total dry weight of Romario and Takanotsume before stress, after stress and after recovery did not significantly increase under waterlogging stress, whereas the total dry weight of Laris was precisely increased, indicating that vegetative growth is continuing. The Laris was categorized as one of chili pepper varieties that had medium tolerance to waterlogging stress at the early vegetative stage. Keywords: Capsicum annum L., soil plant analyses development, total dry weight, waterlogging
WORKSHOP BUDIDAYA TANAMAN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) DAN PENGOLAHAN DI DESA TANJUNG HARAPAN KELURAHAN MONENG SEPATI KECAMATAN LUBUKLINGGAU SETALAN II Loso, Sugito; Ma’shum, Halim; Siaga, Erna; Haryuni, Haryuni; Anggraini, Selviana
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 2 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i2.2205

Abstract

Tanaman Cincau hiau perdu (Premna Oblongifolia Merr) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai minuman penyegar. Selain itu tanaman cincau mempunyai potensi sebagai tanaman obat. Budidaya tanaman cincau hijau perdu di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan sulitnya teknik budidaya dan perbanyakan tanaman. Jenis tanaman cincau terdapat di Desa Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Kecamatan Lubuklinggau Selatan II adalah cincau perdu (Premna oblongifolia Merr), cincau hijau (Cyclea barbata Miers), cincau hijau cina (Cocculus Orbiculatus), dan cincau sumbat kendi (Stephania capitata (Blume) Spreng). Tanaman cincau hijau perdu sangat potensial untuk dikembangkan di desa Tanjung Harapan, dilihat dari banyaknya tanaman cincau yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, dan pinggiran sawah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori bahan berupa power point (PPT) disertai dengan gambar, disampaikan memakai infocus, setelah materi selesai disampaikan peserta diberi kesempatan diskusi untuk menanyakan apa yang belum dimengerti. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama pengolahan daun cincau untuk dijadikan jelli dan kedua praktek perbanyakan tanaman. Anggota kelompok Tani Mukti Desa memperoleh pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman cincau, manfaatnya dan mendapat keterampilan cara pengolahan daun cincau hijau perdu. Memperoleh pengetahuan dengan kriteria paham, sudah jelas, sudah mengerti dalam budidaya, manfaat bagi kesehatan dan cara pengolahan daun cincau hijau perdu.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI KELOMPOK TANI GURILE DESA L SIDOREJO MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Loso, Sugito; Siaga, Erna; Ma'shum, Halim; Anggraini, Selvia; Dani, Sulis Tiwi Arum; Restiani, Selvi; Najjmussakib, Hilmi; Arigaya, Erti Arti
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2407

Abstract

Tanaman Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Pemanfaatan daun kelor sebagai pupuk organik jarang dilakukan bahkan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat umumnya khususnya pada kelompok tani Gurile Desa L Sidorejo kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Tanaman kelor mempunyai potensial untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, dilihat dari banyaknya taanaman kelor yang tumbuh di halaman rumah, di kebun, pinggiran sawah, dan di pinggir jalan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Materi teori disampaikan melalui pemaparan langsung menggunakan power point (PPT) disertai dengan gambar kemudain dilanjutkan dengan kegiatan diskusi bersama. Materi praktek yang diberikan yaitu: pertama menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, pemilihan daun kelor, memblender daun kelor, air cucian beras, mencampur gula merah, gula putih, yakul, bahan campuran masukan dalam jiregen, dan fermentasi selama 3 minggu. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pengetahuan kepada Kelompok Tani Gurile Desa L Sidorejo tentang mamfaat daun kelor dan mendapat keterampilan cara pembuatan pupuk organik dari daun kelor.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP BUDIDAYA ALTERNATIF TANAMAN SAYURAN PADA MUSIM KEMARAU DI LAHAN RAWA LEBAK (Local Farmers Adoption to Alternative Vegetables Cultivation during Dry Season at Tropical Riparian Wetland) Widuri, Laily Ilman; Siaga, Erna; Kartika, Kartika; Meihana, Mei; Lakitan, Benyamin
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.20

Abstract

Generally, vegetables cultivation in tropical riparian wetland is conducted only one times per year simultaneously or after rice cultivation. One of constrains of cultivation in tropical riparian wetland is low adoption to technology which can be used by local farmers during dry season. The objective of this research was to introduce result of research to local farmer directly and examine the local farmer’s adoption about the technology based on research to apply in tropical riparian wetland, Pemulutan, South Sumatera. Based on this research, results showed that farmers' interest in cultivating vegetables during the dry season is still low, but it has a chance to be improved. Alternative solutions through watering and adjustment of environmental conditions or adaptation through the selection of cultivation locations and the selection of various types of vegetable crops have been carried out by farmers. However, the application of mulch has not been practiced by farmers in tropical riparian wetland for vegetable cultivation during the dry season due to limited information received, considered as capital intensive, and the sociocultural aspects of the local community.
OPTIMALISASI PEMILIHAN VARIETAS DAN DOSIS PUPUK NPK PADA BUDIDAYA CAISIN (Brassica juncea L.) TERAPUNG DI LAHAN RAWA LEBAK Siaga, Erna; Lumbantoruan, Santa Maria; Anggraini, Selviana; Paulina, Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.97

Abstract

Kondisi banjir pada lahan rawa lebak pada musim penghujan sekitar 3-6 bulan memiliki potensi dikembangkan untuk praktik budidaya sayuran terapung terutama sayuran daun seperti caisin, Brassica juncea L.. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya caisin terapung diantaranya yaitu pemilihan varietas dan dosis pupuk yang digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan varietas dan dosis pupuk NPK yang terbaik pada budidaya caisin terapung di lahan rawa lebak padi pada periode banjir. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa lebak petani, Desa Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Sumatera Selatan pada Januari-Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu Varietas Caisin yang terdiri atas Espana, Shinta dan Tosakan. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas T1 (2.5 g tanaman-1), T2 (5 g tanaman-1), dan T3 (7.5 g tanaman-1). Komposisi media tanam yang digunakan yaitu tanah, pupuk kendang ayam dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1 (v:v:v). Media dicampur secara merata dan diisikan ke dalam polibag ukuran 30 cm x 30 cm. Hasil menunjukkan bahwa pada budidaya caisin terapung, nilai SPAD masing-masing varietas caisin menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan pemupukan NPK dosis 7.5 tanaman-1 menunjukkan nilai SPAD tertinggi namun berbeda tidak nyata dengan pemupukan NPK dosis 5.0 g tanaman-1. Hasil panen caisin varietas Espana dan Tosakan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan perbedaan dosis pupuk NPK yang diberikan memberikan hasil yang berbeda nyata antar dosis. Budidaya caisin memberikan hasil terbaik pada kombinasi antara penggunaan Varietas Espana dan dosis pupuk NPK 7.5 g tanaman-1.
Aplikasi Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Mikoriza terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.) pada Fase Generatif Restiani, Selvi; Saputra, Regi; Asti D, Arda; Pitaloka K, Diah; A, Fitrah; Anggraini, Selviana; Ma’shum, Halim; Siaga, Erna
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 5 No 1 (2024): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v5i1.169

Abstract

The eggplant is a popular fruit and vegetable plant known for its delicious taste. Eggplant farming is economically valuable due to high market demand. Proper fertilization during the generative phase is essential for increasing eggplant production. This study investigates the effects of Pearl NPK 16-16-16 fertilizer and Mycorrhiza Fertilizer on eggplant growth and production. Conducted at the Experimental Land of the Agrotechnology Study Program, Faculty of Plant and Animal Sciences, Universitas Bina Insan, the research employed a Completely Randomized Design (CRD) with treatments: P0 = 0 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, P1 = 5 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, P2 = 10 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer, and P3 = 15 g NPK Fertilizer + 10 g Fertilizer. The study revealed that the treatments significantly impacted plant height, leaf count, root weight (wet and dry), total weight, and dry weight of roots, stems, leaves, and overall eggplant plants. Application of 10 g NPK Fertilizer + 10 g Mycorrhiza Fertilizer (P2) yielded the best results in plant height, leaf count, wet and dry weight of plants, differing significantly from P0, P1, and P3 treatments.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK MIKORIZA PADA KONDISI MUKA AIR TANAH DANGKAL DI FASE VEGETATIF AWAL Siaga, Erna; Meihana, Mei; Lumbantoruan, Santa Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 5 No 2 (2024): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v5i2.203

Abstract

Pada akhir musim penghujan lahan rawa lebak memiliki potensi untuk praktik budidaya tanaman hortikultura seperti budidaya cabai merah. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan yaitu teknik budidaya dan penggunaan pupuk yang dapat meningkatkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah lahan rawa lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah fase vegetatif pada kondisi muka air tanah dangkal. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Ilmu Tanaman dan Hewani pada Desember 2022-Februari 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu aplikasi mikoriza yang terdiri atas dosis pupuk mikoriza 10 g/ tanaman (M1) dan pupuk mikoriza 20g/ tanaman (M2) pada kondisi muka air tanah dangkal (permukaan air tanah 10 cm dibawah permukaan media tanam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk mikoriza 10 g/ tanaman dan pupuk mikoriza 20g/ tanaman pada kondisi muka air tanah dangkal memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun,panjang tajuk, panjang akar, dan berat kering tanaman cabai. Pemberian mikoriza 10 g/ tanaman memberikan efek terbaik pada peningkatan pada hasil panjang tajuk , jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman cabai sedangkan pemberian mikoriza 20 g/ tanaman memberikan dampak terbaik pada peningkatan paramater luas daun dan panjang akar tanaman cabai.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN TERAPUNG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER SUPLAI KEBUTUHAN SAYURAN DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU SUMATERA SELATAN Gustiar, Fitra; Yakup, Yakup; Kurnianingsih, Astuti; Siaga, Erna; Nailatul Fadilah, Lya; Chaya, Muhardianto; Ulfah, Febrinita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Secara geografis, Desa Burai merupakan salah satu desa yang dikelilingi oleh hamparan sungai dan rawa. Desa Burai berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan masyarakat bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan.  Akan tetapi, kebutuhan terhadap komoditi pertanian berupa sayuran masih mengandalkan suplai dari desa lainnya akibat terbatasnya lahan darat untuk budidaya, sedangkan wilayah perairan belum dimanfaatkan maksimal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memperkenalkan dan menerapkan teknologi budidaya sayuran terapung sebagai solusi pemanfaatan lahan rawa dan wilayah tergenang di Desa Burai serta mendorong kemandirian masyarakat dalam produksi sayuran dengan mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan desa. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pelatihan atau pendampingan dalam transfer teknologi tepat guna bagi masyarakat melalui alat peraga/demonstrasi serta memberikan pendampingan dalam proses budidaya tanaman sayuran secara terapung melalui tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi: 1) sosialisasi; 2) penerapan teknologi rakit apung dalam budidaya sayuran terapung; 3) pendampingan dan evaluasi; dan 4) keberlanjutan Program. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa petani belum pernah mengetahui tentang praktik budidaya tanaman terapung dan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat yang tinggi atau sangat tertarik untuk mengadopsi teknologi budidaya terapung secara mandiri. Pendampingan di lapangan juga telah menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik pada tanaman dibudidayakan secara terapung.