Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Motion Pada Cv. Wira Utama Menggunakan Metode 5S Meita Ratna Sari Sagala; Sri Widaningrum; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK CV.Wira Utama merupakan industri garmen yang berlokasi di Cimahi. Produk yang diteliti pada penelitian ini adalah kemeja. Berdasarkan data produksi dari Januari hingga Desember 2018 terdapat keterlambatan pengiriman kemeja kepada pelanggan yang disebabkan karena tidak ketercapainya target produksi. Permasalahan tersebut diindikasi adanya waste pada proses produksi kemeja. Pendekatan yang dapat digunakan untuk meminimasi waste yaitu dengan pendekatan lean manufacturing. Value stream mapping dan process activity mapping digunakan untuk memetakan aliran proses produksi dan mengidentifikasi gerakan yang tidak memberikan nilai tambah untuk proses produksi kemeja. Pada pembuatan PAM didapatkan aktivitas non-value added (NVA) memiliki persentase terbesar, yaitu 82,9%, sedangkan persentase aktivitas value-added (VA) adalah 4,9% dan necessary but non-value added activity (NNVA) adalah 12,2% Sehingga perlu dilakukan usulan perancangan untuk meminimasi waste motion. Tahapan berikutnya yaitu mengidentifikasi akar penyebab terjadinya waste motion dengan menggunakan Fishbone diagram dan 5 why’s. Selanjutnya, melakukan perancangan usulan dengan menerapkan metode 5S. Berdasarkan hasil rancangan perbaikan yang telah dibuat dengan menerapkan metode 5S, kemudian memetakan value stream mapping future state sehingga didapatkan penurunan lead time 28.420,78 detik menjadi 28.106,30 detik. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, 5S ABSTRACT CV.Wira Utama is a garment industry located in Cimahi. The product examined in this study is a shirt. Based on production data from January to December 2018 there were delays in sending shirts to customers due to the failure of production targets. The problem is indicated by waste in the shirt production process. The approach can be used to minimize waste with lean manufacturing approach.. Value stream mapping and process activity mapping is used to map out the flow of the production process and identify the movements that do not add value to the production process of the shirts. The making of PAM obtained non-value added activity (NVA) had the largest percentage is 82,9%, while the percentage of value-added activity (VA) is 4,9% and necessary but nonvalue added activity (NNVA) was 12,2% So that needs to be done to manage the design of the proposed waste motion. The next stage, namely to identify the root cause of the occurrence of waste motion by using Fishbone diagrams and 5 why's. Next, do the design proposal by applying methods of 5S. Based on the results of the design improvements that have been made by applying methods of 5S, then map the value stream mapping future state so that it brings about a decrease in lead time 28.420,78 seconds to 28.106,30 seconds. Keywords: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, 5S
Perancangan Standard Operating Procedure (Sop) Pengendalian Informasi Terdokumentasi Sesuai Dengan Iso 9001:2015 Dan Iso 14001:2015 Klausul 7.5 Dengan Mempertimbangkan Risiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Pt.Telehouse Engineering Yunita Putri Gita Mulyandari; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT.Telehouse engineering merupakan perushaaan swasta yang bergerak di bidang mekanikal, infrastruktur, elektrikal dan infratruktur yang terletak di Ujung Berung Bandung. Perusahaan ini telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan juga OHSAS 18001:2008. Dalam penerapannya saat ini PT.Telehouse engineering sudah menerapkan integrasi antar ketiganya namun belum tersertifikasi oleh Badan ISO. Penerapannya saat ini perusahaan Telehouse belum mempertimbangkan risiko khususnya pada proses pengendalian informasi terdokumentasi, sehingga pada penelitian ini akan dilakukan perancangan SOP usulan yang mengacu pada kondisi aktual pengendalian informasi terdokumentasi di perusahaan tersebut. Kondisi aktual ini akan dibandingkan dengan klausul 7.5 dari ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 untuk didapatkan gap analysis. Kemudian kondisi aktual ini akan menjadi inputan dalam risk assessment hingga didapatkan penanganan dari risiko yang dimungkinkan menghambat proses di perusahaan. Hasil gap dan penanganan risiko akan menjadi masukan dalam merancang prosedur usulan dan diperbaiki menggunakan business process improvement khususnya pada tahap apply improvement technique. Hasil dari pengolahan datanya sendiri terdapat 3 gap yang belum dipenuhi oleh perusahaan, serta 2 risiko yang haru dilakukan penanganan. Perancangan proses usulan ini dilakukan dengan menggunakan metode Business Process Improvement karena metode ini dapat memperbaiki proses bisnis baru yang lebih sederhana namun output dari proses tersebut tetaplah optimal. Hasil akhirnya berupa rancangan usulan prosedur pengendalian informasi terdokumentasi dengan memepertimbangkan risiko yang berguna bagi PT.Telehouse engineering. Kata kunci : persyaratan, gap analysis, risk assessment,, informasi terdokumentasi, business process improvement Abstract – PT.Telehouse engineering is a private company engaged in the mechanical, infrastructure, electrical and infrastructure sectors which located in Ujung Berung Bandung. This private company has been certified by ISO 9001: 2015, ISO 14001: 2015 and OHSAS 18001: 2008, and now PT. Telehouse engineering has implemented integration between these standard but has not been certified by the ISO. In its own implementation, the Telehouse company has not considered the risks especially in the control of documented information process, so that in this research will get recommendation SOP design that refers to the actual condition control of documented information in the company. This actual condition will be compared with ISO 9001: 2015 clause 7.5 and ISO 14001: 2015 clause 7.5 to obtain a gap analysis. Then this actual condition will also be input into the risk assessment until the handling of the risk is obtained. The results of the gap and risk management will be input in designing using business process improvement methods, especially in the stage of applying improvement techniques to improve the performance control of documented information in the company. The results of processing the data have 3 and 2 risks that must be treatment. The design of the recommendation process is caaried out using the Business Process Improvement method because this method can improve new business processes that are simpler but the output of the process remains optimal. The end result in this research is a design procedure control of documented information by considering risk that are useful to PT. Telehouse engineering Keywords: requirements, gap analysis, risk assessment, control of documented information, business process improvement
Usulan Perbaikan Sistem Customer Relationship Management (crm) Cv. Bearpath Berdasarkan Pertimbangan Iso 9001:2015 Klausul 8.2.1 Dengan Metode Business Process Improvement Tulusiani Widjanarko; Sri Widaningrum; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. Bearpath adalah salah satu produsen sandal gunung travelling handmade yang berdomisili di Bandung. Agar dapat bersaing di pasar, CV. Bearpath harus selalu memperhatikan kualitasnya dari segi produk dan juga layanan. Pada saat ini CV. Bearpath sudah menerapkan Customer Relationship Management (CRM) sebagai upaya menjaga loyalitas pelanggan. Sosial media digunakan sebagai penunjang CRM yang termasuk ke dalam Customer Interface Management yang mengacu pada pengelolaan pertukaran informasi. Meskipun sistem CRM sudah terlaksana, namun belum semua terlaksana dengan baik sesuai dengan konseptualnya. Pada penelitian ini, digunakan pertimbangan persyaratan ISO 9001:2015 klausul 8.2.1 komunikasi pelanggan dan konsep CRM untuk mendapatkan hasil analisis Gap yang baik dan lengkap. Metode yang digunakan yaitu business process improvement dengan menggunakan langkah apply techniques improvement. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan untuk merealisasikan produk custom dan juga beberapa perbaikan seperti pembuatan database dan penambahan opsi pada website. Kata kunci: CRM, ISO 9001:2015 klausul 8.2.1, customer interface management, business process improvement, apply techniques improvement, produk custom _____________________________________________________________________________________________ Abstract CV. Bearpath is one of the manufacturers of traveling handmade sandals that are domiciled in Bandung. In order to compete in the market, CV. Bearpath must always pay attention to its quality in terms of products and services. For now, CV. Bearpath has implemented Customer Relationship Management (CRM) as an effort to maintain customer loyalty. Social media is used as a support for CRM which is included in Customer Interface Management which refers to the management of information exchange. Even though the CRM system has been implemented, not all have been implemented properly according to the conceptual. In this study, consideration was taken of the requirements of ISO 9001:2015 clause 8.2.1 customer communication and CRM concepts to obtain good and complete Gap analysis results. The method used is business process improvement using the techniques improvement apply step. The results of this study are designed to realize custom products and some improvements such as database creation and adding options on the website. Keywords: CRM, ISO 9001:2015 clause 8.2.1, customer interface management, business process improvement, apply techniques improvement, custom products
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Waiting Di Cv Wira Utama Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Utami Wulandari; Sri Widaningrum; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Wira Utama merupakan salah satu perusahaan manufaktur swasta yang bergerak di bidang garmen. CV Wira merupakan pabrik garmen yang menerima berbagai pesanan pakaian jadi dan telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai vendor atau klien, salah satunya adalah kemeja dari perusahaan Hugo. Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan, keterlambatan pengiriman terjadi hampir disetiap bulan selama tahun 2018. Hal tersebut merupakan permasalahan yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap proses produksi kemeja di CV Wira Utama dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penelitian dimulai dengan melakukan pemetaan value stream mapping current state dan dilanjutkan dengan pemetaan process activity mapping current state. Berdasarkan pemetaan tersebut diperoleh informasi bahwa terjadi beberapa waste dengan aktivitas value added sebesar 1875,56 detik, non value added (NVA) sebesar 8251,8 detik, serta aktivitas non but necessary value added (NNVA) sebesar 31623,39 detik, dimana pada penelitian ini akan berfokus pada waste waiting. Selanjutnya adalah melakukan pengidentifikasian akar permasalahan yang menyebabkan waste waiting menggunakan cause and effect diagram. Faktor-faktor dominan penyebab terjadinya waste waiting dapat diminimasi dengan melakukan perancangan usulan perbaikan menggunakan preventive maintenance dan single minute exchange of dies. Kemudian dilakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari setiap usulan perbaikan, dan melakukan pemetaan VSM future state sehingga diperoleh penurunan lead time sebesar 21880,2 detik. Kata kunci: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies. Abstract CV Wira Utama is one of the private manufacturing companies engaged in garment. CV Wira is a garment factory that accepts various apparel orders and has gained the trust of various vendors or clients, one of which is a shirt from Hugo's company. Based on data obtained from the company, delays in shipping occur almost every month during 2018. This is a problem that needs to be carried out further research on the production process of shirts at CV Wira Utama using a lean manufacturing approach. The research began by mapping the current state value stream mapping and continued with mapping the current state activity mapping process. Based on the mapping, information was obtained that some waste occurred with value added activities of 1875.56 seconds, non value added (NVA) of 8251,8 seconds, and non but necessary value added (NNVA) activities of 31623.39 seconds, which in this study will focus on waste waiting. Next is to identify the root causes of waste waiting using cause and effect diagrams. The dominant factors that cause waste waiting can be minimized by designing proposed improvements using preventive maintenance and single minute exchange of dies. Then analyze the strengths and weaknesses of each proposed improvement, and do a future state VSM mapping to obtain a lead time decrease of 21880.2 seconds. Keywords: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies.
Pembobotan Penilaian Kinerja Operator Produksi Pada CV XYZ Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (ahp) Rara Niken Ramadhany; Sri Widaningrum; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam suatu perusahaan atau organisasi, penilaian kinerja pegawai memiliki peran penting. Penilaian kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. CV XYZ merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri makanan yang tentu saja melakukan penilaian kinerja kepada pegawainya. CV XYZ ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia ingin menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang pembobotan kinerja operator produksi dan indikator penilaian kinerja. Dalam melakukan pembobotan diperlukan suatu metode yang tepat untuk mengetahui bobot dari kriteria dan indikator yaitu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan memperoleh hasil penilaian kinerja dengan rating scale. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur bobot kriteria kinerja karyawan melibatkan keterkaitan antar kriteria. Tahapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) terdiri dari menentukan kriteria dengan penyebaran kuesioner, menyusun struktur hierarki, melakukan perbandingan berpasangan. Setelah tahap Analytical Hierarchy Process (AHP) dilakukan, maka dilakukan penentuan skala dan indikator, dan penentuan indeks kinerja. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh hasil pembobotan dari masingmasing kriteria yaitu kerjasama (0.163), fleksibilitas (0.118), mencari informasi (0.110), proaktif (0.193), keahlian (0.216), semangat untuk berprestasi (0.201). Hasil pembobotan kriteria dan indikator akan digunakan untuk acuan dalam penilaian kinerja menggunakan rating scale. Hasil penilaian kinerja dapat dinyatakan dari kinerja sangat tinggi, kinerja tinggi, kinerja sesuai standar, kinerja rendah, dan kinerja tidak efektif. Kata kunci : Sumber Daya Manusia, Penilaian Kinerja, Analytical Hierarchy Process (AHP) Abstract In a company or organization, employee performance appraisal has an important role. Performance appraisal needs to be done to evaluate employee performance so as to improve company performance. CV XYZ is one of the businesses engaged in the food industry which, of course, conducts performance appraisal to its employees. CV XYZ wants to improve the quality of human resources want to be better. The purpose of this study is to design a production operator's weighting and performance appraisal indicators. In weighting, an appropriate method is needed to determine the weight of the criteria and indicators, namely using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method and obtaining the results of a performance rating with a rating scale. Analytical Hierarchy Process (AHP) is one method that can be used to measure the weight of employee performance criteria involving the interrelation between criteria. The stages of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method consist of determining criteria by distributing questionnaires, constructing hierarchical structures, conducting pair comparisons, and measuring consistency. Based on the research results obtained weighting from each criterion namely teamwork (0.163), flexibility (0.118), information seeking (0.110), proactive (0.193), expertise (0.216), passion for achievement (0.201). The results of the weighting of criteria and indicators will be used for reference in evaluating performance using a rating scale. The results of performance appraisal can be stated from the very high performance, high performance, performance according to standards, low performance, and ineffective performance. Keywords: Human Resources, Performance Assessment, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perancangan Alat Bantu Pemindah Potongan Plastik Untuk Membantu Proses Pemindahan Potongan Plastik Pada Bank Sampah Hijau Lestari Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Ryan Gamas Agromega; Sri Widaningrum; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank Sampah Hijau Lestari adalah tempat pengolahan limbah plastik pusat yang ada di kota Bandung. Ada beberapa tahap dalam pengolahan limbah di bank sampah ini, mulai dari pemilahan, pencacahan, pencucian dan pemindahan ke dalam karung, pengeringan. Namun, pada proses pencucian dan pemindahan potongan plastik masih dilakukan secara manual. Setelah dilakukan analisis RULA, REBA, dan RWL didapatkan skor yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) sehingga perlu adanya perbaikan postur melaui alat bantu usulan. Perancangan alat bantu usulan ini menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) sehingga dapat memperbaiki postur operator untuk mengurangi resiko cidera MSDs. Berdasarkan penelitian didapatkan spesifikasi alat bantu usulan terpilih yang dapat memindahkan potongan plastik menggunakan screw conveyor, alat bantu dapat disesuaikan tingginya, memiliki pengunci roda, sehingga didapatkan nilai skor RULA sebesar 3, nilai skor REBA sebesar 4, nilai RWL sebesar 23 kg, dan LI sebesar 0.28 sehingga nilai tersebut dapat mengurangi resiko cidera MSDs pada operator saat melakukan proses pemindahan potongan plastik. Kata kunci : RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment Abstract Bank Sampah Hijau Lestari is a central plastic waste processing facility in the city of Bandung. There are several stages in waste management in this garbage bank, ranging from sorting, crushing, washing and transferring into sacks, drying. However, in the process of washing and transferring pieces of plastic is still done manually. After RULA, REBA, and RWL analysis, very high scores are obtained which can lead to the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) so that there is a need to improve posture through the proposal aids. The design of this proposed aid uses the Ergonomic Function Deployment (EFD) method that applies the ergonomic aspects of EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) so as to improve the operator's posture to reduce the risk of MSDs injuries. Based on the research, it was found that the specifications of the selected auxiliary tool that can move pieces of plastic using a screw conveyor, the tool can be adjusted in height, has wheel lock, so that the RULA score is 3, the REBA score is 4, the RWL value is 23 kg, and the LI is 0.28 so that this value can reduce the risk of MSDs injury to the operator when carrying out the process of transferring pieces of plastic. Keywords: RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment
Rancangan Usulan Visualisasi Display Inspection Sheet Proses Untuk Meminimasi Defect Dansha Pada Unit Apv Di Departemen Welding Dengan Munggunakan Pendekatan Fmea Dan 5 Why’s Pt.suzuki Indomobil Motor Tb Ii Aulia Yogi Fachlivan; Sri Widaningrum; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu produk di PT. Suzuki Indomobil adalah APV. Selanjutnya pada penelitian ini apabila disebutkan APV memiliki nilai defect tertinggi yaitu sebesar 1053 defec dibandingkan dengan produk lain pada periode Mei 2020 hingga juli 2020, dimana dalam line produksi Welding yang memiliki nilai defect dansha yang dominan dibandingkan dengan workstation lainnya. Permasalahan pada welding antara lain adalah defect dansha sehingga memerlukan tindakan solutif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat bantu/prosedur kerja yang dapat mengurangi defect dansha pada mengurangi defect dansha pada hasil welding part body dan Membuat usulan perbaikan yang dapat digunakan untuk meminimasi atau menghilangkan faktor penyebab terjadinya waste defect dansha pada Welding Part Body Mobil APV tersebut. Karena Kualitas adalah “Quality is a measure of product ability to live up to the average consumer expectations about it” dan mengetahui permasalahan dari penelitian tersebut maka dapat di lihat dengan mengunakan Diagram Pareto dimana diagram tersebut dapat menampilkan jumlah defect dansha yang terjadi dan berapa persentase yang di dapatkan dari defect dansa pada unit Apv untuk menentukan usulan penelitian ini mengunakan metode pendekatan FMEA pada tahapan pendahulu untuk menentukan akar permasalahan menggunakan data defect dansha dan beberapa faktor dari diagram SIPOC, masuk pada fishbone diagram setelah faktor-faktor penyebab sudah diketahui maka akan masuk ke dalam pendekatan FMEA dimana untuk mengetahui prioritas mana yang bermasalah dimulai dari nilai RPN dimana nilai yang tertinggi meruapakan ada dua faktor yaitu faktor method dan man. Sehingga masuk pada tahapan analayze di cari tahu akar permaslahan menggunakan 5 why’s dimana dapat diketahui apa penyebab akar permasalahan dari ke empat faktor tersebut. Sehingga didapat usulan berupa, memperbaiki prosedur kerja dari departemen welding dengan dilakukan perancangan inspection checksheet pada proses welding untuk faktor permasalahan methode sedangan usulan perbaikan dari faktor man itu dengan cara membuat poster peringatan secara visual display. Tahapan Selanjutnya adalah melakukan analisis dan pembahasan terhadap penelitian yang telah dilakukan. Lalu tahapan terakhir dengan kesimpulan yang di dapatkan rancangan usulan perbaikan mengatasi permasalahan pada proses welding penyebab terjadinya defect dansha terhadap faktor method dan man yaitu inspection checksheet pada part dalam proses pengelasan. Maka saran dari penelitian tersebut melakukan evaluasi terhadap penyebab terjadinya defect dansha dan mengimplementasikan usulan perbaikan secara berkala sehingga dapat memini masi defect dansha dengan efektif dan efisien. Kata kunci : DMAI, Dansha, CTQ, Fishbone, 5 Why’s, dan FMEA.
Perancangan Standard Operating Procedure (Sop) Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Sesuai Dengan Requirement Iso 9001:2015 Klausul 7.1.3 Dengan Metode Business Process Management (Bpm) Di Cv Xyz Osama, Dito; Widaningrum, Sri; Safrudin, Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — CV. XYZ adalah perusahaan resparasi,modifikasi, dan juga produksi alat-alat berat pengoprasiankapal serta alat pertambangan. Sebagai perusahaanmanufaktur, CV. XYZ sangat bergantung pada kondisiproduksi yang sangat penting untuk menjalankan prosesproduksi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di CV.XYZ terdapat banyak kejadian dimana mesin mengalamikerusakan saat sedang beroperasi, sehingga proses produksiharus dihentikan karena perbaikan mesin yang tidak dilakukansecara preventif. Penyebab utama dari masalah ini adalahkurangnya perawatan yang optimal terhadap mesin-mesinproduksi. Mesin-mesin tersebut telah mengalami kerusakankarena tidak mendapatkan perawatan rutin yang diperlukan,dan hal ini telah berdampak signifikan pada efisiensi dankinerja keseluruhan proses produksi. Tujuan dilakukanpenelitian ini adalah membuat rancangan Standard OperationProcedure (SOP) Pemeliharaan dan Perbaikan mesin sesuaidengan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 dan TeoriMaintenance Engineering. Metode yang digunakan padapenelitian ini adalah Business Process Management. Rancanganini dibuat berdasarkan dengan standar ISO 9001:2015 Klausul7.1.3 tentang infrastruktur, serta teori pemeliharaanmaintenance engineering. Hasil rancangan ini adalah SOPPemeliharaan dan Perbaikan Mesin yang dibedakan menjadidua, yaitu prosedur preventif dan korektif. Hasil rancangan inijuga memiliki alur proses yang jelas dan terstruktur denganbaik. Dengan adanya rancangan ini, diharapkan perusahaandapat menghindari kerusakan yang tidak terduga,meningkatkan umur pakai mesin, dan pada akhirnya,meminimalkan risiko terjadinya keterlambatan produksi dimasa mendatang. Kata kunci— ISO 9001:2015, Pemeliharaan Mesin, SOP, BPM, produksi
Perancangan Prosedur Investigasi Insiden Kecelakaan Dalam Peningkatan Penerapan Iso 45001:2018 Klausul 6.1 Terkait Dengan Insiden Kecelakaan Kapal Dengan Metode Business Process Improvement (Studi Kasus: Pt Xyz) Klarissa , Rafa Deal; Widaningrum , Sri; Susanto , Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang terpenting terutama dalam menjalankan kegiatan usaha. Hal ini berlaku bagi PT XYZ yang bergerak di bidang pelayaran dan penyediaan jasa perkapalan. PT XYZ adalah Perusahaan penyedia jasa pelayaran operasional dan logistik lepas pantai yang menyediakan jasanya untuk perusahaan minyak di Indonesia. PT XYZ memprioritaskan keselamatan kerja demi kelancaran operasional dan untuk menghindari kerugian finansial yang signifikan akibat berhentinya kapal operasional. Meskipun begitu, insiden kecelakaan kapal masih terjadi dari tahun 2017 hingga September 2023. Penyelesaian masalah dilakukan dengan perancangan prosedur investigasi insiden kecelakaan dengan mengadopsi ISO 45001:2018 klausul 6.1 dan menerapkan metode Business Process Improvement. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prosedur investigasi insiden kecelakaan yang memenuhi standar ISO 45001:2018 klausul 6.1 dengan fokus pada insiden kecelakaan kapal di PT XYZ. Metode Business Process Improvement digunakan untuk memperbaiki proses bisnis guna mengurangi insiden kecelakaan. Rancangan usulan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) Investigasi Insiden Kecelakaan yang sesuai dengan persyaratan ISO 45001:2018 klausul 6.1 diusulkan sebagai solusi. Dengan adanya SOP Investigasi Insiden Kecelakaan, diharapkan dapat membantu PT XYZ dalam melakukan tindakan yang lebih efektif untuk mengatasi kecelakaan. 3rd Hadi Susanto Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Bandung, Indonesia hadist@telkomuniversity.ac.id tidak menimbulkan kerugian. Apabila kapal berhenti beroperasi maka akan menimbulkan kerugian yang signifikan. Faktor penentu utama dalam melaksanakan kegiatan bisnis dari perusahaan pelayaran dan penyediaan jasa perkapalan adalah kesehatan dan keselamatan kerja terutama ketika dalam menjalankan operasional kapalnya. Salah satu cara untuk mengelola proses bisnis adalah dengan membuat dan menerapkan SOP di PT XYZ. PT XYZ adalah perusahaan pelayaran lepas pantai yang membantu perusahaan minyak di Indonesia dengan operasional dan logistik.. Perusahaan menemukan adanya insiden kecelakaan kerja yang terjadi selama tahun 2017 2023. Kata kunci: PT XYZ, Perancangan, Prosedur Investigasi, Insiden Kecelakaan, ISO 45001:2018 klausul 6.1, Business Process Improvement
Perancangan Standard Operational Procedure Quality Control berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 8.7 menggunakan Metode Business Process Management di UMKM Hole Rositha , Veminia; Widaningrum , Sri; Amalia, Sheila
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Hole merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang industri konveksi pakaian yang berada di Cimahi yang sudah berdiri sejak tahun 2019 dan menjadi salah satu UMKM yang berkembang pesat di bidang produksi pakaian. UMKM Hole memasarkan berbagai macam produk seperti t-shirt, topi dan totebag. Namun, UMKM Hole mendapatkan banyak keluhan pelanggan terkait jahitan yang tidak rapi yang juga mengakibatkan pelanggan melakukan pengembalian atau return produk karena kualitas pada produk yang diterima tidak sesuai. Hal ini terjadi dikarenakan UMKM Hole belum memiliki dan menerapkan standar quality control pada produk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang kriteria dan standar produk beserta SOP quality control untuk membantu UMKM Hole mengontrol kualitas produk yang dimiliki. Pada penelitian ini menggunakan metode Business Process Management yang dapat membantu untuk mengidentifikasi, menganalisis, mendesain ulang, menerapkan dan memantau proses bisnis. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan teori kualitas produk untuk menetapkan standar kriteria produk dan juga standar ISO 9001:2015 untuk merancang SOP yang dapat membantu untuk mengoptimalkan proses quality control. Setelah dilakukan identifikasi requirement teori menurut Garvin dan requirement ISO 9001:2015, dihasilkan rancangan SOP quality control yang berisikan sembilan aktivitas beserta rekaman terkait yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan proses quality control dan sudah memenuhi siklus PDCA. Dengan adanya perancangan SOP quality control yang dihasilkan, diharapkan dapat menjadi acuan bagi UMKM Hole dalam proses pelaksanaan quality control sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produk t-shirt yang dihasilkan serta dapat meningkatkan rasa kepuasan bagi pelanggan. Kata kunci: UMKM, ISO 9001:2015, Quality Control
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Amalia, Rifa Amalia, Sheila Angelyca H, Yohana Anggun Kertadela Puspitasari Annisa Husna Alif Asih Aulia Putri Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia Yogi Fachlivan Aulia, Shafaa Budi Ayudita Oktafiani Benny Yanuarsih Benny Yanuarsih, Benny Cahyadi, Dea Arya Dita Chandra Alamsyah Cut Rima Asyifa Elvira A, Celline Isabel Faisal Fathurrahman Fakhrurrozi Fakhrurrozi Farli Erigga Putra Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Hani Novita Tresnasari Heriyono Lalu Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ilma Mufidah Irma Nurmawanti Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Klarissa , Rafa Deal Marina Yustiana Lubis Medianti Arifia Dewi Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Rahayu Mugni Rifki Muhammad Iqbal Muhammad Rivai Murfid, Nurjihan Aqilah Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nadya Rachma Asalia Naila Farhana Naila Farhana, Naila Nanda Marhandhika Putri Ni Putu Tiara Santi Riyani Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Nugrahaini S., Yunita Nurul Apriliani Nusaibah Nusaibah Osama, Dito Parawansyah, Canda Putra Pratya Poeri Suryadhini Prayoga, Faris Aditya Puteri, Anisa Riska Putri, Anastasya Mahendra Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhani, Alfian Rara Niken Ramadhany Risya Yuthika Rizki Eka Ridani Romyah Bighoiri Romy Rositha , Veminia Rositha, Veminia Ryan Gamas Agromega Ryan Rachmadian Saalino , Irene Datu Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma , Sheila Amelia Shafira Amanda Umar Sheila Amalia Salma Shifa Khairunnisa Shifa Khairunnisa, Shifa Susanto , Hadi Sutari, Wiyono Syahrastani Ayasa Tulusiani Widjanarko Utami Wulandari Widiana, Adrian Wahyu Widjanarko, Tulusiani Willy Pratisna Wiyono Sutari Wulandari, Kartika Salsabilla Yunita Nugrahaini Safrudin Yunita Putri Gita Mulyandari