Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Role Model Media Miniatur untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Mahasiswa dalam Fase Mitigasi Manajemen Bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta Singgih Nugroho; Gatot Suparmanto; Sutiyo Dani Saputro
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk119

Abstract

Disaster is an event that threatens and disrupts people's lives caused by natural factors, non-natural factors, as well as human factors, resulting in human casualties, environmental damage, loss of property, and psychological impacts. The purpose of this study was to analyze the effect of the Miniature Media Role Model on student preparedness in the disaster management mitigation phase at Kusuma Husada University, Surakarta. This type of research was an experimental study with a one group pre-test and post-test design. Respondents in the study were 36 KNC students, who were selected by purposive sampling technique. The way of collecting data was filling out a questionnaire about disaster mitigation preparedness. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of data analysis showed a p-value of 0.000. Furthermore, it was concluded that there was an influence of the Media Miniature Role Model on student preparedness in the disaster management mitigation phase at Kusuma Husada University, Surakarta.Keywords: mitigation; miniature media role models; disaster preparedness ABSTRAK Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Role Model Media Miniatur terhadap kesiapsiagaan mahasiswa dalam fase mitigasi manajemen bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jenis penelitian ini adalah studi eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Responden pada penelitian adalah 36 mahasiswa KNC, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Cara pengumpulan data adalah pengisian kuesioner tentang kesiapsiagaan mitigasi bencana. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada pengeruh Role Model Media Miniatur terhadap kesiapsiagaan mahasiswa dalam fase mitigasi manajemen bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta.Kata kunci: mitigasi; role model media miniatur; kesiapsiagaan bencana
Perbedaan Pengaruh Pemberian Video dan Demonstrasi terhadap Keterampilan Penanganan Fraktur Tertutup Siswa SMA Saputri, Mareta Nawang; Afni, Anissa Cindy Nurul; Suparmanto, Gatot; Saputro, Sutiyo Dani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6479

Abstract

Proporsi cedera patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas meningkat di seluruh dunia, dan patah tulang tertutup adalah salah satunya. Lingkungan sekolah merupakan tempat dengan risiko tinggi terjadinya cedera patah tulang tertutup yang sebagian besar terjadi karena cedera atau benturan keras, seperti kecelakaan, olahraga, atau karena jatuh. Hal ini membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat. Pentingnya pemahaman penolong dan penanganan yang baik maka perlu adanya pelatihan keterampilan tentang pertolongan penanganan patah tulang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan setelah diberikan video dan demonstrasi terhadap keterampilan penanganan fraktur tertutup pada siswa di sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment dengan rancangan Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Ngemplak Boyolali, Indonesia. Pengambilan sampel dengan simple random sampling mendapatkan 88 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 44 responden kelompok intervensi dan 44 responden kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Setelah diberikan edukasi dengan demonstrasi, keterampilan kelompok demosntrasi memiliki nilai maksimum 98 (2,3%) dan minimum 64 (4,5%), sedangkan kelompok videol memiliki nilai maksimum 79 (6,8%) dan minimum 52 (2,3%). Uji Mann-Whitney terhadap tingkat keterampilan penanganan fraktur tertutup pada kelompok demonstrasi dan kelompok video menunjukkan nilai p-velue sebesar 0,000 (P-velue < 0,05). terdapat perbedaan pengaruh video dan demonstrasi terhadap keterampilan penanganan fraktur tertutup pada siswa SMA.
PENGARUH MEDIA ANIMASI TERHADAP PENCEGAHAN SCABIES PADA SANTRI MTsT DI YAYASAN PONDOK PESANTREN TERPADU AL HIKAM BANYUDONO: THE INFLUENCE OF ANIMATION MEDIA ON THE PREVENTION OF SCABIES IN MTsT STUDENTS AT THE AL HIKAM BANYUDONO INTEGRATED ISLAMIC BOARDING SCHOOL FOUNDATION Gatot Suparmanto; Fransiskawati , Amelia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 02 (2025): Vol. 13 No.2 , Juli 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i2.744

Abstract

Pendahuluan Salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dipondok pesantren adalah penyakit scabies. Beberapa permasalahan kesehatan yang ditemukan antara lain kurangnya pemahaman tentang pencegahan scabies.Scabies (kudis) tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder, eksim, scabies berkerak (Norwegian scabies), dan masalah pada ginjal atau jantung. Penting untuk segera mencari pengobatan jika Anda mencurigai memiliki scabies, karena penyakit ini menular dan dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu. Satu Gerakan yang bisa dilaksanakan guna mengetahui pencegahan scabies yakni dengan edukasi menggunakan media animasi. Beberapa media kurang efektif dikarenakan subjek yang menjadi penelitian merupakan generasi yang terpapar dengan media audio visual dan menarik.Media animasi adalah media yang bersifat bergerak, dinamis, terlihat, terdengar, mudah dipahami, serta dikomunikasikan lewat sarana  elektronik. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui dari  pengaruh media animasi terhadap pencegahan scabies pada santri. Metode penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Teknik sampling memanfaatkan purposive sampling dengan total 40 individu. Instrumen yang dimanfaatkan yaitu kuesioner pencegahan scabies. Uji statistik menggunakan wilcoxon dikarenakan skala penelitian ini adalah skala ordinal. Hasil penelitian ini terdapat pengeruah media animasi p = 0.000 atau p value ? 0.05 menunjukkan bahwa subjek tertarik dengan media yang bergerak dan bergambar sehingga mudah dipahami dan dapat merubah persepsi dan kemudain merubah perilaku. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa media animasi dapat meningkatkan pemahaman serta merubah perspsi atau pandangan subjek  dalam penatalaksanan scabies.   Kata kunci : Media animasi;Scabies;Pencegahan
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP PENCEGAHAN HIPOTENSI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA PASCA SPINAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RSUD WONOSARI M.Nur, nurhaliza; Dewi, Ratih Kusuma; Suparmanto, Gatot
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48120

Abstract

Spinal anestesi merupakan teknik anestesi yang banyak digunakan pada tindakan sectio caesarea karena aman dan cepat. Namun, efek samping yang umum terjadi adalah hipotensi akibat blokade saraf simpatis yang menyebabkan vasodilatasi dan penurunan venous return. Hipotensi yang tidak ditangani dapat membahayakan ibu dan janin. Elevasi kaki merupakan intervensi nonfarmakologis sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan curah jantung dan tekanan darah melalui peningkatan venous return. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik nonprobability sampling. Intervensi berupa elevasi kaki setinggi 30 cm selama 15 menit. Uji data yang dilakukan adalah dengan Uji Wilcoxon dan Uji paired Sample T-Test pada masing-masing kelompok Intervensi Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara elevasi kaki terhadap hipotensi pada pasien sectio caesarea pasca spinal anestesi di Ruang pemulihan RSUD Wonosari, dengan rincian P value Tekanan darah Sistol sebesar 0,000<0,05 p value tekanan darah diastol sebesar 0,000<0,05, p value MAP 0,000<0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara elevasi kaki terhadap hipotensi pada pasien sectio caesarea pasca spinal anestesi di Ruang pemulihan RSUD Wonosari.  
The Superiority of Demonstration Over Video in Improving High School Students’ Skills in Closed Fracture Management Saputri, Mareta Nawang; Afni, Anissa Cindy Nurul; Suparmanto, Gatot
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/cmsnj.v14i2.61585

Abstract

Introduction: The number of fracture injuries caused by accidents is rising globally, with closed fractures being a common type. The school environment poses a high risk for such injuries, often due to falls, sports activities, or accidents. Prompt and proper treatment is essential. Therefore, it is important for students to be trained in handling closed fractures, particularly in using splint bandages correctly. This study aimed to analyze the difference in students’ skills in handling closed fractures after receiving education via videos versus demonstrations.  Methods: This research used a quasi-experimental design with a posttest-only control group. The independent variable was the instructional method (video or demonstration), while the dependent variable was the students’ skills in handling closed fractures. The study involved first-grade high school students in Boyolali, Indonesia. A total of 88 students were selected through simple random sampling and divided equally into two groups: 44 in the intervention group (demonstration) and 44 in the control group (video). The Mann-Whitney test was used for bivariate analysis.  Results: After the intervention, the demonstration group achieved a maximum score of 98 and a minimum of 64, while the video group scored a maximum of 79 and a minimum of 52. The Mann-Whitney test revealed a significant difference in skill levels between the two groups, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Conclusion: There is a significant difference in the effectiveness of video and demonstration methods on students' skills in handling closed fractures. The demonstration method proved to be more effective, as it provides students with direct, hands-on experience that enhances understanding and skill application. Future research should examine long-term skill retention and include larger, more diverse samples to enhance generalizability.
Association Between Sources of Social Support and Depression Among Nursing Students During the COVID-19 Pandemic Kurniawan, Dedi; Fitriawan, Akbar Satria; Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu; Wulandari, Apri Nur; Wijoyo, Eriyono Budi; Samutri, Erni; Suparmanto, Gatot; Achmad, Bayu Fandhi; Retnaningsih, Listyana Natalia; Sudiarti, Putri Eka
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.56407

Abstract

Background: Nursing students have a higher risk of depression due to their high academic burden, social isolation, pandemic loneliness, abrupt online learning, and financial difficulties during the COVID-19 pandemic lockdown. Although the disruption of social network patterns during the pandemic has been observed in previous studies, it is still not fully understood which source of social support is associated with depression among nursing students.Purpose: This study aimed to assess the correlations between sources of social support and depression among nursing students during the COVID-19 pandemic.Methods: An online cross-sectional study was conducted between May and September 2021. Nursing students (n=734) from seven universities across four provinces in Indonesia were recruited as participants using convenience sampling methods. Data were obtained through online questionnaires consisting of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to assess social support and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) to assess depression. Spearman-Rank correlation tests were used to examine the correlations between sources of social support and depression.   Results: Most of the nursing students (85.1%) were female, with a mean age of 19.94 years (SD=1.42). Many nursing students (n=313; 42.6%) experienced depression. Most of the students (n=465; 63.4%) perceived high family support, moderate friends (n=415; 56.5%) and significant others’ support (n=437; 59.5%). Of the three sources of social support (family, friends, and significant others), only family support had a significant inverse correlation with depression (Rho=-0.492, p<0.001).Conclusion: Family support had a significant inverse and moderate correlation with depression among nursing students during the COVID-19 pandemic. Our findings provided information to nursing educators to incorporate a strategy to maintain robust family support and regular depression assessments as part of the online learning curriculum. Therefore, it can be used to ameliorate depression among nursing students.
Edukasi Pertolongan pertama pada Syncope (Pentasy) Nasyiatul Aisyiyah di Balecatur, Gamping Sleman Tri Wulandari, Endah; Muhaji, Muhaji; Suparmanto, Gatot
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.450

Abstract

Kondisi seseorang yang mengalami kehilangan kesadaran yang mendadak dan bersifat sementara akibat aliran darah dan oksigen ke otak yang berkurang disebut sebagai syncope atau pingsan. Individu yang mengalami syncope dapat menyebabkan cidera sebanyak 28%. Pengetahuan dan sikap dalam memberikan pertolongan pertama pada syncope menentukan keberhasilan dari pertolongan pertama agar terhindar dari cidera. Penanganan syncope merupakan salah satu isu kesehatan yang signifikan di Desa Balecatur, Sleman, mengingat tingginya populasi masyarakat yang sering melakukan aktivitas fisik berat di bawah cuaca panas. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gejala dan penanganan pingsan yang tepat menjadi penyebab utama dalam lambatnya respon ketika kasus pingsan sehingga dapat menyebabkan resiko cidera. Edukasi dan demonstrasi kesehatan yang menyasar penanganan pertama kasus syncope menjadi solusi yang dipandang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat tersebut. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja untuk memberikan pertolongan pertama pada seseorang dengan syncope merupakan tujuan dari pengabdian ini. Selain itu, tujuan pengabdian ini mengajak remaja untuk dapat berperan sebagai penggerak atau motivator untuk lingkungan disekitarnya tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama pada syncope.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN KESIAPAN PERAWAT PADA PENANGANAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI RUANG IGD DAN ICU RSUD WONOGIRI Masyitoh, Septina Devi; Agustin, Wahyu Rima; Suparmanto, Gatot
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32222

Abstract

Henti jantung merupakan penyebab utama kematian di beberapa negara. Apabila tidak ditangani sesegera mungkin dan dengan tindakan yang tidak tepat maka akan mengakibatkan kematian. Sikap perawat dan kesiapan perawat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan asuhan keperawatan pasien yang sedang dalam kondisi gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sikap dapat berhubungan dengan kesiapan perawat pada penanganan RJP diruang IGD dan ICU RSUD Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi korelasi dan menggunakan metode clusster random sampling sehingga mendapatkan sampel sejumlah 34 responden. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa sikap perawat mayoritas baik sebesar 18 responden (52.9%) dan kesiapan perawat mayoritas baik sebesar 24 responden (70.6%). Uji analisa bivariat menunjukkan bahwa variabel sikap dan kesiapan dengan p-value <0,04 kurang dari 0,05 maka artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara sikap dengan kesiapan perawat pada penanganan resusitasi jantung paru (RJP) di ruang IGD dan ICU RSUD Wonogiri.
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN KAPASITAS VITAL PARU-PARU MAHASISWA PRODI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA suparmanto, gatot suparmanto; Wulandari, Ika Subekti; Kurniawan, Sahuri Teguh
Viva Medika Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v14i02.598

Abstract

Daily activities require physical fitness so that the body can keep up with activities, as well as activities in student lectures are required to be able to attend lectures well and be supported by the vital capacity of the lungs to get maximum oxygen when inspiration and expiration and delivered throughout the body and this becomes a good indicator of lung function. The purpose of this study was to link the fitness level with the vital capacity of lungs in college students. This research method is descriptive correlative, which examines the relationship between variables using a cross-sectional approach. Data collection was carried out in the period September-October 2019, the subjects of this study were 52 final level undergraduate study program students. Examination of vital lung capacity will be measured by spirometry and fitness level is measured by Harvard step-up bench. Results: The mean value of the impurity level was 72 ± 8.84, while the mean value of vital lung capacity in this study was 3.528 ± 0.820 liters. The Spearman test was used to determine the relationship between the level of fitness and the vital capacity of the lungs, the p value was 0.000 (p <0.05) that there was a relationship between the vital capacity of the lungs and the fitness level he Spearman correlation of 0.605 indicates a positive relationship, or in other words, strong strength. Conclusion: There is a strong relationship between fitness level and lung vital capacity. The higher the fitness level of the vital lung capacity
PENGARUH EDUKASI EVAKUASI MANDIRI TERHADAP KESIAPSIAGAAN MAHASISWA TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI suparmanto, gatot suparmanto; Wulandari, Ika Subekti
Viva Medika Vol 15 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i01.673

Abstract

Indonesia is one of the countries that has experienced natural disasters due to Indonesia's geographic conditions which are included in the Ring of fire or a series of active volcanoes which often result in volcanic earthquakes and tectonic earthquakes that can cause property and life losses. This condition makes all elements of society obliged to know about preventive measures in disaster conditions, especially earthquake disasters, one of the prevention of the number of casualties during an earthquake disaster is by means of independent evacuation. The community's lack of understanding about the handling of independent evacuation, especially when an earthquake disaster can cause casualties. Students must also have an understanding of self-evacuation in order to improve preparedness and provide knowledge to the wider community. So this research is to determine the effect of independent evacuation training on earthquake disaster preparedness by using a research sample of 110 students conducted in august 2020 by following health protocol because it is still a covid pandemic 19. This type of research is a quasi experimental design with one group pre and posttest with data analysis methods using Wilcoxon showing the p value = 0.000 (p value <0.05) with the results of the research showing that before training was not ready 75%, less ready 35%, ready 0%, and after training the category of not ready is 0%, 14 people are not ready or 13%, and those who are ready are 96 respondents or 86%. So showing independent evacuation training can improve student preparedness against earthquakes.