Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Cerdik dengan Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ayu Ariani; Rima Berti Anggraini; Kgs. M. Faizal
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2033

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering di jumpai di masyarakat. Hipertensi adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah terus menerus meningkatkan tekanan darah dibawa dari jantung ke seluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku CERDIK terhadap pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2959 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 97 orang. Sampel yang dipilih telah memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Melintang. Hasil penelitian adalah mengetahuinya hubungan antara variabel dependen yaitu pengendalian tekanan darah danvariabel indenpenden yang terdiri dari pengetahuan dan perilaku CERDIK. Hasil uji statistik variabel pengetahuan didapatkan nilai p = 0,002, pada perilaku CERDIK didapatkan nilai p 0,018. Saran peneliti bagi masyarakat untuk menambah wawasan mengenai penyakit hipertensi, bagaimana pengobatan serta upaya pengendalian tekanan darah agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut baik melalui seminar, penyuluhan maupun media pembelajaran lainnya serta rajin untuk selalu memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan. meningkatkan kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara pengendalian tekanan darah serta rutin untuk melakukan skrinning kesehtatan kerumah-rumah.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus Trisnawati Trisnawati; Rima Berti Anggraini; Rezka Nurvinanda
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.1563

Abstract

Ulkus kaki diabetikum merupakan luka terbuka pada permukaan kulit yang disebabkan adanya makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insufisiensi dan neuropati. Ulkus diabetikum terjadi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah karena kadar gula darah yang tidak terkontrol untuk kondisi yang sudah parah, kerusakan saraf bisa meluas hingga ketulang sehingga bisa menyebabkan amputasi. Penderita ulkus diabetikum Di RSUD Drs.H.Abu Hanifah Bangka Tengah juga mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir.Tahun (2021) sebanyak 178 yang mengalami diabetes melitus dan sebanyak 31 orang yang menderita ulkus diabetikum, yaitu sebanyak 25 % pada perempuan, sebanyak 75% pada laki-laki). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Di RSUD Drs.H.Abu Hanifah Bangka TengahTahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan uji chi square dengan hasil berupa analisa bivariate. Populasi dalam penelitian ini responden yang menderita diabetes melitus dengan ulkus diabetikum dan responden yang menderita diabetes melitus tanpa ulkus diabetikum di poli bedah, ruang rawat inap Asoka, dan anggrek di RSUD Drs.H.Abu Hanifah Bangka Tengah Tahun 2021 yaitu sebanyak 178 pasien. Besaran sampel pada penelitian ini adalah 53 responden yang dipilih dengan kriteria inklusi dan eksklusi, waktu penelitian pada 11 Desember- 3 Januari tahun 2022. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan , nilai ρ value (0,009), lama menderita didapatkan nilai ρ value (0,009), obesitas ρ value (0,001), yang bermakna ada hubungan dengan kejadian Ulkus diabetikum. Saran dalam penelitian ini adalah supaya pelayanan kesehatan lebih meningkatkan dalam memberi informasi tentang factor penyebab kejadian ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus
Hubungan Umur, Kadar Hemoglobin dan Penyakit Diabetes Melitus dengan Lama Penyembuhan Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Bedah Umum Faza Sahri Romadhona; Rima Berti Anggraini; Kurniawan Kurniawan
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.1930

Abstract

Luka pembedahan ialah luka serius yang terjadi secara tiba- tiba dilakukan pada area kulit serta pengobatan sesuai dengan waktu diharapkan serta dapat diobati dengan baik ketika itu terjadi komplikasi. Khususnya ruang operasi, harus menciptakan dan memelihara lingkungan yang aman untuk pembedahan di ruang operasi adalah langkah pertama dalam proses yang rumit untuk mencegah infeksi selama pembedahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur dengan lama penyembuhan luka operasi pada pasien post operasi bedah umum di rumah sakit medika stannia sungailiat tahun 2022.Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 1250 pasien post operasi bedah umum di RS Medika Stannia Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Besar sample dalam penelitian ini adalah 96 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data umur, kadar HB, penyakit DM dan lama penyembuhan luka dikumpulkan dari dokumen rekam medis responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan antara umur (p-value = 0,004), kadar hemoglobin (p-value = 0,000), dan penyakit diabetes melitus (p-value = 0,000) dengan lama penyembuhan luka operasi.Saran dari peneliti untuk tim perawat memberikan informasi dan edukasi kepada pasien tentang peran kadar glukosa dan kadar Hemoglobin (HB) terhadap proses penyembuhan luka pasca operasi agar pasien lebih menjaga kadar glukosa darahnya.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemahaman Pasien terhadap Penjelasan Informed Consent Operasi Musteka Musteka; Rezka Nurvinanda; Rima Berti Anggraini
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.1948

Abstract

Informasi merupakan hakddasaryyang dimilikiooleh setiap pasienddan keluarganya. Diharapkan pasien dapat mengerti semua intervensi medis yang akan dilakukan dan dapat memilih setuju atau tidak tanpa paksaan dari luar serta dapat mengerti resiko jika menolak tindakan. Berdasarkan pemahaman tersebut, pasien atau keluarga pasien dapat memutuskan apakah akan dilakukan tindakan medis pada dirinya atau anggota keluarganya. Informasi kedokteran wajib dikomunikasikan dengan pasien ataupun keluarga pasien dengan baik, supaya pasien serta keluarga mengerti dengan keadaan kesehatannya serta paham dengan keputusannya sehingga menerima ataupun menolak diberikan tindakan kedokteran.Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemahaman pasienn terhadap penjelasan informed consent operasi di Rumah Sakit RSUD Drs. H. Abu Hanifah Bangka Tengah tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian observasional dengan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei s.d Juni 2023. Populasi pada penelitian ini adalah Pasien yang menajalani Operasi di RSUD Drs. H. Abu Hanifah. Sampel pada penelitian ini adalah Pasien yang menjalani Operasi sebanyak 74 sampel. Data dikumpulkan langsung dari responden menggunakan kuisioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (pvalue: 0,045), waktu penyampaian (pvalue: 0,027), faktor psikologi pasien (pvalue: 0,016) dan bahasa penyampaian (pvalue:0,000). Faktor yang paling dominan adalah bahasa penyampaian dengan nilai PR 7,944.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Elektif di Ruang Rawat Inap Bedah Putri Chusnul Hudia; Rima Berti Anggraini; Indah Permatasari
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2023
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v4i2.2066

Abstract

Tindakan pre operasi dan pre anestesi merupakan rangkaian yang dilalui pasien sebelum tindakan operasi yang dapat menimbulkan reaksi stress baik secara fisiologis maupun psikologis yang dapat menyebabkan kecemasan. kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi.Tujuan penelitian ini ialah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif di ruang rawat inap bedah UPTD RSUD Drs. H. Abu Hanifah tahun 2023 Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 987 pasien pre operasi elektif yang dirawat di UPTD RSUD Drs. H. Abu Hanifah pada tahun 2022. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 47 responden. Penelitian ini menggunakan teknik Non Probability sampling yaitu Purposive Sampling. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional, yaitu data dikumpulkan sesaat atau data diperoleh saat ini juga. Analisa data menggunakan uji chi square dengan hasil analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value = 0,000), dukungan keluarga (p-value = 0,002), dan perilaku caring perawat (p-value = 0,008) dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi elektif.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Di RSUD Dr. (H.C.) Ir. SOEKARNO PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2022 erdania, Erdania; Faizal, M.; Anggraini, Rima Berti
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v12i1.472

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kondisi dikarenakan adanya masalah di pembuluh darah koroner yang menyebabkan penyempitan serta penyumbatan yang bisa mengganggu tahapan transportasi energi tubuh, juga dapat menjadikan ketidakseimbangan diantara kebutuhan oksigen serta suplai oksigen. Data Penyakit Jantung Koroner (PJK) didapat data pada tahun 2019 sebanyak 279 pasien, pada tahun 2020 sebanyak 314 pasien, pada tahun 2021 sebanyak 344 pasien dan pada tahun 2022 sampai dengan bulan September sebanyak 204 pasien. Tujuan penelitian ini faktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi BangkaBelitung Tahun 2022.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua pasien jantung yang berobat. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 74 sampel.Penelitian ini menyimpulkan bahwafaktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung Tahun 2022 adalah kebiasaan merokok (p=0,031), olahraga (p=0,018), stres (p=0,049) dan faktor paling dominan berhubungan dengan kepatuhan kontrol rutin klien Skizofrenia di poliklinik Psikiatri adalah olahraga (p=0,018, dan POR=3,750). Disarankan kepada petugas kesehatanagar perlu melakukan upaya pencegahan dengan membentuk klinik promosi kesehatan, melakukan edukasi dengan memanfaatkan ruang tunggu dan ruang terbuka yang ada di rumah sakit.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RSUD DR. (H.C.) IR. SOEKARNO PROVINSI BANGKA BELITUNG Melisa, Melisa; Anggraini, Rima Berti; Agustiani, Sirli
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v12i1.491

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsional otak akut lokal maupun global karena terhambatnya aliran darah ke otak akibat pendarahan ataupun sumbatan dengan gejala sesuai dengan bagian otak yang terkena, yang sembuh sempurna, cacat, atau kematian. Oral hygiene (kebersihan mulut) adalah sebuah usaha untuk menjaga kebersihan rongga mulut, lidah, dan gigi dari berbagai macam kotoran atau sisa makanan dengan menggunakan air bersih (Budi, 2017). Data pasien stroke pada tahun 2019 jumlah pasien stroke sebanyak 101 pasien (11,82%), pada tahun 2020 jumlah pasien stroke sebanyak 136 pasien (15,92%) dan pada tahun 2021 jumlah pasien stroke sebanyak 144 pasien (16,86%). Tujuan penelitian ini faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan oral hygiene pada pasien stroke di ruang rawat inap dewasa RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menganalisa dengan uji chi square. Populasi adalah semua semua perawat rawat inap dewasa. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 89 sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan oral hygiene pada pasien stroke di ruang rawat inap dewasa RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung Tahun 2022 adalah pendidikan (p=0,014), pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,041), lama kerja (p=0,018) dan faktor paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan oral hygiene pada pasien stroke di ruang rawat inap dewasa adalah pengetahuan (p=0,002, dan POR=4,667). Disarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan pengetahuan dan tanggungjawab perawat terhadap pelaksanaan oral hygiene pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran dan meningkatkan kesadaran perawat dalam pelaksanaan di lapangan.
HUBUNGAN ANTARA USIA, LOKASI DAN JENIS FRAKTUR DENGAN DURASI PERAWATAN PADA PASIEN BEDAH TULANG DI POLI ORTOPEDI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA TAHUN 2023 Simamora, Anwar Saleh; Faizal, M.; Anggraini, Rima Berti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian tinggi, salah satu penanganannya dengan tindakan operatif. Untuk provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2018 dengan pravelensi 9,1% pasien fraktur. Untuk wilayah kerja RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Bangka sebanyak 131 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan antara usia, lokasi, dan jenis fraktur dengan durasi perawatan pada pasien bedah tulang di Poli Ortopedi RSUD Depati Bahrin tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional dan uji chi-square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Populasi penelitian yaitu pasien dewasa usia (19-59 tahun) dengan fraktur yang datang berobat ke poli ortopedi RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka pada bulan September sampai. Desember tahun 2023. Sampel penelitian yaitu sebagian pasien dewasa dari populasi penelitian yang berjumlah 42 responden. Responden dalam penelitian ini adalah pasien dengan fraktur dengan usia 19-59 tahun terpilih sebagai sampel. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara usia p value (0,002), lokasi fraktur p value (0,003), jenis fraktur p value (0,029) dengan durasi perawatan fraktur. Saran dari penelitian ini diharapkan kepada pasien fraktur dapat mengetahui apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi durasi perawatn seperti usia, lokasi, dan jenis fraktur supaya dapat meminimalkan dampak negatif selama durasi perawatan fraktur.
Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan dengan Kejadian Skabies Pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Provinsi Bangka Belitung Ervan Efendi; Arjuna Arjuna; Rima Berti Anggraini
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.606

Abstract

Skabies menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi 5.6%-12.95%. Penyakit ini banyak ditemukan di lingkungan padat dengan saniter buruk serta personal hygiene yang kurang baik seperti di Pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat dengan peningkatan 11% pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka BaratTahun 2022. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 123 warga binaan. Penelitian dilakukan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat Tahun 2022. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p-value= 0,009), sikap (p-value=0,004) dan keterampilan (p-value=0,0001) dengan kejadian skabies pada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat Tahun 2022. Saran untuk Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan warga binaan pemasyarakatan khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan skabies melalui penyuluhan kesehatan dan monitoring lingkungan rutan secara rutin.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Auliani, Bulan; Anggraini, Rima Berti; Faizal, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33693

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi yang mengacu pada suatu tekanan darah sistolik yang lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih besar dari 90. Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan akan menjadi masalah besar jika tidak segera ditangani. Faktor penyebab hipertensi belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor penyebab hipertensi itu sendiri, salah satunya adalah gaya hidup masyarakat, seperti stres, kurang aktivitas fisik, serta seringnya konsumsi makanan kaya natrium maupun kurangnya inisiatif dari masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, inilah salah satu yang dapat memicu masyarakat mudah terdampak penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cros – sectional. Pengumpula data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat di poli umum berjumlah 4.072 yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang pada Tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini yaitu 110 responden. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat stres p (0,025), aktivitas fisik p (0,002), dan konsumsi makanan tinggi natrium p (0,012) dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Saran dari penelitian ini untuk memberi informasi tambahan untuk digunakan sebagai sumber informasi mengenai peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya mengenai tingkat stres, aktivitas fisik dan konsumsi makanan tinggi natrium yang baik agar bisa mengurangi hipertensi.