Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

KEKERASAN KEPADA ANAK DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL Maulana, Aji; Susanti, Indah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.382

Abstract

Penelitian ini mengangkat isu kekerasan terhadap anak yang divisualisasikan melalui pendekatan fotografi konseptual dengan gaya naratif dan simbolis. Kekerasan yang dimaksud mencakup tindakan fisik dan verbal yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak dalam ruang lingkup domestik. Fenomena ini sering kali tersembunyi dan tidak mudah terlihat secara kasat mata, sehingga dibutuhkan pendekatan visual yang mampu menggambarkan dampak psikologis serta emosional yang dialami oleh anak korban kekerasan. Melalui bahasa visual yang kuat, menyentuh, dan penuh makna, fotografi digunakan sebagai medium ekspresi untuk menyuarakan kepedihan serta kerentanan anak-anak yang menjadi korban dalam lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka bertumbuh dan berkembang. Dalam proses penciptaannya, karya ini didasari oleh teori fotografi konseptual yang berpadu dengan pendekatan semiotika untuk memperkuat makna simbolik dari setiap elemen visual yang ditampilkan. Teknik pencitraan digital juga diterapkan untuk membangun suasana emosional dan memperkuat intensitas pesan dalam setiap foto. Selain itu, prinsip pencahayaan, sudut pengambilan gambar, serta komposisi artistik dimanfaatkan secara maksimal untuk mengarahkan perhatian penonton kepada isu utama yang ingin diangkat. Proses artistik ini mencakup tahapan observasi langsung di lapangan, wawancara dengan individu yang relevan, studi literatur terkait isu kekerasan anak, serta eksplorasi visual dalam merumuskan dan mengembangkan konsep gambar secara kreatif. Karya yang dihasilkan berupa dua puluh foto hitam putih yang menyajikan narasi visual tentang penderitaan batin anak akibat kekerasan domestik. Warna monokrom dipilih untuk menegaskan kesan suram, getir, dan menyakitkan dari tema yang diangkat. Melalui karya ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pola asuh yang sehat, penuh empati, dan mendorong keterlibatan seni sebagai suara kritis terhadap isu sosial dan kemanusiaan, khususnya terkait kekerasan terhadap anak
GAMBIR HARAU DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Arahman, Zikra; Susanti, Indah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.409

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Gambir Harau yang dikemas dalam bentuk fotografi dokumenter yang menerapkan bentuk foto story yang menyoroti fenomena sosial terkini di Lembah Harau, Sumatera Barat. Khususnya, tentang menurunnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi bertani gambir. Meskipun Harau dikenal sebagai penghasil gambir berkualitas tinggi yang telah menjadi penopang ekonomi masyarakat sejak abad ke-19, namun saat ini terjadi pergeseran signifikan pada generasi muda yang mana lebih memilih pekerjaan pada sektor lain. Sehingga, lahan gambir tidak terawat dan produksi menurun. Fenomena ini diperparah dengan perubahan fungsi rumah dan pabrik gambir yang kini banyak dialihfungsikan menjadi tempat tinggal atau usaha lain. Penciptaan ini menggunakan pendekatan foto story, dengan mendokumentasikan proses pengolahan gambir, kondisi sosial para petani, serta perubahan-perubahan yang terjadi di Harau. Tujuan penciptaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tradisi pengolahan gambir dan mendorong keterlibatan generasi muda agar keberlanjutan industri gambir tetap terjaga di masa depan. Semoga melalui rekam visual tentang fenomena regenerasi petani gambir bisa menginspirasi para peneliti atau fotografer lainnya
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adhi Susanto Adiratna Sekar Siwi Aditia Nur Rahman Aliefyansyah, Almayda Erris Ana Ramdani Sari Andini, Amelia Anggraeni, Rosi Apdola, Zikrina Arahman, Zikra Arian Febrila Dewanti, Neni Arofiati, Fitri Aryati Aryati Asep Yudi Permana Atfat Malic, Rohan Athena, Aegle Atwood, Margaret Auron, Afrodita Bambang Budi Wiyono Burhan, Asmat Dewi, Wulan Mei Mustika Dutta Roy, Ananya Dyah Utari Yusa Wardhani Effan Fahri Mahendra, Rahmad Eka Sariningsih Fauzi Rahmanullah Feibirini, Fitri Fikar Lanjari, Zul Ghassani, Azka Inatsan Ginting, Bersiap Gitriadi, Heru Hafiz Nurrahman Hamdani, Deni Hamka Hamka, Hamka Herlina, Octa Hidayat, Riski Indrawasih, Indrawasih Indri Heri Susanti, Indri Heri Ismail, Gurawan Dayona Karto Wijaya Karto Wijaya, Karto Kim Chi, Do Thi Kusnadi Kusnadi, Ilman Kusuma, Yudhistira Lia Puspita, Indah Lilis Widaningsih Lucy Yosita Lumban Toruan, Anggia Augustasia M. Norrström, Elin Maharani, Dhevia Mardiyah, Nikmatul Maria Seraph, Nero Maulana, Aji Mixrova Sebayang, Septian Mora, Haslinda Mustiningsih Mutiar, Mutiar Muzakki, M Hafiz Natasya Edward, Marry Naufala, Kharisma Nitih Indra Komala Dewi Nunung Ayu Sofiati (Efi) Nurhaida Nurhaida Nurhaida, . Nursyahid Siregar Oanh, Lê Thị Kim Paulus Subiyanto Permanasari, Diah Cahyani Prihatiningsih, Dwi Puspitasari, Dela Urbach R. MacLeod, Emily Ritali Evi Mudrikah Royland Marpaung, Ferdy Ruangdet, Kritsada Sahara, Ain Salsabila Sakanti, Aulia Sebayang, Septian Mixrova Sekar Siwi, Adiratna Silva, Vanessa A Breu Da Solikhin, Krisviadi Ahmat Sri Widada, Thomas Sumarni, Rantiningsih Sumawidjaya, Riyandi Nur Susanto, Amin Syafiqah, Nurul Tin Utami Tri Sumarni Trias Megayanti Triyudono, Danang Umi Kalsum Vijay Kumar Widayanti, Nelvira Yonki Alexander Volta Zamron, Muhammad