Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Kelompok Anak Jalanan Stasiun Kereta Bekasi tentang Penjualan Cilok melalui Digital Marketing pada Era Covid-19 Pujilestari, Shanti; Liana, Chendi; Setyawati, Ekaterina
Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i1.5129

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok minoritas yang banyak memiliki ketidakberdayaan. Anak jalanan di sekitar stasiun kereta Bekasi berhasil mendirikan usaha cilok pada era pandemi Covid-19. kelemahan usaha cilok anak jalanan diantaranya pada distribusi produk masih menggunakan gerobak yang jumlahnya terbatas, sehingga pada saat penjualan terdapat tenaga distribusi yang menganggur. Masalah utama adalah kurangnya pengetahuan tentang digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagian distribusi cilok anak jalaan mengenai digital marketing. Kegiatan dilakukan dengan edukasi dengan metode pembelajaran ceramah. Tahapan pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis situasi mitra, pretest, edukasi, post-test, dan evaluasi pengetahuan dan sikap. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang digital marketing sebesar 36%. Peningkatan juga pada sikap mitra yang menyatakan setuju bahwa pengembangan penjualan cilok anak jalanan melalui digital marketing.
Peningkatan Kapasitas Kelompok PKK Melalui Pelatihan Produk Olahan Ubi Jalar Ungu di Desa Bangbayang, Kabupaten Cianjur Hamidatun, Hamidatun; Pujilestari, Shanti; Widiati, Euis
Abdi Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v4i2.4545

Abstract

Bangbayang Village, Gekbrong District, Cianjur is an area with the main agricultural commodities being rice and purple sweet potato. This program aimed to increase knowledge and ability of PKK group in the Bangbayang Village in processing purple sweet potato into chips and cakes. The method used in this activity were an analysis of PKK group condition, training on food production and packaging labels, as well as evaluation of knowledge and attitudes. Based on the activities carried out, several benefits were obtained for partners including increasing knowledge about food production based on purple sweet potato and packaging labels, increasing partner attitudes and increasing partner capabilities in manufacturing chips and cakes of purple sweet potato products.In addition, based on the evaluation of the usefulness of the program, most of the participants agree to make the product as an alternative for new business ideas.
Edukasi Makanan Halal dan Thoyyib pada Wali Murid Sekolah Shibghoh Akhlak Qur’an Kota Bekasi Pujilestari, Shanti; Sabariman, Mohammad
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.6212

Abstract

Halal is permitted and thoyyib means good. The issue of halal food and thoyyib is interesting because Indonesia is a country with a majority Muslim population. In the Qur'an, Allah SWT has regulated the obligation to consume halal and thoyyib food, namely in Surah Al Baqarah verse 168. However, understanding and attitudes about halal food and thoyyib in daily life are still lacking, even though the partner is the mother's father/guardian. students from the Shibghoh Akhlak Qur'an school in Bekasi City, which is a community group in a good Islamic religious environment. Low understanding and attitudes will cause behavior towards halal food and thoyyib to also be low. The aim of this activity is to increase understanding and attitudes towards halal and thoyyib food among partners. The methods used are education and discussion. The results of the pretest and post-test showed that there was an increase in the understanding and attitude of the parents of Shibghoh Akhlak Qur'an school students towards halal food. Understanding of halal food increased by 62.7% with an attitude of 59%. Meanwhile, attitude of thoyyib food has been good since before education, so there is no increase in attitude of thoyyib food. There was an increase in thoyyib food attitudes of only 1%. Participants gave positive responses to the activities that had been carried out.
TEKNOLOGI PANGAN CERDAS: OPTIMASI E-NOSE UNTUK DETEKSI MUTU KOPI Pujilestari, Shanti; Bayuadji, Handono
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.2808

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi mutu kopi berbasis Electronic Nose (E-Nose) dengan optimasi konfigurasi sensor dan penerapan algoritma kecerdasan buatan (AI). Evaluasi mutu kopi melalui pengujian organoleptik (penilaian sensori) bersifat subyektif, tergantung pada persepsi panelis, serta memakan waktu, yang dapat menghasilkan penilaian yang tidak konsisten. Teknologi sensor elektronik akan digunakan untuk memberikan evaluasi yang lebih objektif dan konsisten. Delapan sensor gas (SP-12A, SP-31, TGS-813, TGS-842, SP-AQ3, TGS-823, ST-31, dan TGS-800) digunakan untuk mendeteksi mutu kopi. Empat algoritma AI, yaitu Random Forest, Neural Network, Decision Tree, dan Naive Bayes, diterapkan untuk menilai akurasi prediksi mutu kopi berdasarkan data sensor.  Selain itu, konfigurasi sensor ekonomis seperti seri MQ juga dievaluasi untuk mengatasi keterbatasan biaya dan ketersediaan sensor di pasar lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memberikan akurasi tertinggi, yaitu 99,48% dengan penggunaan semua sensor. Namun, penggunaan sensor TGS secara eksklusif menurunkan akurasi hingga 88,74%. Penelitian ini juga menemukan bahwa kombinasi sensor TGS dan seri MQ memberikan solusi lebih ekonomis dengan performa yang tetap optimal. Optimasi sensor elektronik dan algoritma AI dapat menghasilkan sistem deteksi mutu kopi yang handal dan terjangkau. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teknologi evaluasi mutu pangan yang lebih efisien, khususnya pada industri kopi lokal.
PENGARUH RASIO SERBUK DAUN BELIMBING WULUH DAN SERAI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MINUMAN HERBAL CELUP Putri, Sekar Selasih Ayuningtyas; Pujilestari, Shanti
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.2862

Abstract

Minuman herbal merupakan minuman yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan bermanfaat bagi tubuh seperti antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio serbuk daun belimbing wuluh dan serai terhadap karakteristik mutu minuman herbal celup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan lima taraf serta tiga kali ulangan, di mana faktor perlakuannya adalah rasio serbuk daun belimbing wuluh dan serai pada berbagai formula, berturut-turut 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80 (v/v). Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk yaitu daun belimbing wuluh, serai, dan air. Analisis data dilakukan dengan uji statistik ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil pengujian menunjukkan formulasi daun belimbing wuluh dan serai memberikan pengaruh nyata pada karakteristik minuman herbal celup, kecuali kadar abunya. Formulasi terbaik adalah 20:80 dengan perolehan intensitas warna berupa nilai kecerahan (L*) 7,725, nilai kemerahan (a*) 2,120, nilai kekuningan (b*) 3,285; kadar air 9,79%, kadar abu 5,06%, nilai pH 6,45, dan kadar aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 793,55 ppm. Hasil organoleptik yang diperoleh adalah disukai dengan karakteristik mutu berupa warna oranye pucat, aroma tidak langu, dan rasa tidak sepat. Hasil kadar abu telah memenuhi standar SNI 3836:2013, yaitu tidak melebihi batas maksimum 8%. Disarankan untuk mengoptimalisasi suhu dan waktu pengeringan, metode penyimpanan, serta pengujian lebih lanjut guna memperoleh kualitas produk yang lebih baik.
KARAKTERISTIK WISATAWAN DAN PERILAKU KEAMANAN PANGAN DI KAWASAN KOTA TUA DKI JAKARTA Pujilestari, Shanti; Amelia, Julfi Restu
Jurnal Industri Parawisata Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2021
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i1.418

Abstract

Kota Tua adalah wisata heritage di DKI Jakarta yang banyak dikunjungi wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah pertama, mendapatkan karakteristik wisatawan, kedua mendapatkan perilaku keamanan pangan wisatawan, dan ketiga, mendapatkan hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan dan sikap terhadap praktek keamanan pangan wisatawan di Kota Tua DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan desain cross-sectional, pengolahan data dengan uji analisis bivariat pada 86 wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Kota Tua DKI Jakarta adalah 95,35% usia produktif (15-49 tahun), 58,14% perempuan, 76,74% belum menikah, tingkat pendidikan 37,21% SMA, 40,7% pegawai swasta  dengan 55,81% pendapatan sebesar 1,5-3 juta rupiah. Perilaku keamanan pangan wisatawan adalah pengetahuan 52.32% katagori sedang, sikap 72.09%  katagori tinggi, dan praktik keamanan pangan 72.09% katagori tinggi.. Dari hasil analisis bivarian pendidikan dan pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan  terhadap praktik keamanan pangan wisatawan (α=0.05). Rekomendasi penelitian ini dapat dilakukan peningkatan pengetahuan agar bisa terjadi perubahan perilaku.
POTENSI WISATA GASTRONOMI HALAL DI WILAYAH PECINAN, PETAK 9, GLODOK JAKARTA Pujilestari, Shanti; Amelia, Julfi Restu; Romadhan, Muhammad Fajri
Jurnal Industri Parawisata Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2019
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v1i2.2860

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengidentifikasi restoran tempo dulu yang menjadi favorit dan diasumsikan halal; (2) Mengetahui perilaku halal dari sisi pemilik restoran, termasuk kesediaan mengikuti sertifikasi halal; dan (3) Mengetahui pendapat pakar mengenai perkembangan wisata halal khususnya pada wilayah pecinan. Metode yang digunakan adalah survey, sedangkan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Wawancara dilakukan kepada pemilik restoran, sedangkan wawancara mendalam dilakukan kepada pakar wisata halal Kementrian Pariwisata RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Restoran tempo dulu yang menjadi favorit dan diasumsikan halal sebanyak 6 buah; (2) 43,3% perilaku halal pemilik restoran rendah, tetapi 83,3% bersedia mendapat pendampingan sertifikasi halal; dan (3) Pakar menyatakan bahwa pentingnya informasi halal bersertifikasi MUI pada restoran di wilayah Pecinan Petak 9, Glodok, Jakarta.Kata kunci : Gastronomi, muslim, halal, restoran dan Tionghoa
Analysis of Lodging and Competition on the Island of Bali during Covid-19 with Big Data Moch Sambas; Shanti Pujilestari; Listijono Setyopratignjo; Rina Kurniawati
International Journal of Travel, Hospitality and Events Vol. 1 No. 3 (2022): International Journal of Travel, Hospitality and Events
Publisher : The Postgraduate School of Tourism Sahid Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/ijothe.v1i3.172

Abstract

Purpose: This study aims to count the number of lodgings, map lodging density and its supporting facilities, and rank the county, as well as the lodgings available on the island of Bali during covid-19. Research methods: This study uses data related to lodging and its supporting facilities such as tourist attractions, gas stations, malls, and marts. The data were collected using the web scrapping method utilizing big data sourced from hotel.com and booking.com. The data were collected during the Covid-19 period is from August to September 2021. Spatial analysis is employed using Geographic Information Systems. Also, it uses the scoring of lodgings, their supporting facilities, and consumer reviews. Results and Discussions: The results showed that the number of lodgings on Bali Island during the Covid-19 period was 5,389 properties in a high-density area in South Bali. By taking into account the tourist supporting facilities of Badung, it has the highest level of competition. Implication: The property with high competition is the Sol House Bali Legian hotel by Melia Hotels International. Keywords: Big data, Covid-19, lodging, dispersion, competition.
The Characteristics of Local Dark Brown Waxy Sorghum Rice from Lamongan Due to the Different Polishing Frequency and Soaking Conditions Rahmawati, Rahmawati; Aulia, Malika Husni; Pujilestari, Shanti; Amelia, Julfi Restu; Munarso, Joni
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.621

Abstract

Dark brown local glutinous sorghum has the potential to replace white rice because it has higher carbohydrate and dietary fiber contents and lower total sugar content. Sorghum has the disadvantages of hard seeds and astringency, which can be reduced by polishing and soaking. The aim of the research was to study the effect of the polishing frequency and soaking condition on sorghum seed with 2 research variables: (1) the polishing frequency [once and twice] and (2) soaking conditions [(1) 100°C water allowed to reach room temperature for 24 h; (2) 100°C water allowed to reach room temperature for 36 h; (3) baker's yeast 0.25% b/v at room temperature for 24 h; and (4) baker's yeast 0.25% b/v at room temperature for 36 h]. Rice quality was tested for hardness, elasticity, chewiness, stickiness, organoleptic properties, and antioxidant activity. Data was processed using ANOVA (α = 0.05) and Duncan’s Multiple Range Test. The results showed that the polishing frequency and soaking conditions affected the hardness, elasticity, chewiness, and stickiness of sorghum rice. The best sample was found to be twice-polished dark brown glutinous sorghum rice, with a 100 °C water soaking condition, and allowed to reach room temperature for 36 h. The sorghum rice had a hardness of 2,578.6 ± 1,044.4 gf, elasticity of 48.24 ± 0.20%, chewiness of 0.3622 ± 0.00, stickiness of (-76.88 ± 0.76) gs, with antioxidant activity of 0.0041 mg/g (strong), which panelists liked and similar with rice from the parameters of color (score 5.0 ± 0.2), aroma (score 4.5 ± 0.1), texture (score 4.8 ± 0.1), and taste (score 4.5 ± 0.1). Keywords: dark brown waxy sorghum, Lamongan city, local commodity, polishing frequency, soaking condition
PENGARUH RASIO SERBUK DAUN BELIMBING WULUH DAN SERAI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MINUMAN HERBAL CELUP Putri, Sekar Selasih Ayuningtyas; Shanti Pujilestari
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health), No
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v6i2.1976

Abstract

Minuman herbal merupakan minuman yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan bermanfaat bagi tubuh seperti antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi serbuk daun belimbing wuluh dan serai terhadap karakteristik mutu minuman herbal celup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan lima taraf serta tiga kali ulangan, di mana faktor perlakuannya adalah formulasi serbuk daun belimbing wuluh dan serai 60:40, 50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80 (v/v). Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk yaitu daun belimbing wuluh, serai, dan air. Analisis data dilakukan dengan uji statistik ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil pengujian menunjukkan formulasi daun belimbing wuluh dan serai memberikan pengaruh nyata pada karakteristik minuman herbal celup, kecuali kadar abunya. Formulasi terbaik adalah 20:80 dengan perolehan intensitas warna berupa nilai kecerahan (L*) 7,725, nilai kemerahan (a*) 2,120, nilai kekuningan (b*) 3,285; kadar air 9,79%, kadar abu 5,06%, nilai pH 6,45, dan kadar aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 793,55 ppm. Hasil organoleptik yang diperoleh adalah disukai dengan karakteristik mutu berupa warna oranye pucat, aroma tidak langu, dan rasa tidak sepat. Hasil kadar abu telah memenuhi standar SNI 3836:2013, yaitu tidak melebihi batas maksimum 8%.