Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Sifat-Sifat Fisik Mata Jaring Gillnet Terubuk (Tenualosa macrura) Mardiah, Ratu Sari; Krisnafi, Yaser; Hutapea, Roma Yuli F; Mathius Tiku; Sony Anwar
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 6 No 2 (2023): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Volume 6 No. 2 Edisi Desember
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v6i2.3435

Abstract

The aim of this research is to identify changes in net geometry and analyze the correlation between the physical properties of the net and the geometry of the net that has been used for 1 to 3 years. The research used an experimental method by directly measuring the geometry of the net, namely mesh size, net diameter and knot height. The research also analyzed data on breaking strength and net elongation which were correlated with net geometry. The condition of the net when tested was dry. There were 4 treatments used in the research, namely control nets, nets that had been used by fishermen for 1, 2 and 3 years. The results of the research stated that the highest average gillnet mesh size value was for the 2 year net treatment and the lowest was 3 years. The highest average value of net diameter was the 1 year net and the lowest was the 2 year net. Meanwhile, the highest average gillnet node height is 1 year and the lowest is 3 years. The correlation value of net geometry with breaking strength has varying values. Breaking strength is closely related to the height of the knots in the mesh with a positive value of 0.77, whereas for mesh elongation all the mesh geometry indicators have negative values, so each increase in the mesh geometry value will decrease the elongation value.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS WILAYAH PENGAWASAN PERIKANAN (WPP-711) MENGGUNAKAN METODE AHP-TOPSIS Krisnafi, Yaser; Hozairi, Hozairi; Iskandar, Budhi Hascaryo; Wisudo, Sugeng Hari; Haluan, John
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.671 KB)

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau sering disingkat dengan WPP NRI merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi ekslusif Indonesia (ZEEI). Setiap tahun Pemerintah Indonesia mengalami kerugian yang besar akibat pencurian ikan dibeberapa wilayah di WPP 711, salah satu permasalahan disebabkan oleh belum terpilihnya satuan kerja utama di WPP 711, memilih satuan kerja utama tidaklah mudah karena harus mempertimbangkan banyak kriteria sehingga Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam mengambil keputusan harus melalui perhitungan dan pemikiran jangka panjang agar keputusan yang diambil tidak salah, maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan dalam menentukan wilayah satuan kerja utama di WPP 711. Metode yang digunakan dalan mengambil keputusan adalah AHP (Analytical Hierarcy Process) dan TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Dengan menggunakan metode tersebut, maka diperoleh wilayah satuan kerja utama dari beberapa kriteria (Daerah perbatasan, potensi sumber daya ikan, alur laut international, fasilitas & sarana prasarana, jumlah armada, penegakan hokum) adalah Satker Pontianak (0.780), Satker Natuna (0.778) dan Satker Batam (0.769). Hasil perangkingan tersebut akan dijadikan acuan sebagai dasar penentuan strategi peningkatan pengawasan wilayah perikanan di WPP 711 sehingga mampu meminimalisasi kerugian Negara akibat pencurian SDA di wilayah WPP 711 Indonesia.
STRATEGY FOR DEVELOPMENT OF RASBORA GALAXY (DANIO MARGARIATUS) ORNAMENTAL FISH CULTIVATION BUSINESS AT MINA MAKMUR FARM BOJONGSARI DISTRICT, PURBALINGGA REGENCY OF CENTRAL JAVA PROVINCE Krisnafi, Yaser; Wartini, Sri; Nugraha, Jefri Putri; Agustina, Yuli
MSJ : Majority Science Journal Vol. 2 No. 1 (2024): MSJ-February
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v2i1.78

Abstract

Ornamental fish cultivation is a business in the fisheries sector that is quite promising to develop. Market potential and high demand for ornamental fish, especially freshwater ornamental fish, further expand opportunities for developing ornamental fish cultivation. One of the regions with the largest ornamental fish production is Purbalingga Regency.One of the ornamental fish cultivated in Purbalingga Regency is the Rasbora Galaxy fish (Danio Margariatus). As an effort to develop the business of cultivating rasbora galaxy ornamental fish, an approach is needed to formulate the right strategy. One way or approach that can be taken to formulate an appropriate and effective business development strategy is through a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. The aim of this research is to determine the technical aspects of cultivating Rasbora Galaxy ornamental fish in Bojongsari District, Purbalingga Regency and identify factors, both internal and external that influence the development of the Rasbora Galaxy ornamental fish business, as well as determining priority business development strategies for the business using analysis. SWOT.The analysis method consists of analyzing internal factors with Internal Factor Evaluation (IFE), and analyzing external factors with External Factor Evaluation (EFE). The results of the IFE analysis obtained a value of0.53and EFE obtained a result of 0.89. The results of the SWOT analysis for this business are in quadrant 1, so the strategy applied is the SO (Strength-Opportunities) strategy. SO strategy is a strategy that utilizes internal strengths to capture existing opportunities
PENENTUAN GROSS TONAGE KAPAL PURSE SEINE DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN FISIK DI TEGAL, JAWA TENGAH: PENENTUAN GROSS TONNAGE KAPAL PURSE SEINE DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN FISIK DI TEGAL, JAWA TENGAH Suharyanto, Suharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, R. Mohamad Adha; Krisnafi, Yaser; Kusumo, Tonny
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.12-21

Abstract

Penelitian dilaksanakan di perusahaan dock dan perkapalan PT. Perikanan Indonesia, PT. Tiara, dan koperasi unit desa (KUD) Karya Mina di kota Tegal Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan pada bulan Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan persentase perubahan bentuk badan kapal di bawah dek, nilai Cb (coefficient block) dan GT (gross tonnage) kapal purse seine di wilayah Tegal dengan pendekatan model yang dicelupkan dalam air. Penelitian Cb dan GT difokuskan pada KM. Himalaya SB dengan akurasi 84,44%. Hasil penelitian di ketiga perusahaan dock dan perkapalan tersebut diperoleh bahwa perubahan bentuk badan kapal di bawah dek rata-rata bagian I, II, III, IV, and V adalah masing-masing 14%, 20%, 30%, 11%, dan 25%, sedangkan pada contoh kasus KM. Himalaya SB bagian I, II, III, IV, and V adalah masing-masing 15%, 18% , 29%, 9%, dan 29%. Bentuk didominasi oleh bentuk III dan V, yang memberikan peningkatan nilai Cb dan GT adalah bentuk III dengan bentuk U. Hasil rata-rata persentase perubahan bentuk dari 6 buah kapal termasuk di dalamnya kapal purse seine contoh kasus mempunyai pola yang cenderung sama. Nilai Cb hasil percobaan diperoleh 0,82 > 0,70 dari koefisien faktor “f” sesuai Permenhub Nomor 8 Tahun 2013. Berdasarkan perhitungan GT, didapat peningkatan nilai sebesar 17% jika dibandingkan dengan permen tersebut.
COMPOSITION, LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP, AND FISHING GROUND OF SHARKS LANDED AT PPS CILACAP, CENTRAL JAVA Krisnafi, Yaser; Dian Novianto; Syam Baharuddin Sahid; Ratih Purnama Sari
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i2.47399

Abstract

This study was conducted to analyze the catches of sharks, such as composition, length-weight relationship, and to determine the distribution of shark fishing areas. Every fishing activity has by-catch issues. Fishers commonly catch sharks as by-catch. These fishing activities will harm the shark ecosystem in the waters. This research was conducted in March – May 2021 at PPS Cilacap. The results of this study showed that A. superciliosus (paitan shark) was a common catches and its total catch was 1,820 kg. The next common catch was Carcharhinus falciformis and the total catch was 723 kg. The lowest catch was the Carcharhinus sorrah shark (sorrah shark) and its total catch was 16 kg. The growth of Carcharhinus falciformis was negative allometric because b-value <3. Meanwhile, the growth of A. superciliosus is positive allometric because b-value was > 3. Length-weight relationship of Carcharhinus falciformis and A. superciliosus was isometric, which means that the growth between length and weight is balanced. Shark fishing areas are located at coordinates 8º - 15º South and 100º - 111º East. The area of shark fishing is at coordinates 8º - 10º South and 108º - 110º East. Keywords: Composition, Length-Weight Relationship
Identification of wage distribution and wage gaps for purse seine crew members Hutapea, Roma Yuli Felina; Krisnafi, Yaser; Simarmata, Rio Ari; Djunaidi, Djunaidi; Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari
Depik Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.2.33258

Abstract

Even though the government has established regulations regarding wages, the reality is that the wages received by crew members of fishing vessels are still not in accordance with regulations. Therefore, the purpose of this study is to identify the distribution of wages on purse seine vessels and to find out the gap between the wages received by crew. To achieve this goal, this study uses catch data for three fishing trips from March to May 2022, as well as crew wages from selling catches on the purse seine vessel PT Hasil Laut Sejati. The secondary data used is the productivity of the annual catch of purse seine vessels as well as supporting data from references related to the topics discussed. The data obtained were then analyzed using descriptive analysis, income analysis, and gap analysis. The average wage received by purse seine vessels crew is around Rp. 677,649.67 Rp. 1,190,134.00, the wages received are far below the City Minimum Wage, with a gap of 71.57% - 83.81%. The wages of Batam City purse seine crew are not in accordance with the City Minimum Wage of Batam City. Economic conditions and wages for crew members significantly require crew to continue working, to make ends meet.Keywords:CatchCrewIncome
MANAJEMEN OPERASIONAL PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE DI PPS NIZAM ZACHMAN (STUDI KASUS PADA KAPAL KM. MEKAR KENCANA 03) Sari, Ratih Purnama; Toratno; Krisnafi, Yaser; Istrianto, Kadi; Prasetyono, Untung
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 3 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.3.313-318

Abstract

Setiap operasi penangkapan ikan tidak terlepas dari proses manajemen yang dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling) agar ketercapaian penangkapan ikan dapat dipenuhi. Purse seine merupakan alat tangkap yang menghasilkan produksi perikanan yang paling tinggi di PPS Nizam Zachman Jakarta. Kajian mengenai proses manajemen operasi penangkapan masih terbatas sehingga perlu dilakukan kajian mengenai manajemen operasional penangkapan pada KM. Mekar Kencana 03 di PPS Nizam Zachman Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kegiatan penangkapan ikan di KM. Mekar Kencana 03 dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Persiapan keberangkatan dilakukan 30 menit sebelum keberangkatan. Jumlah anak buah kapal saat melakukan penangkapan di laut minimal sebanyak 32 orang termasuk nakhoda. Perbekalan disiapkan sesuai dengan jumlah awak kapal. Kondisi kapal harus dipantau seperti mesin induk dan mesin gardan. Dokumen perizinan kapal harus disiapkan, pengecekan alat tangkap dan pengecekan alat navigasi kapal juga dilakukan. Pengawasan operasi penangkapan dilakukan langsung oleh pemilik kapal yang berperan sebagai nakhoda kapal. Kata kunci: manajemen, operasional, purse seine, PPS Nizam Zachman
INTERPRETASI HASIL TANGKAPAN DENGAN DUA TRIP PENANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE DI TANJUNG BALAI PROVINSI SUMATERA UTARA Ikhsan, Suci Asrina; Krisnafi, Yaser; Fernanda, M. Alfikhry; Mardiah, Ratu Sari; Tiku, Mathius; Hutapea, Roma Yuli F.
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i1.1371

Abstract

Kota Tanjung Balai merupakan salah satu kota potensial perikanan laut yang ada di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Berbagai perusahaan perikanan terdapat di kota Tanjung Balai, salah satunya adalah PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah merupakan armada penangkapan yang dimiliki PT. Selamat Abadi. KM. Malindo Indah mengoperasikan alat tangkap purse seine di perairan 711, dengan potensi utamanya adalah ikan pelagis kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan komposisi hasil tangkapan KM. Malindo Indah dan mengidentifikasi hasil tangkapan utama dan hasil tangkpan sampingan KM. Malindo Indah. Penelitian dilaksanakan dengan kapal purse seine KM. Malindo Indah yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 30 April 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Purse seine merupakan alat tangkap yang bersifat multi species. Hasil tangkapan KM Malindo Indah didominasi oleh ikan pelagis kecil, dengan total hasil tangkapan trip pertama sebanyak 73.425 kg dan trip kedua sebanyak 44.421 kg. Persentase hasil tangkapan KM. Malindo Indah sebanyak 62% trip pertama, sedangkan trip kedua sebanyak 38%. Hasil tangkapan KM. Malindo Indah 99% adalah hasil tangkapan utama, sedangkan 1% nya adalah hasil tangkapan sampingan. Hasil tangkapan utama KM. Malindo Indah yaitu Layang (93%), Kembung (3%), Selar (2%), Tongkol (1%) dan Mata Besar (1%), sedangkan hasil tangkapan sampingan KM. Malindo Indah adalah Caru dan Bawal.
The influence of facilities on fish quality in ports of east waters, North Sumatera (case study in belawan fishing port, North Sumatera) Sari, Ratih Purnama; Krisnafi, Yaser; Tiku, Mathius; Hutapea, Roma Yuli F; Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29148

Abstract

One of the problems faced in the development of the marine and fisheries sector nationally is the low quality of the fish capture due to the limited capacity and quantity of available port infrastructure resulting in the decrease in competitiveness. The data in this study were related to fish capture from fishing boats to wholesalers. The data obtained was observation of the location of the vessel, the fish auction place, and the marketer. The types of fish taken were Kurisi (Nemipterus pneumatophores), Biji Nangka (Upeneus mullocensin), Kapas-Kapas (Gerres erythronium), Bawal Putih (Pampus argenteus), Kembung (Rastrelliger spp). Fish examining was done by looking at the organoleptic and pH values. The pH value was obtained by testing the pH meter, while the organoleptic value was obtained by observing the physical condition using a score sheet. To determine the magnitude of the influence of facilities on fish quality, and the correlation between organoleptic values and pH, an analysis using simple linear regression was conducted. The average organoleptic value of fish while on the boat, when distributed, and when in the marketplace were 8,248; 7,024; and 6.6 respectively. Meanwhile, the average pH value was 7.05; 5.51; and 5.15. The quality of fish caught at Class A Fishing Port of Belawan is still of good quality. The pH test showed decline in pH value ever since the fish was brought to the port until they were marketed. The influence of facilities on the fish organoleptic and pH value are 98.3% and 96%. Thus, facilities significantly affect fish quality at Belawan Fishing Port. Between pH and organoleptic values showed a positive correlation, hence when the pH value decreased, the organoleptic value also dropped.Keywords:Belawan Fishing PortEast WatersFacilities InfluenceFish Quality
STRATEGI PENANGKAPAN TUNA (Thunnus spp.) DAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) PADA AREAL RUMPON UNTUK MENDAPATKAN UKURAN LAYAK TANGKAP MENGGUNAKAN PANCING ULUR Rumpa, Arham; Asia, Asia; Krisnafi, Yaser; Syamsuddin, Muhidin; Rasdam, Rasdam; Pontoh, Peggy; Kasim, Muh
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.1.2025.22 - 35

Abstract

Pengetahuan tentang perilaku kelompok jenis tuna dan cakalang pada areal rumpon merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai strategi penangkapan optimal untuk mendapatkan ukuran ikan layak tangkap. Pengumpulan data di mulai tahun 2020-2024 dengan mengacu pada Prosedur Protokol Sampling untuk Pancing Tuna Artisanal Indonesia yang dikembangkan oleh United States Agency for International Development – Indonesia Marine and Climate Support (USAID-IMACS) bekerjasama dengan enumerator dari Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI). Kriteria ukuran tuna layak tangkap dianalisis berdasarkan length at first maturity (Lm). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa prosentase hasil tangkapan dan ukuran layak tangkap pada areal rumpon menggunakan pancing ulur didominasi oleh tuna madidihang (Thunnus albacares) 76,32% dengan ukuran yang layak tangkap sebesar 44,27%, tuna mata besar (Thunnus obesus) 10,05% dengan ukuran layak tangkap 55,60%, dan cakalang (Katsuwonus pelamis) 5,09%  dengan ukuran layak tangkap 48,40%.  Sedangkan hasil tangkapan pancing ulur tanpa menggunakan rumpon atau di luar area rumpon berbeda jauh prosentase proporsi ukuran layak tangkapnya, yaitu 87,7%  untuk tuna madidihang; 97,65 %  tuna mata besar; dan cakalang layak tangkap sebesar 90,00%. Untuk mengurangi prosentase tertangkapnya ikan ukuran tidak layak tangkap, selain dengan strategi tanpa menggunakan rumpon juga dapat menerapkan metode pengaturan kedalaman penurunan alat tangkap, pengaturan waktu penangkapan, dan pengaturan ukuran mata pancing. Informasi ini sangat dibutuhkan dalam pengelolaan spesies tuna dan cakalang secara berkelanjutan khusunya untuk penangkapan pada areal rumpon.