Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Failure Mode and Effect Analysis (Fmea) Berbasis Pdca Cycle untuk Meningkatkan Kualitas Komponen Stamping di PT Xyz Faruq, Muhammad Yusuf; Suhendra, Suhendra; Simon, Gusman
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32746

Abstract

Persaingan industri otomotif yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk guna memenuhi standar perusahaan dan harapan konsumen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam proses produksi adalah tingginya tingkat defect pada proses stamping yang dapat mempengaruhi kualitas produk dan produktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect yang terjadi pada proses stamping, menganalisis faktor penyebabnya, serta mengimplementasikan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berbasis PDCA Cycle (Plan, Do, Check, Action) untuk menurunkan tingkat defect dan meningkatkan kualitas komponen stamping di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan siklus PDCA, sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode FMEA melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect dominan pada proses stamping adalah benjol dan penyok dengan rata-rata defect sebesar 8% pada periode Maret–Agustus 2025, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Setelah dilakukan perbaikan melalui pelatihan operator, penerapan SOP material, jadwal 5S, perawatan dies, modifikasi pallet, serta penambahan alat bantu pengecekan, tingkat defect menurun menjadi 3,9% pada September dan 2,4% pada Oktober 2025. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode FMEA yang terintegrasi dengan siklus PDCA efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah dan menurunkan tingkat defect pada proses stamping sehingga mampu meningkatkan kualitas produk secara signifikan.
Cash Flow Evaluation on Infrastructure Development Project in Industrial Areas: Evaluasi Arus Kas Pada Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Industri Gusman Simon
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan arus kas proyek memiliki dampak terhadap keuangan penyedia jasa konstruksi, dan kemampuannya dalam menyelesaikan jadwal pekerjaan secara tepat waktu. Dengan mengetahui penyebab-penyebab defisit arus kas dan interaksi diantara penyebab dengan kondisi arus kas, penyedia jasa konstruksi dapat mengantisipasi dan mengkoreksi uang kas yang tersedia untuk menghindari pinjaman kepada pihak lain atau penambahan jumlah pinjamannya. Evaluasi yang dilakukan pada sebuah proyek pembangunan infrastruktur di kawasan industri bersifat analisis deskriptif berdasarkan data tertulis dari penyedia jasa konstruksi. Berdasarkan kajian didapatkan penyebab masalah defisit arus kas yaitu tidak terdapat uang muka karena klausul perjanjian konstruksi, kemudian diperparah oleh penyedia jasa konstruksi yang tidak memaksimalkan frekuensi penagihan bulanan khususnya pada periode awal, serta adanya keterlambatan pembayaran dari pemberi kerja. Evaluasi arus kas secara berkala akan memberikan gambaran uang kas yang tersedia pada masing-masing periode proyek. Selain itu, evaluasi arus kas pada periode akhir juga dapat mengindikasikan adanya laba atau rugi dari hasil pelaksanaan proyek.
FMEA and Statistical Process Control in Identifying Cause of Black Dot Injection Pipe Rohana, Rohana; Herlambang, Hendi; Simon, Gusman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7174

Abstract

PT UII is a manufacturing company that produces spare parts for two-wheeled and four-wheeled vehicles. From 2023 to 2024, the peak of the problem occurred in the Pipe Injection product for Gasoline Direct Injection (GDI) products, namely the Black Dot problem. This problem has been reported to the parent company, PT UII JPN, and it has been decided that this problem is a challenge for the PT UII group that cannot be completely eliminated by 2024. This problem has caused significant losses for PT UII. Black Dot on the end forming part of the pipe is caused by contamination during the annealing process on the end forming part, where the end forming part is treated to achieve a certain level of softness through a heating process. The Black Dot problem is the problem that causes the most losses for PT UII. Based on observations from 2024 to January 2025, improvements are needed using fishbone diagram analysis and FMEA evaluation of the annealing process. The fishbone diagram is a method used to identify the factors causing the black dot problem, and FMEA is a system designed to maintain control over the production process, aiming to determine the highest risk level for problems occurring in the production process and prepare corrective actions for each process.
Smart Manufacturing: Integration of Industry 4.0 Technologies to Enhance Engineering System Productivity Simon, Gusman; Wedono, Bramono Wangsa
Journal of Renewable Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): JORE - April
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/f71t3f33

Abstract

The transformation of manufacturing systems in the era of Industry 4.0 has led to the emergence of smart manufacturing, which integrates advanced technologies such as Internet of Things (IoT), cyber-physical systems (CPS), artificial intelligence (AI), and digital twins to enhance engineering system productivity. This study aims to analyze how the strategic integration of these technologies improves productivity by addressing system complexity, integration challenges, and human factors. The research employs a qualitative approach using a systematic literature review (SLR) method, with data collected from reputable international journals published between 2020 and 2025. The analysis is conducted through thematic and comparative synthesis to identify key patterns and relationships. The findings indicate that the integration of Industry 4.0 technologies significantly improves operational performance, including increased efficiency, reduced downtime, enhanced product quality, and improved system responsiveness. However, challenges such as integration complexity, legacy systems, and workforce skill gaps remain critical barriers. The study concludes that a holistic and strategic integration approach, supported by strong data governance and workforce development, is essential to achieve sustainable productivity improvements in engineering systems.
Comparison of Weighted Moving Average and Single Exponential Smoothing Forecasting on Manila Duck Eggs Production Gusman Simon
JOMLAI: Journal of Machine Learning and Artificial Intelligence Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/jomlai.v5i1.7846

Abstract

As a waterfowl, the Manila duck is a potential livestock option and a source of animal protein for the community. Its population growth is still considered low, and its egg production capacity only serves to support the food supply. Population growth and public awareness of the importance of nutrition drive the demand for animal protein consumption. The highest growth in duck egg consumption was observed between 2014 and 2018. In 2021 and 2022, the production and consumption of Manila duck eggs increased per capita every week. However, in 2024, the production rate of Manila duck eggs decreased. One way to anticipate the risk of declining Manila duck egg production is through predictive analysis. Based on the data patterns obtained from the Central Statistics Agency, the weighted moving average (WMA) forecasting method and single exponential smoothing (SES) were selected. The MAPE value of the WMA method for the last two periods 6.742%, last three periods 6.444%, and last four periods 6.814%. The MAPE value of the SES method is 6.466%. The lowest MAPE value is from the 3-period WMA method. To minimize the MAPE value, the Solver add-in application attached in MS Excel is used to determine the weight value of each period in the WMA method, as well as the smoothing coefficient value of the SES method.
Analisis Kinerja Mesin Kemas OMAS GE-2 Line 5 Guna Meningkatkan Kinerja Mesin Dengan Pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Andik Nur Setiawan; Gusman Simon; Ghina Farhah Azizah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1831

Abstract

Downtime pada mesin packaging dapat menyebabkan penurunan efektivitas produksi dan tidak tercapainya target output perusahaan. Kondisi tersebut terjadi pada mesin kemas Omas GE-2 Line 5 PT Kalbe Farma yang mengalami peningkatan downtime breakdown pada periode Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses serta menentukan usulan perbaikan untuk meningkatkan performa mesin produksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif berdasarkan data produksi periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan nilai Availability Rate sebesar 82%, Performance Rate sebesar 93%, dan Quality Rate sebesar 100%, sehingga diperoleh nilai OEE sebesar 76% dan masih berada di bawah standar world class OEE sebesar 85%. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa breakdown losses menjadi faktor dominan dengan persentase sebesar 12,6%. Hasil fishbone diagram menunjukkan bahwa penyebab utama breakdown berasal dari belum optimalnya pemeriksaan bearing, ketidakstabilan output lem, dan belum adanya standarisasi parameter proses operasional mesin. Usulan perbaikan melalui preventive maintenance dan standarisasi proses operasional menunjukkan peningkatan nilai OEE menjadi 88%. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode OEE dan Six Big Losses efektif digunakan untuk meningkatkan efektivitas mesin produksi pada industri farmasi.
Analisis Produktivitas Komponen Plastic Injection Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC: (Studi Kasus: CV. Aristech) farhanul Hidayatullah; Suhendra; Gusman Simon
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1847

Abstract

CV. Aristech merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang plastic injection dan memproduksi berbagai produk rumah tangga, salah satunya piring plastik. Permasalahan yang terjadi pada proses produksi adalah target produksi sebesar 750 lusin per hari belum tercapai secara konsisten, di mana rata-rata produksi aktual hanya mencapai 540 lusin per hari atau sebesar 72,03% dari target perusahaan. Selain itu, masih ditemukan produk cacat dan downtime mesin yang menyebabkan produktivitas produksi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya produktivitas serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data produksi, produk cacat (Not Good/NG), dan downtime mesin selama 24 hari kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat dominan adalah Flashing sebesar 44,86%, sedangkan downtime terbesar berasal dari masalah teknis dan mesin sebesar 42,49%. Hasil pengukuran diperoleh nilai DPMO sebesar 141.072 dengan level sigma 2,58 yang menunjukkan bahwa kemampuan proses produksi masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan analisis Fishbone Diagram, penyebab utama permasalahan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan pengukuran. Usulan perbaikan dilakukan melalui penerapan SOP kerja, checklist pemeriksaan mesin dan material, serta preventive maintenance. Setelah perbaikan diterapkan, produktivitas produksi meningkat menjadi 17.694 lusin atau sebesar 98,30% dari target produksi. Dengan demikian, metode Six Sigma DMAIC dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas serta mengurangi produk cacat dan downtime pada proses produksi piring plastik di CV. Aristech.