Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Chairani, Hilda; Anggraini, Rima Berti; Mardiana, Nova
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4081

Abstract

Kepatuhan diet menjadi komponen yang sangat penting bagi pengelolaan diabetes mellitus. Kepatuhan diet merupakan tingkat kesediaan pasien melaksanakan diet mengikuti pengaturan pola makan yang dianjurkan oleh dokter dan petugas kesehatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kepatuhan diet pada pasien DM dapat dihubungkan dengan beberapa faktor diantaranya adalah motivasi diri, lama menderita DM, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM tipe II di RSUD Drs. H. Abu Hanifah tahun 2023 sebanyak 1651 pasien. Sampel menggunakan rumus slovin didapatkan 105 responden, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas & reliabilitas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji chi square. Hasil uji statistik Chi-square terdapat hubungan antara faktor motivasi diet (p-value=0,000), lama menderita DM (p-value=0,000), dan dukungan keluarga (p-value=0,000) dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II. Kesimpulan terdapat hubungan antara hubungan antara faktor motivasi diet, lama menderita DM dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2024.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Meningkatnya Kejadian Diabetes Mellitus Anzalno, Rio; Anggraini, Rima Berti; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4297

Abstract

Diabetes Mellitus dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat berubah misalnya jenis kelamin, umur, dan faktor genetik. Kedua adalah faktor risiko yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, faktor stress, serta konsumsi kopi dan kafein yang berlebihan. Selain itu faktor pengetahuan yang kurang mengenai penyakit, pengobatan dan dampak yang dirasakan jika tidak segera ditangani akan memperburuk keadaan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian diabetes mellitus. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Popurlasi dalam pernerlitian ini adalah semua pasien Diabetes Mellitus yang dirawat pada tahun 2023 sebanyak 156 orang. Sampel dalam pernerlitian ini mernggurnaka rumus slovin didapatkan 67 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dari penelitian sebelumnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji chi square. Hasil uji statistik Chi-square pengetahuan (p-value=0,000), pola makan (p-value=0,000) dan aktivitas fisik (p-value=0,000). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan merningkatnya kejadian Diabetes Mellitus di RSUD Sejiran Setason Tahun 2024.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM PENANGANAN AWAL PASIEN CEDERA KEPALA DIRUANG IGD RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT TAHUN 2024 yani, desti; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31915

Abstract

Cedera kepala adalah cedera yang mengenai bagian kepala yang dapat disebabkan oleh benturan benda tumpul maupun luka karena benda tajam. Di indonesia cidera kepala merupakan salah satu penyebab utama dari kematian pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam penanganan awal pasien cedera kepala di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah 19 perawat yang bekerja di IGD RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Besaran sampel yang dipilih adalah 19 perawat yang dipilih menggunakan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada 28 mei – 1 juni 2024. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara faktor tingkat pengetahuan(P-value = 0,020),usia (P-value = 0,005), lama kerja (P-value = 0,020), pendidikan (P-value = 0,023) dengan kemampuan perawat dalam penanganan awal pasien cedera kepala di IGD RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Saran dalam penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan terus meningkatkan skil dalam penanganan pasien gawat darurat dengan mengikuti pelatihan-pelatihan kegawat daruratan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT TAHUN 2024 Saputra, Yogi; Anggraini, Rima Berti; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32516

Abstract

Penyakit ginjal merupakan masalah serius di seluruh dunia. Penderita penyakit ginjal kronis harus menjalani terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisis (HD). Masalah klinis yang sering ditimbulkan oleh gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa yaitu berdampak negatif terhadap fisik dan aspek psikologis yang dapat mempengaruhi tingkat stres pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross - sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Pada Bulan Desember Tahun 2023 yang berjumlah 52 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 37 responden. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara  frekuensi hemodialisa (p-value = 0,007), mekanisme koping (p-value = 0,014), dan regulasi emosi (p-value = 0,001) dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronis di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan antara frekuensi hemodialisa, mekanisme koping dan regulasi emosi dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024.
EVALUASI PENDOKUMENTASIAN 3S (SDKI, SIKI, SLKI) DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RUANG RAWAT DEWASA KELAS III RSUD Dr (H.C) Ir. SOEKARNO PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 Andriana, Sevtia; Maryana; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32545

Abstract

Pendokumentasian yang efektif dan efisien dari proses keperawatan sangat penting. Teknologi yang telah berkembang untuk mendukung pendokumentasian secara elektronik salah satunya adalah SIMRS. Kurang lebih 128 rumah sakit sudah memiliki sistem namun tidak berfungsi dengan baik dan terdapat 425 rumah sakit yang belum memiliki SIMRS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 4 informan utama yaitu perawat dan kepala ruangan dan 2 informan pendukung yaitu kabid pelayanan keperawatan dan kabid information tehcnology dan pengamatan langsung pendokumentasian didalam SIMRS. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode wawancara, maka diidentifikasi 3 tema yaitu pemahaman perawat mengenai pendokumentasian dalam SIMRS, kebijakan pendokumentasian dalam SIMRS dan faktor penghambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendokumentasian 3S dalam SIMRS secara umum telah berjalan baik dan sesuai pedoman walaupun masih terdapat kendala dalam pengimplementasiannya. Saran dari penelitian ini menekankan pentingnya fasilitas penunjang pendokumentasian, SDM pada bidang IT, serta mengadakan program pelatihan secara menyeluruh kepada perawat diruangan.
GERAKAN MASYARAKAT UNTUK MELAKUKAN PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGAN NELAYAN II SUNGAILIAT Anggraini, Rima Berti; Maryana, Maryana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jp.v1i1.366

Abstract

PHBS merupakan komponen strategis pembangunan kesehatan yang optimal. Program PHBS adalah bentuk pemberdayaan masyarakat bersifat preventif dan promotif dengan cara yang sangat mudah dan murah, namun hasilnya sangat luar biasa untuk meningkatkan derajat kesehatan. Namun, masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga PHBS menyebabkan masih tinggginya penyakit. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini terdiri dari tahap persiapan, Tahap kerja dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dan menghasilkan kesepakatan untuk melakukan kegiatan gotong royong dan mencuci tangan 6 langkah. Kesimpulan dalam kegiatan ini bahwa masyarakat nelayan II sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan menyadari pentingnya menerapkan PHBS untuk mencegah penyakit.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA PENYAKIT TYPHOID FEVER DI RUMAH SAKIT PRIMAYA BHAKTI WARA TAHUN 2024 Budi, Iwan Setia; Kusumajaya, Hendra; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i2.788

Abstract

Penyakit demam tifoid, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, adalah masalah kesehatan serius di banyak negara, termasuk Indonesia, khususnya di Rumah Sakit Primaya Bhakti Wara Pangkalpinang. Penyakit ini umum di negara dengan sanitasi buruk. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi terjadinya demam tifoid meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, kebersihan pribadi, dan kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan kasus demam typhoid fever di Rumah Sakit Primaya Bakti Wara pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 69 responden memiliki diagnosa demam tifoid (Typhoid Fever). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, personal hygiene, dan lingkungan hygiene dengan peningkatan penyakit Typhoid Fever di Rumah Sakit Primaya Bhakti Wara dengan p-value = 0,000 < 0,05. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak rumah sakit dan otoritas kesehatan untuk melakukan intervensi yang tepat dalam mengurangi prevalensi Typhoid Fever di masa mendatang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP (QUALITY OF LIFE) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA apriliana; Hendra Kusumajaya; Rima Berti Anggraini
Journal Of Nursing Science Research Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Nursing Science Research
Publisher : Citra Internasional Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jnsr.v1i2.466

Abstract

Patients suffering from chronic kidney failure and undergoing hemodialysis will experience disturbances in various aspects of their lives, including physical, psychological, social, and environmental which will ultimately affect their quality of life. This study aims to determine the factors associated with the quality of life of patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. The research method is quantitative research with a cross-sectional approach. The sample in this study was 90 respondents. The sampling technique used in this study was non-probability sampling using a purposive sampling technique. Data analysis used the Spearman rho test. The results of this study found that the factors related to the quality of life in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis with a ? ? value of 0.00 (<0.005) and r value = 0.866, anxiety with a ? ? value of 0.00 (<0.005 and r value ? 0.655, and depression with a ? ? value of 0.00 (<0.005) and r value = 0.644. The suggestion from this study is that the results of this study are expected to be used as literature and references to improve the quality of life in chronic kidney failure patients, especially in the psychological aspect.
Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy Meningkatkan Kepatuhan Cuci Tangan Five Moment maryana, maryana; Anggraini, Rima Berti
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 2 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i2.388

Abstract

Nurses can be a source of nosocomial infections in hospital. Nurse’s Hand Hygiene is most important step to reduce infection. The study aims to export the multimodal Hand Hygiene improvement strategy as a solution for PPI managers in increasing nurses handwashing compliance according to standards in hospitals. This research uses an observational pilot studi approach. The room used as a pilot study was a pediatric nursing room which consisted of 12 implementing nurses, 1 specialist doctor, and 1 assistant doctor. The results showed that the hand washing compliance of nurses’ increased to 80% after implementation of the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy. The conlusion. nurses’ hand washing compliance is classified as obedient after the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy is carried out. It is recommended that the Multimodal Hand Hygiene Improvement Strategy can be used as an approach to improve Five Moment Hand Hygiene compliance in hospitals.
Impact of Audio-Visual Education on Knowledge of Diabetes Patients Puspita, Ranti; Anggraini, Rima Berti; Maryana, Maryana
Genius Journal Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i1.836

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with a rapidly increasing prevalence worldwide and remains a major public health challenge due to its long-term complications and management demands. Effective diabetes self-management education, particularly through audio-visual approaches, is essential to improve patients’ knowledge and support optimal disease control. Objective: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels, caused by damage to insulin secretion, insulin function, or both. The purpose of this study was to determine the effect of audiovisual education on Diabetes Self-Management Education (DSME) on improving the knowledge of diabetes mellitus patients at Junjung Besaoh Regional Hospital, South Bangka in 2025. Method: This study used a pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The sampling technique used purposive sampling with 18 respondents. Data collection used the 24-question DKQ 24 (Diabetes Knowledge Questionnaire). Data analysis used the Wilcoxon test Result: The results of this study demonstrate that the mean knowledge score of respondents before receiving DSME education through audiovisuals was 43.02 (SD=7.569). After the education, the mean knowledge score of respondents increased to 82.13 (SD=5.425), with a difference of -39.117 (SD=7.847) between the pre- and post-education levels. There was an effect of Audiovisual Diabetes Self-Management Education (DSME) on improving the knowledge of diabetes mellitus patients at Junjung Besaoh Regional Hospital, South Bangka in 2025 (p<0.05). Conclusion: The results of this study suggest that healthcare services can adopt DSME audiovisual media as a primary strategy in diabetes education, especially for complex materials such as DSME. This media has proven effective in improving respondents' understanding and can be applied in various healthcare services.