Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usahatani Tanaman Hias Anggrek Dendrobium di Casa Orchids Nursery Pratama, Bagas Dicky; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 7 No. 3 (2024): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 7 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v7i3.4252

Abstract

Tanaman hias Anggrek Dendrobium merupakan tanaman yang masuk kedalam sub sektor tanamanhortikultura yang memiliki daya tarik dari keindahan dan keragaman bunga serta memiliki potensi pasaryang dapat dikembangkan. Casa Orchids Nursery merupakan usaha yang bergerak dibidang tanaman hiaskhususnya tanaman hias Anggrek Dendrobium sejak tahun 2022. untuk mengetahui apakah usaha ini layakuntuk dikembangkan maka perlu dilakukan analisis kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kelayakan usaha Casa Orchids Nursery dengan berfokus pada beberapa aspek meliputi aspekpasar dan pemasaran, aspek teknis, dan aspek keuangan sehingga dapat diketahui secara pasti apakah usahatersebut layak atau tidak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasilsurvei langsung dilapangan oleh peneliti dan data sekunder didapat dari dokumen yang berkaitan denganpenelitian. Aspek keuangan yang dianalisis yaitu R/C Ratio, B/C Ratio, Break Even Point (BEP), PaybackPeriod (PP), dan Return Of Investment (ROI). Adapun hasil dari analisis pada aspek keuangan yaitu R/CRatio adalah 1,79. B/C Ratio sebesar 0,79, BEP Produk sebanyak 2.310 pot, BEP Harga Rp 19.284,-, nilaiPP sebesar 1,2, dan ROI sebesar 79%. Sehingga berdasarkan hasil analisis tersebut, usaha tanaman hiasAnggrek Dendrobium Casa Orchids Nursery dikategorikan layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS PETERNAKAN PUYUH SETU FARM Evisari, Ika Tri; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 7 No. 3 (2024): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 7 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v7i3.4253

Abstract

Populasi ternak puyuh yang semakin meningkat dapat menjadi peluang untuk melakukanusaha peternakan puyuh. Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha ternak puyuh “Setu Farm”dapat diperoleh beberapa hasil, sebagai berikut, Pendapatan atau keuntungan yang diterimaoleh pemilik usaha ternak puyuh “Setu Farm” sebesar Rp 19.842.500/tahun. Revenue CostRatio (R/C ratio) usaha ternak puyuh “Setu Farm” sebesar 1,68, dimana nilai tersebut lebih dari1, sehingga usaha ternak termasuk kategori layak untuk dilanjutkan. Break Even Point (BEP)untuk usaha ternak puyuh “Setu Farm” diperoleh nilai BEP (harga) sebesar Rp 542,-/butir danBEP (produksi) sebanyak 32.508 butir, dimana nilai jual dan nilai produksi berada diatas BEP(produksi) dan BEP (harga) tersebut. Jangka waktu pengembalian modal atau Payback Periodeyang dibutuhkan usaha ternak puyuh “Setu Farm” selama satu tahun lima bulan.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN SENSITIVITAS USAHATANI BUAHANGGUR (Studi Kasus Kelompok Tani Anggur Lido di Desa SrogolKecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Jawa Barat) Sudrajat, Muhammad; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 7 No. 3 (2024): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 7 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v7i3.4255

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kelayakan ekonomi budidayatanaman anggur di Kelompok Tani Anggur Lido, Desa Srogoli, Kecamatan Cigombong,Kabupaten Bogor, dan (2) sensitivitas Kelompok Tani Anggur Lido terhadap perubahankondisi. , Desa Srogoli, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Penelitian inimenggunakan metode studi kasus dan memilih responden melalui purposive sampling diantara lima orang petani yang mengelola budidaya tanaman anggur di Kelompok TaniAnggur Lido, Desa Srogoli, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Analisisdilakukan dengan menggunakan kriteria kelayakan finansial seperti budidaya anggurdapat dilanjutkan dengan NPV sebesar Rp 14.576.650,36 dengan faktor diskon 7%. NilaiNet B/C lebih besar dari 1 yaitu 1,129. Nilai IRR investasi sebesar 15,721 persen. Bataswaktu pengembalian dana yang diterima adalah 1 tahun 39 hari. Analisis sensitivitas,yang mengasumsikan kenaikan biaya operasional sebesar 10%, juga menunjukkan bahwapenanaman anggur masih memungkinkan untuk dilanjutkan.
Analisis Kelayakan Usaha Ayam Geprek Dengan Variasi Level Sambal Di Kelurahan Banjarsari Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor Jawa Barat Latip, Abdul; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 1 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ayam geprek denganberbagai variasi level sambal yang berbeda di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Ciawi,Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif denganpendekatan studi kasus, fokus pada aspek teknis produksi, pemasaran, dan finansial. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa usaha ayam geprek memiliki prospek yang menjanjikandengan proyeksi pendapatan bulanan sebesar Rp 36.400.000 dan laba bersih Rp26.243.000. Keunggulan produk meliputi enam variasi level sambal, rasa ayam geprekyang kas serta layanan pesan antar. Analisis penjualan menunjukkan titik impas tercapaipada penjualan 775 porsi per bulan. Tantangan utama mencakup persaingan pasar yangketat dan fluktuasi harga bahan baku. Dalam konteks sosio-ekonomi, penelitian inimempertimbangkan data terbaru yang menunjukkan bahwa persentase penduduk miskinyang berada di perkotaan adalah 7,53% sedangkan daerah pedesaan mencapai 12,29%(BPS, 2023). Usaha ayam geprek dengan variasi level sambal di lokasi tersebut layakuntuk dijalankan, dengan potensi tidak hanya mencapai keberhasilan finansial tetapi jugaberkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal, namun tetap memerlukan strategimanajemen yang efektif untuk mengatasi risiko bisnis dan memastikan keberlanjutanusaha.
Kajian Sistem Agribisnis Budidaya Tanaman Daun Potong Philodendron Selloum di PT. Pesona Daun Mas Asri Bogor Yusuf, Septiawan; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 1 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4276

Abstract

Sektor pertanian mempunyai peran yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomianIndonesia. Florikultura adalah salah satu komoditas Holtikultura yang mempunyai nilai ekonomitinggi dan memiliki peluang yang cerah sebagai komoditas utama untuk perdagangan di luar dandi Dalam Negeri. Daun potong merupakan tanaman hias yang digunakan bagian daunnya gunamengisi rangkaian buket bunga. Salah satu tanaman hias daun potong yaitu Philodendron.Philodendron adalah salah satu jenis tanaman hias yang memiliki fungsi sebagai elemenpembentuk taman rumah. Bukan hanya memiliki keindahan dari segi bentuknya saja, ternyatatanaman Philodendron memiliki manfaat untuk kesehatan manusia yakni menyerap polutan udarayang dapat merugikan kesehatan dan berpotensi mengakibatkan kanker. Penelitian ini bertujuanuntuk Mengkaji Sistem Agribisnis Tanaman Daun Potong Philodendron Selloum di PT PesonaDaun Mas Asri Bogor. Serta Menganalisis kelayakan usahatani Tanaman Hias Daun PotongPhilodendron Selloum di PT Pesona Daun Mas Asri Bogor. Sistem agribisnis pada Tanaman Hiasdaun potong Philodendron Selloum di PT.Pesona Daun Mas Asri telah menerapkan 4 subsistemagribisnis sebagai subjek akademik seperti penyediaan input,budidaya,pascapanen hingga tahappemasaran. Subsistem produksi seperti persiapan lahan,penanaman,pemeliharaan dan panen.Subsistem pasca panen meliputi kegiatan penyortiran,pembersihan,grading dan pengemasan.Subsistem pemasaran yang terdiri atas tiga saluran pemasaran dan berbagai subsistem lembagapenunjang. Hasil analisis usahatani daun potong Philodendron Selloum selama periode produksi(9 bulan) layak untuk diusahakan , karena memperoleh R/C >1 dengan hasil 1,9 dan produksi >BEP Produksi sebesar 1.197 ikat, penerimaan > BEP Penerimaan sebesar Rp. 10.773.375,harga >BEP harga sebesar Rp. 4.736 hasil analisis usahatani pada tanaman hias daun potongphilodendron selloum memperoleh kentungan.
Kajian Sistem Agribisnis Selada Keriting (Lactuca sativa L) Hidroponik di Baba GreenFarm Kelurahan Cibinong Nugraha, Raka Dian; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 1 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4277

Abstract

Indonesia adalah negara agraris, pemerintah harus memprioritaskan sektor pertanian yang kuatdan tangguh, akibatnya, pertanian menjadi salah satu sektor yang mendukung pertumbuhanekonomi. Indonesia merupakan negara pertanian yang artinya pertanian memegang peranan yangsangat penting dari keseluruhan perekonomian nasional, hal ini dapat ditunjukkan daribanyaknya penduduk atau tenaga kerja pada sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini agardapat mengalanisa sub sustem agribisnis budidaya sayuran hidroponik di Baba GreenFarm,menganalisis sistem agribisni selada keriting dengan menggunakan metode pengambilan datasekunder dan primer. Mengembangkan pasar dengan cara ekspansi lahan dan menambahkomoditas yang belum ada di perusahaan sehingga hasil produktivitas sayuran bisa lebih optimalsekaligus dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.Kata kunci :,,.,,
Studi Kelayakan Bisnis Usaha Sapi Potong Peternakan Konvensional Rahman, Fathur; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 1 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4278

Abstract

Peternakan sapi potong adalah salah satu usaha yang memberi dampak langsung terhadapketahanan pangan protein hewani. Permasalahan dalam pemeliharaan sapi potong menjaditantangan bagi peternak khususnya peternak konvensional. Pengetahuan manajemenpemeliharaan sapi potong adalah salah satu faktor penentu keberhasilan. Tujuan utamapeternakan sapi potong untuk menghasilkan daging dan menambah bobot badan sapisemaksimal mungkin agar mendapat keuntungan. Metode yang digunakan adalah metodekuantitatif dengan menghitung biaya total, pendapatan, keuntungan bersih, keuntungan kotor danalba per sapi. untuk menghitung keuntungan bisnis agar dapat menentukan kelayakan usaha.Manfaat peternakan sapi dengan cara konvensional salah satunya tidak memerlukann biaya yangbesar jumlah ternak yang akan dipelihara dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dankemampuan dalam memelihara ternak tersebut. Usaha peternakan sapi potong menggunakansapi Peranakan Ongole (PO), jumlah 10 ekor, dengan usia 1 tahun, lama pemeliharaan 10 bulan.Bobot badan sapi pada awal pemeliharaan adalah 250 kg. Target Pertambahan Bobot Badan Harian(PBBH) 1,5 kg dengan pemberian pakan konsentrat 2 kg dan rumput gajah 10% dari bobot badan.Target jual sapi 450 kg, pertambahan bobot badan yang didapat selama pemeliharaan seberat 200kg bobot hidup. Limbah dari kotoran ternak sapi dapat diolah sebagai pupuk organik dan dijual.Peternakan konvensional dengan manajemen pemeliharaan yang baik mendapatkan hasil dankeuntungan dalam waktu 10 bulan pemeliharaan.
Analisis Kelayakan Usaha Bisnis Hidroponik Selada Keriting Hijau Di Desa Cimahpar Bogor Utara Yulianti, Aulia Rahma; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i2.4303

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya hayati oleh manusia untuk menghasilkan produksi pangan, bahan bakuindustri, sumber energi, dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk subsektortanaman pangan. Tanaman Pangan, hortikultura dan perkebunan, peternakan,perikanan, dan kehutanan. Kemajuan teknologi saat ini membuat segalanya menjadilebih mudah. Menanam sayuran sudah dapat dilakukan dengan menggunakanmedia tanamapa saja yang praktis dan higienis. Salah satu teknologi tersebut adalahsistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis berapa besar biayayang dikeluarkan oleh perusahaan per bulan dan subsistem apa yang dijalankannya.Satu siklus (1 bulan)selada hijau di lahan seluas 64 m2 menghasilkan 55,5 Kg,dengan total pendapatan Rp. 1.243.500,00 dan biaya total Rp. 914.457,54 sehinggakeuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 329.042,46, R/C yang diperoleh daribudidaya selada, R/C > adalah 1,36, dan dapat diartikan bahwa budidaya seladayang dilakukan layak untuk dibudidayakan. Kemudian Produksi > BEP Produksi,Pendapatan > Pendapatan BEP dan Harga > Harga BEP.
Analisis Usahatani Sayuran Sawi Putih (brassica parachinensis) di Kelurahan Ciadeg Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Saptaji, Aditya; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i2.4304

Abstract

Sektor pertanian merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak rumahtangga diKelurahan Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dengansalah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi tinggi adalah sawi putih(Brassica para chinensis). Untuk memahami efisiensi biaya, pendapatan, dankelayakan ekonomi dari budidaya sawi putih di daerah tersebut, penelitian inidilakukan dengan tujuan menganalisis tiga aspek utama tersebut.Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan survei yang dilakukan padabulan November hingga Desember 2023, mengumpulkan data primer melaluikunjunganke pasar dan pedagang serta observasi lapangan langsung di lokasibudidaya sawi putih, sementara data sekunder dikumpulkan dari Badan PusatStatistik (BPS) dan lembaga penelitianterkait. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa rata-rata total biaya usahatani sawi putih di Kelurahan Ciadeg adalahsebesar Rp 10.000.000 per hektar, dengan pendapatan kotor mencapai Rp22.500.000 per hektar dan pendapatan bersih Rp 12.500.000 per hektar.Kelayakan usahatani diukur dengan Revenue Cost Ratio (R/C ratio) sebesar 1,25dan analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan titik impas produksi padavolume 6,67 ton per hektar. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani sawiputih di Kelurahan Ciadeg layak secara ekonomi dan dapat menjadi sumberpendapatan yang menguntungkan bagi petani setempat. Untuk lebihmeningkatkanefisiensi biaya dan pendapatan, petani disarankan untuk melakukaninovasi dalamteknik budidaya, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta manajemen panen yang efisien. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga terkaitberupa penyuluhan, akses teknologi, serta kebijakan yang mendukungkeberlanjutan usahatani sayuransangat penting.
Analisis Kelayakan Usahatani Hidroponik Pakchoy Satria Muda Farm di Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Safudin, Wahyu Trimulyono; Kusumawati, Riny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i2.4306

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu usahatani dengan potensi pasar yang besar danterus berkembang. Satria Muda Farm merupakan usaha hidroponik yang berdiri padatahun 2020. Usaha ini sempat berjalan selama tiga musim sebelum kemudian berhentikarena tidak adanya pengelola. Studi kelayakan bisnis penting dilakukan saat ini untukmengetahui usaha ini layak atau tidak untuk dilanjutkan. Penelitian ini dilakukandengan tujuan untuk mengetahui kelayakan usaha Satria Muda Farm yang ditinjau dariaspek pasar, pemasaran, aspek teknis, dan aspek keuangan/finansial sehingga diketahuiusaha Satria Muda Farm layak atau tidak layak untuk dilanjutkan saat ini.Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitiatif, dengan sifatdeskriptif yaitu menganalisis data yang ada tanpa membandingkan antar variabel yangada. Data penelitian diperoleh dari laporan kegiatan usaha Satria Muda Farm kemudiandianalisis secara sederhana, analisis yang dilakukan ditinjau dari aspek pasar,pemasaran, aspek teknis, serta aspek keuangan/finansial. Aspek keuangan/finansialyang dianalisis terdiri dari analisis Return Cost Ratio (R/C Ratio), analisis Break EventPoint (BEP), dan analisis Payback Period (PP). Hasil analisis dari tinjauan aspek pasardan pemasaran menyatakan usaha layak dijalankan dengan keunggulan produk yangdimiliki, serta memiliki kemampuan untuk bersaing. Tinjauan aspek teknis jugamenyatakan layak untuk dilanjutkan dengan sarana dan prasarana yang memadai.Adapun hasil analisis tinjauan aspek keuangan menunjukkan hasil R/C Ratio sebesar1.49, BEP Produk sebanyak 3.401 unit, BEP Harga sebesar Rp. 2.334, dengan PaybackPeriod sebesar 1,12 tahun. Berdasarkan hasil tersebut usaha Satria Muda Farmdikatakan layak untuk dilanjutkan saat ini.