Claim Missing Document
Check
Articles

Stone Garden Tourist Value: A Sociological Value Perspective Syarifuddin, Didin
Media Wisata Vol. 20 No. 1 (2022): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high level of change in people's social life demands an increase in people's knowledge of their social behaviour, which has an impact on the growth of people's intelligence to adapt to changes in the social environment, including customers. Customers have become the target of attention for business organizations including Stone Garden, through increasing customer value. The study purpose is to explain the visitor value from a functional, social, emotional and spiritual perspective during their visit to Stone Garden, followed by the meaning of visitor values from a sociological perspective. The research method used is a quantitative descriptive method with a sample measure of 100 people, using the percentage formula followed by determining the range to determine the interval for assessing respondents' perceptions. The results showed that the functional, social, emotional and spiritual values were included in the excellent category. The high value of visitors becomes a reference in determining the sociological value. Stone Garden has become an important part of people's lives because it can provide benefits and be used as a reference for travelling for the community. Stone Garden has become a superior tourism model because it shows something different, namely rock-based natural tourism as the advantage vehicle. This advantage is a motivation for organizations that can foster confidence in the development of tourist destinations in the future as well as for the community so as to direct other people to visit Stone Garden.
Strategi Penetapan Harga Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Wisatawan di Villa Kancil Kampoeng Soenda Majalaya Didin Syarifuddin; Suryana Suryana; Musafa Musafa; Sopa Martina; Rahmat Priyanto
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.937 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i1.5038

Abstract

Villa Kancil Kampoeng Soenda adalah destinasi wisata yang terletak di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung. Destinasi wisata ini menawarkan kegiatan berwisata minat khusus dengan wisata outbound dan water boom sebagai daya tarik utamanya. Jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Villa Kancil Kampoeng Soenda meningkat setiap tahunnya, namun penetapan harga yang belum efektif dan adanya pesaing baru dapat menimbulkan penurunan minat berkunjung wisatawan ke Villa Kancil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat strategi penetapan harga dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan di Villa Kancil. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif dengan pendekatan secara kualitataif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Strategi penetapan harga di Villa Kancil harus sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan agar wisatawan tertarik untuk membeli dan menggunakan produk wisata yang dijual dengan hal tersebut dapat meningkatkan minat berkunjung wisatawan. Oleh karenanya Villa Kancil diharapkan dapat membuat ragam paket wisata yang lebih menarik, unsur sunda pada produk wisata yang ditawarkan lebih ditonjolkan dan mengikuti tren yang sedang berkembang serta dengan harga yang kompetitif guna menarik minat berkunjung wisatawan, membangun kerjasama dengan Biro Perjalanan Wisata/Perusahaan/Institusi Pendidikan/pesaing guna meningkatkan kualitas layanan wisata yang lebih baik lagi.
Membangun Inkubator Wirausaha Kepariwisataan di STP ARS Internasional Lukmanul Hakim; Didin Syarifuddin; Iis Iskandar
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.56 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i1.3137

Abstract

AbstrakTujuan program pengabdian masyarakat adalah sebagai embrio terbentuknya inkubator wirausaha yang profesional bidang kepariwisataan di STP ARS Internasional. Metode yang digunakan melalui penyelenggaraan kegiatan inkubasi wirausaha baru selama dua angkatan, yaitu pada tahun pertama pada tahun 2015 dan tahun kedua pada tahun 2016. Tahapan kegiatan prainkubasi terdiri dari Pembukaan program; Sosialisasi program dan rekrutmen; Seleksi calon tenant melalui test tertulis dan wawancara; Sementara, tahap inkubasi, dimulai dengan Pelatihan bisnis tours and travel, Pelatihan kewirausahaan kepariwisataan; Pelatihan kewirausahaan event organizer; pelatihan softskills kewirausahaan; on the job training di industri mitra; Pembentukan kelompok bisnis; Pendampingan penyusunan business plan; Running business; Monitoring dan evaluasi; Penyusunan laporan kegiatan; Serta publikasi pada jurnal ilmiah. Luarannya adalah terselenggaranya kegiatan inkubasi wirausaha baru selama dua tahun dengan jumlah tenant sebanyak sepuluh kelompok di bidang jasa tour and travel dan produksi kuliner khas Kota Bandung, serta luaran berupa jurnal ilmiah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dua tahun penyelenggaraan inkubasi, dapat disimpulkan kekuatan program inkubasi, yaitu pada aspek norma dan tujuan penyelenggaraan, pengelola kegiatan, jaringan kerjasama, dan produk tenant. Sementara kelemahannya, pada aspek legalitas belum berbadan hukum, aspek proses belum menyelenggarakan kegiatan pasca-inkubasi,  aspek sarana dan prasarana yang masih pinjaman institusi induk, dan aspek keuangan, belum memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: inkubator bisnis, wirausaha baru, pariwisata        AbstractThe purpose of community service program was as an embryo of the establishment of professional entrepreneurial incubator in the field of tourism in STP ARS International. The method used through the implementation of new entrepreneur incubation activities for two generations, in the first year in 2015 and the second year in 2016. The pre-incubation stage consists of the opening of the program, program socialization and recruitment, selection of tenant candidates through written test and interview; Meanwhile, the incubation stage, starting with Tour and Travel business training, Tourism entrepreneurship training, training of entrepreneurship event organizer; entrepreneurship softskills trainin, on the job training in the partner industry, establishment of business groups, assistance in the preparation of business plans, Running business, Monitoring and evaluation, Preparation of activity reports, And publications in scientific journals. The outcome was the implementation of new entrepreneur incubation activity for two years with tenant number as many as ten groups in tour and travel services and typical culinary production of Bandung City, and the output of scientific journal with qualitative descriptive approach. Two years of incubation implementation, it can be concluded the strength of the incubation program, namely on aspects of norms and organizational goals, activity managers, cooperation networks, and tenant products. While the weaknesses, in the aspect of legality not yet incorporated, aspects of the process have not held post-incubation activities, aspects of facilities and infrastructure that still loans the parent institution, and financial aspects, does not yet have a sustainable source of funding Keywords:  business incubator, new entrepreneur, tourism
Memaknai Kuliner Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Bandung Didin Syarifuddin; Chairil M Noor; Acep Rohendi
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.335 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i1.2866

Abstract

AbstrakPerkembangan industri pariwisata dapat memberikan peluang bagi produk-produk wisata termasuk kuliner di Kota Bandung. Tingginya perkembangan industri pariwisata, memberikan peluang yang sangat besar bagi masyarakatnya, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan wisata kuliner, yang saat ini masih sangat terbatas, jumlahnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makanan tradisional sebagai kuliner lokal dengan jenis Surabi Mila sebagai daya tarik wisata Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teori dari Damanik dan Weber (2006:13), yang menjelaskan bahwa daya tarik wisata dapat dibangun melalui keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil tulisan ini menjelaskan bahwa makanan tradisional kuliner lokal Surabi Mila, merupakan jenis makanan tradisional yang berdaya tarik wisata. Daya tarik wisata pada Surabi Mila adalah karena surabi ini memiliki keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman. Keunikan dapat dilihat dari adanya kombinasi kelangkaan dan kekhasan yang melekat pada surabi Mila, yaitu jarang terjadi surabi di Kota Bandung yang memiliki 20 jenis rasa dengan topping yang bervariasi, yang juga menggambarkan keragamannya. Originalitas surabi Mila tergambar dari keaslian bahan tepung beras dengan tetap mempertahankan varian asli seperti topping oncom dengan proses pembakaran menggunakan tungku dan cetakan dari tanah liat, juga menggambarkan otentisitasnya.Kata Kunci: makanan tradisional, kuliner, keunikan, originalitas, otentisitas, keragaman AbstractThe development of the tourism industry can provide opportunities for tourism products including culinary in the city of Bandung. The high development of the tourism industry, providing an enormous opportunity for the people, to participate in the development of culinary tourism, which is currently still very limited, the amount. his paper aims to explain traditional food as a local culinary type of Surabi Mila as a tourist attraction of Bandung. The research method used is descriptive qualitative, using the theory of Damanik and Weber (2006:13), which explains that tourist attraction can be built through uniqueness, originality, authenticity, and diversity. Data collection was done by observation and interview. The results of this paper explain that the traditional food of local culinary Surabi Mila, is a kind of traditional food tourist attraction. The tourist attraction at Surabi Mila is because this Surabi has uniqueness, originality, authenticity, and diversity. Uniqueness can be seen from the combination of scarcity and uniqueness attached to surabi Mila, which is rarely a Surabi in the city of Bandung which has 20 types of flavors with a variety of toppings, which also describes the diversity. Originality Surabi Mila depicted from the authenticity of rice flour by maintaining the original variants such as toppings oncom combustion process using furnaces and molds of clay, also illustrates the authenticity.Keywords : traditional foods, culinary, uniquiness, originality, autenticity, variety.
Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip Rahmat Priyanto; Didin Syarifuddin; Sopa Martina
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.981 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i1.2863

Abstract

AbstrakKampung Tulip adalah destinasi wisata yang terletak di kawasan ciwastra Kota Bandung. destinasi wisata ini menwarkan kegiatan berwisata dengan nuansa khas belanda sebagai daya tarik utamanya. Visi utama pengelola Kampung tulip adalah untuk menjadikan destinasi wisata ini sebagai tempat edukasi bagi wisatawan, namun dalam pelaksanaanya masih belum sejalan dengan visi yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang konsep wisata edukasi bagi destinasi wisata kampong tulip. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif dengan pendekatan secara kualitataif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Rancangan model wisata edukasi dalam penelitian terdiri dari metode pembelajaran tutorial dan eksplorasi. Tujuan pembelajaran tutorial adalah untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai berbagai hal yang terdapat di destinasi wisata. Tujuan pembelajaran eksplorasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wisatawan dengan melihat secara langsung objek pembelajaran tersebut.Kata kunci : Wisata Edukasi, Pembelajaran Tutorial, Eksplorasi AbstractKampung Tulip is a tourist destination located in ciwastra Bandung. This destination offers travel activities in Dutch nuances as the main attraction. The main vision of Kampung Tulip managers is to make this destination as a place of education for tourists, but in the implementation is still not in line with the vision set. The purpose of this study is to design the concept of educational tourism for Kampong Tulip. The type of this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection is done through observation, interview and documentation study. The design of educational tourism model in research consists of tutorial learning and exploration learning method. The purpose of tutorial learning is to provide basic knowledge about the various things found in tourist destinations. The purpose of exploratory learning is to improve the knowledge and understanding of tourists by looking directly at the learning object.Keywords : Educational Tourism, Tutorial Learning, Exploration.
Peranan Promosi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Produk Rajutan di CV Konta Djaya Binong Jati Rahmat Priyanto; Sopa Martina; Faizal Hamzah; Putri Riva Somantri; Didin Syarifuddin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.786 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i2.4026

Abstract

Sentra industri rajut Binong Jati adalah salah satu kawasan wisata belanja yang ada dikota Bandung, salah satu UMKM yang ada di sentra industri Binong Jati adalah CV Konta Djaya. Ditengah menurunya jumlah UMKM yang memproduksi rajutan dikarenakan tidak stabilnya penjualan produk, CV Konta Djaya terus berupaya agar mampu bertahan dari berbagai kesulitan yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang peran promosi, volume penjualan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan pada CV Konta Djaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa CV Konta Djaya dalam upaya untuk meningkatkan volume penjualan produknya dapat menggunakan metode penjualan langsung kepada konsumen, dimana metode ini membutuhkan kegiatan promosi yang tepat sasaran, sehingga produk yang ditawarkan memiliki nilai positiif di pasaran. Berkembangnya teknologi infomasi saat ini menjadi salah satu media alternatif yang dapat digunakan CV Konta Djaya dalam mempromosikan produknya, baik melalui website atau media sosial. Apabila kegiatan promosi penjualan yang dilakukan tepat sasaran, maka hal tersebut akan berdampak pada peningkatan volume penjualan produk. CV Konta Djaya dapat membentuk bidang hubungan masayarakat internal, dimana tugas dari bidang tersebut adalah untuk mengkampanyekan dan mengkomunikasikan berbagai hal positif produk yang dimiliki. Pengemasan publikasi yang baik akan berdampak pada peningkatan kepercayan pasar pada lembaga ataupun pada produk yang dihasilkanya.Kata Kunci: Promosi, Hubungan Masyarakat, Volume Penjualan dan Publisitas
Membangun Kepuasan Pelanggan Serta Komunikasi Lisan (Studi Pada Produk Mlm Fortico Di Kota Bandung) Adi Suparwo; Didin Syarifuddin
Jurnal Ecodemica : Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.359 KB) | DOI: 10.31294/jeco.v1i1.1829

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga dan pengalaman terhadap kepuasan pelanggan serta dampaknya pada komunikasi lisan pada produk MLM Fortico di kota Bandung. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian ini dilakukan pada pelanggan produk Fortico pada PT. Vantros Indonesia di Bandung dengan jumlah sampel yang berjumlah 300 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas produk, harga, pengalaman, kepuasan pelanggan, dan komunikasi lisan pada produk MLM Fortico di Kota Bandung sudah baik. Kualitas produk, harga dan customer experience berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas produk, harga dan customer experience berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap word of mouth. Kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap word of mouth. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus melakukan perhatian ekstra dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk, menstabilkan harga kemudian meningkatkan customer experience agar kepuasan pelanggan serta word of mouth semakin meningkat dan akhirnya dapat memperkuat hubungan perusahaan dan pelanggan. Kata kunci : Kualitas Produk, Harga, Pengalaman, Kepuasan Pelanggan, Komunikasi Lisan ABSTRACT            This study aims to determine the effect of product quality, price and customer experience to customer satisfaction and its impact on word of mouth on MLM products Fortico in Bandung. In this research using descriptive research and verification. This research was conducted at the customer Fortico products at PT. Vantros Indonesia in Bandung with the amount of the sample of 300 people. The sampling technique is a method nonprobability sampling with purposive sampling technique. Statistical analysis of the data used in this research is the path analysis. The results showed that the product quality, price, customer experience, customer satisfaction, and word of mouth on MLM products Fortico in Bandung is good. Product quality, price and customer experience significant effect either partially or simultaneously on customer satisfaction. Product quality, price and customer experience significant effect either partially or simultaneously to the word of mouth. Customer satisfaction significantly influence word of mouth. Based on the result of this study can be conclude that the company must perform extra attention to maintaining and improving the quality of products, prices stabilize and then improve the customer experience so that customer satisfaction and word of mouth increase and eventually can customer relationships and the company. Keywords : Product Quality, Price, Customer Experience, Customer Satisfaction, Word of Mouth
Value of Tourist Attraction in Villa Kancil Kampoeng Soenda Bandung Regency Didin Syarifuddin
International Journal of Nusantara Islam Vol 8, No 1 (2020): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v8i1.8782

Abstract

Villa Kancil Kampoeng Soenda is a natural and artificial tourist area, which is an attraction for tourists. But in 2019, the level of visits to Villa Kancil has decreased, possibly because of the development of tourist attractions that have not been maximized. This study aims to explain the causal relationship between tourist attraction and revisit intention and the value of Villa Kancil Kampoeng Soenda tourist attractions. The method used is descriptive and verificative to describe the research variables and explain the causal relationship between tourist attraction variables and revisit intention in Villa Kancil Kampoeng Soenda, through simple linear regression analysis. The population was tourists visiting during 2018, with a sample size of 200 people. The results of the study explained that Villa Kancil Kampoeng Soenda is an integrated tourist area that combines two natural and artificial tourist attractions, providing its own value for tourists who visit, namely the growth of satisfaction that leads to the growth of comfort and security during a visit at Villa Kancil Kampoeng Soenda. This tourist attraction was built by the authenticity of the rural environment landscape, a variety of natural and artificial attractions, the uniqueness of the natural environment in the form of rice fields and fish ponds, humidity and warmth typical of the tropics, a healthy and clean environment, and security guarantees during a visit. This tourist attraction provides a very high value for tourists, so it becomes a determining factor for the growth of repeat visits. The maximum supply of tourist attractions has an impact on the high value of tourist attractions, so that the impact on the high level of return visits to Villa Kancil Kampoeng Soenda.
PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP MOTIVASI DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI LOKAWISATA BATURRADEN Sopa Martina; Didin Syarifuddin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 1 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.161 KB) | DOI: 10.31294/par.v1i1.186

Abstract

Abstract - In an organization factors Human Resources has important role compared to other factors . If organizations fail to achieve the goal , the human factor can be the cause therein . Therefore employees need training and development to be able to motivate yourself to work better in order to achieve good performance anyway . This research was conducted using descriptive methods . Based on the findings of the 61 respondents mentioned the importance of the results in both categories at 81.8 % for the training and development available , the results in both categories at 74.3 % for employee motivation , and results in employees' performance lokawisata Baturraden by 86 , 3 % in the excellent category . As for the effect of training on employee motivation and pengembanagn obtained correlation value of 41.21 % , and for the influence of motivational variables on employee performance lokawisata Baturraden of 11.42 % . So that the total value obtained for training and development impact on motivation and its impact on job performance of 52.63 % . A percentage of 47.37 % is influenced by other factors . Keywords : job performance, motivation, training and development. Abstrak - Dalam suatu organisasi faktor Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan yang penting dibandingkan dengan faktor lain. Apabila organisasi mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan, maka faktor manusia dapat menjadi penyebab didalamnya. Oleh karena itu karyawan perlu mendapatkan pelatihan dan pengembangan untuk dapat memotivasi diri sendiri untuk bekerja dengan lebih baik sehingga tercapai prestasi kerja yang baik pula. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dari 61 orang responden tersebut maka didapat hasil dalam kategori baik sebesar 81,8% untuk pelatihan dan pengembangan yang tersedia, hasil dalam kategori baik sebesar 74,3% untuk motivasi karyawan, dan hasil dalam prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden sebesar 86,3% dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk pengaruh pelatihan dan pengembanagn terhadap motivasi karyawan didapat nilai korelasi sebesar 41,21%, dan untuk pengaruh variabel motivasi terhadap prestasi kerja karyawan Lokawisata Baturraden  sebesar 11,42%. Sehingga didapat nilai total untuk pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap motivasi dan dampaknya terhadap prestasi kerja sebesar 52,63%. Sisanya sebesar 47,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : motivasi, pelatihan dan pengembangan, prestasi kerja
MEASURING DESTINATION SERVICE QUALITY (STUDI TENTANG PELAKSANAAN KUALITAS PELAYANAN KEBUN BINATANG BANDUNG) Didin Syarifuddin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.676 KB) | DOI: 10.31294/par.v1i2.169

Abstract

Abstract - Destination service quality is the important aspect in the tourism world, because it caused to the visitor satisfaction and to the repeat visit to the destination. Zoo in Bandung is the destination that pays attention to service quality, in order to be able to increase the repeat visit of the tourists. Relating to this research that the research focused to explain destination service quality at Bandung Zoo. Research method used is descripttve quantitative method by using percentage analysis, range, and interval. The population is all visitors to Bandung Zoo for one periode, with the sample measure is 100 people. The result showed that destination service quality Bandung Zoo, reached with the total score 6.597 of the ideal score 7.000. Based on the result that destination service quality at Bandung Zoo is Good, referring to tangible, responsiveness, assurance, reliability and emphaty aspects.  Keywords : Service Quality, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty  Abstrak - Kualitas pelayanan objek wisata merupakan aspek penting dalam dunia pariwisata, karena akan berdampak pada kepuasan pengunjung, dan ujungnya berdampak pula pada kunjungan ulang ke destinasi. Kebun binatang Bandung merupakan destinasi pariwisata yang sangat memperhatikan kualitas pelayanan, dengan harapan meningkatkanya tingkat kunjungan ulang ke destinasi tersebut. Berkaitan dengan penelitian ini bahwa tujuan penelitian difokuskan untuk menjelaskan tentang kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis persentase, range, serta tingkat interval. Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung ke Kebun Binatang Bandung, untuk periode tertentu, dengan ukuran sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan objek wisata Kebun Binatang Bandung, tercapai dengan skor total 6.597 dari skor ideal 7.000. Berdasarkan hasil analisis tersebut, bahwa kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung, termasuk ke dalam kategori BAIK. Aspek yang dinilai baik adalah aspek tangible, responsiveness, assurance, reliability, dan emphaty Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty