Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Dan Perbaikan Proses Bisnis Kritis Direktorat Primary & Secondary Education Telkom Foundation Untuk Memenuhi Requirement Iso 9001:2008 Menggunakan Metode Business Process Improvement Fakhrurrozi Fakhrurrozi; Sri Widaningrum; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom Foundation merupakan sebuah yayasan yang diprakarsai oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom). Telkom Foundation telah menerapkan sistem manajemen mutu berupa ISO 9001:2008 untuk menjamin kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat di bidang pendidikan. Namun dalam keadaan di lapangan sekarang, Telkom Foundation memiliki masalah yang diakibatkan oleh berubahnya struktur organisasi perusahaan. Perubahan ini menyebabkan beberapa aspek dari proses bisnis yang ada tidak berjalan sesuai dengan seharusnya. Direktorat Primary & Secondary Education Telkom Foundation merupakan salah satu direktorat yang memiliki beberapa proses bisnis dianggap kritis karena akan berpengaruh pada proses bisnis lainnya dan juga mutu pada implementasinya.Penelitian ini difokuskan pada proses bisnis kritis di Direktorat Primary & Secondary Education Telkom Foundation dengan Standar ISO 9001:2008. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu proses bisnis eksisting, standar ISO 9001:2008, dan kuesioner proses bisnis kritis. Perbaikan proses bisnis dimulai dari menentukan proses bisnis kritis dengan metode management selection approach dan melihat tingkat kepentingan proses bisnis. Setelah proses bisnis kritis terpilih, selanjutnya dilakukan perbaikan dengan metode BPI (Business Process Improvement). Pada tahap selanjutnya dilakukan analisis aktivitas guna memperbaiki aktivitas yang belum efektif menjadi efektif dengan proses streamlining. Hasil dari analisis aktivitas dan streamlining akan menjadi dasar atau pedoman untuk melakukan usulan perbaikan pada proses bisnis kritis. Pembuatan proses bisnis usulan berdasarkan standar ISO 9001:2008. Dilihat dari analisis gap dan hasil wawancara dengan pemilik proses, ditemukan proses bisnis eksisting penyusunan RKA & RKM Pendidikan Menengah tidak efektif dikarenakan adanya perubahan struktur organisasi di Direktorat Primary & Secondary Education Telkom Foundation. Oleh karena itu, dibuatlah usulan proses bisnis penyusunan RKA & RKM Pendidikan dasar dan menengah berdasarkan strukur organisasi baru. Kata Kunci : ISO 9001:2008, Business Process Improvement, Proses Bisnis, Standard Operating Procedure
Identifikasi Dan Pengendalian K3 Menggunakan Hirarc Untuk Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 Terkait Klausul 4.4.2 Dan 4.4.3 Pada Pt. Beton Elemenindo Perkasa Hani Novita Tresnasari; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Beton Elemenindo Perkasa merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam beton seperti keperluan dinding, lantai, pagar dan yang lainnya. Perusahaan ini telah berupaya menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seadanya dengan menyediakan APD (alat pelindung diri) tanpa adanya sistem manajemen yang mendukung. Maka dari itu, masih terdapat kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan ini. Pada penelitian ini akan dirancang prosedur untuk mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi pada PT. Beton Elemenindo Perkasa berdasarkan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dengan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012. Perancangan ini merupakan hasil dari HIRARC, yakni sebuah metode dimana seluruh aktivitas pada perusahaan diidentifikasi potensi bahayanya, dinilai seberapa besar dampak bahayanya untuk kemudian ditentukan bagaimana pengendaliannya. Hasil dari pengendalian yang diperlukan akan disesuaikan dengan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012, sebagai pemenuhan requirement OHSAS 18001:2007 bahwa perusahaan wajib menerapkan dan membuat prosedur terkait sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini dilakuakan setelah melakukan analisis terhadap aktivitas yang memiliki potensi bahaya yang tinggi serta requirement nya. Tahap selanjutnya akan dilakukan tahap verifikasi terlebih dahulu kepada pihak perusahaan apakah prosedur tersebut sesuai dan mampu menekan jumlah kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan prosedur terkait komunikasi, partisipasi dan konsultasi serta pemasangan rambu peringatan keselamatan. Kata Kunci: HIRARC, OHSAS 18001:2007, K3, Kecelakaan Kerja, Prosedur
Perancangan Sop Pengendalian Informasi Terdokumentasi Berdasarkan Integrasi Iso 9001:2015 Klausul 7.5 Dan Iso 14001:2015 Klausul 7.5 Dengan Mempertimbangkan Risiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Cv. Xyz Risya Yuthika; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu industri manufaktur khususnya bidang otomotif yang menghasilkan produk berupa spare part, mould, press tool, jig & fixture, repair, dll. Khususnya untuk sepeda motor. Pada saat ini CV. XYZ sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berbasis ISO 14001:2004 memiliki manual mutu, SOP, kebijakan lainnya untuk memenuhi requirement ISO 9001:2008 ISO 14001:2015. Pada penelitian ini akan dilakukan integrasi requirement versi terbaru yaitu ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dengan mempertimbangkan risiko, dan akan menghasilkan dokumentasi sistem manajemen terintegrasi. Perancangan Strandrd Operating Procedure (SOP) integrasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dilakukan dengan mengidentifikasi requirement ISO 9001:2015 dan requirement ISO 14001:2015. Setelah mendapatkan requirement integrasi kedua standar, kemudian dilakukan perbandingan dengan proses bisnis existing sehingga menghasilkan gap dan aktivitas baru berdasarkan requirement integrasi. Kemudian dilakukan risk assessment yaitu identifikasi, analisis, evaluasi risiko serta penerapan treatment risiko. Risk assessment dilakukan untuk memperhatikan risk based thingking yang akan menghasilkan risk register. Hasil gap dan risk register tersebut akan menjadi inputan dalam perancangan SOP. Perancangan SOP dibuat menggunakan metode Business Process Improvement. Penelitian ini difokuskan pada perancangan SOP berdasarkan klausul 7.5 yaitu proses pengendalian informasi terdokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh untuk memenuhi integrasi requirement ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 di CV. XYZ meliputi rancangan SOP pengendalian informasi terdokumentasi. Kata Kunci: SOP, ISO 9001:2015, ISO14001:2015, Pengendalian Informasi Terdokumentasi, BPI.
Improving Business Process In Constructing Rencana Strategi Diskoperindag Using Business Process Improvement (bpi) Method(fulfilling The Requirements Of Minister Of Home Affair Regulation Number 54 Of 2010 And Iso 9001:2008 Clause 7.3) Romyah Bighoiri Romy; Sri Widaningrum; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract DISKOPERINDAG of Bandung Regency has a role in preparing the development planning documents; one of them is Renstra (Rencana Strategi). In existing condition, DISKOPERINDAG Renstra has compatibility issue with The Minister of Home Affair Regulation Number 54 of 2010. This research is aimed to improve the business process of constructing Renstra DISKOPERINDAG based on The Minister of Home Affair Regulation Number 54 of 2010 and the ISO 9001:2008 Clause 7.3, to ensure the Renstra to be able to meet customer’s expectation. This research was using BPI method to improve the business process of constructing Renstra. The improvement was started by performing activity analysis. The result of activity analysis shows that there are 14 RVA activities, 13 BVA activities and 0 NVA. Streamlining was performed to increase efficiency of the process. RACI matrix was used to determine the process owner of each activities. There are 5 activities in existing business process and 22 activities in the proposed business process. The proposed business process was trafered onto the SOP to facilitate a consistent conformance and to ensure a well-documented process. The result of this research is 1 SOP of Renstra Construction and 7 work instructions to support the SOP. Keyword: Renstra, ISO, BPI, RACI, SOP
Perancangan Sistem Manajemen Mutu (smm) Pada Puskesmas Bojongsoang Untuk Memenuhi Requirement Iso 9001:2008 Klausul 4 Dan 5 Menggunakan Metode Benchmarking Mugni Rifki; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Bojongsong merupakan salah satu unit penyedia pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten Bandung. Puskesmas Bojongsoang berada dibawah naungan Pemkab Bandung mulai efektif memberikan pelayanan sejak 27 Januari 2010. Sebagai penyedia pelayanan kesehatan, puskesmas Bojongsoang berperan dalam peningkatan tingkat kesehatan masyarakat. Untuk tujuan tersebut diperlukan suatu sistem manajemen yang mengatur dan mengendalikan mutu pelayanan. Namun puskesmas Bojongsoang belum memiliki sistem manajemen mutu. Oleh sebab itu perlu dirancang sistem manajemen mutu yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2008. Dalam merancang sistem manajemen mutu Puskesmas Bojongsoang, data yang digunakan adalah data eksisting Puskesmas Bojongsoang; data benchmarking Puskesmas Pasundan dan Margahayu; serta klausul 4 dan 5 ISO 9001:2008. Setelah didapatkan data tersebut, dilakukan analisis dengan membandingkan data klausul 4 dan 5 ISO 9001:2008 yang diperoleh dari puskesmas mitra benchmarking dengan data eksisting untuk menentukan adanya gap. Dari analisis tersebut akan menghasilkan suatu usulan rancangan sistem manajemen mutu puskesmas Bojongsoang berdasarkan requirement ISO 9001:2008 klausul 4 dan 5. Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah (1) proses bisnis dan SOP puskesmas Bojongsoang yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008 klausul 4 dan 5. Adapun beberapa SOP tersebut adalah (a) Prosedur Pengendalian Dokumen dan Rekaman (b) Prosedur Tinjauan Manajemen (c) Prosedur Komunikasi Internal. Kata kunci : Sistem Manajemen Mutu, SOP, ISO 9001:2008, Proses bisnis, Benchmarking
Perancangan Pengukuran Kinerja Pada Proses Layanan Pengembangan Karir Di Career Development Center Universitas Telkom Dengan Menggunakan Framework Balanced Scorecard Pada Perspektif Customer Medianti Arifia Dewi; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran kinerja layanan merupakan tingkat tercapainya tujuan layanan yang terkait dimana tujuan tersebut dirumuskan dari requirements dari pengguna layanan. Pada saat ini Career Development Center (CDC) telah menerapkan sistem pengukuran kinerja baik pada tingkat institusi, unit kerja, proses, maupun individu. Namun ukuran kinerja yang telah ada belum memenuhi kriteria indicator kinerja yang baik, maka dari itu penelitian ini akan dirancang kembali indikator kinerja sesuai dengan kriterianya dengan menggunakan Balanced Scorecard berfokus pada perspektif customer Perancangan ulang Key Performance Indicator ini dimulai dengan identifikasi masing-masing layanan dan kebutuhan customer serta perumusan tujuan tiap layanan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan perumusan indicator dan formulanya dan yang terakhir menganalisis akseptabilitas oleh pihak CDC. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan Key Performance Indicator yang telah mencakup formula ukuran kinerja dan telah memenuhi tingkat acceptability yang tinggi dan akan diusulkan kepada pihak CDC Universitas XYZ untuk diterapkan dalam operasionalnya sehingga dapat meningkatkan kinerja di setiap layanan agar dapat memenuhi tujuan awal dari layanan itu sendiri. Kata kunci: Acceptability, Balanced Scorecard, Career Development Center, Key Performance Indicator, Ukuran Kinerja
Perancangan Treatment Resiko Pada Proses Pengembangan Produk Indoor Cabinet Berdasarkan Iso 31000:2018 Untuk Memenuhi Klausul 6.1 Iso 9001:2015 Di Pt. Telehouse Engineering Shafira Amanda Umar; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telehouse Engineering is a national private company engaged in mechanical, electrical and infrastructure manufacturing. PT. Telehouse Engineering has one product line called sheet metal. Sheet metal is produced by the Sheet Metal Strategic Business Unit (SBU). One of the products included in the sheet metal product line is the indoor cabinet. Indoor cabinet is a product that is used as a storage device for a company's electrical device. There are two main processes in the production process of indoor cabinets, namely design (or called engineering) & production planning and fabrication. At present, in the process of developing indoor cabinet products there are several actual conditions that have the potential to be a risk. SBU Sheet Metal PT. Telehouse Engineering has not implemented risk management. This research departs from these conditions, with the intention of designing a risk treatment proposal. This research is carried out by conducting a risk assessment that begins with determining risk criteria, risk identification, risk analysis, and risk evaluation. Based on the results of the risk assessment, there were 9 risks which were divided into low, medium and high categories. The risk that will be given a treatment is high category risk, which is an error in tracing the work process at a work station. Research is continued with risk treatment planning and risk treatment design in the form of a standard operating procedure (SOP). Risk treatment consists of mitigation treatment in the form of work environment arrangement, calculation of cycle time and minimum number of work stations, determination of machine operation, and contingency treatment in the form of staff training and job rolling. Keywords: risk assessment, risk treatment, SOP, fabrication, engineering
Perancangan Standar Operating Procedure (Sop) Audit Internal Sesuai Iso 9001:2015 ( Klausul 9.2), Iso 14001:2015 (Klausul 9.2) Dan Iso 19011:2018 Dengan Mempertimbangkan Resiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Pt. Telehouse Engineering Ni Putu Tiara Santi Riyani; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.Telehouse Engineering (TE) merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang bisnis manufaktur mekanikal, elektrikal dan infrastruktur. Salah satu proses bisnis nya yaitu audit internal. Permasalahan terkait proses bisnis audit internal di PT. Telehouse Engineering ini belum melakukan implementasi terhadap ISO 19011:2018, menetapkan risiko serta penanganan nya, melakukan evaluasi dan kompetensi auditor internal, menetapkan metode audit internal dan kurangnya komitmen dari pihak manajemen baik dalam sistem manajemen mutu dan lingkungan. Dalam membuat perancangan SOP audit internal harus melakukan kesesuaian dengan requirement ISO 9001:2015 Klausul 9.2, ISO 14001:2015 Klausul 9.2 dan ISO 19011:2018 menggunakan metode business process improvement pada tahap apply improvement technique Usulan SOP audit internal mutu dan lingkungan ini berupa form detail perencanaan audit internal, form detail program audit, form verifikasi pelaksanaan audit internal, timeline rencana audit internal mutu dan lingkungan, form kesimpulan audit internal mutu dan lingkungan serta prosedur audit internal sistem manajemen mutu dan sistem manajemen lingkungan. Hasil dari perancangan SOP audit internal ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk menjamin efektifitas, efisiensi, kepuasan dari auditee maupun auditor internal serta lebih baik dari sebelumnya dalam kegiatan audit internal kedepannya. Hasil usulan SOP ini telah diverifikasi oleh koordinator quality assurance dari PT.Telehouse Engineering. Kata Kunci: ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 19011:2018, audit internal, requirement, risiko, business process improvement, apply improvement technique, SOP, mutu, lingkungan, PT. Telehouse Engineering Abstract PT. Telehouse Engineering (TE) is a national private company engaged in the mechanical, electrical and infrastructure manufacturing business. One of the business processes is internal audit. Problems related to the internal audit business process at PT. Telehouse Engineering has not yet implemented ISO 19011: 2018, determined its risks and handling, carried out evaluations and competencies of internal auditors, determined internal audit methods and lacked management commitment both in the quality and environmental management systems. In making the design of an internal audit SOP must conform to the requirements of ISO 9001: 2015 Clause 9.2, ISO 14001: 2015 Clause 9.2 and ISO 19011: 2018 using the method of business process improvement at the stage of implementation improvement technique SOP for internal quality and environmental audit in the form of detailed forms internal audit planning, detailed audit program form, verification form of internal audit implementation, quality and environmental internal audit plan timeline, internal quality and environmental audit conclusion form and internal quality management system and environmental management system procedures. The results of the internal audit SOP design are expected to help companies to ensure the effectiveness, efficiency, satisfaction of the auditee and internal auditors and better than before in the future internal audit activities. The results of the proposed SOP have been verified by the quality assurance coordinator of PT. Telehouse Engineering.ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 7169Keywords: ISO 9001: 2015, ISO 14001: 2015, ISO 19011: 2018, internal audit, requirements, risk, business process improvement, apply improvement technique, SOP, quality, environment, PT. Telehouse Engineering
Perancangan Treatment Risiko Pada Proses Produksi Di Cv. Bearpath Untuk Memenuhi Persyaratan Iso 9001:2015 Klausul 6.1 dengan Pendekatan ISO 31000:2018 Rizki Eka Ridani; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract── Based on ISO 9001: 2015 clause 6.1 CV.Bearpath must consider the risks in producing mountain shoes, so as to minimize and reduce the impact of these risks, and can determine the mitigation measures in advance. Therefore the purpose of this study is to carry out a risk assessment based on ISO 31000: 2018 in the mountain shoe production process at CV.Bearpath. The data used in this study are in the form of existing company conditions, internal issues and external issues, and requirements for ISO 9001: 2015 clause 6.1. Based on the risk register results, there are 4 risks that have a medium level and also a high level, 4 risks that require a handling action will be given a risk treatment plan in the form of mitigation planning and contingency planning, but the risk that has a high level will be designed. In this study, the risk that will be designed for treatment is late material purchases that have a high risk level, the design to be carried out in the form of an SOP. The SOP has considered the risk register and the results of the gap analysis. Keywords: ISO 9001: 2015, Production, ISO 31000: 2018, Risk Assessment, Risk Register, Treatment
Usulan Treatment Risiko Menggunakan Risk Assessment Berdasarkan Iso 31000:2018 Pada Proses Produksi Brownies Original Di Cv Xyz Untuk Memenuhi Persyaratan Iso 9001:2015 Klausul 6.1 Nanda Marhandhika Putri; Sri Widaningrum; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV XYZ perusahaan yang memproduksi makanan khas kota Bandung. CV XYZ memiliki 32 varian rasa, CV XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi olahan makanan khas Kota Bandung. CV XYZ memiliki 32 jenis produk, salah satunya adalah brownies kukus original. Dalam kegiatan produksi sehari-hari berbagai kejadian berpotensi risiko dapat terjadi. Saat ini CV XYZ belum menerapkan manajemen pengelolaan risiko. Dengan adanya penelitian ini, bertujuan untuk memberikan usulan sistem pengelolaan risiko pada proses produksi produk brownies kukus original. Data yang menjadi input pada penelitian ini adalah kondisi yang berpotensi risiko dari isu internal dan eksternal pada CV XYZ, proses produksi produk, dan kriteria penilaian risiko. Keadaaan aktual CV XYZ dibandingkan dengan persyaratan ISO 9001:2015 sehingga diperoleh gap. Data tersebut diproses untuk melakukan risk assessment dan memberikan usulan risk treatment sesuai dengan persyaratan ISO 31000:2018. Output dari penelitian ini adalah memberikan usulan treatment risiko proses produksi brownies kukus original. Berdasarkan hasil risk assessment terdapat 9 risiko dengan tingkatan low, medium, dan high. Usulan treatment risiko yang diberikan pada penelitian ini terdiri atas mitigation plan, dan contingency plan yang didata di dalam risk register. Mitigation plan yang diusulkan adalah dengan melakukan briefing sebelum memulai pekerjaan, melakukan pengawasan pekerjaan, menyediakan paduan berbentuk safety sign yang berisi aktivitas wajib dilakukan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Adapun Contingency plan yang diusulkan dengan memisahkan produk rusak ke area pendinginan, menambahkan waktu produksi dan memberikan pelatihan secara berkala kepada operator quality control. Kata kunci: ISO 31000:2018, ISO 9001:2015, risk assessment, risk treatment, risk register. Abstract CV XYZ is a company that produces Bandung specialty food. It has 32 types of product, one of them being original steamed brownies. In the production process, there are various potential risks event can occur. CV XYZ has not implemented risk management. With this research, it aims to provide a risk management system proposal for the production process of original steamed brownies. The data used as input in this study are conditions that have the potential risk of internal and external issues, product production processes, and risk assessment criteria. The actual situation is compared to the requirements of ISO 9001: 2015 so that a gap can be obtained. The data is processed to carry out a risk assessment and provide risk treatment proposals following the requirements of ISO 31000: 2018. The output of this study is to provide a risk treatment proposal for the process of producing original steamed brownies. Based on the results of the risk assessment there are 9 risks with low, medium and high levels. The proposed risk treatment provided in this study consists of a mitigation plan and a contingency plan that is recorded in the risk register. The proposed mitigation plan is to conduct a briefing before starting the work, supervise the work, provide an alloy in the form of a safety sign containing mandatory activities, and create a safe and comfortable work environment. The proposed contingency plan is by separating damaged products into the cooling area, adding production time and providing training regularly to quality control operators. Key words: ISO 31000:2018, ISO 9001:2015, risk assessment, risk treatment, risk register
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Amalia, Rifa Amalia, Sheila Angelyca H, Yohana Anggun Kertadela Puspitasari Annisa Husna Alif Asih Aulia Putri Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia Yogi Fachlivan Aulia, Shafaa Budi Ayudita Oktafiani Benny Yanuarsih Benny Yanuarsih, Benny Cahyadi, Dea Arya Dita Chandra Alamsyah Cut Rima Asyifa Elvira A, Celline Isabel Faisal Fathurrahman Fakhrurrozi Fakhrurrozi Farli Erigga Putra Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Hani Novita Tresnasari Heriyono Lalu Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ilma Mufidah Irma Nurmawanti Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Klarissa , Rafa Deal Marina Yustiana Lubis Medianti Arifia Dewi Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Rahayu Mugni Rifki Muhammad Iqbal Muhammad Rivai Murfid, Nurjihan Aqilah Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nadya Rachma Asalia Naila Farhana Naila Farhana, Naila Nanda Marhandhika Putri Ni Putu Tiara Santi Riyani Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Nugrahaini S., Yunita Nurul Apriliani Nusaibah Nusaibah Osama, Dito Parawansyah, Canda Putra Pratya Poeri Suryadhini Prayoga, Faris Aditya Puteri, Anisa Riska Putri, Anastasya Mahendra Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhani, Alfian Rara Niken Ramadhany Risya Yuthika Rizki Eka Ridani Romyah Bighoiri Romy Rositha , Veminia Rositha, Veminia Ryan Gamas Agromega Ryan Rachmadian Saalino , Irene Datu Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma , Sheila Amelia Shafira Amanda Umar Sheila Amalia Salma Shifa Khairunnisa Shifa Khairunnisa, Shifa Susanto , Hadi Sutari, Wiyono Syahrastani Ayasa Tulusiani Widjanarko Utami Wulandari Widiana, Adrian Wahyu Widjanarko, Tulusiani Willy Pratisna Wiyono Sutari Wulandari, Kartika Salsabilla Yunita Nugrahaini Safrudin Yunita Putri Gita Mulyandari