Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

LATAR BELAKANG TENGKORAK PATOLOGIS DARI PARUH PERTAMA ABAD KE-20 M: DISKUSI BIOANTROPOLOGI HISTORIS DAN BIOARKEOLOGIS Suriyanto, Rusyad Adi; Indriati, Etty; Koesbardiati, Toetik; Murti, Delta Bayu
Berkala Arkeologi Vol. 32 No. 1 (2012)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v32i1.49

Abstract

The environment affects someone’s life, since the environment in the womb to the environment in which he was born and lives first. A-biotic, biotic and socio-cultural environment always have a role in modifying their physic and culture. Role in the care and nurture the baby in the form of the socialization, internalization, and growth-development bring health consequences in the following period. This research aimed to identify a pathological skull from the first half of the 20th century, and discuss the results in a historical bioanthropology and bioarchaeological perspective. The researchers observed and examined the pathological evidences, and determined the diagnosis. Furthermore, the researchers discussed the results with reference to the historical and socio-cultural data associated with the atmosphere and events in the life of the individual. The researchers have given broad perspective in viewing human beings as biological and cultural beings.
KERANGKA MANUSIA DARI SITUS GUA JAUHARLIN 1, KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Delta Bayu Murti; Nia Marniati Etie Fajari; Ulce Oktrivia; Eko Herwanto; Gregorius Dwi Kuswanta; Muhammad Wishnu Wibisono; Toetik Koesbardiati
Naditira Widya Vol. 14 No. 2 (2020): Naditira Widya Volume 14 Nomor 2 Oktober Tahun 2022
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di situs Gua Jauharlin 1 telah dilakukan selama dua tahun, pada 2018 dan 2019. Pada tahun kedua diperoleh temuan kerangka manusia. Kondisinya hampir lengkap, tanpa bagian kaki, dan diberi kode GJL 1.1. Akan tetapi, di dekat cranium GJL 1.1, ditemukan sepasang tulang kaki manusia yang diduga milik individu GJL 1.1. Tujuan penelitian ini adalah menentukan identitas rangka GJL 1.1 berkaitan dengan data individu dan analisis konteks kuburnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis makroskopis untuk data individu GJL 1.1, serta pendekatan arkeotanatologi untuk analisis konteks kuburnya. Analisis makroskopis menghasilkan informasi profil biologis GJL 1.11, yang mengindikasikan individu berjenis kelamin laki-laki, umur 26,9-42,5 tahun, tinggi badan 155,1–165 cm, dan memiliki afiliasi dengan populasi Asia. Aktivitas mengunyah sirih pinang terindikasi berdasarkan fitur warna kuning kecokelatan pada permukaan labial dan buccal gigi individu GJL 1.1. Hasil analisis arkeotanatologi menunjukkan arsitektur kubur peletakan-penimbunan mayat GJL 1.1, serta tipe kubur yang bersifat primer. Hasil uji short tandem repeat combined deoxyribonucleic acid index system (STR CODIS) dengan menggunakan sampel dari sepasang tulang kaki dan rangka GJL 1.1, menunjukkan bahwa keduanya adalah individu yang berbeda.The two-season researches in Gua Jauharlin 1 site were carried out in 2018 and 2019. A human skeleton, sans its lower limbs, was discovered during the second season of excavation and coded GJL 1.1. However, a pair of human leg bones were found close to the cranium of GJL 1.1, which was suggested to belong to the individual of GJL 1.1. The research objective was to determine the identity of the GJL 1.1 in association with its individual attribute and the analysis of its burial context. This study uses a macroscopic analysis method to obtain individual data of GJL 1.1, as well as an archeothanatology approach to analyse the burial context. The macroscopic analysis yielded information on the biological profile of GJL 1.11 suggesting the individual is male, aged 26.9-42.5 years, height 155.1-165 cm, and has an affiliation with the Asian population. The brownish-yellow stain on the labial and buccal surface of human teeth of GJL 1.1 indicate betel nut chewing. The result of archeothanatological analysis suggests the architecture of the burial of GJL 1.1 with regard to laying-covering corpses and a primary burial. The results of the short tandem repeat combined deoxyribonucleic acid index system (STR CODIS) test, using samples from a pair of leg bones and the GJL 1.1 skeleton, indicate that the two came from different individuals.
Menyoal Stunting dan Pola Asuh pada Keluarga Pekerja Migran di Kabupaten Lombok Timur Koesbardiati, Toetik; Wahyudi, Irfan; Murti, Delta Bayu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20008

Abstract

Background: Di keluarga migran terutama jika istri yang menjadi pekerja migran, pengasuhan anak berpindah ke suami atau keluarga besar lainnya. Penelitian ini (melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat) dilakukan di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh keluarga migran terkait dengan kejadian stunting. Metode: Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu atau pengasuh anak balita bergabung dalam Focus Group Discussion (FGD) dan sebanyak 8 anak balita yang kemudian diukur secara antropometri untuk mengetahui status gizinya. Hasil: Hasil FGD muncul dua pernyataan utama yaitu: “ayam dan telur (protein) adalah untuk ayah” dan “makanan apapun tidak membuat mati”. Kesimpulan: Berdasarkan gambaran ini menunjukkan bahwa pola asuh berkaitan erat dengan budaya lokal yang menentukan pilihan makanan, pemberian makanan dan pembagian makanan yang pada tahap tertentu dapat berpengaruh terhadap kejadian stunting.