Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN DIGITALISASI USAHA KAKAO BERBASIS EKONOMI SYARIAH DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Novi Yanti Sandra Dewi; Ahadiah Agustina; Sahman Sahman; Aqodiah Aqodiah; Baiq Ida Astini; Ahmad Helwani
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40146

Abstract

ABSTRAKKelompok Wanita Tani Baitul Makmur Desa Menggala menghadapi permasalahan dalam pengembangan usaha kakao, yaitu pemasaran yang masih konvensional, produk yang belum memiliki branding dan kemasan menarik, belum optimalnya pemanfaatan marketplace, serta belum tertibnya pencatatan keuangan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui digitalisasi pemasaran dan manajemen keuangan syariah pada usaha kakao. Mitra kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani Baitul Makmur yang beranggotakan 22 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan pengemasan dan branding produk, praktik desain label menggunakan Canva, pendampingan pemasaran melalui marketplace Shopee, penyuluhan penguatan kelembagaan usaha, serta pelatihan manajemen keuangan syariah menggunakan aplikasi SIAPIK. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi praktik, dan diskusi dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai branding dan kemasan sebesar 54,5%, keterampilan pemasaran digital sebesar 64%, serta kemampuan pencatatan keuangan menggunakan SIAPIK sebesar 66,7%. Selain itu, kegiatan menghasilkan kemasan produk kakao yang lebih layak pasar, akun pemasaran digital, dan peningkatan kesadaran mitra mengenai tata kelola usaha berbasis prinsip syariah.Kata kunci: Digitalisasi pemasaran; Kakao; Kelompok wanita tani; Manajemen keuangan syariah; SIAPIK. ABSTRACTThe Baitul Makmur Women Farmers Group in Menggala Village faces several problems in developing its cocoa business, including conventional marketing practices, the absence of attractive branding and packaging, limited use of marketplace platforms, and inadequate financial recordkeeping. This community service program aimed to improve the group’s capacity through marketing digitalization and sharia-based financial management for cocoa business development. The partner of this program was the Baitul Makmur Women Farmers Group, consisting of 22 members. The implementation methods included program socialization, packaging and product branding training, label design practice using Canva, marketing assistance through the Shopee marketplace, institutional strengthening counseling, and sharia-based financial management training using the SIAPIK application. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, practical observation, and participant discussions. The results showed an increase in participants’ understanding of branding and packaging by 54,5%, digital marketing skills by 64%, and financial recording skills using SIAPIK by 66,7%. In addition, the program produced more marketable cocoa product packaging, a digital marketing account, and improved partner awareness of business governance based on sharia principles. Keywords: Digital marketing; Cocoa; Women farmers group; Sharia financial management; SIAPIK.