Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

INSTAGRAM AND POLITICAL LITERACY GENERATION Z Alva Beriansyah; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital saat ini ditandai dengan hadirnya media sosial sebagai alat komunikasi dan informasi yang efektif digunakan oleh masyarakat khususnya generasi Z atau gen z sebagai generasi yang lahir dari era digital ini. Salah satu ciri gen z adalah kedekatannya dengan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, bahkan media sosial menjadi referensi dan literasi bagi gen z ini. Keaktifan Gen Z dalam mengakses media sosial juga mempengaruhi partisipasi politik mereka karena Gen Z termasuk dalam kategori pemula dalam partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan analisis literasi politik, diharapkan generasi z dapat memiliki pengetahuan politik yang baik yang juga secara signifikan lebih terlibat dalam kegiatan politik, baik konvensional maupun nonkonvensional, seperti mengikuti pemilihan umum, melakukan diskusi politik, melakukan protes, petisi, memboikot bahkan menyampaikan pendapatnya melalui media. Jelang pemilu 2024 mendatang, gen z diharapkan bisa ikut serta memberikan hak politiknya. Literasi politik yang dapat dibangun saat ini terhadap Gen Z yang bersifat instan adalah dengan memanfaatkan media sosial khususnya Instagram sebagai platform media sosial yang banyak digunakan oleh Gen Z untuk mengakses informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan politik sehingga bahwa Gen Z diharapkan memiliki sikap kritis terhadap politik. The development of the current digital era is marked by the presence of social media as an effective communication and information tool used by the public, especially generation Z or gen z as the generation born from this digital era. One of the characteristics of gen z is its proximity to the use of social media in everyday life, even social media has become a reference and literacy for this gene z. Gen z 's activeness in accessing social media also influences their political participation because gen z is included in the beginner category in political participation. This study uses a descriptive qualitative research method. By using political literacy analysis, it is hoped that gen z can have good political knowledge which will also be significantly more involved in political activities, both conventional and non-conventional, such as participating in general elections, conducting political discussions, conducting protests, petitions, boycotts and even expressing their opinions through the media. Ahead of the upcoming 2024 election, gen z is expected to be able to participate in granting their political rights. Political literacy that can be built at this time against Gen Z which has an instant character is by utilizing social media, especially Instagram as a social media platform that is widely used by Gen Z, to access information, including information about social and political issues so that Gen Z is expected to have critical attitude towards politics.
DAMPAK SOSIAL PERDA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN TERHADAP MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Alva Beriansyah; Erik Darmawan; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.137

Abstract

Penelitian ini menganalisa dampak sosial peraturan daerah Sumatera Selatan nomor 8 tahun 2016 mengenai pengendalian kebakaran hutan dan atau lahan terhadap masyarakat Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan atau lahan yang sangat parah pada tahun 2015, yaitu seluas 736.587 Ha padahal hutan memiliki banyak manfaat untuk menjaga stabilitas iklim dunia. Kebakaran hutan dan atau lahan yang terus terjadi tiap tahunnya ini mendatangkan kerugian yang luar biasa sehingga pemerintah Sumatera Selatan mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan atau Lahan guna meminimalisir bencana kebakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertipe komparatif. Teknik analisa datanya menggunakan Causal-Comparative Research (CCR) yang menyelidiki hubungan sebab akibat dari sebuah fenomena. Hasil penelitian dalam laporan ini menunjukkan bahwa perda ini telah mengakibatkan perubahan sosial bagi masyarakat dalam segala aspek. Meskipun sosialisasi terhadap perda ini masih kurang menyeluruh dan tidak menyentuh kelompok masyarakat sebagai sasaran utamanya namun pemberlakuan perda ini telah mengakibatan perubahan yang sangat mendasar pada kelompok masyarakat pertani dan pekebun dalam hal teknik membuka lahan. Kehadiran perda yang melarang membuka lahan dengan teknik membakar tidak diiringi dengan alternatif solusi teknik membuka lahan tanpa pembakaran sehingga masyarakat mengalami dampak kerugian dari adanya perda ini. This study analyzes the social impact of the South Sumatra regional regulation number 8 of 2016 concerning the control of forest and / or land fires against the people of South Sumatra. The Province of South Sumatra is a province that experienced severe forest and / or land fires in 2015, covering an area of 736,587 hectares even though forests have many benefits to maintain the stability of the world's climate. Forest fires and / or land that continue to occur each year bring tremendous losses so the government of South Sumatra issued a policy in the form of Regulation Number 8 of 2016 concerning Control of Forest and / or Land Fires in order to minimize the disaster of forest fires in South Sumatra.This study uses a qualitative research method that is comparative type. Data analysis techniques use Causal-Comparative Research (CCR) which investigates the causal relationship of a phenomenon. The results of the research in this report indicate that this regulation has resulted in social changes for the community in all aspects. Although the dissemination of this regulation is still not comprehensive and does not touch the community groups as its main target, the enactment of this regulation has resulted in very basic changes in farming communities and planters in terms of techniques to clear land. The presence of a regional regulation that prohibits land clearing by burning techniques is not accompanied by alternative technical solutions for clearing land without burning so that the community experiences the impact of the existence of this regulation.
Determination of Women's Electability in The 2024-2029 Jambi Provincial Legislative Council Elections Mariatul Qibtiyah; Beriansyah, Alva; Elsi, Sutri Destemi
Kemudi Vol 10 No 2 (2026): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v10i2.8188

Abstract

Women's representation in Indonesian politics is an important indicator of the quality of democracy and gender equality. Although an affirmative policy of 30% female participation in legislative candidate lists has been implemented, the level of women's electability remains low. This article examines the determinants of women's electability in the 2024–2029 Jambi Provincial Legislative Council (DPRD) elections using Casey's theory of political capital, which includes institutional, social, cultural, economic, and symbolic capital. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method to understand the factors that influence women's political success at the local level. The results show that of the 732 legislative candidates for the Jambi Provincial DPRD, 247 or 33.74% were women, but only seven (12.72%) were successfully elected. This phenomenon reveals a gap between symbolic representation and substantive representation. An analysis of political modalities shows that women who were successfully elected generally possessed a strong combination of capital—institutional support from parties (institutional capital), extensive social networks (social capital), credibility and education (cultural capital), financial capabilities s (economic capital), and moral legitimacy and public reputation (symbolic capital). These findings confirm that women's political success is not only determined by affirmative regulations, but also by the ability of female actors to strategically manage and convert various forms of political capital. This article provides empirical and theoretical contributions to strengthening a more gender-responsive inclusive democracy.
PERAN PEMERINTAH KOTA PALEMBANG DALAM MENGEMBANGKAN ZIARAH SEBAGAI WISATA RELIGI Beriansyah, Alva; Qibtiyah, Mariatul
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang sebagai kota tertua di Indonesia memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya. Salah satu tradisi yang dimiliki oleh Kota Palembang adalah ziarah yang merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Palembang untuk memperingati ulama dan auliya'. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan jemaah haji tidak hanya didorong oleh motif sejarah, tetapi juga karena adanya tradisi mengunjungi kuburan keluarga atau tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam sejarah hidupnya dan sejarah bagi masyarakatnya. Hal inilah yang kemudian menjadi potensi besar untuk terciptanya wisata religi di Kota Palembang dengan menjadikan ziarah sebagai alternatif wisata spiritual. Potensi wisata religi juga dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat dan dijadwalkan sebagai wisata resmi setiap tahun.