Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Misting Minyak Atsiri Serai Wangi Menggunakan Elektrik Diffuser untuk Mengendalikan Kepadatan Lalat Primastuti, Riezka Danastri; Windarso, Sarjito Eko; Istiqomah, Siti Hani
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i4.12299

Abstract

Hasil pengukuran kepadatan lalat di Foodcourt PT. Kokapura Avia Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 8 ekor/flygrill tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, baku mutu indeks populasi lalat < 2 ekor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada cairan elektrik diffuser terhadap penurunan kepadatan lalat dan konsentrasi minyak atsiri serai wangi yang paling efektif menurunkan kepadatan lalat. Penelitian bersifat Quasi Experiment dengan desain penelitian Pre Test-Post Test with Control Group Design. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan sebelum dan sesudah perlakukan pada 3 kelompok eksperimen (cairan elektrik diffuser dengan penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi 24%, 26%, dan 28%) dan 1 kelompok kontrol (cairan elektrik diffuser dengan tanpa penambahan konsentrasi minyak atsiri serai wangi). Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc Test (LSD). Berdasarkan hasil pengukuran kepadatan lalat didapatkan hasil penurunan kepadatan lalat konsentrasi minyak atsiri serai wangi 24% sebesar 19,34%, konsentrasi 26% sebesar 42,91% dan konsentrasi 28% sebesar 71,71%. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai taraf signifikan <0,05 maka ada pengaruh konsentrasi minyak atsiri serai wangi pada cairan elektrik diffuser terhadap penurunan kepadatan lalat. Hasil uji Post Hoc Test (LSD) konsentrasi minyak atsiri serai wangi yang paling efektif menurunkan kepadatan lalat adalah 28%. Konsentrasi minyak atsiri serai wangi 28% paling efektif menurunkan kepadatan lalat dengan penurunan sebesar 71,71%.
Pemanfaatan Tanaman Serai Sebagai Anti Nyamuk Dalam Pencegahan Penyakit DBD Di Dusun Beran Kidul, Tridadi, Sleman, D. I Yogyakarta Baihaki, Mitha Aqiella; Andriyai, Arin Febriana; Handayani, Dika Rizki Ayu; Sari, Dila Novita; Hanifah, Nur Aini Tsany; Istiqomah, Siti Hani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v1i2.130

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Pada program PKL Komunitas Mahasiswa Semester V Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan output yang dihasilkan selama PKL yaitu terkait dengan upaya mencegah penyakit DBD dengan melakukan inovasi pembuatan spray anti nyamuk dari tanaman serai dan penyuluhan tentang tanaman obat yang mampu mengusir nyamuk, serta diadakannya praktik langsung pengolahan tanaman obat kepada ibu-ibu Dasawisma Beran Kidul. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan terkait DBD, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, pembuatan spray anti nyamuk dari serai, dan penanaman tanaman serai.Kegiatan ditujukan agar dapat menambah pengetahuan terkait faktor penyebab DBD serta cara memanfaatkan tanaman obat sebagai media untuk memberantas nyamuk DBD di Dusun Beran Kidul. Kegiatan penyululan mengenai pembuatan spray anti nyamuk juga dilakukan kepada ibu-ibu dengan harapan dapat memberikan inovasi kepada ibu-ibu terkait pengurangan bahan kimia seperti obat nyamuk bakar atau semprot agar dapat beralih menggunakan spray anti nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Efektivitas Minyak Atsiri Daun Kemangi Sebagai Disinfektan terhadap Penurunan Angka Kuman Gagang Pintu Syaffira Inayah Fitra; Siti Hani Istiqomah; Adib Suyanto
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 20 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jtk.v20i2.2453

Abstract

Gagang pintu adalah bagian penting dari pintu yang digunakan dan ditemukan setiap harinya. Gagang pintu yang tidak dibersihkan dapat menjadi tempat penularan penyakit. Untuk itu perlu dilakukan kebersihan sanitasi salah satunya dengan memakai disinfektan spray minyak atsiri daun kemangi. Kandungan minyak atsiri daun kemangi dapat berperan untuk menghambat dan membunuh bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh efektivitas penggunaan minyak atsiri daun kemangi dengan berbagai konsentrasi terhadap penurunan angka kuman gagang pintu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sejenis dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design yang dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Objek penelitian ini adalah minyak atsiri daun kemangi ( Ocimum basilicum L. ) dengan total sampel yang digunakan yaitu 24 gagang pintu. Penelitian ini menggunakan analisis data uji Shapiro-Wilk , Paired Samples T-test dan uji One way Anova . Hasil persentase penurunan angka kuman gagang pintu setelah menggunakan semprotan disinfektan minyak atsiri daun kemangi konsentrasi 50% sebesar 35,7%, konsentrasi 55% sebesar 41,5%, konsentrasi 60% sebesar 42,5%. Berdasarkan uji Shapiro-Wilk didapatkan nilai-p >0,05, uji Paired Sample T-test didapatkan nilai- p <0,05, dan uji One Way Anova didapatkan nilai-p >0,05. Secara deskriptif pengguna ada 3 variasi konsentrasi yang dapat menurunkan angka kuman pada gagang pintu. Minyak atsiri dengan konsentrasi 60% paling efektif untuk mengurangi jumlah kuman pada gagang pintu. Sedangkan secara statistik ketiga konsentrasi tidak ada perbedaan yang signifikan.
Efektivitas Biopot sebagai Media Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga: Studi Kuasi-Eksperimen Iswanto Iswanto; Siti Hani Istiqomah; Catur Puspawati; Sepsiana Puspitasari
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 21 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jtk.v21i2.2776

Abstract

Global plastic production exceeds 320 million tons annually, with over 40% being single-use plastics. Indonesia generates approximately 7 million tons of waste annually, of which 4.9 million tons are poorly managed. Ineffective waste management necessitates specialized processing, such as composting using Biopot—biodegradable pots made from organic materials and waste—supporting sustainable agriculture and environmentally friendly waste management. This study employs a quasi-experimental design with a control group. Biopot made of plastic and earthenware are utilized for composting at depths of 60, 80, and 100 cm. The samples consist of 170 liters of organic waste collected from 50 households in Sukunan. Data analysis employs MANOVA to assess the effects of pot type and depth on compost quality. The highest average reduction in organic waste volume was observed in biopori (50.25%), followed by plastic Biopot (39.40%) and earthenware (38.05%). The quality of the compost met SNI standards, exhibiting neutral pH and appropriate C/N ratios. The plastic Biopot at 60 cm depth demonstrated the greatest effectiveness in compost production. Biopot successfully reduces organic waste by 39.40% (plastic) and 38.05% (earthenware), yielding compost that meets SNI standards. The plastic Biopot at a depth of 60 cm is the optimal choice for household organic waste composting.   
Edukasi dan Pelatihan APD, CTPS, Pengendalian Tikus Live Trap sebagai Upaya Preventif Leptospirosis Soropaten, Bantul Wildan Ulinnazra; Isna Wardani; Arfinnisa Irbatin Zulfa; Siti Hani Istiqomah; Ibnu Rois; Carissa Riskiananda; Yulianto Sri Wahyu Nugroho
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/sk9y7z05

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Soropaten, Kelurahan Ringinharjo, Kabupaten Bantul mengenai pencegahan penyakit leptospirosis melalui serangkaian kegiatan komunikasi kesehatan berbasis komunitas. Latar belakang kegiatan didasari adanya kasus kematian akibat leptospirosis di wilayah tersebut serta masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan, gejala, dan pencegahan penyakit. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan dengan pre-test dan post-test, Survei Mawas Diri/Community Self Survey, pelatihan kader, serta pendampingan kader. Seluruh tahapan disusun berdasarkan pendekatan perubahan perilaku melalui tahapan Awareness, Interest, Evaluation, Trial, dan Evaluation (AIETA). Partisipan berjumlah sembilan orang kader kesehatan dari komunitas Dusun Soropaten. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007 (<0,05), yang membuktikan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 72,11 meningkat menjadi 97,33 pada post-test. Kegiatan pelatihan juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis masyarakat dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), cuci tangan pakai sabun (CTPS) enam langkah, dan pengendalian tikus menggunakan live trap. Disimpulkan bahwa pendekatan komunikasi kesehatan interaktif berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan leptospirosis.