Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Dr. (H.C.) Ir. SOEKARNO TAHUN 2025 Kartika, Ayu Widya; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54046

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kesungguhan mereka menjalani terapi. Tingkat kecemasan bervariasi pada setiap individu dan umumnya muncul sebagai reaksi terhadap efek samping kemoterapi serta kekhawatiran terhadap perubahan yang terjadi akibat penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Tahun 2025. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu metode yang mengamati dan mengukur variabel satu kali pada satu waktu tertentu. Sampel dalam penelitian ini yaitu 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami kecemasan ringan sebanyak 34 orang (69,4%) dan kecemasan sedang sebanyak 15 orang (30,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara body image (p= 0,000), resiliensi (p= 0,000), dan dukungan keluarga (p= 0,001) dengan tingkat kecemasan. Body image positif, resiliensi tinggi, dan dukungan keluarga yang baik berperan menurunkan kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara body image, resiliensi, dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Oleh karena itu, disarankan fasilitas kesehatan memperkuat edukasi, pendampingan psikologis, dan keterlibatan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasan pasien.
Hubungan Self Care Management dengan Kemandirian Activity Daily Living Pasien Pasca Stroke : The Relationship between Self Care Management and Independence in Daily Living Activities of Post-Stroke Patients tiara julia_ningsih; Rima Berti Anggraini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.346

Abstract

Latar belakang: Activity daily living (ADL) memiliki dampak signifikan pada kemampuan untuk memahami sejauh mana tingkat ketergantungan seseorang dalam menjalani rutinitas harian mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self care management dengan kemandirian activity daily living pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien stroke sebanyak 97 pasien dengan sampel penelitian berjumlah 55 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Monte Carlo Exact Test dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).  Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self care management dengan kemandirian activity daily living pasien pasca stroke dengan nilai p value = 0.000.  Kesimpulan: Semakin baik self care management maka semakin meningkat activity daily living pasien pasca stroke
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MASSAGE EXTREMITAS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Zahnia Mariska Putri; Nurwijaya Fitri; Rima Berti Anggraini
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.800

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit dimana seseorang mengalami tekanan darah di atas normal mengakibatkan peningkatan angka rasa sakit (penyakit) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah 140/90 mmHg didasarkan pada dua tahap Setiap detak jantung adalah sebuah fase sistolik 140 menunjukkan fase perdarahan jantung memompanya diastolik 90 menunjukkan fase perdarahan kembali ke hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage extremitas terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Bangka Tengah Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group pretest dan posttest group design yaitu pada diukur Tekanan darah pre post pasca intervensi massage ekstermitas. Hasil uji paired t test didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 < α 0,05, yang artinya ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sitolik dan tekanan darah diastolik antara sebelum dan sesudah diberikan massase ekstremitas Di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2024. Hasil peneltian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian dan rujukan untuk selanjutnya agar bisa dikembangkan dalam penerapan asuhan keperawatan.
The Relationship Between Fatigue, Family Support, and Quality of Life in Patients Undergoing Hemodialysis Almira Hulwani; Rima Berti Anggraini; Maryana Maryana
Genius Journal Vol. 8 No. 1 (2027): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v8i1.1087

Abstract

Introduction : Patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis commonly experience a decline in physical and psychosocial functioning, which negatively impacts their quality of life. One of the main issues frequently encountered is chronic fatigue, as well as weak family support, which should serve as a key pillar in helping patients adapt to their chronic condition. Objective: This study aimed to determine the relationship between fatigue and family support with the quality of life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at Bakti Timah Hospital Pangkalpinang in 2025. Method: This research used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 respondents selected using total sampling. The instruments used in the study were fatigue, family support, and quality of life questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square statistical test with a significance level of α = 0.05. Result: The results showed a significant relationship between fatigue and quality of life (p = 0.016; POR = 4.094; 95% CI: 1.385–12.104), and also a significant relationship between family support and quality of life (p = 0.033; POR = 0.771; 95% CI: 0.269–2.208). These findings indicate that the lower the fatigue level and the stronger the family support, the better the patient's quality of life Conclusion: The conclusion of this study is that both fatigue and family support play an important role in the quality of life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. Promotive and preventive efforts in fatigue management and increased family involvement are highly recommended in nursing practice