Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pembuatan Pressure Reduction System (PRS) Kapasitas 50 Nm³/jam dengan Metode PDCA Dani Sucipto; Gusman Simon; Susan Kustiwan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2083

Abstract

Permintaan Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia terus meningkat seiring kebutuhan industri akan energi yang lebih bersih dan efisien. PT. XYZ sebagai distributor CNG hanya memiliki unit Pressure Reduction System (PRS) berkapasitas 30 Nm³/jam, sementara terdapat lima calon pelanggan yang membutuhkan kapasitas 50 Nm³/jam. Penelitian ini menerapkan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dalam proses pembuatan PRS CNG kapasitas 50 Nm³/jam, menguji stabilitas dan akurasi tekanan outlet terhadap set point 4 bar dengan toleransi ±5%, serta memverifikasi pemenuhan standar keselamatan ASME B31.8. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran tekanan outlet pada lima variasi tekanan inlet (250, 200, 150, 100, dan 50 bar). Analisis dilakukan menggunakan perhitungan persentase error, rata-rata, dan standar deviasi, serta uji kebocoran, fungsi safety valve, dan respons shut-off valve. Hasil penelitian menunjukkan unit PRS menghasilkan rata-rata tekanan outlet 4,008 bar dengan error maksimum ±0,75% dan standar deviasi 0,0192 bar, serta lolos seluruh uji keselamatan ASME B31.8. Penelitian ini berkontribusi pada penerapan metode PDCA dalam pembuatan peralatan gas bertekanan serta menghasilkan usulan standardisasi komponen dan prosedur operasional standar (SOP).
Penerapan Metode Fmea dan PDCA untuk Mengurangi Tingkat Kegagalan Tool Broken Pada Proses Produksi Produk P4 di PT. XYZ Riski Wahyu Oktavia; Hendi Herlambang; Gusman Simon
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7905

Abstract

Industri manufaktur dituntut untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proses machining berbasis CNC adalah kegagalan tool broken yang dapat menyebabkan peningkatan produk cacat, downtime mesin, serta biaya operasional. PT. XYZ sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif mengalami permasalahan dominan berupa tool broken pada proses produksi produk P4 selama periode Januari–April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kegagalan tool broken serta merancang tindakan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, pengolahan data cacat, analisis risiko FMEA, serta implementasi perbaikan berbasis PDCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tool broken merupakan jenis cacat tertinggi dengan jumlah 480 unit atau 31,05% dari total cacat produksi. Analisis FMEA menunjukkan bahwa penyebab utama kegagalan berasal dari sistem coolant yang tidak optimal dengan nilai RPN sebesar 336. Implementasi PDCA melalui pemasangan filter coolant 100 mesh, penerapan SOP pengecekan coolant, dan peningkatan pemeliharaan mampu menurunkan frekuensi penyumbatan coolant sebesar 76,6%, mengurangi tool broken sebesar 66,7%, serta menurunkan nilai RPN menjadi 32. Kesimpulannya, integrasi metode FMEA dan PDCA efektif dalam mengidentifikasi akar masalah dan meningkatkan keandalan proses machining pada produksi produk P4 di PT. XYZ.
Analisis Perbaikan Kualitas Untuk Mengurangi Defect pada Produk ASF Drive Menggunakan Metode FMEA dan Kaizen di Perusahaan Elektronik Salsabila Luthfi Arifah; Syarah Rizkia Feriaty; Gusman Simon
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12021

Abstract

Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saing. Perusahaan Elektronik sebagai perusahaan manufaktur elektronik masih menghadapi permasalahan tingginya defect pada produk Auto Sheet Feeder Drive (ASF Drive), yang berdampak pada meningkatnya rework, biaya produksi, serta menurunnya efisiensi proses. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab defect, menentukan prioritas risiko kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Kaizen (5W+1H). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta data historis produksi dan defect periode Juli–Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan defect dominan, Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab, kemudian penilaian Severity, Occurrence, dan Detection untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis defect, yaitu Harness Broken, Harness Tear, FFC Dent, dan Bending, dengan total defect sebanyak 171 unit. Diagram Pareto menunjukkan bahwa Harness Broken merupakan defect dominan dengan kontribusi sebesar 38,60%, diikuti Harness Tear sebesar 26,31%, sehingga keduanya menyumbang 64,91% dari total defect. Berdasarkan analisis FMEA, Harness Broken memiliki nilai RPN tertinggi sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan Kaizen (5W+1H), meliputi peningkatan kompetensi operator, penguatan pengawasan proses, penggunaan alat inspeksi, serta penerapan check sheet untuk mendukung pengurangan defect dan peningkatan kualitas produk ASF Drive secara berkelanjutan.  
Analisis Biaya Persediaan Kedelai Mengunakan Metode Economic Order Quantity Riffan Galuh Mandhastyas; Syarah Rizkia Feriaty; Gusman Simon
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1688

Abstract

Tujuan dari studi ini guna “menganalisis dan mengoptimalkan biaya persediaan bahan baku kedelai melalui metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Rumah Tempe Pak Agus”. Masalah utama usaha ini adalah tingginya frekuensi pemesanan konvensional tanpa perhitungan terstruktur, sehingga memicu pemborosan biaya pesan dan risiko stock-out yang mengganggu produksi. Penelitian kuantitatif deskriptif ini memanfaatkan data penggunaan kedelai tahun 2025, biaya pemesanan, beserta biaya penyimpanan selaku variabel analisis. Tahapan penelitian meliputi perhitungan kuantitas pemesanan optimal, safety stock, frekuensi pemesanan, ROP, serta perbandingan TIC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan konvensional menghasilkan pemesanan sejumlah 263 kali tiap tahunnya disertai total biaya persediaan Rp6.312.000. Sementara kuantitas pemesanan optimal sebesar 314 kg per pesanan dihasilkan oleh metode EOQ sejumlah hanya 49 kali per tahun. Selain itu, ditetapkan safety stock sejumlah 103 kg dan ROP pada tingkat 162 kg. Total biaya persediaan bisa menurun menjadi Rp2.357.580 berkat penerapan metode EOQ. Terbukti dari temuan ini bahwasanya metode EOQ bisa menekan biaya persediaan sebesar Rp3.954.420 atau hemat 62,65% sekaligus meningkatkan keandalan ketersediaan bahan baku. Dapat disimpulkan, implementasi EOQ yang dipadukan dengan safety stock beserta ROP terbukti efektif mengoptimalkan manajemen pengendalian persediaan pada skala UMKM.