Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

THE ABILITY OF GREEN ENTREPRENEURIAL ORIENTATION AND SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TO IMPACT THE SUSTAINABILITY PERFORMANCE OF SMES IN THE GRESIK DISTRICT Narto, Narto; Radianto, Wirawan Endro Dwi; Wahjudono, Denny Bernardus Kurnia
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jebik.v14i1.83431

Abstract

This research explores the sustainability performance phenomenon, focusing on green entrepreneurial orientation, innovation, and supply chain management. The research population consists of entrepreneurial SMEs in the Gresik District. The research sample of 324 respondents was selected using the purposive sampling technique, questionnaires were distributed through online media, and then data analysis was carried out using the PLS technique approach with Smart PLS software. The research revealed that green entrepreneurial orientation significantly impacts green innovation, sustainability performance, and supply chain management. Furthermore, green innovation has a considerable positive impact on sustainability performance, and green supply chain management significantly impacts sustainability performance. Furthermore, green innovation mediates a significant positive relationship between green entrepreneurial orientation and sustainability performance. Additionally, green supply chain management mediates a significant positive relationship between green entrepreneurial orientation and sustainability performance. Contribution This research assists entrepreneurs in exploring environmentally friendly factors to improve the sustainable performance of SMEs to enhance competitiveness. JEL: C12, L26, Q56.
The Use Of Quartz Sand Filters To Improve Iron (Fe) Levels In Well Water Quality Azillia Prameswara, Kirana Noor; Santjoko, Herman; Haryono, Haryono; Narto, Narto
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 22 No. 1, Januari 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v22i1.930

Abstract

Water resource useful for humans in daily lives. Water needs to be processed to make water suitable use. Water quality can affect public health and environmental problems, Iron (Fe) levels in water when consumed can cause health problems. The maximum limit  Iron (Fe) levels in water is 0,2 mg/L Permenkes No. 2 of 2023.  survey conducted Sindumartani well water, Ngemplak, Sleman with an examination result of 3 mg/L. at Organic Iron (Fe) level in PDAM Sleman Unit Nogotirto well water with examination result of 3 mg/L at of the Inorganic Iron (Fe) level. This study uses a quasi-exsperimen with Pre test- Post test with control Group Design to determine the difference in the decrease in Organic Iron (Fe) and Inorganic Iron (Fe) levels after filtration using quartz sand media in well water. The results of this study on water treatment with KMnO4 quartz sand to reduce Inorganic Iron (Fe) levels in water by an average of 2.35 mg/L (88,13%) and Organic Iron (Fe) levels in water by an average of 1.71 mg/L (46,80%). Oxidation process in quartz sand with the highest effective percentage reduction inorganic iron (Fe) levels of 88.13%. Statistical test results show a Sig value of 0.002>0.05 the Independent Sample T-Test, meaning a difference in Organic Iron (Fe) Levels and Inorganic Iron (Fe) Levels before after filtration using quartz sand. Houshing Filter quartz sand media with a volume 700 ml to reduce 88,13% Iron (Fe) Anorgnaik levels well water.
Metode Penurunan Kadar Besi, Mangan, Nitrit dan Amonia dalam Penyediaan Air Bersih Sugianto, Sugianto; Santjoko, Herman; Yamtana, Yamtana; Narto, Narto; Muryani, Sri
Buletin Keslingmas Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13765

Abstract

Sumber mata air masih banyak dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat. Namun dalam pemanfaatan air tersebut masyarakat menghadapi beberapa masalah, seperti mengandung Fe (Besi), Mn (Mangan), NO2 (Nitrit) dan NH3 (Amonia), sehingga kondisi airnya keruh berwarna coklat kekuningan, berbau dan meninggalkan noda jika untuk mencuci. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan model aerasi yang praktis dan teknologi tepat guna untuk masyarakat. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, dengan mendesain pengolahan air model sistem aerasi skala laboratorium. Obyek penelitian adalah air dari sumber mata air di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perlakuan dalam penelitian ini adalah filtrasi aerator sistem tangga (Cascade Aerator) sebagai Model 1, Aerator air mancur (Spray Aerator) sebagai Model 2, Aerator Gelembung Udara (Bubble aerator) sebagai Model 3, dan Aerator air terjun (Waterfall aerator) sebagai Model 4. Proses oksidasi terhadap empat parameter air tersebut, dilakukan dengan filtrasi menggunakan media pasir sungai, pengulangan (replikasi) sebanyak 6 kali. Air contoh uji diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta. Hasil filtrasi oksidasi dari keempat model aerator, mempunyai potensi yang berbeda dalam menurunkan parameter air yang diteliti. Aerator Model 1 penurunan yang dominan terhadap parameter Mn sebesar 63,9%. Aerator Model 2 penurunan yang dominan terjadi pada parameter Fe sebanyak 59,0% dan Amonia sebesar 43,8%. Aerator Model 3 penurunan terjadi pada parameter Fe sebesar 36,5% dan Mn sebesar 30,7%. Aerator Model 4 terjadi penurunan cukup tinggi parameter Fe sebesar 57,4% dan Mn sebesar 64,5%. Hasil penelitian Aerator Model 1, Model 2, Model 3 dan Model 4 mampu menurunkan parameter Fe, Mn, Nitrit dan Ammonia dalam air dengan potensi penurunan yang bervariasi. Aerator yang efektif dan efisien mampu menurunkan kadar Fe dan Mn yang paling banyak adalah Aerator Model 4 (Waterfall / Multiple Tray Aerator).
Biodigesters for Wastewater Treatment and Biogas Generation in Poultry Slaughterhouses Suwerda, Bambang; Narto, Narto; Rois, Ibnu; Murti, Aliya Nugrafitra
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan (on progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.355

Abstract

This study evaluates the integration of a biodigester reactor into the wastewater treatment system at a poultry slaughterhouse to improve effluent quality and produce biogas as an alternative energy source. Wastewater samples were collected before and after biodigester treatment, and the parameters analyzed included Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solids (TSS), oil and grease, and pH stability. Biogas production was also monitored daily. The results showed significant reductions in COD (from 350 mg/L to 148 mg/L), BOD (from 225 mg/L to 82.4 mg/L), and TSS (from 180 mg/L to 32 mg/L), with average decreases of 57.83%, 63.38%, and 82.1%, respectively. Oil and grease levels decreased by 89.5%, although this reduction did not reach statistical significance (p=0,197). The pH values remained stable within the range of 6.0 to 9.0, supporting optimal microbial activity. Biogas production averaged 7.48 m³/hour in the morning and 6.70 m³/hour in the afternoon, demonstrating the biodigester’s capacity to generate renewable energy. The findings confirm that integrating a biodigester enhances organic pollutant removal efficiency, reduces reliance on fossil fuels, and minimizes wastewater pollution, offering both economic and environmental benefits. However, further optimization is needed to effectively reduce oil and grease concentrations. This study highlights the potential of biodigester technology as a sustainable solution for managing poultry slaughterhouse wastewater, contributing to environmental protection and energy recovery
Strategi Pengembangan Dan Pengelolaan Potensi Tuk Mudal Sebagai Destinasi Wisata Melalui Kegiatan Budidaya Lobster (Cherax lorents) di Kabupaten Tegal Narto, Narto; Suyono, Suyono; Hartanti, Ninik Umi
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i1.499

Abstract

ABSTRAK Desa Cempaka terletak di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal.Secara geografis, Desa Cempaka berada di kaki Gunung Selamet dengan luas 8000 ha dan berada pada ketinggian 500 – 650 Mdpl Berdasarkan hasil sensus pada tahun 2019 menyatakan bahwa desa cempaka memiliki luas wilayah 427,94 m2 dengan populasi jumlah penduduk 7904 jiwa terbagi menjadi 3.685 jiwa laki-laki dan 4.219 jiwa perempuan sangat strategis dan memiliki banyak potensi alam yang seharusnya dapat meningkatkan produktivitas warganya.Potensi alam yang ada di Desa cempaka telah dimanfaatkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sehingga pada tahun 2017 desa tersebut dijadikan salah Satu Desa Wisata Kabupaten Tegal dengan destinasi Pasar Slumpring, Tuk Mudal, dan Bukit Bulak Cempaka.Namun walaupun desa tersebut sudah menjadi Desa Wisata, masih banyak anggota Pokdarwis yang belum berkomitmen dengan program tersebut dikarenakan hasilnya belum memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini didukung oleh Pemerintah Desa dalam melakukan konservasi mata air pada lahan pertanian.Sebagaimana diketahui, ada 7 sumber mata air dalam satu kawasan tersebut yang mengairi 160 hektare sawah. Beliau Khawatir jika mata air tersebut mati, dan akhirnya bersama pemuda setempat melakukan pemeliharaan dan pembuatan talud supaya lumpur dari luar tidak masuk. Sebagai upaya untuk memaksimalkan dalam melakukan pendampingan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis SWOT dan Analisis Hirarki Proses (AHP) Berdasarkan hasil perhitungan nilai pada matrik IFAS diperoleh nilai total faktor internal sebesar 4,17 dan EFAS diperoleh nilai total faktor eksternal sebesar 3,07 dengan demikian berdasarkan perhitungan skor pada Matrik IFAS dan EFAS dengan dimasukkan ke internal dan eksternal Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Potensi Tuk Mudal Sebagai Destinasi Wisata Melalui Kegiatan Budidaya Lobster (Cherax lorents) di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Dengan demikian strategi pengembangan yang perlu dilakukan Peningkatan Teknologi Budidaya dapat dilakukan dengan memperkuat strategi jaringan pemasaran berdasarkan teknis pemeliharaan dan teknologi budidaya yang dapat direkomendasikan adalah pengembangan berdasarkan komoditas budidaya dan aplikasi teknologi budidaya secara intensif . . Keywords: Strategi,pengembangan , budidaya, destinasi wisata, potensi ABSTRACT Cempaka Village is located in Bumijawa District, Tegal Regency. In geographically, Cempaka Village is at the foot of Mount Selamet with an area of ​​8000 ha and is located at an altitude of 500 - 650 meters above sea level. A population of 7904 people divided into 3,685 men and 4,219 women is very strategic and has a lot of natural potential that should be able to increase the productivity of its citizens. The natural potential in Cempaka Village has been utilized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) so that in 2017 the village The village was made one of the Tourism Villages of Tegal Regency with the destinations of Slumpring Market, Tuk Mudal, and Bukit Bulak Cempaka. However, even though the village has become a Tourism Village, there are still many Pokdarwis members who have not committed to the program because the results have not met daily needs. This is supported by the Village Government in conserving springs on agricultural land. As is known, there are 7 springs in one area that irrigate 160 hectares of rice fields. He was worried that the spring would die, and in the end, together with local youths, he carried out maintenance and construction of a dam so that mud from outside would not enter. As an effort to maximize the assistance, the method used in this research is qualitative with SWOT analysis and Process Hierarchy Analysis (AHP). Based on the results of the calculation of the value in the IFAS matrix, the total value of internal factors is 4.17 and EFAS is obtained the total value of external factors is 3.07. Mudal As a tourist destination through lobster cultivation activities (Cherax lorents) in Cempaka Village, Bumijawa District, Tegal Regency. Thus, the development strategy that needs to be carried out. Improvement of cultivation technology can be done by strengthening the marketing network strategy based on technical maintenance and cultivation technology which can be recommended is development based on cultivated commodities and intensive application of cultivation technology. Keywords: Strategy, development , cultivation, tourism destination, potential
PEMBINAAN SANITASI DAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) BAGI PENJAMAH MAKANAN DI KALURAHAN SINDUMARTANI, KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sri Haryanti; Narto, Narto; Haryono, Haryono; Wittiin Khairani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 10: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i10.7532

Abstract

Good snack food production is beneficial for small and large scale food industries to produce quality food, suitable for consumption and safe for health. This cannot be separated from the role of traders in serving buyers who are hygienic and comply with food sanitation rules.In Sindumartani District, there are still many food traders who do not implement food sanitation and use Personal Protective Equipment (PPE) for traders so that they can contaminate food and cause disease. The problem found in the field is that food traders in serving buyers pay little attention to sanitation and do not use Personal Protective Equipment (PPE). These include things that are not clean enough, not properly arranged, for example a trash bin under the table, using water to wash cutlery many times, not using an apron, not using a hair cap, not being disciplined in using a mask and not using food tongs when taking food. Efforts made to overcome this are through sanitation development and the use of Personal Protective Equipment (PPE) with education methods for food traders. Providing education on the use of PPE has increased the knowledge of MSME Food Handlers in the food sector regarding the importance of processing food hygienically
Metode Penurunan Kadar Besi, Mangan, Nitrit dan Amonia dalam Penyediaan Air Bersih Sugianto, Sugianto; Santjoko, Herman; Yamtana, Yamtana; Narto, Narto; Muryani, Sri
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13765

Abstract

Sumber mata air masih banyak dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat. Namun dalam pemanfaatan air tersebut masyarakat menghadapi beberapa masalah, seperti mengandung Fe (Besi), Mn (Mangan), NO2 (Nitrit) dan NH3 (Amonia), sehingga kondisi airnya keruh berwarna coklat kekuningan, berbau dan meninggalkan noda jika untuk mencuci. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan model aerasi yang praktis dan teknologi tepat guna untuk masyarakat. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, dengan mendesain pengolahan air model sistem aerasi skala laboratorium. Obyek penelitian adalah air dari sumber mata air di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perlakuan dalam penelitian ini adalah filtrasi aerator sistem tangga (Cascade Aerator) sebagai Model 1, Aerator air mancur (Spray Aerator) sebagai Model 2, Aerator Gelembung Udara (Bubble aerator) sebagai Model 3, dan Aerator air terjun (Waterfall aerator) sebagai Model 4. Proses oksidasi terhadap empat parameter air tersebut, dilakukan dengan filtrasi menggunakan media pasir sungai, pengulangan (replikasi) sebanyak 6 kali. Air contoh uji diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta. Hasil filtrasi oksidasi dari keempat model aerator, mempunyai potensi yang berbeda dalam menurunkan parameter air yang diteliti. Aerator Model 1 penurunan yang dominan terhadap parameter Mn sebesar 63,9%. Aerator Model 2 penurunan yang dominan terjadi pada parameter Fe sebanyak 59,0% dan Amonia sebesar 43,8%. Aerator Model 3 penurunan terjadi pada parameter Fe sebesar 36,5% dan Mn sebesar 30,7%. Aerator Model 4 terjadi penurunan cukup tinggi parameter Fe sebesar 57,4% dan Mn sebesar 64,5%. Hasil penelitian Aerator Model 1, Model 2, Model 3 dan Model 4 mampu menurunkan parameter Fe, Mn, Nitrit dan Ammonia dalam air dengan potensi penurunan yang bervariasi. Aerator yang efektif dan efisien mampu menurunkan kadar Fe dan Mn yang paling banyak adalah Aerator Model 4 (Waterfall / Multiple Tray Aerator).
STRATEGI PEMASARAN REBANA DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Rosyidi, Moh Ririn; Izzah, Nailul; Narto, Narto; Halim, Nur
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya tingkat persaingan bisnis menuntut kemampuan suatu perusahaan untuk bersaing dengan tujuan mencapai target yang telah ditentukan agar tampil lebih unggul dibandingkan organisasi lain. Perusahaan harus mengatur operasinya secara akurat dan tepat. Setelah itu, peneliti dapat berfokus pada bisnis untuk mengetahui posisi perusahaan, dan mengetahui kemana arah perusahaan yang akan diambil, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kekuatan dan menangkap kemungkinan-kemungkinan yang ada. UMKM pemilik produk rebana di Gresik merupakan salah satu pelaku usaha yang berlokasi di Dusun Kaliwot Desa Bungah mengalami fluktuasi penjualan produk tersebut, menurut observasi awal dan wawancara mengacu pada 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), dan mengalami kendala persaingan promosi dan harga jual produk yang bersaing.Penjualan produk rebana diperkirakan turun pada tahun 2021-2023 akibat persaingan harga di pasaran, serta manajemen pemasaran yang masih menggunakan cara manual/tradisional dan tidak memanfaatkan IT atas keberadaan produk yang sudah dihasilkan. Dalam hal ini UMKM harus melakukan perencanaan dan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut, khususnya UMKM harus menyusun strategi pemasaran agar penjualan produk rebana kembali seperti tahun sebelumnya dan mampu bersaing dengan industri rumah tangga rebana.Matriks IFE merangkum dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam bidang fungsional bisnis, serta dasar untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara bidang-bidang tersebut, sedangkan matriks EFE merangkum dan mengevaluasi bidang ekonomi, sosial atau budaya, demografi, politik, dan pemerintahan. informasi, aturan, alam, teknologi, dan daya saing. Berfokus pada pengembangan solusi alternatif yang layak dengan mencocokkan komponen internal dan eksternal utama yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Matriks IE digunakan sebagai alat analisis guna memperoleh strategi bisnis yang lebih tepat pada tingkat korporat atau divisi bisnis. Teknik analisis yang digunakan adalah matriks QSPM, yang memungkinkan evaluasi objektif terhadap berbagai solusi berdasarkan variabel keberhasilan internal dan eksternal. Skor matriks IFE sebesar 0,21 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengkompensasi kekurangan yang ada dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki, total skor matriks EFE yang diperoleh sebesar 0,72 menunjukkan bahwa UMKM ini masih kecil nilainya dan merespons faktor eksternal secara efektif dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. SWOT menghasilkan empat strategi potensial yang dapat dipilih organisasi yakni : meningkatkan kualitas dan kreativitas produk dan sumber daya mentah untuk memenuhi permintaan pasar yang ditargetkan, menyewa kios dan tempat produksi di area krusial, serta mengembangkan tim pemasaran berbasis online agar lebih mudah diketahui banyak orang, mencari tenaga kerja yang lebih terampil dan kreatif untuk menghasilkan berbagai macam motif guna meningkatkan loyalitas konsumen, bekerjasama membentuk usaha patungan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan kegiatan promosi yang lebih efektif dan efisien seperti brosur, spanduk, atau baliho untuk mencari calon konsumen, memperluas wilayah pemasaran, dan meningkatkan volume penjualan. Dalam matriks QSPM, salah satu dari empat alternatif strategi yang ada diprioritaskan bagi perusahaan, yaitu menyewa kios sekaligus tempat produksi di kawasan strategis, dan membentuk tim pemasaran berbasis online untuk memudahkan banyak orang mengetahuinya dengan skor TAS 6,01.
Assessing Halal Awareness Through Construction of Moderate to The Availability of Products and Sharia Services Performance Mahsun, Moch; Narto, Narto; Wahyudi, Soedimas; Novita, Mona
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 7 No 1 (2023): AnCoMS, Desember 2023
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v7i1.480

Abstract

This misunderstanding regarding the meaning of moderation in religion has implications for the emergence of antipathetic attitudes in society towards caring for halal products, which is only focused on Islamic communities. This has an impact on the phenomenon of the 'basket foreign products' movement, which, in fact, is non-Muslim as if it has become a scourge of 'custom' towards the sacred quality of certified halal products in Indonesia. This bias impacts the performance of retail stores that are committed to providing products that are halal-certified. Even though the construction of a halal guarantee is a 'final thing' and moderated for all groups (including non-Muslims) through concern for halal products as a guarantee that the shop is committed to the halal industrial movement. This urgency requires an assessment and strategy for store performance so that it does not impact the availability of halal products and ensures a competitive advantage for all Muslim and non-Muslim communities in the future. This research was designed with a halal value approach through SOAR Analysis to realize awareness of halal value status and as a competitive advantage for store performance with the principle of moderation. This research hopes to create halal awareness, provide full guarantees, and be able to adapt well and give input to stakeholders
KEDUDUKAN SOFT SKILLS DALAM MENDUKUNG KEMAJUAN KARIR SISWA SMK UNTUK MENGHADAPI INDUSTRI4.0 Yusuf, Muhammad Hafidz; Narto, Narto; Rosyidi, Moh. Ririn; Suparno, Suparno; Sutarto, Auditya Purwandini; Izzah, Nailul; Rufaidah, Anik; Iksan, Iksan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24295

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan komunikasi menciptakan revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh penggunaan internet. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda di Indonesia. Generasi muda seperti siswa SMK merupakan generasi yang siap kerja. Kurikulum pendidikan yang lebih menekankan keterampilan teknis (hard skills) membuat keterampilan nonteknis (soft skills) belum optimal ditanamkan. Padahal seperti keterampilan teknis, keterampilan nonteknis penting untuk dipahami dan dikuasai siswa. Terlebih, soft skills pun berperan penting bagi siswa agar sukses di bidang pendidikan dan di dunia kerja. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pentingnya soft skills bagi siswa SMK dihadirkan dalam sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya soft skills bagi pendidikan dan karir di masa depan. Kegiatan ini berupa acara tayang bincang bagi siswa-siswi di SMKS Daruttaqwa Suci Manyar Gresik. Metode yang digunakan adalah teknik survei dengan menyebarkan angket persepsi ke seluruh siswa hasil yang didapatkan ada 52,9% kurang faham(sebelum pelaksanaan pengabdian sof skill) siswa smk yang belum mengetahui tentang kegunaan dan manfaat soft skill dan sesudah mendapatkan 23,5% yang sangat faham pada kedudukan soft skill.