Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital)

Studi Eksploratif Strategi dan Praktik Kemitraan antara Influencer dan Brand di Indonesia Reynard Justino Nehemia Makarawung; Agung Stefanus Kembau; Julius Sutrisno; Devi Yurisca Bernanda; Derick Raditya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i1.8372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dan praktik kolaborasi antara influencer dan merek di Indonesia, mengingat pertumbuhan pesat digital marketing dan peran penting influencer dalam membangun kepercayaan konsumen. Dengan menggunakan pendekatan eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 18 influencer dari berbagai niche seperti kecantikan, gaya hidup, fitness, game, dan petualangan. Temuan menunjukkan bahwa motivasi utama influencer berasal dari passion pribadi, keinginan membangun personal branding, serta keterlibatan emosional dengan audiens. Influencer menekankan pentingnya konten yang autentik dan relevan, serta kolaborasi yang didasarkan pada komunikasi terbuka dan nilai bersama. Tantangan utama yang dihadapi adalah ekspektasi merek yang tidak realistis dan kurangnya pemahaman terhadap gaya komunikasi influencer. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi literatur pemasaran digital serta implikasi praktis untuk pengelolaan kemitraan influencer-brand di Indonesia.
The Role of FOMO, Personalization, and Social Sharing in Driving Customer Engagement and Brand Loyalty: Insights from Spotify Wrapped in Indonesia Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Youngky Vincent
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i2.7357

Abstract

This study investigates the roles of Fear of Missing Out (FOMO), personalization, and social sharing behavior in influencing customer engagement and brand loyalty, with social media activity as a moderating factor. Using Spotify Wrapped as a case study, data was collected from 205 active Spotify users in Indonesia through an online survey. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to analyze the relationships between variables and test the moderating effect. The findings show that personalization is the strongest driver of customer engagement, followed by social sharing behavior and FOMO. Social media activity significantly amplifies the effect of FOMO on engagement, highlighting the critical role of Indonesia’s highly social and trend-driven digital culture. Additionally, customer engagement strongly mediates the relationship between these factors and brand loyalty, underscoring the importance of emotional connections in retaining users. This study contributes to understanding how digital engagement strategies, such as Spotify Wrapped, resonate in culturally specific contexts like Indonesia. The results provide actionable insights for marketers and digital platforms aiming to leverage personalization and social influence to enhance user engagement and loyalty, while acknowledging the need for further exploration in diverse markets.Penelitian ini mengkaji peran Fear of Missing Out (FOMO), personalisasi, dan perilaku berbagi di media sosial dalam memengaruhi keterlibatan pelanggan (customer engagement) dan loyalitas merek (brand loyalty), dengan aktivitas media sosial sebagai variabel moderasi. Menggunakan Spotify Wrapped sebagai studi kasus, data dikumpulkan dari 205 pengguna aktif Spotify di Indonesia melalui survei online. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi merupakan faktor terkuat yang mendorong keterlibatan pelanggan, diikuti oleh perilaku berbagi di media sosial dan FOMO. Aktivitas media sosial secara signifikan memperkuat efek FOMO terhadap keterlibatan, yang menyoroti peran penting budaya digital Indonesia yang sangat sosial dan berorientasi pada tren. Selain itu, keterlibatan pelanggan secara kuat memediasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan loyalitas merek, menegaskan pentingnya koneksi emosional dalam mempertahankan pelanggan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana strategi keterlibatan digital, seperti Spotify Wrapped, beresonansi dalam konteks budaya spesifik seperti Indonesia. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pemasar dan platform digital untuk memanfaatkan personalisasi dan pengaruh sosial dalam meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pengguna, dengan tetap mengakui perlunya eksplorasi lebih lanjut di pasar yang beragam
Signifikansi Bauran Pemasaran 8P dalam Memengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen: Studi Pada Viralitas Mixue Ice Cream & Tea Clarissa Wijaya; Agung Stefanus Kembau; Arihta Tarigan; Youngky Viencent
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5936

Abstract

Keberhasilan marketing mix berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan menjadi kunci progresivitas masif suatu merek, seperti yang dialami Mixue Ice Cream & Tea yang viral di Indonesia hingga memunculkan istilah Mixue-isasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran 8P (produk, harga, promosi, proses, orang, tempat, bukti fisik, serta produktivitas dan kualitas) terhadap keputusan pembelian konsumen Mixue. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui survei online terhadap 100 responden dengan teknik purposive sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis data melalui uji regresi menunjukkan bahwa variabel-variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, baik secara simultan maupun parsial. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti bahwa elemen promosi memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pembelian, sementara harga, proses, dan bukti fisik memiliki pengaruh yang lebih kecil. Implikasi manajerial yang dapat diterapkan oleh Mixue Ice Cream & Tea meliputi penguatan strategi promosi, peninjauan harga, peningkatan proses pelayanan, serta perbaikan fasilitas fisik. Selain itu, penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan karyawan yang lebih baik dan pemilihan lokasi strategis untuk gerai-gerai baru. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti cakupan geografis yang terbatas pada DKI Jakarta, ketergantungan pada kejujuran responden dalam survei, serta keterbatasan pada periode waktu tertentu yang mungkin tidak mencerminkan perubahan dinamika pasar di masa mendatang. Oleh karena itu, studi lanjutan yang lebih komprehensif diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian konsumen di berbagai daerah dan kondisi yang berbeda.Kata Kunci: Bauran Pemasaran 8P, Keputusan Pembelian, Mixue
PROMOSI PARIWISATA DI TENGAH DINAMIKA ISU GLOBAL: DAMPAK PANDEMIK VIRUS CORONA TERHADAP KONVERSI KAMPANYE PROMOSI PARIWISATA KOTA MANADO DI MEDIA SOSIAL Diana Maramis; Vekky Supit; Agung Stefanus Kembau
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v1i2.3244

Abstract

Pendemi virus corona tidak hanya mendistrupsi seluruh aktivitas perekonomian, namun juga secara signifikan berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Ancaman virus corona tersebut telah menimbulkan reaksi berantai atau efek domino pada sektor pariwisata, termasuk juga pada sektor-sektor penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran, penerbangan maupun pengusaha retail dan UMKM. Pra pandemi virus corono, Provinsi Sulawesi Utara menjadi salah daerah yang sangat menonjol dalam mengembangan destinasi wisatannya. Agresivitas promosi pariwisata bersamaan dengan dibukannya sejumlah jalur penerbangaan luar negeri secara langsung meningkatkan peluang potensi peningkatan pariwisata. Kota Manado merupakan dearah yang sangat fokus mengembangkan sejumlah destinasi wisatanya. Kota Manado berkontribusi besar dalam cakupan layanan pariwisata di daerah Sulawesi Utara. Pemerintah perlu menyiapkan sejumlah langkat tanggap dan adaptif untuk melakukan konversi promosi pariwisata sehingga capaian pertumbuhan yang selama ini diraih tidak hilang begitu saja. Jenis penelitian adalah studi kasus. Dampak pandemik virus corona secara spesifik diarahkan dalam hubungannya dengan pariwisata di Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengunakan analisis kualitatif, sementara pengambilan data berupa wawancara yang secara terbatas hanya akan dilakukan pada 3 narasumber di jajaran Pemerintah Kota Manado. Hasilnya kami menemukan bahwa Konversi promosi pariwisata di media sosial yang dilakukan oleh pemkab Kota Manado sebagai langkah adaptif di tengah promosi pariwisata di media sosial mengunakan strategi storynomic tourism diharapkan akan menjadi gaya baru dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu dengan pendekatan teknik bercerita dalam sebuah konten promosi. Kata Kunci: Promosi Media Sosial, Promosi Pariwisata, Pengembangan Pariwisata The corona virus pandemic has not only disrupted all economic activities, but also has a significant impact on the social conditions of the community. The threat of the corona virus has caused a chain reaction or a domino effect in the tourism sector, including also in the tourism support sector, such as hotels and restaurants, airlines as well as retail entrepreneurs and MSMEs. Pre-corono virus pandemic, North Sulawesi Province became one of the most prominent areas in developing its tourist destinations. The aggressiveness of the promotion simultaneously with the opening of a number of foreign flights directly increases the potential for improvement. The city of Manado is an area that is very focused on developing the number of tourism. The city of Manado contributes greatly to the coverage of tourism services in the North Sulawesi area. The government needs to set a number of promotions to respond and adapt to convert so that the growth achievements achieved do not just disappear. This type of research is a case study. The impact of the corona virus pandemic is specifically directed in relation to tourism in the city of Manado. This research is descriptive using qualitative analysis, while data collection in the form of limited interviews will be carried out on 3 sources in the ranks of the Manado City Government. As a result, we found that the conversion of tourism promotion on social media carried out by the Manado City government was expected to become a new style in tourism promotion and the creative economy, namely by using storytelling techniques in a promotional campaign.Keywords: Social Media Promotion, Tourism Promotion, Tourism Development
Mengapa Pengguna Memilih Dompet Digital GoPay? Studi Tentang Pengaruh Persepsi Terhadap Kemudahan, Keamanan, Dan Manfaatnya Ivan Christian Santoso; Agung Stefanus Kembau; Julius Sutrisno
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5937

Abstract

Perkembangan internet yang pesat telah mempermudah berbagai aktivitas, termasuk transaksi non-tunai melalui dompet digital. Dompet digital, seperti GoPay, berperan penting dalam mendukung transaksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan manfaat terhadap minat penggunaan dompet digital GoPay. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online (Google Forms) dan dianalisis menggunakan software SmartPLS 4. Populasi penelitian adalah masyarakat Jakarta yang menggunakan GoPay, dengan sampel sebanyak 94 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, keamanan, dan manfaat masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan GoPay. Kesimpulannya, pengembangan sistem pembayaran dompet digital di Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendorong adopsi yang lebih luas. Penyedia layanan disarankan untuk terus meningkatkan sistem mereka guna mempermudah penggunaan, memperkuat keamanan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna. Studi ini belum mengkaji faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, regulasi pemerintah, atau tren sosial yang dapat mempengaruhi adopsi dompet digital. Penelitian masa depan disarankan untuk menggunakan pendekatan holistik dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif serta studi longitudinal untuk melacak perubahan perilaku pengguna dari waktu ke waktu. Kata Kunci:Persepsi Kemudahan, Persepsi Keamanan, Persepsi Manfaat, Minat Penggunaan, TAM, Dompet Digital, GoPay 
Menilai Pengaruh Manfaat, Kepercayaan, dan Kemudahan Terhadap Adopsi Layanan Paylater: Perspektif Pengguna Shopee Paylater di Jakarta Reynhold Alward Andreas Lesilolo; Agung Stefanus Kembau; Fricilla Elsyabeth Malae
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v4i1.5956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh manfaat, kepercayaan, dan kemudahan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater sebagai metode pembayaran alternatif cicilan di aplikasi Shopee oleh masyarakat DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif, yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab-akibat dan menguji hipotesis. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Form kepada sampel yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, manfaat dan kepercayaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater, sedangkan kemudahan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan, manfaat, kepercayaan, dan kemudahan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan penggunaan Shopee Paylater di DKI Jakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor manfaat dan kepercayaan memainkan peran penting dalam mendorong masyarakat untuk menggunakan Shopee Paylater, sementara kemudahan perlu diperhatikan sebagai faktor pendukung.Kata Kunci:  Paylater, Manfaat, Kepercayaan, Kemudahan, Keputusan Penggunaan, Shopee Paylater
Can User-Generated Content Drive the Purchase of Sustainable Products? Exploring the Role of Persuasion Knowledge Among Young Consumers in Jakarta Agung Stefanus Kembau; Fresi Beatrix Lendo; Antonius Felix; Steffie Debbyana Wijaya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i1.8309

Abstract

This study explores the significant influence of User-Generated Content (UGC) on the purchase intention for sustainable products among young consumers in Jakarta, Indonesia, with persuasion knowledge acting as a mediating factor. In an era where digital platforms are reshaping consumer behavior, especially in emerging markets, understanding the role of UGC in driving sustainable consumption is essential. While UGC's impact on general consumer behavior is well-documented, its specific effect on sustainability-driven decisions remains underexplored. This study addresses this gap by examining how young, digitally-engaged consumers interpret UGC and how their awareness of persuasive intent shapes their willingness to purchase sustainable products. Employing a quantitative approach, data was collected from 158 respondents in Jakarta, revealing that UGC significantly enhances purchase intention, with persuasion knowledge amplifying this effect. The findings underscore the pivotal role of digital content in fostering sustainable consumption and provide valuable insights for marketers looking to leverage UGC in promoting environmentally-conscious consumer behavior in Indonesia’s rapidly evolving digital ecosystem.
AI Literacy, Readiness, and Ecosystem Support in Student AI Adoption Agung Stefanus Kembau; I Gede Wisnu Satria Chandra Putra; Felliks Feiters Tampinongkol; Derick Raditya
Digismantech (Jurnal Program Studi Bisnis Digital) Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Digismantech (Digital Business Management and Technology)
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/digismantech.v5i2.9218

Abstract

Artificial intelligence has rapidly become a routine part of students’ academic workflows, reshaping how they learn, create, and complete tasks. This study examines the extent to which AI literacy and AI readiness influence AI adoption among university students, and whether an AI-supportive learning climate strengthens these relationships. Using data from 187 students in Jakarta, the research employs Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate both direct and moderating effects. The findings show that AI readiness is the strongest predictor of AI adoption, highlighting the importance of psychological preparedness, confidence, and openness toward AI tools. AI literacy also demonstrates a significant positive effect, suggesting that conceptual understanding, functional skills, and critical evaluation abilities are essential to meaningful AI integration. Furthermore, an AI-supportive learning climate positively moderates both relationships, indicating that institutional and instructional encouragement amplify the translation of literacy and readiness into actual adoption behavior. To enrich interpretation, the study also presents descriptive evidence of students’ primary purposes for using AI, which are largely tied to core academic activities such as completing assignments and understanding difficult concepts. Despite its contributions, the study is limited by its cross-sectional design, reliance on self-reported data, and focus on an urban sample. These limitations restrict causal inference and may not fully capture the diverse conditions across Indonesian higher education. Future research should incorporate longitudinal designs, broader regional samples, and mixed-method approaches to capture evolving patterns of AI engagement. Overall, the study contributes to a deeper understanding of how individual capabilities and supportive environments jointly shape AI adoption in higher education