Claim Missing Document
Check
Articles

Sikap Politik DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Wacana Suksesi Kepemimpinan di Kraton Yogyakarta Muhammad Quranul Kariem; Dwian Hartomi Akta Padma Eldo
Journal of Government and Civil Society Vol 3 No 2 (2019): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v3i2.1726

Abstract

Pasca pengesahkan Peraturan Daerah Istimewa Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta oleh DPRD, memicu sebuah persoalan. Pasal 18 huruf m terkait syarat yang harus dipenuhi oleh Calon Gubernur dan Wakil Gubernur adalah harus menyerahkan salah satunya Daftar Riwayat Hidup Istri. Dengan ini berarti, secara tersirat calon Gubernur DIY adalah harus seorang laki-laki. Keraton Yogyakarta langsung merespon dengan mengeluarkan Dhawuh Raja serta mengangkat Puteri pertama Sultan Hamengku Buwono X sebagai Puteri Mahkota Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pengangkatan tersebut dianggap bertentangan dengan paugeran Kraton dan Perdais No. 2 Tahun 2015 terkait Tatacara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan politik Anggota DPRD DIY terhadap wacana suksesi di Kraton Yogyakarta. Metode Penelitian yang digunakan  adalah   metode  penelitian  deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara pada pimpinan fraksi di DPRD DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  padangan  politik  fraksi  di  DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta terbagi menjadi tiga dalam memandang regulasi tersebut, menyetujui suksesi, menolak suksesi, dan Perdais, dan pandangan abstain  terhadap wacana suksesi. Kesimpulannya adalah, tujuh fraksi  yang ada di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, mempunyai penafsiran  masing–masing terhadap UUK dan Perdais,  hal ini  akan menilbulkan persoalan,  ketika  melakukan  pengisian  jabatan gubernur dan wakil gubernur dalam mekanisme politik yang ada di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta.After the ratification of the Special Region Regulation No. 2 of 2015 concerning Procedures for Filling in the Position of the Governor and Deputy Governor of the Special Region of Yogyakarta by the DPRD triggered a problem. Article 18 letter m related to the conditions that must be fulfilled by the candidates for Governor and Deputy Governor are that they must submit the curriculum vitae of their wife. By this, it is implied that the candidate for Governor of DIY must be a man. The Yogyakarta Palace responded immediately by issuing Dhawuh Raja and appointed Sultan Hamengku Buwono X's first Princess as the Crown Princess of the Ngayogyakarta Hadiningrat Sultanate. The appointment was considered to be in contradiction with the court palace and Special Region Regulation No. 2 of 2015 concerning Procedures for the Election of Governors and Deputy Governors. The purpose of this study was to determine the political views of the members of the Yogyakarta Special Region Parliament on the succession discourse in the Sultan's Palace. The research method used was a descriptive qualitative research method, by conducting interviews with the leaders of the factions in the Yogyakarta Special Region Parliament. The results showed that the political views of the factions in the DPRD the Special Region of Yogyakarta were divided into three in viewing the regulation, approving succession, rejecting succession, and Perdais, and abstaining from the discourse of succession. The conclusion is that the seven factions in the DPRD of the Special Region of Yogyakarta have their respective interpretations of the UUK and Special Region Regulation, this will cause problems, when filling the positions of the governor and deputy governor in the political mechanism in the DPRD of the Special Region of Yogyakarta. 
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN KELURAHAN DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL TAHUN 2020 Dwian Hartomi Akta Padma Eldo; Sana Prabowo
Jurnal Caraka Prabu Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Caraka Prabu
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v5i1.462

Abstract

Pelayanan Publik merupakan suatu keharusan yang harus dijalankan oleh Pemerintah sebagai fungsi Pemerintahan itu sendiri. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pelayanan yang diberikan ditingkat Kelurahan yang ada pada wilayah Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Sample yang digunakan adalah sebanyak 3 Kelurahan diantaranya; 1) Kelurahan Muarareja, 2) Tegalsari, 3) Kraton. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah dengan menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan menggunakan aplikasi pengolah Data SPSS. Dalam hasil penelitian diperoleh angka Indeks Kepuasan Masyarakat di kelurahan Kraton sebesar 85,88, untuk Indeks Kepuasan Masyarakat di Kelurahan Tegalsari sebesar 81,68 dan Kelurahan Muarareja sebesar 81,70. Sehingga jika dirata-rata IKM dari 3 kelurahan tersebut adalah sebesar 83,08 dalam kategori mutu pelayanan “Baik”. Maka dari itu bisa dilihat bahwa IKM terhadap pelayanan 3 Kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tegal Barat termasuk dalam kategori Tinggi. Temuan yang menarik adalah bahwa indicator yang paling rendah di 3 kelurahan yang menjadi sample adalah indicator perihal biaya/tarif yang dianggap masih tinggi. Maka dari itu penulis memberikan rekomendasi kepada Kelurahan Tegal Barat untuk bisa memberikan gambaran perihal biaya secara transparan dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
KONSISTENSI PEROLEHAN SUARA CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI DENGAN PEROLEHAN SUARA PARTAI POLITIK PENGUSUNG PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019 DI KABUPATEN PEMALANG Unggul Sugiharto; Dimas Purbo Pambudi; Dwian Hartomi Akta Padma Eldo
Jurnal Caraka Prabu Vol 6 No 1 (2022): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v6i1.1010

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsistensi antara perolehan suara partai politik pada pemilu tahun 2019 dengan perolehan suara calon presiden/wakil presiden tahun 2019. Selain itu penelitian ini sedikit banyak mencoba membedah mana yang memiliki peran besar dalam kontestasi pemilihan presiden pad atahun 2019 yang lalu. Tekanan utama adalah melihat dan membuktikan apakah ada konsistensi perolehan suara parpol calon presiden/wakil presiden. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa tidak selamanya parpol yang mengusungnya memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perolehan suara calon presiden/wakil presiden. Bahkan antara keduanya bisa menimbulkan gap, dimana perolehan suara parpol yang mengusungnya bisa lebih besar dari capres/cawapres yang diusungnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan data sekunder dalam bentuk laporan dan dari rekapan hasil pemilu Capres dan Cawapres 2019 yang lalu. Hasil penelitian menunjukkan antara akumulasi perolehan suara antara partai pengusung dengan capres cawapres menunjukan kecenderungan tertentu. Artinya ada kecenderungan bahwa suara partai pengusung dengan paslon capres/cawapres yang diusung tidaklah linear, berbeda atau tidak sama. Perolehan suara parpol pengusung 01 dengan paslon capres/cawapres 01 tidaklah sama persis atau terdapat selisih, dan hal ini terjadi pula pada perolehan suara parpol pengusung 02 dengan paslon capres/cawapresnya 02.
Strategi Pengelolaan Objek Wisata Mangrove Pandansari Sebagai Salah Satu Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Brebes Dwian Hartomi Akta Padma Eldo; Azra Fadila Prabowo
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 6 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v6i2.136

Abstract

This paper aims to see how the local government of Brebes Regency manages the Mangrove Sari tourist sites by using the Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC). The research method in this paper uses a descriptive qualitative approach. The author conducted interviews directly with stakeholders such as the Brebes local government and also the community that manages the Sari Mangrove tourism site. The aim is to see how the strategies carried out by local governments and also the practice in the field whether it is going according to plan or not. The results showed that the local government has not been maximized in optimizing Pandansari Tourism Objects as one of the original revenue of the Brebes Regency. In addition the local government in this case the Department of Tourism and Culture is still not effective in carrying out coordination and direction for future development with the management of the tourism object in this case the local community group. Therefore, some input that can be given is to improve coordination with the management of attractions and to draft long-term and short-term development plans for Pandansari Mangrove Tourism Objects.
Co-Authors Abdu Nugraha, Irwan Abdurochman, Latif Abiyyu Zakly Afif Syarifudin Yahya Afif Syarifudin Yahya Agus Fatikhan Lutfi Agus Setio Widodo Ajeng Artiningrum Akhmad Habibullah Alfi Arif Saputro Alivia Pertiwi Amin Sapto Saputro Amin Sapto Saputro, Amin Sapto Ane Permatasari Aning Aning Aprilya, Nandyta Dewi Arfiana Fitri Damayanti Arief Zulfyka Maulana Arif Zainudin Aristiya Wilda Ningrum Artiningrum, Ajeng Arum Rizqi Aprilia Awang Darumurti Awang Darumurti, Awang Azra Fadila Prabowo Dhona Fitriliawati Supriyanto Diah DWulansari Diah DWulansari, Diah dimas purbo pambudi Dyah Mutiarin Dyah Mutiarin Eka Nafiyanto Eriska Nanda Damayanti Erny Rosyanti Fahrulrozi, Rifqi Hani, Nur Isma Hanik Laily Rizka Maharani Harko Susilo Ibnu Sabannuloh Inzana, Nur Irwan Abdu Nugraha Irwan Abdu Nugraha Isna laily Arofati Isnaeni Isnaeni Judijanto, Loso Kurnia Rifqi Febrian Laily Arofati, Isna Loso Judijanto Lusi Musfiroh Mariyatul Adawiyah Maulana, Arief Zulfyka Meilina, Meilina Mohamad Nurohim Muallimin, Elza Zikra Muhamad Sadar Muhammad Abdurrosyid Muhammad Quranul Kariem Muhammad Zidan ’Ilma Nandyta Dewi Aprilya Nasir Salasa Nudha Andira Adam Nur Inzana Nurul Fitri Nuryanto Nuryanto Prabowo, Azra Fadila Prawati, Ambar Prayoga, Aji Tri Retnowati, Fanny Riza Awal Novanto Rizky Rochma Santoso Rizqi Imam Tauhid Rosyanti, Erny Sahrul Said Sakir Sakir Sana Prabowo Sana Prabowo Saputro, Alfi Arif Siti Munawaroh Siti Munawaroh Slamet Widodo Setiawan SRI RAHAYU Sri Rahayu SRI SUTJIATMI Sri Sutjiatmi Suranto Suranto SURANTO, SURANTO Ulung Pribadi, Ulung Unggul Sugi Harto UNGGUL SUGIHARTO UNGGUL SUGIHARTO Widadi, Teguh Wildan, Munawar Wulandari, Inten Widuri Zulfa Nafisatun Nisa