Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan: Gema Canting (Gerakan Masyarakat Cegah Stunting) dengan Pelatihan Penggunaan Infantometer Prayogi, Agus Sarwo; Rialihanto, M. Primiaji; Rubaya, Agus Kharmayana; Siswati, Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v6i1.2108

Abstract

Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada 2024. Sebagai bentuk komitmen, Pemkab telah menetapkan sejumlah regulasi untuk akselerasi pencapaian target penurunan stunting. Salah satu Kapanewona yaitu Moyudan angka prevalensinya masih di atas target Kabupaten Sleman yaitu 9,91 %. Poltekkes kemenkes Yogyakarta berkomitmen turut serta dalam menurunkan angka stuntung, melalui Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan kaji tindak dan pelatihan berupa pengukuran antropometri menggunakan infantometer karya dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan kader tentang pencegahan stunting pada anak balita menggunakan infantometer. Pelatihan kader posyandu dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2023. Khalayak sasaran adalah 20 orang kader posyandu di dusun Jitar Sumbersari Moyudan. Metode pelatihan menggunakan cara ceramah, diskusi dan praktikum. Sebagai tindak lanjut kegiatan pelatihan kader ini telah dilakukan kegiatan pendampingan dan evaluasi oleh tim Puskesmas Moyudan dan pada kegiatan pelatihan yang diberikan kepada kader dapat meningkatkan keterampilan kader menggunakan infantometer pengukuran antropometri dalam pencegahan stunting
Warm Aluminum Foil Blankets to Prevent Hypothermia during Early Breastfeeding after Cesarean Delivery Sholikhah, Siti Mar’atus; Rubaya, Agus Kharmayana; Meilani, Niken
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v14i1.11213

Abstract

Early Initiating Breastfeeding after cesarean delivery can increase the risk of hypothermia in the baby due to the cold temperature of the operating room and the mother's lowered body temperature. To prevent hypothermia, a heating method during breastfeeding initiation is needed. This study aims to evaluate the effectiveness of using aluminum foil warm blankets in preventing hypothermia in newborns after caesarean during early breastfeeding initiation. The study used a True Experiment Pretest Posttest Control Group Design with consecutive sampling. The research groups were randomly allocated. A total of 50 infants were included, with 25 infants receiving aluminum foil warm blankets in the experimental group, and 25 infants receiving warm blankets only in the control group. The treatment was given for 30 minutes in the recovery room, and the infant's temperature was measured with an axillary digital thermometer. Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed that the body temperature of infants increased from moderate hypothermia (35.75°C in the experimental group and 35.8°C in the control one) to mild hypothermia (36.34°C in the experimental group and 36.12°C in the control one). The Mann-Whitney U test showed a significant difference in the average body temperature of newborns between the experimental group and the control group, with a p-value<0.05. The study concluded that using aluminum foil warm blankets is better than using warm blankets alone in increasing the body temperature of babies born through cesarean section during early breastfeeding initiation in the recovery room.
Pengaruh Jarak Dan Waktu Penyemprotan Pada Alat Spray Otomatis Berbasis Timer Terhadap Volume Cairan Repellent Alami Pada Media Kertas Hineshi Saraswati Azra; Agus Kharmayana Rubaya; Sarjito Eko Windarso; Rizki Amalia
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1479

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan repellent secara manual sering menghasilkan volume semprotan yang tidak konsisten sehingga efektivitas perlindungan menjadi kurang optimal. Penelitian ini menawarkan penggunaan alat spray otomatis berbasis timer sebagai solusi untuk menghasilkan penyemprotan repellent alami yang lebih seragam dan terkontrol. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh jarak penyemprotan dan waktu penyemprotan terhadap volume deposisi repellent alami pada media kertas. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen dengan variasi jarak penyemprotan 1 m, 1,5 m, dan 2 m serta waktu penyemprotan 1, 2, dan 3 detik. Volume deposisi diukur secara gravimetri berdasarkan selisih berat media sebelum dan sesudah penyemprotan, dengan sembilan kali ulangan pada setiap perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan deposisi tertinggi sebesar 0,1776 g diperoleh pada jarak 1,5 m dengan waktu penyemprotan 2 detik, sedangkan deposisi terendah sebesar 0,0004 g diperoleh pada jarak 2 m dengan waktu 1 detik. Terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p=0,002). Secara umum, volume deposisi meningkat seiring bertambahnya waktu penyemprotan dan menurun pada jarak penyemprotan yang lebih jauh.