Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RAGAM BAHASA DALAM MEDIA SOSIAL TIKTOK: AKUN GERALD VINCENT DAN IDOEL IMOETS Hasby Fauzan Ode; La Yani Konisi; Rachman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2014

Abstract

This study aims to describe the language variations used by speakers in the comments sections of the TikTok accounts @Gerald Vincent and @Idoel Imoets. The research background is based on the role of language as a means of communication that continues to evolve and adapt to the needs of its users, particularly in digital interactions on social media. The method used was descriptive qualitative, using reading and note-taking techniques and documentation through screenshots of comments containing elements of language variations. The data obtained were then selected, classified, and analyzed to identify the types of language variations based on the speakers. The results show that of the eight types of language variations, only three were found in TikTok comments: slang, colloquial, and vulgar, with 41 slang words, 21 colloquial words, and 3 vulgar words, respectively. Acrolect, basilect, jargon, argot, and ken did not appear in the data. These findings illustrate the variety of Indonesian language developing in the digital space and reflect the communication patterns of the younger generation. This research is expected to contribute to the development of linguistics, particularly in the study of Indonesian Language and Literature Education.
KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL BUNDA, AKU NGGAK SUKA DIPUKUL KARYA JAQUENZA EDEN Dewi Astuti; Sumiman Udu; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2605

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik tokoh dalam novel Bunda, Aku Nggak Suka Dipukul karya Jaquenza Eden. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan objektif. Data penelitian berupa satuan teks, baik narasi, dialog, frasa, maupun kalimat yang menunjukkan konflik tokoh. Data dikumpulkan melalui teknik baca intensif, baca analisis, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan unsur intrinsik karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin menjadi bentuk konflik paling dominan yang dialami terutama oleh Ajisaka Mahendra Bagaskara (Aji), Laras, Theo, Haidar, dan Aleyya, dengan gejala berupa ketakutan, kecemasan, rasa bersalah, penyesalan, kesedihan, dan keputusasaan. Konflik fisik tampak melalui tindakan kekerasan langsung yang dialami Aji, sedangkan konflik sosial tampak melalui ketegangan keluarga, kekerasan verbal, penolakan, dan pertentangan antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa konflik dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur, tetapi juga menjadi sarana representasi kekerasan domestik, tekanan psikologis, dan rapuhnya relasi keluarga.
Kesantunan Berbahasa Masyarakat Muna : Tinjauan Pragmatik La Yani Konisi; Haerun Anaa; Maulid Taembo
Jurnal Komposisi Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KOMPOSISI
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna secara pragmatik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal mendasar, sebagai berikut. Pertama, penelitian-penelitian tentang kesantunan berbahasa, khususnya kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna belum dilakukan secara maksimal. Kedua, tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna memiliki bentuk yang cukup bervariasi, dan menarik untuk diketahui. Berdasarkan gambaran permasalahan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur dan prinsip kesantunan berbahasa masyarakat Muna Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoritis, kajian ini bermanfaat untuk (1) memberikan gambaran tentang pemakaian bentuk dan makna tindak tutur kesantunan bahasa Muna, (2) menambah khasanah pengembangan ilmu bahasa daerah, yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang penyusunan dokumentasi kebudayaan nusantara melalui kajian bahasa, (3) dapat dimanfaatkan bagi pengembangan bahasa Muna, dan (4) memberikan sumbangsih terhadap pengembangan teori pragmatik, khususnya yang bertalian dengan sistem tindak tutur kesantunan. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat untuk (1) membantu di dalam proses pembelajaran bahasa Muna, (2) memberikan informasi  dan referensi bagi peneliti selanjutnya, dan (3) sebagai salah satu dokumentasi kekayaan budaya masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan penelitianini akan dilakukan pada beberapa wilayah/titik di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif melalui metode wawancara yang disertai dengan pengamatan terhadap kehidupan masyarakat. Data penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan deskripsi tindak tutur kesantunan berbahasa di kalangan masyarakat tutur bahasa Muna (telaah pragmatik) dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tuturan santun dalam bahasa Muna dapat berbentuk kata, frase, dan klausa dan memiliki makna yang beraneka ragam, seperti untuk memberikan pujian, menunjukkan kerendahan hati, permohonan maaf, ucapan terima kasih, pemberian nasehat, kedermawanan dan kebijaksanaan, permintaan secara halus, permintaan pertimbangan, dan ucapan salam/permisi. Kedua, jenis-jenis tindak tutur kesantunan dalam bahasa Muna umumnya berupa tindak tutur direktif, asertif, dan ekspresif. Ketiga, tindak tutur kesantunan berbahasa masyarakat Muna banyak mematuhi prinsip penghargaan dan kesederhanaan.