Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Kepuasan Pengunjung Saung Angklung Udjo Didin Syarifuddin
Media Wisata Vol. 19 No. 2 (2021): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.023 KB) | DOI: 10.36276/mws.v19i2.85

Abstract

Customers are important people in business organizations, do not depend on the company, not people for debate, so that customer desires are the company's duty to be realized. The study purpose is to explain customer satisfaction value as an impact of implementing customer value. The verification method is used to explain the effect of customer value on customer satisfaction with regression analysis. The results explain that Saung Angklung Udjo performance art is a traditional art performance producing beautiful tones, can foster audience enjoyment and satisfaction, the impact of the growing value of performing arts, service, personal, image and cost value. The growth in visitor value has an impact on the growth of visitor satisfaction so as to foster knowledge, a sense of pleasure and the return of fresh feeling to people who experience boredom from their daily routines. This is an important aspect in society that can be used as a reference in the process of interaction as well as a pattern of behaviour and group thought patterns that are mutually recognized in travelling
Nilai Budaya Tanam Padi sebagai Daya Tarik Wisata Didin Syarifuddin
Media Wisata Vol. 18 No. 2 (2020): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.555 KB) | DOI: 10.36276/mws.v18i2.105

Abstract

West Java is the centre of Indonesian rice production, which contributes 16 per cent of the national rice production. However, these advantages have not contributed to the growing awareness of the younger generation to preserve the rice planting culture. On the basis of these problems, the purpose of this study is to explain how the cultural value of rice planting with the tourist attraction of the Cikondang Traditional Village community. The research method used is a qualitative method, through in-depth interviews and groups, with data reduction analysis and data presentation. The results showed that the rice planting procession was loaded with cultural values and had a tourist attraction. This value is reflected in the value of human nature, the nature of human relations with the surrounding environment, the essence of human position in space and time, the essence of human relations with work and charity and the nature of human relations with other humans. Meanwhile, the attraction of the tour is reflected in the uniqueness, attractiveness, rarity, authenticity, cleanliness and safety
Strategi Pricing Policy Dalam Menarik Minat Wisatawan Kartika Dewi; Didin Syarifuddin; Sopa Martina
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 1 No 2 (2019): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v1i2.467

Abstract

Taman Buah Mekarsari Bogor adalah salah satu pusat konservasi terbesar untuk keanekaragaman hayati buah-buahan tropis di dunia, terutama jenis buah-buahan unggul yang dikumpulkan dari semua daerah di Indonesia, serta tempat untuk penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan dan perbanyakan benih unggul kemudian disebarluaskan kepada petani dan masyarakat umum. Penelitian ini adalah tipe deskriptif-verifikatif, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel secara indindental dengan 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji koefisien determinasi analisis (R ^ (2)), uji parsial (uji T). Penelitian ini dibantu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas dan uji autokerasi. Dari hasil uji statistik, diketahui bahwa kebijakan penetapan harga juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat wisatawan dengan koefisien kabupaten sebesar 0,793, selain itu produk pariwisata dan pengaruh kebijakan harga terhadap minat wisata di Taman Buah Mekarsari sebesar 62,9%.
Green Perceived Value for Environmentally Friendly Products: Green Awareness Improvement Didin Syarifuddin; Doni Purnama Alamsyah
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 18, No 2 (2017): JEP 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v18i2.5145

Abstract

This study aims to review the correlation of green perceived value and green brand attribute on green awareness with supporting moderation of customer’s demographic. The review focuses on environmentally friendly products with 467 respondents who come from Supermarket’s customer in West Java Province. Hypothesis test is found that green awareness can be improved through green perceived value and green brand attribute. But green perceived value plays important role in controlling green awareness. Besides that, supporting from customer’s demographic (sex, location, income) also very influenced the correlation level of green perceived value, green brand attribute with green awareness. The study review is useful in reviewing green customer behavior particularly in Indonesia that has still poor of caring; and in the effort of facing global warming through the review on environmentally friendly products
PENGARUH BRAND IMAGE DAN ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI SAUNG ANGKLUNG UDJO Sopa Martina; Fitri Sukma Dewi; Didin Syarifuddin
Journal of Management and Business Review Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v15i1.115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image dan atraksi wisata terhadap kepuasan pengunjung di Saung Angklung Udjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif - verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis menggunakan uji R2, uji t, dan uji F. Penelitian ini juga dibantu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi = 0,473, atraksi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan koefisien regresi = 0,092, Brand image dan atraksi wisata berpengaruh secara simultan sebesar 25,2% terhadap kepuasan pengunjung.
Pengaruh Komunikasi Guide Terhadap Revisit Intention Wisatawan Alifa Ulzana; Rahmat Priyanto; Didin Syarifuddin
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum Geologi merupakan salah satu museum edukasi yang berada di kota Bandung. Komunikasi guide di Museum Geologi Bandung adalah salah satu bentuk pelayanan yang sangat penting, jika komunikasi yang disampaikan baik maka berdampak pada revisit intention wisatawan. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh komunikasi guide terhadap revisit intention wisatawan di Museum Geologi Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 110 responden. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder, sumber data primer melalui observarsi, wawancara dan kuesioner sedangkan sumber data sekunder melalui jurnal dan penelitian kepustakaan. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa Komunikasi Guide berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention Wisatawan di Museum Geologi Bandung. Kata Kunci : Musem Geologi, Komunikasi Guide, dan Revisit Intention Wisatawan. ABSTRACTThe Geology Museum is one of education museum in Bandung. The communication of guides in Geology Museum Bandung is one of the most important of service, if communications are relayed well then it will an impact on revisit intention of tourists. The purpose of the researchis to find out the effect of communication of guides toward revisit intention of tourists in the Geology Museum. The research used quantitative method with descriptive and verificative approach. The sampling technique used is simple random sampling with 110 respondents. The sources of data in this research are sources of primary aand secondary data, the source of primary data obtained through observations, interview and questionnaries, while the source of secondary data obtained through journal, and library research. The result of statically testing indicate that communication of guides has a positive and significant impact on revisit intentions of tourists in Bandung Geology Museum. Key words : Geology Museum, Communication of Guides, and revisit Intentions of Tourists.
Membangun Motivasi Kerja Karyawan Pipit Mutiara; Didin Syarifuddin
Jurnal Sains Manajemen Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Sain Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v2i1.200

Abstract

ABSTRAK Fenomena pada industri saat ini bermula dari sumber daya manusia, dimana dibutuhkan tingkat motivasi kerja untuk mendukung kinerja perusahaan yang lebih baik. Menelaah dari fenomena, maka penelitian fokus pada kajian implementasi sistem manajemen mutu ISO, budaya kualitas dan internal service quality pada peningkatan motivasi kerja karyawan. Penelitian dilakukan melalui survey pada karyawan perusahaan dengan studi kasus pada PT Citra Teknik Medica yang memiliki masalah pada motivasi kerja karyawan. Data didapat dari karyawan melalui kuesioner, dengan total terdapat 74 responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa sistem manajemen muti ISO, budaya kualitas dan internal service quality memiliki dampak signifikan pada peningkatan motivasi karyawan. Penelitian ini memiliki manfaat untuk industri secara umum, dimana perilaku organisasi berkaitan tentang motivasi karyawan penting untuk diperhatikan. Kata Kunci: Manajemen Mutu ISO, Budaya Kualitas, Internal Service Quality, Motivasi Kerja ABSTRACT The phenomenon in the industry currently starts from human resources, which requires a level of work motivation to support better company performance. Examining the phenomenon, the research focuses on the study of the implementation of ISO quality management systems, quality culture and internal service quality on increasing employee work motivation. The study was conducted through a survey of company employees with a case study at PT Citra Teknik Medica who had problems with employee motivation. Data obtained from employees through questionnaires, with a total of 74 respondents. The results of the study found that the ISO management system, quality culture and internal service quality had a significant impact on increasing employee motivation. This research has benefits for industry in general, where organizational behavior related to employee motivation is important to pay attention to. Keywords: ISO, Quality Culture, Internal Service Quality, Motivation
Dampak Lingkungan Terhadap Minat Mahasiswa Pariwisata Berwirausaha Didin Syarifuddin; Iis Iskandar; Lukmanul Hakim
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.52 KB) | DOI: 10.31294/par.v4i1.1831

Abstract

ABSTRAKFaktor penentu kemajuan sebuah bangsa salah satunya adalah tingginya jumlah masyarakat yang berwirausaha. Indonesia sampai saat ini baru mencapai angka 1.65 persen atau 3.795.000 jiwa yang berwirausaha dari total penduduk sekitar 230 juta jiwa. Padahal jumlah minimal wirausaha yang bisa jadi penopang pembangunan kemajuan sebuah bangsa adalah sebanyak dua persen atau 4.600.000 jiwa, artinya masih ada kekurangan sebanyak 805.000 jiwa. Rendahnya wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah lingkungan, bisa lingkungan keluarga, kampus, masyarakat dan lingkungan media sosial. Hal inipun terjadi pada mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Pariwisata ARS Internasional, Bandung. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan lingkungan tempat interaksi sosial mahasiswa, minat berwirausaha serta dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan kausalitas lingkungan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lingkungan keluarga, teman, masyarakat dan media sosial, mendukung mahasiswa untuk berwirausaha. Sementara minat yang tumbuh pada mahasiswa dilihat dari ketertarikan, perhatian, keinginan, sampai pada kemauan untuk berwirausaha dengan kategori baik.  Dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha, sebesar 39 persen. Artinya bahwa lingkungan menjadi faktor penentu tumbuhnya minat mahasiswa untuk berwirausaha. Semakin sering mahasiswa berada dalam lingkungan yang memberikan motivasi berwirausaha, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk berwirausaha yang dimungkinkan dapat memulai berwirausaha.  Kata Kunci: Wirausaha, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Pergaulan Teman, Masyarakat, Media Sosial, Dan Minat Berwirausaha.  ABSTRACTDeterminant factor of progress of a nation is the high number of people who are entrepreneurship. Indonesia has been only reached 1.65 percent, or 3.795 million people of the total population of around 230 million people. Whereas a minimum number of entrepreneurship who may be supporting the progress of a nation is two percent, or 4,600,000 people, that means there is still shortage of as many as 805,000 people. Low entrepreneurship by the community turns out that one contributing factor is the environment, can be a family environment, peer gourp (campus), community and social media environment. This also happens to students at ARS International, School of Tourism, Bandung. This paper aims to describe the environment in which social interaction of students, interest in entrepreneurship as well as the environmental impact of the interest of students to entrepreneurship. The method used is verivicative method, is to explain the causality of the interest in entrepreneurship environment. The results showed that the support of family, peer group, community and social media, support students for entrepreneurship. While a growing interest on student views of interest, attention, desire, until the willingness to self-employed with either category. The environmental impact of the interest of students to entrepreneurship, 39 percent. It means that the environment becomes a decisive factor for the growth of student interest in entrepreneurship. The more often students are in an environment that is motivating entrepreneurship, the higher the interest of students to entrepreneurship are possible can start entrepreneurship.Keywords: Entrepreneurship, Family Environment, Peer Group (Campus), Community, Social Media, And Interest In Entrepreneurship.
Daya Tarik Wisata Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Suryana; Didin Syarifuddin; Musafa
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v4i2.843

Abstract

Daya tarik Wisata Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung menginformasikan indikasi Wisata desa yang semakin menunjukan daya tarik dan eksistensinya dengan berbagai keunikan dalam atmosfir budaya lokal dan suasana perkampungan yang kental dengan tradisi setempat, lingkungan yang dekat dengan pegunungan dan hutan sebagai sumber kesegaran dalam wisata desa. Desa Ciburial yang kini sudah resmi menjadi Desa Wisata di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung memiliki daya tarik tersebut. Dalam penjabaran menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif berdasarkan observasi yang dilaksanakan di lokasi menghasilkan berbagai temuan tentang tarik wisata sebagai potensi wisata desa yang dideskripsikan dengan jelas, mengacu pada berbagai teori pariwisata dan penelitian sebelumnya yang menjadi sumber acuan utama dalam penulisan. Keramahan warga dalam keakraban dan kekeluargaan khas perkampungan Jawa Barat, air pegunungan yang bersih dan bening, kuliner lokal yang khas yang tersaji di berbagai warung, madu lebah yang diambil langsung dari sarangnya dan edukasi cara beternak lebah madu, bahkan untuk melakukan olahraga ringan di alam terbuka yang disertai tiupan angin sepoy-sepoy dan suara-suara marga satwa dan ternak warga menjadi hal-hal yang menonjol di aktifitas wisata desa di Desa Ciburial yang kini sudah menjadi magnet banyak wisatawan untuk berkunjung dan menikmati hal-hal yang alami di alam pedesaan yang kental dengan hawa pegunungan yang bersih dan hutan yang tentunya sangat layak dinikmati dalam wisata desa sebagai aktifitas liburan dan penyegaran dari kejenuhan keseharian.
Membangun Fasilitas, Membangun Minat Kunjungan Ulang Didin Syarifuddin; Rahmat Priyanto
Jurnal Sains Manajemen Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Sain Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v2i2.302

Abstract

ABSTRAK Villa Kancil Kampoeng Soenda telah menjadi bagian penting dalam kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Bandung, khususnya bagi para wisatawan. Hal ini karena Villa Kancil dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melakukan rekreasi edukatif. Villa Kancil Kampoeng Soenda merupakan destinasi wisata yang berbasis lingkungan alam dan buatan dengan pengembangan fasilitas internal untuk menunjang kegiatan wisata bagi masyarakat. Namun tahun 2019, tingkat kunjungan ke Villa Kancil mengalami penurunan, dimungkinkan karena masih rendahnya ketersediaan fasilitas yang disediakan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan kausalitas fasilitas layanan dengan minat kunjungan ulang wisatawan ke Villa Kancil Kampoeng Soenda, dengan menggunakan metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menggambarkan variable penelitian serta menjelaskan hubungan kausalitas variable fasilitas layanan dengan minat kunjungan ulang, melalui analisis regresi linier sederhana. Populasi adalah wisatawan yang berkunjung selama tahun 2018, dengan ukuran sampel 150 pengunjung. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Villa Kancil Kampoeng Soenda merupakan destinasi wisata yang menjadikan fasilitas internal sebagai layanan unggulan dalam upaya memberikan kepuasan kepada wisatawan. Faktor yang menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi internal, restauran, fasilitas olahraga, retail outlets, dan fasilitas pendukung lainnya dibangun mengikuti selera wisatawan. Nilai fasilitas layanan ini memberikan nilai yang sangat tinggi kepada wisatawan yang berkunjung, sehingga menjadi faktor penentu tumbuhnya minat kunjungan ulang. Penyediaan fasilitas yang maksimal dengan mengikuti selera wisatawan berdampak pada tingginya kepuasan dan kenyamanan wisatawan sehingga berdampak pada tingginya minat wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang. Artinya bahwa membangun fasilitas berarti membangun minat kunjungan ulang wisatawan. Kata Kunci: Fasilitas Layanan, Minat, Minat Berkunjung, Minat Kunjungan Ulang ABSTRACT Villa Kancil Kampoeng Soenda has become an important part of tourism activities in Bandung Regency, especially for tourists. This is because Villa Kancil can be a solution for people who want to do educational recreation. Villa Kancil Kampoeng Soenda is a tourist destination based on the natural and artificial environment with the development of internal facilities to support tourism activities for the community. But in 2019, the level of visits to Villa Kancil has decreased, possibly because of the still low availability of facilities provided. This study aims to explain the causality of service facilities with the interest of returning tourists to Villa Kancil Kampoeng Soenda, using descriptive verification methods to describe the research variables and explain the causality relationship between service facility variables and return visit interest, through simple linear regression analysis. The population is tourists visiting during 2018, with a sample size of 150 visitors. The results of the study explained that Villa Kancil Kampoeng Soenda is a tourist destination that makes internal facilities as superior service in an effort to provide satisfaction to tourists. The factor of concern is the provision of accommodation facilities, internal transportation, restaurants, sports facilities, retail outlets, and other supporting facilities built according to tourist tastes. The value of this service facility provides a very high value to tourists who visit, so it becomes a determining factor for the growth of interest in return visits. Provision of maximum facilities by following the tastes of tourists has an impact on the high satisfaction and comfort of tourists so that the impact on the high interest of tourists to make a return visit. This means that building facilities means building tourist revisit intention. Keywords: Service Facilities, Intention, Visiting Intention, Revisit Intention