Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Trasformasi Tarekat Safawiyah: Peran Tasawuf dalam Terbentuknya Dinasti Safawi Mujtahidah, Siti Barika; Yasin, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Syafawiyah berawal dari gerakan tarekat yang didirikan oleh Shafi al-Din. (1252-1334). Gerakan tarekat syafawiyah yang diawali dengan tujuan untuk membangun kesalehan bagi para pengikutnya dan melawan para ahli bid’ah, tetapi seiring berjalannya waktu tarekat ini berubah ke gerakan sosial yang berusaha mencari kesalahan para penguasa yang hidup dalam kemewahan dan jauh dari kesalehan seperti yang dilakuan dinasti umayah dan abbasiyah, selain itu kondisi sosial-politik di Persia dan doktrin Syiah yang memotivasi kaum tarekat Syafawiyah sehingga mendorong peralihan gerakan keagamaan tarekat Syafawiyah menjadi gerakan politik keagamaan dengan ajaran Mahadisme dan Imamah dalam Syiah untuk melangsungkan keinginan kekuasaan dan impian politik mereka, sehingga gerakan politik keagamaan menghasilkan pengaruh yang cukup luas di Persia dan puncak kejayaan berhasil membentuk pasukan Qizilbash serta mendirikan dinasti Syafawiyah di Persia dari tahun 1501-1736 M.
Peradaban Islam di Eropa Pada Era Kesultanan Turki Utsmani Zakiya, Ryan Kamil El; Yasin, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Usmani memiliki peran yang sangat signifikan, terutama dalam pengembangan wilayah Islam dan peradaban Islam di Eropa. Puncak kejayaan Usmani tercapai di bawah pemerintahan Sulaiman I, yang dikenal dengan gelar al-Qanuni (pembuat Undang-undang) karena keberhasilannya dalam merumuskan undang-undang yang mengatur masyarakat. Selama masa kejayaan Islam, banyak orang Eropa belajar dan menuntut ilmu dari umat Islam, yang membantu mereka keluar dari masa kegelapan. Dunia Islam pernah mencapai puncak kejayaan dalam sains, teknologi, dan filsafat, khususnya di bawah Dinasti Abbasiyah yang berkuasa dari abad ke-8 hingga abad ke-15. Selain itu, para sarjana Muslim berperan sebagai penghubung bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern saat ini. Ilmu pengetahuan dari dunia Islam mengalami transmisi, diseminasi, dan proliferasi ke dunia Barat, yang mendukung munculnya zaman Renaisans di Eropa. Melalui dunia Islam, Barat mendapatkan akses untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern.
Al-Azhar dalam Pengembangan Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyyah (909-1171 M) Jannah, Weri Wildathul; Yasin, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan Dinasti Fatimiyah merupakan salah satu dinasti Syi’ah yang didirikan oleh Uhardillah Al-Mahdi dan berkuasa dari tahun 909 M hingga 1171 M.Dinasti ini mengklaim legitimasi dari keturunan Nabi melalui Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, serta Ismail, anak-anak Jafar Sidik. Tujuan pendirian dinasti adalah untuk menjadi tandingan bagi Bani Abbasiyah yang menguasai dunia Muslim di Bahgdad. Wilayah kekuasaan Fatimiyah mencakup Afrika Utara, Mesir, dan Suriah, dan muncul sebagai akibat dari melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Fatimiyah, lembaga pendidikan utama adalah masjid, istana,perpustakaan, dan Dar al-ilm, atau yang dikenal sebagai Jamiah Amiya Akademi.Bidang ilmu yang berkembang meliputi bahasa dan sastra, kedokteran, syair, dan filsafat. Universitas Al-Azhar menjadi contoh lembaga pendidikan tinggi yang bersejarah dalam peradaban Fatimiyah dan hingga kini tetap menjadi pusat pendidikan Islam
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar dalam Al-Qur’an Yusrah, Yusrah; Yasin, Arbi; Simbolon, Parlindungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis akan menganalisis pendidikan berbasis Merdeka Belajar dalam Al-Qur''an, terutama di surah Al-Alaq ayat 1-5, surah Al-Mujadalah ayat 11. Kajian ini penting karena memberikan dasar teoretis dan praktis untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Selain itu, kajian ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan program Merdeka Belajar, sehingga kebijakan pendidikan dapat disempurnakan demi hasil yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat luas.Penelitian ini tergolong sebagai penelitian kepustakaan, di mana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen lainnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata, baik tertulis maupun lisan, dari individu serta perilaku yang dapat diamati. Dengan demikian, metode ini menjelaskan dan menganalisis semua aspek yang berkaitan dengan konsep merdeka belajar yang terdapat dalam Q.S. Al-Alaq ayat 1-5, Q.S. Al-Mujadalah ayat 11.1. Nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur''an Surat Al-''Alaq ayat 1-5 mencakup: 1) nilai cinta membaca atau belajar, yang mendorong kita untuk membaca dan memahami, 2) nilai ketauhidan, yang mengajak manusia untuk beriman, 3) nilai keilmuan, yang mendorong pengembangan pengetahuan melalui pemikiran tentang ciptaan langit dan bumi serta observasi alam, 4) nilai menulis, yang mengarahkan pada penciptaan karya ilmiah, 5) nilai akhlak, yang jika diterapkan akan menciptakan kehidupan yang tertib, aman, damai, dan harmonis, 6) nilai ibadah dan ketakwaan, yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sedangkan Berdasarkan Qur''an Surat Al-Mujadilah Ayat 11, penulis menganalisis konsep pendidikan akhlak yang terkandung di dalamnya, yaitu: 1) pentingnya menuntut ilmu sebagai landasan pembentukan akhlak, 2) dorongan untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain, 3) perintah untuk berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk, serta 4) penekanan pada etika dalam interaksi sosial. Konsep ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku individu.
Kondisi Peradaban Dalam Perkembangan Intelektual Pada Masa Disintegrasi Dinasti Abbasiyah Sakinah, Putri; Yasin, Arbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam literatur sejarah Islam, Baghdad dikenal sebagai pusat peradaban Islam, baik dalam bidang sains, budaya dan sastra. Kemajuan peradaban ini menghadirkan Baghdad sebagai kota para intelektual, tidak hanya orang arab yang hadir, bangsa Eropa, Persia, Cina, India serta Afrika turut hadir mengisi atmosfer pengetahuan disini. Masa kekhalifahan Abbasiyah ini lah yang dikenal berkembang pesatnya pengetahuan. Pada masa ini banyak sekali bermunculan intelektual-intelektual muslim baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Dalam masa kekhalifahan Abbasiyah keadaaan sosial ekonomi pun berkembang dengan baik. Seperti halnya dalam bidang pertanian maupun perdagangan. Masyarakat pada masa itu mampu mengatur tatanan kehidupannya dengan baik, hingga dikenal sebagai negeri masyhur dan makmur. Pada masa kerajaan Abbasiyah kekuasaan Islam bertambah luas. Masyarakat dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok khusus dan kelompok umum, kelompok umum terdiri dari Seniman, ulama, fuqoha, pujangga, saudagar, pengusaha kaum buruh, dan para petani sedangkan kelompok khusus terdiri dari khalifah, keluarga khalifah, para bangsawan, dan petugas-petugas Negara. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, para khalifah banyak mendukung perkembangan tersebut, terlihat dari banyaknya buku-buku bahasa asing yang diterjemahkan kedalam bahasa arab, dan lahirnya para kaum intelektual.
Islam dan Sains Perspektif Syed Nuqaib Al- Attas dan Fethullah Gulen Maya, Eka Rinor; Yasin, Arbi; Yusrianto, Edi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26569

Abstract

Penelitian ini mengkaji pentingnya strategi aplikatif yang seimbang antara spiritual Islam dan kemajuan ilmu pengetahuan dalam pendidikan Islam agar mampu meghadapi tantangan modernisasi terutama terkait dengan sekularisasi dan westernisasi berdasarkan pemikiran Al-Attas dan Gulen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Al-Attas dan Gulen memberikan jawaban teoritis dan praktis terhadap krisis identitas pendidikan Islam kontemporer, serta bagaimana ide-ide mereka dapat berfungsi sebagai dasar untuk pengembangan sistem pendidikan Islam yang integratif, spiritual, dan kompetitif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni studi pustaka (literatur) yang bersumber dari artikel, buku, dan lainnya, dengan pola deduktif induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Fethullah Gülen memberikan kontribusi penting dalam menjawab tantangan pendidikan modern, yang mana Al-Attas menekankan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, yang bertujuan untuk memurnikan ilmu dari pengaruh sekularisme dan mengintegrasikan sains dengan nilai-nilai Islam dan juga mengembangkan konsep Ta’dib, yang menekankan pentingnya adab dan akhlak dalam pendidikan. Sementara itu, Gulen melalui konsep Hizmet mengembangkan sistem pendidikan berbasis spiritual dan sosial yang menyeimbangkan antara ilmu modern dan nilai-nilai Islam. Adapun implikasi pemikiran keduanya dalam pendidikan Islam di Indonesia yaitu reformasi kurkulum berbasis nilai Islam, pendidikan karakter berbasis adab, dan model pendidikan inklusif.
TAWHID: As a Basis for Science Development Anwar, Abu; Yasin, Arbi; Yusra, Nelly; Mujtahid, Iqbal Miftakhul; Hardila, Dilva
Journal of Natural Science and Integration Vol 6, No 2 (2023): Journal of Natural Science and Integration
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jnsi.v6i2.21862

Abstract

The development of science and technology is currently so rapid and has become an inevitable need. Religion through its noble books certainly has a lot of knowledge. For this reason, it is necessary to carry out scientific integration between science and Islam, in this case Al Qur’an and Hadith. However, there are pros and cons to this view. In accordance with the establishment of UIN Suska as an Islamic University that provides education based on Islamic values, the aim of this study is to support the integration of Islam in the science learning process so that it can increase our understanding of the concept of tawhid, not reverse. The research method developed was a literature review by collecting data from various sources, both books, journals, and scientific articles. The result of this study is a literature review of tawhid as a basis for the science development. Thereby, in this case, science goes hand in hand with Islamic understanding so that it can strengthen the faith and tawhid on mankind as signs of the Oneness and glory of Allah SWT.Keywords: Tawhid, Science, Knowledge, Islam
HAKIKAT AL-INSAN DALAM AL-QURAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN (TELA’AH SURAT AL-‘ALAQ AYAT 1-5) Sihombing, Bahosin; Yasin, Arbi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual hakikat al-insan dalam al-Qur’an (Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5) dan implementasinya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah al-Insan memiliki potensi untuk memiliki ilmu pengetahuan dan mengembangkan potensi diri dan untuk meluruskan pemikiran sebagian orang bahwa manusia tidak hanya memiliki sifat lupa dan lupa. Adapun metode penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu memaparkan secara mendalam dengan secara obyektif sesuai dengan data yang dikumpulkan mengkaji hakikat manusia. Selain itu, sumber daya manusia memegang peranan besar terhadap kesejahteraan dan kemakmuran dunia. Sementara di sisi lain, keunikan manusia membuat penelitian ini menjadi penting dilakukan. Dengan menelaah isi kandungan al-Qur’an khususnya surat Al-Alaq ayat 1-5, sedangkan yang menjadi temuan dalam penelitian ini adalah bahwasanya al-Insan diciptakan dari segumpal darah yang hina kemudian Allah jadikan menjadi makhluk paling mulia diantara semua makhluk lainnya, setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab di atas muka bumi, setiap manusia memiliki potensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya, dalam pembelajaran sebagai seorang murid dan guru ditekankan untuk memperbaharui niatnya setiap saat dan tujuan pembelajaran tidak terlepas dari mengesakan Allah SWT serta senantiasa mengharap rahmat dan ridhanya.