Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI KAWASAN MANGROVE BULAKSETRA, KABUPATEN PANGANDARAN Hakim, Muhammad Romdonul; Krisnafi, Yaser; Edi Prayitno, Muhammad Riyono
MARLIN Vol 2, No 1 (2021): (Februari, 2021)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V2.I1.2021.55-61

Abstract

Kawasan mangrove Bulaksetra diinisiasi oleh masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran yang merehabilitasi kawasan pemukiman nelayan yang rusak oleh tsunami pada tahun 2006 dengan tumbuhan mangrove. Bibit mangrove yang ditanam untuk kegiatan rehabilitasi didominasi oleh Rhizophora apiculata. Metode pengamatan menggunakan transek kuadran. Hasil penelitian menunjukkan pada stasiun 1 Rhizophora apiculata menjadi jenis mangrove yang paling dominan untuk stadia pohon, anakan dan semai dengan Indeks Nilai Penting (INP) berturut-turut: 185,82; 100,00; dan 200,00. Pada stasiun 2 didominasi oleh Sonneratia spp. untuk stadia pohon, anakan dan semai dengan INP berturut-turut: 300,00; 66,67; dan 200,00. Terakhir, pada stasiun 3 hanya terdapat mangrove Rhizophora spp. pada stadia anakan dengan INP 200,00. Hasil ini menunjukkan bibit Rhizophora apiculata telah berhasil tumbuh dengan baik terbukti pada stasiun 2 dan 3 ditemukan Rhizophora apuiculata pada stadia anakan. Nilai indeks keanekaragaman < 2 menunjukkan kawasan mangrove Bulaksetra bersifat rentan apabila ada tekanan ekologis dari lingkungan sekitarnya.
Aplikasi serbuk daun mangrove (Rhizopora sp.) sebagai pengawet alami tali rami pada alat tangkap jaring ikan: Application of mangrove leaves powder (Rhizopora sp.) as a natural preservative for hemp rope in fishing gear Krisnafi, Yaser; Sumartini, Sumartini; Mardiah, Ratu Sari
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.47046

Abstract

Tali rami adalah bahan yang digunakan untuk membuat jaring pada alat tangkap. Sifat tali rami yang mudah busuk dan masa pakai yang singkat membuat tali ini kurang diminati oleh nelayan. Bahan pengawet digunakan untuk menambah usia pakai tali rami, salah satunya adalah daun mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh aplikasi serbuk daun mangrove Rhizophora sp. sebagai pengawet tali rami berdasarkan parameter kemuluran benang dan kuat putus. Daun mangrove Rhizophora sp. yang digunakan jenis daun muda dengan warna hijau tidak pekat. Serbuk daun mangrove Rhizophora sp. dianalisis proksimat dan fitokimia. Pengawetan tali rami terdiri atas perlakuan tanpa perendaman serbuk daun Rhizophora sp. (kontrol) dan perendaman 0,3; 0,5; 0,7; dan 0,9 kg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun mangrove Rhizophora sp. memiliki kadar air 6,31±0,06%; lemak 0,66±0,05%; abu 8,28±0,10%; protein 8,74±0,04%; serat kasar 15,25±0,05%; dan karbohidrat 65,76±0,05%. Serbuk daun mangrove Rhizophora sp. terdeteksi mengandung senyawa fenol, alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Perbedaan konsentrasi perendaman serbuk daun mengrove dapat memengaruhi (p<0,05) kuat putus basah , namun pada parameter lainnya (kadar air, kemuluran benang basah-kering), kuat putus kering dengan pemberian serbuk daun mangrove pada rentang konsentrasi 0,3-0,9 kg/L tidak berpengaruh signifikan.
KERAGAAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DAN CANTRANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG Tiku, Mathius; Krisnafi, Yaser; Arkham, Muhammad Nur
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 5 No 1 (2021): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.275 KB) | DOI: 10.29244/COJ.5.1.19-27

Abstract

Alat penangkap ikan yang banyak digunakan oleh Nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) TasikAgung, Kabupaten Rembang adalah mini purse seine dan cantrang. Usaha penangkapan denganmenggunakan alat tangkap tersebut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan nelayan lokal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan alat tangkap purse seine dan cantrang di PPPTasik Agung, Kabupaten Rembang berdasarkan spesifikasi, daerah penangkapan dan musim penangkapan.Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei. Pemilihan nelayan sebagai contoh dilakukan secaraaksidensial (accidential sampling) kepada responden yang dipandang orang tersebut layak diterimasebagai sumber data/informasi. Pengolahan dan analisis datanya dikerjakan dengan menggunakan analisisdeskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan spesifikasi alat tangkap mini purse seine yang biasadigunakan oleh nelayan dengan armada penangkapan kapal motor dengan ukuran 11-20 GT umumnyamemiliki panjang dari ujung sayap kiri sampai ujung sayap kanan sekitar 250 m, sedangkan untuk kapaldengan ukuran 20-30 GT menggunakan alat tangkap mini purse seine dengan panjang 360 m. Jaringcantrang mempunyai bagian-bagian berbeda, dimana setiap bagian memiliki ukuran benang, ukuran mata,jumlah mata jaring, serta ukuran dan panjang tali. Operasi penangkapan ikan di Perairan Laut Jawa sampaiperairan Pulau Bawean (12 mil ke arah barat dan utara dari pantai Bawean dan Karimun Jawa) hinggaperairan Kalimantan. Puncak alat tangkap cantrang dan mini purse seine berbeda.Kata Kunci: Mini purse seine, Cantrang, Musim penangkapan, PPP Tasik Agung
Analysis the effect of handling facilities on the quality of fishes landed at fish auction market Sari, Ratih Purnama; Krisnafi, Yaser; Amalia, Ayu Rizky; Miswar, Edy
Depik Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.3.36925

Abstract

Research related to the influence of facilities on the quality of fish landed and auctioned has been done previously, but the catches under this study are still limited to large pelagic fish with complex fish auction facilities. This study was conducted for small pelagic fish where the handling facilities at this location are still very limited. Therefore, survey research with purpose to analyze the effect of handling facilities (ships, fish auction sites, baskets) on the quality of small pelagic fish. The data taken is daily data with the method of observation at the location on the ship, fish auction place, and baskets. The species that taken were Eleutheronema tetradactylum, Ilisha elongate, Pampus argenteus, and Johnius trachychepalus. Each species consists of 5 individuals. Its tests was done by looking at the organoleptic and pH values. The tests were done to every species of fish. The pH value was obtained by testing the fish meat sample on the meat pH meter, while the organoleptic value was obtained by looking at the physical condition of the fish using a score sheet of fresh fish quality parameters. Then after the results are obtained, an analysis is carried out to determine the magnitude of facility influence on fish quality by simple linear regression analysis. The organoleptic values of four kinds of samples were on average 6.84 - 4.95, while the pH values measured in these fish ranged from 6.3 - 5.94. The effect of fish handling facilities on the organoleptic value is 82% compared to other factors. The fish quality as measured by the organoleptic test showed a fairly good quality, while measured by the pH test showed good results. Handling facilities do not greatly affect the quality of fish and there are other factors that can affect the decline in fish quality other than facilities. The relationship between fish handling facilities and quality can give an overview of the contribution of handling facilities to fish quality.Keywords:Fish auction marketFish qualityHandling facilities