Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO’OA Ros Neli Gulo; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i4.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) antara siswa yang mengikuti pembelajaran berdiferensiasi dan siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen (eksperimen semu). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen I (E1) dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen II (E2) yang dipilih melalui teknik sampel jenuh (saturated sampling) yaitu teknik pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi penelitian diikutsertakan sebagai sampel karena keterbatasan jumlah populasi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berdiferensiasi memperoleh nilai rata-rata 83,33 untuk kelas eksperimen 1 dan pembelajaran kooperatif memperoleh nilai rata-rata 79,17 untuk kelas eksperimen 2. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik antara capaian hasil belajar peserta didik yang diajarkan pembelajaran berdiferensiasi dan peserta didik yang diajarkan pembelajaran kooperatif.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pemahaman Konsep IPA Siswa di SMP Swasta Masyarakat Damai Paskalius Halawa; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Yaredi Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5705

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam melalui aktivitas ilmiah dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Namun, hasil observasi di SMP Swasta Masyarakat Damai menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa masih rendah, ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar di bawah KKM, partisipasi belajar yang pasif, serta kurangnya kemampuan mengaplikasikan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VII-A yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes objektif untuk mengukur pemahaman konsep IPA. Analisis data meliputi perhitungan skor pemahaman konsep dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa. Rata-rata nilai pre-test sebesar 59,53 meningkat menjadi 75,62 pada post-test. Persentase kategori “baik” meningkat dari 40,62% menjadi 87,50% dan muncul kategori “sangat baik” sebesar 3,12%. Nilai N-Gain sebesar 0,38 termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Selain itu, peningkatan terjadi pada semua indikator pemahaman konsep, yaitu menjelaskan, menerapkan, mengelompokkan, dan merepresentasikan konsep IPA. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA melalui aktivitas kolaboratif, interaksi kelompok, dan tanggung jawab individu dalam menguasai materi. Dengan demikian, model Jigsaw dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.
Peran dan Strategi Guru Untuk Menghadapi Tantangan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o Frengki Finsensius Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5706

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan karakteristik dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berorientasi pada kredibilitas temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai perencana pembelajaran, fasilitator, inovator, evaluator, serta penghubung antara kurikulum dan realitas lokal. Guru mampu menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, serta mengintegrasikan lingkungan sosial dan budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesenjangan kemampuan peserta didik, variasi pemahaman terhadap modul ajar dan proyek, serta penyesuaian terhadap paradigma pembelajaran baru yang memberi ruang lebih besar pada kemandirian siswa. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif berupa Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing, diferensiasi pembelajaran, hingga evaluasi autentik, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pemanfaatan platform digital. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan praktik pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah, sehingga Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara lebih optimal.
PENGARUH MEDIA PUZZLE EDUKATIF TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 071059 HILIBADALU Yernima Lombu; Hardikupatu Gulo; Indah Wijaya Lase; Edward Harefa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.6061

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 071059 Hilibadalu yang ditunjukkan oleh rata-rata nilai peserta didik masih berada di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media puzzle edukatif terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest-only nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 43 peserta didik, terdiri atas 21 peserta didik kelas eksperimen dan 22 peserta didik kelas kontrol dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 73 dan kelas kontrol sebesar 60. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media puzzle edukatif terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 071059 Hilibadalu. Dengan demikian, media puzzle edukatif berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
Penerapan Media Genially untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Kelas V SD Negeri 076095 Hilidaura Evan, Evan Pebriana Citranita Gulo; Lase, Indah Wijaya; Gulo, Otilina; Gulo, Hardikupatu
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6077

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS akibat pembelajaran yang kurang interaktif dan masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media genially serta mengetahui peningkatan motivasi belajar pada materi sistem pernapasan manusia di kelas V SD Negeri 076095 Hilidaura. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek 17 peserta didik. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, angket motivasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media genially berjalan sangat baik dengan persentase kemampuan peneliti sebesar 93,33% dan keterlibatan peserta didik 93,37%. Motivasi belajar mencapai 84,23% dengan kategori sangat baik, serta didukung oleh peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 88,23% dan ketuntasan 100%. Dengan demikian, media genially efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Analisis Penggunaan Alat Peraga Pada Pembelajaran IPA di SMK Negeri 1 Hiliduho Firman Jaya Zalukhu; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7104

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat sekolah menengah kejuruan memerlukan penggunaan media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami konsep secara konkret. Salah satu media yang dapat digunakan adalah alat peraga IPA, karena dapat memberikan pengalaman belajar melalui objek yang dapat diamati secara langsung. Namun, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran perlu dianalisis untuk mengetahui pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat peraga IPA dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho serta mengetahui manfaat penggunaannya terhadap pemahaman, minat, dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian terdiri atas guru IPA dan peserta didik yang terlibat dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran dengan menggunakan alat peraga, sedangkan wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman dan tanggapan informan terhadap penggunaan alat peraga IPA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga IPA, khususnya torso, membantu guru dalam menjelaskan materi pembelajaran secara lebih konkret dan sistematis. Penggunaan alat peraga juga memudahkan peserta didik dalam memahami konsep yang sulit melalui pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari. Selain itu, penggunaan alat peraga mampu meningkatkan perhatian, minat, motivasi, dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga IPA memiliki peran penting sebagai media pendukung pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, aktif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini adalah perlunya optimalisasi penggunaan alat peraga oleh guru serta dukungan sekolah dalam menyediakan sarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan materi IPA.
Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi Penyajian Data Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Kelas III UPTD SDN 071022 Simpang Lima Lasara Join Citra Lian Ndraha; Riana; Eka Periaman Zai; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7110

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki murid sekolah dasar, namun kemampuan numerasi murid kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara pada materi penyajian data masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan numerasi murid pada materi penyajian data. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 26 murid kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara yang terdiri dari 12 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi aktivitas murid, lembar observasi aktivitas peneliti, serta tes kemampuan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas murid meningkat dari 44% dan 61% pada siklus I menjadi 81% dan 92% pada siklus II. Aktivitas peneliti juga meningkat dari 40% dan 65% pada siklus I menjadi 80% dan 90% pada siklus II. Nilai rata-rata kemampuan numerasi murid meningkat dari 60 pada siklus I menjadi 93 pada siklus II. Nilai terendah meningkat dari 38 menjadi 56, sedangkan nilai tertinggi meningkat dari 88 menjadi 100. Murid yang mencapai KKTP meningkat dari 5 orang menjadi 24 orang, sedangkan murid yang belum mencapai KKTP menurun dari 21 orang menjadi 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan numerasi murid pada materi penyajian data kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi Antorius Waruwu; Natalia Kristiani Lase; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, validitas, kepraktisan, dan keefektifan LKPD berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi Struktur Bumi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi, bahasa, desain, dan instrumen, guru IPA, peserta didik kelas VIII-A sebagai uji coba instrumen, serta 29 peserta didik kelas VIII-C UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons, dan tes pemahaman konsep melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan LKPD dilakukan melalui lima tahap ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan dan validasi, implementasi dalam pembelajaran, serta evaluasi. Hasil validasi LKPD memperoleh persentase 95% dari ahli materi, 85% dari ahli bahasa, dan 95,5% dari ahli desain dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi instrumen memperoleh 90% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan LKPD memperoleh respons guru sebesar 96%, uji perorangan 91,52%, kelompok kecil 84,55%, dan uji lapangan 85,07%, seluruhnya berkategori sangat praktis. Keefektifan LKPD berdasarkan peningkatan pemahaman konsep ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor pretest dari 12,72 menjadi 24,72 pada posttest. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan p < 0,001 dengan Cohen’s dz sebesar 5,10, hasil N-Gain sebesar 0,77 berkategori tinggi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pemahaman konsep, yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Dengan demikian, LKPD berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat praktis serta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah penggunaan LKPD. Namun, karena penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest tanpa kelompok kontrol, peningkatan tersebut tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat.
Co-Authors Antorius Waruwu Bali, Hilaria Florensia Bu'ulolo, Three Putri Nirmala Daeli, Silmin Kaffah Dalifati Ziliwu Desman Telaumbanua Edward Harefa Evan, Evan Pebriana Citranita Gulo Febriani Zebua Firman Jaya Zalukhu Frengki Finsensius Gulo Gari, Yatria Yarisbeth Gea, Deswan Gea, Kristin Mintaria Gulo, Jovial Vince Hasrat GULO, NESTIN WANTALENTA GULO, REMILIANTI Halawa, Cindi Puspita Halawa, Erik Arisman Halawa, Wa’adil Harefa, Agnes R Harefa, Agnes Renostini Harefa, Gita Claresta Evelyn Harefa, Kasih Putri Harefa, Vita Hardianti Harefa, Weni Yanti Harefa, Winndy Adian Sari Hartanilah Zalukhu Hulu, Debi Rebeka Hulu, Denius Hulu, Mistariani Putri HULU, TRIS DESNIAT NATALIA Hulu, Yoren Oktariani Iman Kasih Lawolo Indah Wijaya Lase Join Citra Lian Ndraha Lahagu, Aperius Lahagu, Jelinus LAIA, AGUSTINA MARNATA Laia, Aldin Putra Jaya Lombu, Putra Harapan Jaya Maruhawa, Ismi Andani Mei Putra Telaumbanua Moriani Tafonao Natalia Kristiani Lase Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Nazara, Dewi Artika Nazara, Melvan Nastuti NDRAHA, HISKIA Ndruru, Dekengan Nofamataro Zebua Novelin Andriani Zega Novelina Andriani Zega Otilina Gulo, Otilina Paskalius Halawa Riana Ros Neli Gulo Sokhizaro Hulu Telaumbanua, Delvi Wardani Telaumbanua, Faustus Telaumbanua, Yovita Florentina Waruwu, Astri Purna Wati Waruwu, Elhan Syah Putra Waruwu, Toroziduhu Waruwu, Torozidulu Waruwu, Yaredi Yan Piter Basman Ziraluo Yaredi Waruwu Yernima Lombu Yosua Kristian Firmanyo Lase ZAI, EKA PERIAMAN Zai, Windia Juli Yanti Zebua, Fitri Arni Zebua, Justin Intan Purnama Sari Zega , Novelina Andriani Zega, Novelina A Zega, Novelina Adriani Zendrato, Okti Suarni