Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Benson Relaxation on Insomnia among Elderly Agusti, Agusti; Anggraini, Rima Berti; Ardiansya, Ardiansya
Genius Journal Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i1.857

Abstract

Introduction: Insomnia is a common sleep disorder among elderly and is associated with physical, psychological, and functional decline. The prevalence of insomnia increases with aging and may negatively affect quality of life if left untreated. Non-pharmacological interventions are recommended as safe and effective strategies to improve sleep quality in the elderly. One such intervention is the Benson Relaxation Technique, which promotes relaxation through controlled breathing and mental focus. This study aims to examine the effect of Benson Relaxation Therapy on insomnia in elderly. Objective: This study aimed to determine the effect of Benson relaxation therapy on insomnia in the elderly at the Simpang Rusa Community Health Center, Belitung. Method: The study design used a pre-experimental study with a pre-test and post-test in one group. A total of 10 elderly individuals received Benson relaxation therapy for one week. Insomnia levels were measured using the Toward Optimized Practice (TOP) screening questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. Result: The results showed a significant decrease in insomnia levels after the intervention. The Z-value was -2.814 with a significance value of p = 0.005 (<0.05), indicating that Benson relaxation therapy significantly reduced insomnia in the elderly. Conclusion: From these results, it can be concluded that Benson relaxation therapy is effective in improving sleep quality in the elderly with insomnia. It is recommended that the elderly practice Benson relaxation independently and regularly. Community health centers (Puskesmas) consider this therapy as a non-pharmacological intervention in elderly healthcare. Further research is recommended to combine Benson relaxation with aromatherapy for optimal results.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Dr. (H.C.) Ir. SOEKARNO TAHUN 2025 Kartika, Ayu Widya; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54046

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kesungguhan mereka menjalani terapi. Tingkat kecemasan bervariasi pada setiap individu dan umumnya muncul sebagai reaksi terhadap efek samping kemoterapi serta kekhawatiran terhadap perubahan yang terjadi akibat penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Tahun 2025. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu metode yang mengamati dan mengukur variabel satu kali pada satu waktu tertentu. Sampel dalam penelitian ini yaitu 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami kecemasan ringan sebanyak 34 orang (69,4%) dan kecemasan sedang sebanyak 15 orang (30,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara body image (p= 0,000), resiliensi (p= 0,000), dan dukungan keluarga (p= 0,001) dengan tingkat kecemasan. Body image positif, resiliensi tinggi, dan dukungan keluarga yang baik berperan menurunkan kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara body image, resiliensi, dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Oleh karena itu, disarankan fasilitas kesehatan memperkuat edukasi, pendampingan psikologis, dan keterlibatan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasan pasien.