Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DAMPAK SOSIAL PERDA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN TERHADAP MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Alva Beriansyah; Erik Darmawan; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.137

Abstract

Penelitian ini menganalisa dampak sosial peraturan daerah Sumatera Selatan nomor 8 tahun 2016 mengenai pengendalian kebakaran hutan dan atau lahan terhadap masyarakat Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan atau lahan yang sangat parah pada tahun 2015, yaitu seluas 736.587 Ha padahal hutan memiliki banyak manfaat untuk menjaga stabilitas iklim dunia. Kebakaran hutan dan atau lahan yang terus terjadi tiap tahunnya ini mendatangkan kerugian yang luar biasa sehingga pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan atau Lahan guna meminimalisir bencana kebakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertipe komparatif. Teknik analisa datanya menggunakan Causal-Comparative Research (CCR) yang menyelidiki hubungan sebab akibat dari sebuah fenomena. Hasil penelitian dalam laporan ini menunjukkan bahwa perda ini telah mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dalam segala aspek. Meskipun sosialisasi terhadap perda ini masih kurang menyeluruh dan tidak menyentuh kelompok masyarakat sebagai sasaran utamanya namun pemberlakuan perda ini telah mengakibatan perubahan yang sangat mendasar pada kelompok masyarakat pertani dan pekebun dalam hal teknik membuka lahan. Kehadiran perda yang melarang membuka lahan dengan teknik membakar tidak diiringi dengan alternatif solusi teknik membuka lahan tanpa pembakaran sehingga masyarakat mengalami dampak kerugian dari adanya perda ini. This study analyzes the social impact of the South Sumatra regional regulation number 8 of 2016 concerning the control of forest and / or land fires against the people of South Sumatra. The Province of South Sumatra is a province that experienced severe forest and / or land fires in 2015, covering an area of 736,587 hectares even though forests have many benefits to maintain the stability of the world's climate. Forest fires and / or land that continue to occur each year bring tremendous losses so the government of South Sumatra issued a policy in the form of Regulation Number 8 of 2016 concerning Control of Forest and / or Land Fires in order to minimize the disaster of forest fires in South Sumatra.This study uses a qualitative research method that is comparative type. Data analysis techniques use Causal-Comparative Research (CCR) which investigates the causal relationship of a phenomenon. The results of the research in this report indicate that this regulation has resulted in social changes for the community in all aspects. Although the dissemination of this regulation is still not comprehensive and does not touch the community groups as its main target, the enactment of this regulation has resulted in very basic changes in farming communities and planters in terms of techniques to clear land. The presence of a regional regulation that prohibits land clearing by burning techniques is not accompanied by alternative technical solutions for clearing land without burning so that the community experiences the impact of the existence of this regulation.
Determination of Women's Electability in The 2024-2029 Jambi Provincial Legislative Council Elections Mariatul Qibtiyah; Beriansyah, Alva; Elsi, Sutri Destemi
Kemudi Vol 10 No 2 (2026): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v10i2.8188

Abstract

Women's representation in Indonesian politics is an important indicator of the quality of democracy and gender equality. Although an affirmative policy of 30% female participation in legislative candidate lists has been implemented, the level of women's electability remains low. This article examines the determinants of women's electability in the 2024–2029 Jambi Provincial Legislative Council (DPRD) elections using Casey's theory of political capital, which includes institutional, social, cultural, economic, and symbolic capital. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method to understand the factors that influence women's political success at the local level. The results show that of the 732 legislative candidates for the Jambi Provincial DPRD, 247 or 33.74% were women, but only seven (12.72%) were successfully elected. This phenomenon reveals a gap between symbolic representation and substantive representation. An analysis of political modalities shows that women who were successfully elected generally possessed a strong combination of capital—institutional support from parties (institutional capital), extensive social networks (social capital), credibility and education (cultural capital), financial capabilities s (economic capital), and moral legitimacy and public reputation (symbolic capital). These findings confirm that women's political success is not only determined by affirmative regulations, but also by the ability of female actors to strategically manage and convert various forms of political capital. This article provides empirical and theoretical contributions to strengthening a more gender-responsive inclusive democracy.
PERAN PEMERINTAH KOTA PALEMBANG DALAM MENGEMBANGKAN ZIARAH SEBAGAI WISATA RELIGI Alva Beriansyah; Mariatul Qibtiyah
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang sebagai kota tertua di Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya. Salah satu tradisi yang dimiliki oleh Kota Palembang adalah ziarah yang merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Palembang untuk memperingati ulama dan auliya'. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan jemaah haji tidak hanya didorong oleh motif sejarah, tetapi juga karena adanya tradisi mengunjungi kuburan keluarga atau tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam sejarah hidupnya dan sejarah bagi masyarakatnya. Hal inilah yang kemudian menjadi potensi besar untuk terciptanya wisata religi di Kota Palembang dengan menjadikan ziarah sebagai alternatif wisata spiritual. Potensi wisata religi juga dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat dan dijadwalkan sebagai wisata resmi setiap tahun.
Transformasi UMKM Desa Kuala Simbur Melalui Peningkatan Kualitas dan Pemasaran Produk Berbasis Hasil Laut Hapsa; Beriansyah, Alva; Lega, Michael; Fatriani, Riri Maria; Alan Syahrier, Fajar; Sutan, Arissy Jorgi
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1839

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi produk UMKM berbasis hasil laut di Desa Kuala Simbur, khususnya kerupuk udang dan terasi, melalui peningkatan kualitas produksi dan penguatan strategi pemasaran. Kegiatan diawali dengan identifikasi dan pemetaan 60 UMKM yang bergerak dalam empat jenis olahan hasil laut, yaitu kerupuk udang, terasi, ikan asin, dan pempek/tekwan. Berdasarkan temuan lapangan, berbagai permasalahan utama teridentifikasi, seperti keterbatasan bahan baku udang, teknik produksi yang belum standar, kemasan sederhana, pemasaran yang masih konvensional, serta minimnya inovasi dan literasi digital. Untuk menjawab masalah tersebut, dilakukan pelatihan dan sosialisasi peningkatan kualitas produk, pendampingan manajemen usaha, pembuatan desain kemasan dan spanduk identitas UMKM, serta fasilitasi pemasaran melalui penyelenggaraan bazar desa. Kolaborasi dengan komunitas “Cakap Kreatif” dan keterlibatan mahasiswa memberikan dampak signifikan dalam menghasilkan luaran konkret seperti konten pemasaran, desain visual UMKM, serta peningkatan keterampilan pelaku usaha. Hasil program menunjukkan meningkatnya kapasitas pelaku UMKM dalam produksi, pengemasan, dan pemasaran, serta terbentuknya identitas visual UMKM desa yang lebih terorganisir. Program ini memberikan gambaran bahwa pendekatan kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan berpotensi memperkuat daya saing UMKM hasil laut di desa pesisir. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui legalitas produk, diversifikasi bahan baku, serta perluasan pemasaran digital.
Digital Government Transformation thru the Electronification of Regional Government Transactions in Optimizing Land and Building Tax Revenue in Jambi City 2023 Sintia, Fenny; Beriansyah, Alva; Maulana, Rio Yusri
Journal of Governance and Public Affairs Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026, Journal of Governance and Public Affairs
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/xdbyxr94

Abstract

This research aims to analyze in depth the process of digital government transformation through the implementation of Regional Government Transaction Electrification (ETPD) based on the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) to optimize Land and Building Tax revenue in Jambi City. This research uses a qualitative case study approach. The data collection techniques for this research are interviews and documentation. The findings of this study explain that the digital transformation of Land and Building Tax (PBB) payments through the implementation of QRIS at the BPPRD of Jambi City is part of the implementation of the Regional Government Transaction Electrification Policy (ETPD), driven by national regulations and the local government's commitment to supporting cashless transactions. The digital transformation of land and building tax (PBB) payments in Jambi City is still at the stage of digitalization, which means the utilization of technology to support existing processes, and has not yet reached the stage of digital transformation characterized by comprehensive structural, cultural, and behavioral changes. Therefore, the digital transformation underway can be characterized as a partial, gradual transformation, which requires strengthening socialization strategies, improving the community's digital literacy, and optimizing incentive policies to achieve digitization goals more effectively.
PERILAKU POLITIK GENERASI X, GENERASI MILENIAL, GENERASI Z DALAM PEMILU 2024: Studi Atas Perilaku Memilih Masyarakat Kota Jambi dalam Pemilihan Presiden 2024 Mariatul Qibtiyah; Sutri Destemi Elsi; Alva Beriansyah; Novianti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v13i1.256

Abstract

Dalam era demokrasi modern, perilaku memilih merupakan indikator penting kesadaran politik masyarakat sekaligus faktor yang memengaruhi hasil pemilihan umum. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku politik masyarakat Kota Jambi berdasarkan tipologi generasi, yaitu Generasi X, Generasi Y, dan Generasi Z, serta pengaruhnya terhadap perilaku memilih dalam Pemilihan Presiden 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap informan dari Generasi X (1965–1980), Generasi Y (1981–1996), dan Generasi Z (1997–2012) di Kota Jambi. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teori perilaku memilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku memilih masyarakat Jambi dibentuk oleh determinan sosiologis, psikologis, dan rasional. Perbedaan karakteristik antargenerasi turut memengaruhi pola perilaku memilih. Generasi X yang cenderung konservatif dan berorientasi pada nilai-nilai tradisional lebih menekankan aspek ekonomi dan kesejahteraan sosial dalam menentukan pilihan politik. Generasi Y yang lebih terbuka terhadap perubahan cenderung mempertimbangkan nilai-nilai keadilan sosial dan kesetaraan. Sementara itu, Generasi Z yang dekat dengan teknologi dan inovasi lebih dipengaruhi oleh isu-isu global serta perkembangan teknologi. Meskipun demikian, perilaku memilih tidak sepenuhnya ditentukan oleh karakteristik generasi karena dipengaruhi pula oleh faktor sosiologis, psikologis, dan rasional lainnya. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan perilaku memilih masyarakat Jambi, tetapi juga memberikan analisis reflektif mengenai dinamika perilaku politik masyarakat dalam Pilpres 2024.   In the era of modern democracy, voting behavior serves as an important indicator of citizens’ political awareness and a key factor influencing electoral outcomes. This study aims to identify the political behavior of the people of Jambi City based on generational typologies, namely Generation X, Generation Y, and Generation Z, and to examine their influence on voting behavior in the 2024 Presidential Election. Employing a qualitative research method, data were collected through interviews with informants from Generation X (1965–1980), Generation Y (1981–1996), and Generation Z (1997–2012) in Jambi City. The data were analyzed qualitatively using voting behavior theory. The findings reveal that voting behavior among the people of Jambi is shaped by sociological, psychological, and rational determinants. Differences in generational characteristics also contribute to variations in voting patterns. Generation X, which tends to be more conservative and oriented toward traditional values, places greater emphasis on economic issues and social welfare in making political choices. Generation Y, characterized by a greater openness to change, tends to consider values such as social justice and equality. Meanwhile, Generation Z, which is closely connected to technology and innovation, is more influenced by global issues and technological developments. Nevertheless, voting behavior is not solely determined by generational characteristics, as it is also shaped by various sociological, psychological, and rational factors. This study not only describes the voting behavior of the people of Jambi but also provides a reflective analysis of the dynamics of political behavior in the 2024 Presidential Election.