Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Indeks Ekologi Satwa Aves Dalam Kawasan RTH Privat Wilayah Selatan Kota Makassar Mannan, Abdul; Zhiddiq, Sulaiman; S. Tabbu, Muhammad Ansarullah; Arfandi, Arfandi
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i1.65953

Abstract

Urbanization and rapid development in Makassar City have led to habitat fragmentation, affecting the sustainability of avian species in the area. This study aims to understand the carrying capacity of private green spaces (RTH) in preserving avian species in Makassar City. The results indicate a moderate diversity index, with 19 bird species identified. The Eurasian Tree Sparrow and Sooty-headed Bulbul are the most common species, but species distribution is even, suggesting that no species significantly dominates. These findings indicate that despite urbanization pressures, private RTH remains an important habitat for birds. Endemic species like the Makassar White-eye, as well as threatened species such as the Java Sparrow and the Asian Koel, which are classified as Endangered and Vulnerable by the IUCN Red List, were found in the area. Additionally, these RTHs support protected species like the Great Egret, which plays a vital role in maintaining the balance of local aquatic ecosystems. The study concludes that private RTHs in southern Makassar City play a crucial role in bird conservation and the balance of urban ecosystems. Wise protection and management of these areas are essential to support biodiversity amidst intensive urbanization. These findings can serve as a basis for better environmental policy development, benefiting not only bird species but also the overall health of urban ecosystems.
Geographical Learning through Traditional Practices: The Case of Assuro Maca in Labakkang, Pangkep Indonesia Syamsunardi; Syarif, Erman; Maddatuang; Zhiddiq, Sulaiman; Achmad, St. Aqilah Raihanah
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 1 No. 2 (2024): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v1i2.4

Abstract

This research aims to determine the process of the assuro maca tradition of the Labakkang sub-district community, Pangkep district. The process in this case includes the history of the beginning of the assuro maca tradition, the development of the Assuro maca tradition and the continuation of the Assuro maca tradition. This type of research is qualitative descriptive research. Data collection methods are through interviews, participatory observation and documentation in obtaining primary data to be used as research results which are supported by secondary data sourced from studies of scientific literature. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the beginning of the assuro maca tradition began when Islam entered the archipelago. The development of the assuro maca tradition, in the past, its implementation was carried out in a large house which was usually called Arajang, but as time progressed, people now had private homes that were capable of doing so, so the implementation of the assuro maca tradition was carried out in their own homes. The potential for the assuro maca tradition is very large due to the values of brotherhood and togetherness inherent in this tradition.
Indeks Ekologi Satwa Aves dalam Kawasan RTH Privat Wilayah Selatan Kota Makassar Mannan, Abdul; Zhiddiq, Sulaiman; Tabbu, Muhammad Ansarullah S.; Arfandi, Arfandi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Urbanisasi pesat di Kota Makassar menciptakan fragmentasi habitat yang berdampak pada kelestarian aves. Penelitian ini bertujuan memahami peran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat dalam menjaga kelestarian burung di kawasan tersebut. Hasil menunjukkan adanya indeks keanekaragaman sedang dengan 19 spesies burung teridentifikasi. Burung Gereja Erasia dan Kutilang adalah spesies paling umum, dengan distribusi yang merata, tanpa spesies yang mendominasi secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat tekanan urbanisasi, RTH privat tetap menjadi habitat penting bagi burung, termasuk spesies endemik seperti Kacamata Makassar dan spesies yang terancam seperti Gelatik Jawa dan Kerak Kerbau, yang berstatus Endangered dan Vulnerable menurut IUCN Redlist. RTH ini juga mendukung spesies dilindungi seperti Kuntul Besar, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian menyimpulkan bahwa RTH privat di selatan Kota Makassar memiliki peran krusial dalam konservasi burung dan ekosistem perkotaan. Perlindungan dan pengelolaan yang bijaksana diperlukan untuk mendukung keanekaragaman hayati di tengah urbanisasi yang intensif, serta mendasari kebijakan lingkungan yang lebih baik untuk kesehatan ekosistem perkotaan secara keseluruhan. Kata Kunci: Keanekaragaman Hayati,Ruang Terbuka Hijau, Segmentasi Habitat
Kajian Kesesuaian Lahan Tanaman Porang (Amorphophallus Muelleri) Di Das Kaonisik Sub Das Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa Zhiddiq, Sulaiman; Yusuf, Muhammad; Mannan, Abd.; Haris, Nurul Afdal; Salam, Nurul A.
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat141670442025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1. Kualitas dan Karakteristik lahan, 2)   Tingkat kesesuaian lahan. Menggunakan metode purposive sampling berbasis SIG, tumpangsusun peta penggunaan lahan, peta lereng, peta tanah, dan peta bentuklahan. Menggunakan data analisis lapang dan laboratorium dengan teknik analisis data yaitu matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Karakteristik lahan di DAS Kaonisik yaitu berada pada iklim agak kering, temperatur atau suhu udara sedang; media perakaran untuk drainase tanah baik sampai terhambat; tekstur tanah  liat hingga berpasir; kedalaman efektif sedang-dalam; retensi hara untuk KTK tanah sedang-tinggi; pH tanah netral; hara tersedia untuk P2O5 (P tersedia) tinggi-sangat tinggi; K2O rendah-sangat rendah; N-total 0,06-0,22; Potensi mekanisme untuk lereng dari datar, landai, agak landai/miring, curam, dan sangat curam; bahaya erosi tidak ada-sedang; Batuan permukaan tidak ada-banyak. Tingkat kesesuaian lahan diperoleh empat kelas yaitu sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2), sesuai marginal (S3).
Kajian Kesesuaian Lahan Tanaman Porang (Amorphophallus Muelleri) Di Das Kaonisik Sub Das Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa Zhiddiq, Sulaiman; Yusuf, Muhammad; Mannan, Abd.; Haris, Nurul Afdal; Salam, Nurul A.
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat141670442025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1. Kualitas dan Karakteristik lahan, 2)   Tingkat kesesuaian lahan. Menggunakan metode purposive sampling berbasis SIG, tumpangsusun peta penggunaan lahan, peta lereng, peta tanah, dan peta bentuklahan. Menggunakan data analisis lapang dan laboratorium dengan teknik analisis data yaitu matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Karakteristik lahan di DAS Kaonisik yaitu berada pada iklim agak kering, temperatur atau suhu udara sedang; media perakaran untuk drainase tanah baik sampai terhambat; tekstur tanah  liat hingga berpasir; kedalaman efektif sedang-dalam; retensi hara untuk KTK tanah sedang-tinggi; pH tanah netral; hara tersedia untuk P2O5 (P tersedia) tinggi-sangat tinggi; K2O rendah-sangat rendah; N-total 0,06-0,22; Potensi mekanisme untuk lereng dari datar, landai, agak landai/miring, curam, dan sangat curam; bahaya erosi tidak ada-sedang; Batuan permukaan tidak ada-banyak. Tingkat kesesuaian lahan diperoleh empat kelas yaitu sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2), sesuai marginal (S3).
Pendampingan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan sebagai Upaya Konservasi Air bagi Masyarakat Desa Romang Lompoa, Samata, Kabupaten Gowa Qaiyimah, Dinil; Zhiddiq, Sulaiman; Maru, Rosmini; Yusuf, Muhammad; Rasjusti, Rasjusti; Nasrul, Nasrul
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v5i1.73789

Abstract

Sampah saat ini menjadi salah satu problem lingkungan yang dalam praktiknya masih tidak dilakukan pengelolaan denngan baik. Permasalahn sampah berdampak pada kondisi ekosistem lingkungan yang berkelanjutan karena dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi banjir, penurunan kualitas jika dibuang di Kawasan pengairan, dan pelepasan gas metan ke udara. Sehingga perlu untuk dilakukan pengelolaan dengan baik sebagai upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah: (1) Memberikan edukasi bagi masayarakat terkait pengelolaan sampah organic; (2) Edukasi konservasi air melalui pemilahan sampah; dan (3) Penerapan teknologi pencacah sampah untuk pembuatan pupuk organic untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi tahap sosialisasi dan pengenalan program kepada Masyarakat sasaran, Melakukan pelatihan dan pendampingan melalui edukasi dan praktik Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan sebagai Upaya Konservasi Air bagi Masyarakat Desa Romang Lompoa, Samata, Kabupaten Gowa. Hasil program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi sederhana. Masyarakat mampu mengolah limbah menjadi kompos, pupuk, dan pakan ternak, serta berkontribusi pada konservasi air dengan tidak lagi membuang sampah ke kawasan perairan. Penerapan alat pencacah sampah organik mempercepat proses pengolahan dan mendorong kemandirian serta produktivitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga.
Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan DAS Hulu Jeneberang Pasca Longsor Lahan di Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa Zhiddiq, Sulaiman
LaGeografia Vol 23, No 3 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i3.74017

Abstract

The increasing demand for land has led to extensive land-use conversions. Therefore, this study discusses land use, land-use zoning, and the extent of land-use changes in the upper watershed (DAS) of the Jeneberang River. This research uses Landsat imagery analysis with an overlay method. The data used includes land-use maps from 2003 and 2015, supplemented with field measurements. The results show that there are seven types of land use, with the largest area being open land (1,024.36 ha), and the smallest being lakes (2.82 ha). The smallest reduction in land area occurred in residential areas, with no change (0 ha), primarily located in the western region. Conversely, the largest increase in land use occurred in open land, which expanded by 242.91 ha or 8.81 percent, spreading from the central to the southern region. Meanwhile, the area of residential land use did not change from 2003 to 2015. The dominant change of 242.91 ha in open land has contributed to a lower catchment area and increased surface runoff. Therefore, mitigation is needed through the construction of check dams, even though this may lead to river sedimentation.AbstrakMeningkatnya kebutuhan lahan menyebabkan terjadinya banyak alih fungsi lahan. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang land use,  zonasi land use  dan luasan perubahan land use di DAS hulu utama sungai Jeneberang. Penelitian ini menggunakan analisis citra landsat dengan metode overley. Data yang digunakan adalah peta land use tahun 2003 dan 2015, yang dilengkapi dengan pengukuran lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk land use  terdiri dari tujuh bentuk land use, yakni paling luas adalah  lahan terbuka  seluas 1.024.36 ha, sebaliknya paling sempit adalah  danau seluas 2.82 ha. Selanjutnya pengurangan luas lahan terendah terjadi pada kawasan permukiman yaitu 0 ha yang menyebar pada wilayah bagian Barat. Sebaliknya penambahan luas penggunaan lahan terbesar terjadi pada lahan terbuka yaitu seluas 242.91 ha atau sebesar 8.81 persen yang menyebar pada wilayah tengah ke Selatan. Sementara itu, luas penggunaan lahan permukiman tidak mengalami perubahan dari tahun 2003 ke 2015.  Perubahan dominan seluas 242.91ha di lahan terbuka, penyebab rendahnya chatmen area chatmen area, limpasan permukaan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan mitigasi melalui tindakan pembuatan cekdam walau dapat memicu pendangkalan sungai.
Dampak Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Pendidikan Terhadap Masyarakat Patiung, Irene Dian; Nyompa, Sukri; Syarif, Erman; Zhiddiq, Sulaiman; Maddatuang, Maddatuang
LaGeografia Vol 22, No 2 (2024): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i2.52099

Abstract

This study aims to investigate the impact of the implementation of the education zoning system policy on the community in Buntao' sub-district, North Toraja district. The research focus includes 1) The impact of the implementation of the education zoning system on the community, 2) Community efforts in enrolling in schools, and 3) Government measures to overcome the impact of the implementation of the education zoning system. The research method used is descriptive qualitative. The results show that the implementation of the zoning system has positive and negative impacts. Positive impacts include the effectiveness of online registration but it also creates difficulties for students to be admitted to the school of their choice, resulting in a sense of injustice. In addition, the lack of community knowledge about the zoning system led to cheating. Community efforts include population transfer and enrollment through the merit route. The government took measures to address the negative impacts, such as the division of school zones and increased socialization and publication of the zoning mechanism. Other measures included supervision in the data verification process. This research contributes to the understanding of education policy implementation and provides recommendations to improve the effectiveness of the zoning system in the future.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak implementasi kebijakan sistem zonasi pendidikan terhadap masyarakat di Kecamatan Buntao', Kabupaten Toraja Utara. Fokus penelitian mencakup: 1) Dampak penerapan sistem zonasi pendidikan terhadap masyarakat, 2) Upaya masyarakat dalam mendaftar pada sekolah, dan 3) Langkah pemerintah dalam mengatasi dampak implementasi sistem zonasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem zonasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif meliputi efektivitas pendaftaran online namun juga menimbulkan kesulitan bagi siswa untuk diterima di sekolah pilihan mereka, menghasilkan rasa ketidakadilan. Selain itu, minimnya pengetahuan masyarakat tentang sistem zonasi menyebabkan kecurangan. Upaya masyarakat meliputi perpindahan kependudukan dan pendaftaran melalui jalur prestasi. Pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi dampak negatif, seperti pembagian zona sekolah dan peningkatan sosialisasi serta publikasi mekanisme zonasi. Langkah lain termasuk pengawasan dalam proses verifikasi data. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman terhadap implementasi kebijakan pendidikan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas sistem zonasi di masa depan.
Pengaruh Penyadapan Getah Pinus terhadap Ekonomi Masyarakat: sebuah Tinjauan Geoekonomi di Desa Sasakan Siri, Sartika; Zhiddiq, Sulaiman; Hasriyanti, Hasriyanti; Nyompa, Sukri; Mannan, Abdul
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.66500

Abstract

Pine resin tapping is a potential economic activity that contributes to increasing rural household income. This study aims to: (1) examine the economic condition of the community before and after engaging in resin tapping, and (2) analyze the impact of resin tapping on the community's economy. A descriptive quantitative method was used, with a sample of 40 respondents who consistently engage in resin tapping. Data were collected through observation, interviews using questionnaires, and documentation. The results show that before engaging in resin tapping, all respondents were in the medium economic category. After the activity, 22.5% remained in the medium category and 77.5% shifted to the high economic category. No respondents were in the low category before or after tapping. A paired sample t-test showed that the calculated t-value was greater than the critical t-value, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho). This indicates that pine resin tapping in Sasakan Village has a significant positive impact on the community's economy. It is recommended that resin tapping activities continue to be supported through training and improved market access to enhance their contribution to community welfare.AbstrakPenyadapan getah pinus merupakan kegiatan ekonomi potensial dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan setelah melakukan penyadapan, serta (2) menganalisis pengaruh penyadapan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 40 responden yang aktif melakukan penyadapan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyadapan, seluruh responden berada dalam kategori ekonomi sedang. Setelah penyadapan, 22,5% berada dalam kategori ekonomi sedang dan 77,5% meningkat ke kategori ekonomi tinggi. Tidak ada responden yang berada dalam kategori rendah sebelum maupun sesudah penyadapan. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa t-hitung ≥ t-tabel, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ini membuktikan bahwa penyadapan getah pinus di Desa Sasakan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Disarankan agar kegiatan penyadapan terus didukung melalui pelatihan dan akses pasar yang lebih baik, guna memperkuat kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.
STRATEGI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XII IPS-3 SMAN 2 MAJENE SULAWESI BARAT) Zhiddiq, Sulaiman; Syamsul, Putri A; Syarif, Erman; Yusuf, Muhammad; Mannan, Abdul
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.61227

Abstract

This Classroom Action Research aims to determine whether the application of the discovery learning model can improve the geography learning outcomes of students of class XII-IPS3 SMAN 2 Majene. Initial observations showed that the learning process was less dynamic, the students' learning outcomes had not met the KKM, besides that because they had not or did not use a learning model. Therefore, this research took the topic of applying the discovery learning model in the hope of improving learning outcomes. The results of this study showed an increase in learning outcomes by using the discovery learning model seen from the average value of learning outcomes in cycle I which was 75.86 with a percentage of classical learning completeness of 31.03% then increased in cycle II with an average value of 88.62 with a percentage of classical learning completeness of 86.20%.