Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN SEBAGAI KERUPUK BERKALSIUM TINGGI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN KERUPUK Muslimah, Muslimah; Yusnawati, Yusnawati; Amna, Ulil
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3680

Abstract

Masyarakat Indonesia menyukai ikan bandeng karena rasanya yang enak dan gurih. Selain itu, harga jual ikan bandeng juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Ikan bandeng tergolong ikan dengan kandungan protein tinggi dan rendah lemak. Ciri khas lain dari ikan bandeng adalah tulang/durinya yang tersebar diseluruh tubuh ikan. Bandeng dimanfaatkan masyarakat sebagai lauk pelengkap nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Kegunaan lainnya adalah pengolahan ikan bandeng tanpa tulang, yaitu membuang duri ikannya agar konsumen tidak tersedak saat mengonsumsinya. Kegunaan lainnya adalah ikan bandeng sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk. Pengrajin kerupuk di Kota Langsa memproduksi kerupuk dengan menggunakan bahan baku bandeng. Selama ini mitra hanya memanfaatkan daging ikan bandeng dalam pembuatan kerupuk, padahal ada tulang ikan yang mempunyai nilai gizi tinggi namun tidak dimanfaatkan dan dianggap sebagai limbah. Metode yang digunakan dalam pengabdian in adalah survei, demontrsasi, dan pendampingan penjualan. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tulang ikan sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk ikan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah keuntungan mitra meningkat dari Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 99.000 per kilogram, karena produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang tinggi dan mampu bersaing dengan cemilan sejenis
PEMANFAATAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) BERBASIS REMPAH SEBAGAI SOLUSI ALAMI UNTUK PENYEMBUHAN LUKA BAGI MASYARAKAT TK AL-IKHSAN ACEH TIMUR Sari, Mulia Safrida; Nurul Hayati, Siti; Fitiriani; Permadani, Arsyka; Yulistiani, Indri; Hana Irfa, Anisa; Meutia; Safrida Sari, Mulia; Halimatussakdiah; Mastura; Amna, Ulil; Ilman Navia, Zidni; Niaci, Sarah
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i1.10676

Abstract

Proyek kemanusiaan bertajuk pemanfaatan VCO berbasis rempah sebagai solusi alami untuk penyembuhan luka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di TK Al-Ikhsan, Aceh Timur, mengenai manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai alternatif alami untuk pengobatan luka. Proyek ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan aplikatif melalui sosialisasi tentang cara pembuatan VCO yang diperkaya dengan rempah-rempah, seperti jahe merah, temulawak, kunyit, dan lengkuas, yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Kegiatan meliputi penyuluhan langsung, demonstrasi praktis pembuatan VCO, serta distribusi produk siap pakai kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat VCO dalam penyembuhan luka dan perawatan kulit, serta tingginya minat masyarakat untuk mengadopsi produk alami dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan VCO sebagai solusi kesehatan berbasis bahan alami diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman, efektif, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT ANTIBAKTERI BERBAHAN DASAR DAUN TEMURUI (Murraya koenigii) DI DESA LHOK BANIE, LANGSA BARAT, ACEH Amna, Ulil; Safrida Sari, Mulia; Amri, Yulida; Fajriani Sukma, Fisca
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i3.10707

Abstract

Skin is the outermost part of the human body, skin will always be exposed to the environment surroundings, starting from exposure to sunlight, temperature, air humidity. Several factors cause dry skin, namely weather, including temperature and humidity, exposure to chemicals and microorganisms, aging, physiological and genetic stress. Efforts that can be made to improve skin conditions caused by microorganisms are the use of antibacterial cosmetics. One plant that can be used as an antibacterial is curry leaves or often known as "Temurui" which is the local name in the Aceh region for Murraya koenigii. The use of local natural resources as cosmetics is easy to develop, besides the basic ingredients are also easy to find in the Aceh region, including Lhok Banie Village. Making solid soap from temurui leaves is an effort to utilize the potential of local natural resources in Lhok Banie village to overcome the risk of spreading bacteria through the skin. Through PKM activities, it is hoped that it can increase community skills in processing temurui leaves into useful products that can be consumed personally and can also be marketed to improve the community's economy. This PKM activity is carried out in the form of direct training with the Lhok Banie community, especially PKK mothers and unproductive housewives. After that, this PKM activity also carried out community assistance with the hope that the community would receive solid soap in a sustainable manner as a regional superior product that would improve the community's economy
PEMANFAATAN DAUN KARI PEMANFAATAN DAUN KARI SEBAGAI ZAT AKTIF ANTIBAKTERI PADA PEMBUATAN DEODORANT STICK TAWAS, DI DESA JAMUR LABU, ACEH TAMIANG : PEMANFAATAN DAUN KARI SEBAGAI ZAT AKTIF ANTIBAKTERI PADA PEMBUATAN DEODORANT STICK TAWAS, DI DESA JAMUR LABU, ACEH TAMIANG Amna, Ulil; Mulia Safrida Sari, Mulia Safrida Sari; Tisna Harmawan, Tisna Harmawan; Fachrizal, Fachrizal; Fajriani Sukma, Fisca
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kari merupakan salah satu jenis tanaman lokal daerah Aceh yang tersedia dalam jumlah yang banyak. Masyarakat hanya menggunakan tanaman tersebut sebagai rempah dalam masakan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada Masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya alam lokal khususnya temurui untuk dikembangkan sebagai produk kosmetika alami salah satunya adalah deodorant. Kegiatan ini berfokus pada pemberian pelatihan langsung kepada Masyarakat mengenai cara pembuatan deodorant stick berbahan dasar daun kari dan tawas. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, Kegiatan ini bermtra dengan Kepala Desa Labu, dengan peserta meliputi ibu-ibu rumah tangga non produktif di sekitaran desa Jamur Labu. Masyarakat sangat antusias dalam mengikut pelatihan, karena ini merupakan hal yang baru diketahui. Selain kegiatan pelatihan, tim pengabdi juga memberikan pendampingan kepada Masyarakat dengan harapan Masyarakat termotivasi untuk mengembangkan produk tersebut secara berkelanjutan baik untuk digunakan secara pribadi, maupun inovasi sebagai produk unggulan daerah dan dapat dipasarkan dalam upaya meningkatkan perekonomian.
Testing Antioxidant Activity of Pineapple (Ananas Comossus Merr.) Rinds Using UV-Vis Spectrophotometry Method Syahputra, Andi; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Amna, Ulil
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.37830

Abstract

Pineapple (Ananas comossus Merr.) is one of the plants that is widespread in tropical and subtropical areas. This plant content vitamin C and antioxidant activity. This study was conducted to identify the class of secondary metabolite compounds and determine the antioxidant activity of pineapple fruit peel. Antioxidant activity testing on pineapple fruit peel was conducted using UV-Vis spectophotometric method with wavelength of 514 nm. The identification of secondary metabolite compounds showed that the methanol extract of pineapple fruit peel contains alkaloid, flavonoid, phenol, tannin and saponin compounds. Antioxidant activity of methanol extract of pineapple fruit peel carried out by DPPH (1,1-diphenyl-2-picryldhydrazyl) method shows IC50 value of 92.87 ppm with strong category, while vitamin C as a comparison has IC50 value of 9.31 ppm with very strong category. This is due to the pineapple fruit peel containing high levels of vitamin C. In addition, pineapple fruit peel contains secondary metabolites, especially flavonoids, phenols and tannins which are a class of polyphenolic compounds.
Pemberdayaan Ibu PKK melalui Inovasi Produk Yogurt Kacang Hijau untuk Pencegahan Stunting Sari, Mulia Safrida; Niaci, Sarah; Mastura, Mastura; Amna, Ulil; Fitriani, Fitriani; Wibowo, Sara Gustia; Lestari, Ratna; Sari, Herlina Putri Endah; Faizah, Siti
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4795

Abstract

Efforts to prevent stunting at the village level require contextual and innovative strategies, particularly by involving community empowerment in improving children's nutritional quality. This community service program was implemented in Tanjung Seumantoh Village, Karang Baru Subdistrict, Aceh Tamiang Regency, in response to the high percentage of families at risk of stunting (19.96%) and the low consumption of nutritious food caused by limited nutritional knowledge, high milk prices, and cases of lactose intolerance. The main objectives of this program were: (1) to enhance PKK mothers’ knowledge of balanced nutrition and the importance of adequate nutrient intake in preventing stunting, (2) to develop their skills in producing yogurt fortified with mung bean flour as a nutritious food product, and (3) to encourage the utilization of local food sources at the household level to support children's growth and development. The methods included an initial community assessment, nutrition education sessions, yogurt production training, post-activity evaluation through questionnaires, and follow-up mentoring. The results showed a significant increase in knowledge, with 84% of respondents demonstrating improved understanding of the nutritional benefits of mung beans as a fortifying ingredient in milk-based products. Additionally, a portion of respondents showed greater awareness of the relationship between child nutrition and stunting prevention (scale 5; 4.52±0.51), and most participants agreed that they were able to independently follow the steps of milk processing after the training (scale 4; 4.12±0.83). Furthermore, household-level food diversification increased, and 52% of participants were motivated to continue producing fortified yogurt independently. These findings indicate that fortifying UHT milk with mung bean flour through the active involvement of PKK mothers can serve as an effective, sustainable, and community-based strategy for stunting prevention while simultaneously contributing to family economic empowerment.
Determination Of Total Flavonoids Extract of White (Magnolia Alba (Dc.) Figlar) Using Spectrophotometry UV-Vis Method Mastura, Mastura; Amna, Ulil; Niaci, Sarah; Pebiola, Tia
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.37890

Abstract

Flavonoids are a group of secondary metabolites produced by plants that have the potential to influence pharmacological activity. This study aims to determine the total flavonoid content of the ethanol crude extract of white cempaka flowers (Magnollia alba(DC.) Figlar) using the UV-Vis spectrophotometry method. This study used colorimetric and spectrophotometric methods using quercetin as a comparison. The qualitative test research results proved that cempaka putih (Magnolia alba(DC.) Figlar) flowers contain flavonoid coumpound. Then a maximum wavelength of 432 nm is obtained with an absorbance of 0.1236, the absorbance calculation for each quercetin concentration and the sample is calculated using a maximum wavelength of 432 nm. Based on the linear regression equation obtained from the standard quercetin curve, the total flavonoid content of the crude ethanol extract of cempaka putih flowers with 3 different concentration variations, at a concentration of 100 ppm, the results obtained for the total flavonoid content were 276,83 17,7 mgQE/g, 500 ppm. total flavonoid levels of 105,189 8,16 mgQE/g, 1000 ppm obtained total flavonoid levels of 79,115 8,33 mgQE/g.
PENGELOLAAN DAN PENINGKATAN NILAI GUNA LIMBAH IKAN MENJADI KECAP IKAN DENGAN TEKNOLOGI FERMENTASI ENZIM PAPAIN DI DESA KUALA LANGSA Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Fajri, Rahmatul; Muliani, Fitra; Amna, Ulil
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3538-3545

Abstract

Kuala Langsa merupakan salah satu desa di Kecamatan Langsa Barat yang terletak bagian barat pesisir Kota Langsa, Provinsi Aceh. Mayoritas masyarakat desa tersebut berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapan nelayan dan hasil tambak dipasarkan di pasar tradisional di Kota Langsa, namun limbah ikan yang dihasilkan dibuang begitu saja tanpa pengolahan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, ikan hasil tangkapan jaring pinggir juga sering melimpah, jenis ikan yang beraneka ragam  dengan ukuran yang kecil kurang diminati konsumen sehingga sering melimpah. Disisi lain, para ibu-ibu warga desa Kuala Langsa tidak memiliki keterampilan dalam menciptakan produk bernilai guna untuk membantu perekonomian mereka, sehingga mereka hanya berfokus sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, tim pelaksana PKM Universitas Samudra melaksanakan pelatihan pengolahan limbah ikan menjadi kecap ikan dengan metode fermentasi enzim papain. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Kuala Langsa, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan yang bersih, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ikan menjadi kecap ikan, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memasarkan produk, dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menciptakan produk kecap ikan yang bernilai komersial. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan utama, yaitu survey lapangan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan hasil kegiatan. Hasil kegiatan ini menghasilkan produk kecap ikan dengan rasa yang gurih khas ikan dan aroma sedap yang dihasilkan dari perpaduan ikan dan bumbu rempah. Selain itu, keterampilan masyarakat desa Kuala Langsa juga meningkat dalam mengolah dan meningkatkan nilai guna limbah ikan menjadi kecap ikan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
PEMANFAATAN DAUN TEMURUI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MASKER PEEL OFF ANTIAGING DI DESA MATANG PANYANG, LANGSA TIMUR Amna, Ulil; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Rahmawati, Rahmawati; Rahayu, Rahayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2557-2562

Abstract

Penuaan (Aging) merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Aging bisa sebabkan oleh banyak faktor diantaranya gaya hidup, paparan sinar UV, dan psikologis. Pencegahan dan perawatan penuaan (Antiaging) merupakan hal yang penting untuk dilakukan setiap orang, karena semua orang beresiko mengalami aging dini. Namun, kosmetika perawatan antiaging tergolong mahal bagi masyarakat, oleh karena itu masyarakat tidak memprioritaskan perawatan antiaging dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukuan oleh tim pengabdi, daun temurui diketahui mengandung antioksidan yang tinggi sehingga baik digunakan sebagai antiaging. Pemanfaatan sumber daya alam  lokal sebagai kosmetika antiaging mudah untuk dikembangkan, disamping bahan dasarnya juga mudah ditemukan di Daerah Aceh, termasuk Desa Matang Panyang. Temurui telah dimanfaatkan oleh masyarakat Matang Panyang sebagai penyedap masakan. Namun, selama ini masyarakat tidak mengetahui manfaat lain dari daun temurui tersebut. Oleh karena itu, tim pengabdi ingin memperkenalkan manfaat dari daun temurui salah satunya adalah pembuatan masker peel off sebagai antiaging alami bagi masyarakat Matang Panyang. Diharapkan pelatihan ini menjadi alternatif kosmetika perawatan yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam mencegah  penuaan dini. Selain itu, melihat trend penggunaan masker di kalangan perempuan semakin meningkat, ada kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan produk PKM ini menjadi produk unggulan daerah yang siap dipasarkan secara  luas untuk meningkatkan perekonomian. Kegiatan PKM ini dilakukan dalam bentuk pelatihan langsung dengan masyarakat Matang Panyang, khususnya ibu-ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga yang tidak   produktif.   Setelah   itu   dalam   kegiatan   PKM   ini    juga    dilakukan pendampingan masyarakat dengan harapan masyarakat dapat memproduksi masker peel off tersebut secara berkelanjutan  sebagai produk unggulan daerah. Â