Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sosialisasi dan Pendampingan Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Bagi Siswa-Siswi Tidak Mampu di Kepulauan Sula Maluku Utara Aji Saputra; Mirda Prisma Wijayanto; Andy Hermawan; Ismi Musdalifah Darsan; Roni Kurniawan; Hutri Handayani Isra; Krishna Aji; Zandy Pratama Zain; Sheila Kusumaningrum; Rusandry Rusandry; Sartika Putri Sailuddin; Firmansyah Firmansyah; Agatha Christy Situru; Syahrial Maulana; Iwan Abdy
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v1i3.694

Abstract

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) is a scholarship given by the government to high school graduates and equivalent who excel but have economic limitations to continue their studies at university level, both at state and private universities. The Indonesian government has issued the KIP-K since 2020 as a form of educational assistance. In North Maluku Province, especially on Sula Island, there is still minimal information regarding KIP-K. This service activity aims to share information regarding the benefits of higher education and how to obtain a KIP-K scholarship for students who have financial limitations. This community service is carried out at SMAN 1 Kepulauan Sula, MAN 1 Kepulauan Sula, SMAN 7 Kepulauan Sula, SMAN 9 Kepulauan Sula and SMAN 11 Kepulauan Sula. This activity was carried out in two stages, namely socialization and mentoring. The implementation of this activity went well, smoothly and was full of enthusiasm from the participants, especially students who wanted to continue their studies at university level. The final result of this socialization and mentoring is that the participants have succeeded in creating their own accounts, filling in data and registering for KIP-K.
Semiotik Lagu Bungan Sandat sebagai Media Pembelajaran Mendalam untuk Membentuk Dimensi Profil Lulusan Berbasis Tri Hita Karana Abdy, Iwan; Bestari, Ida Ayu Purnama; Kiswara, Komang Agus Triadi; Hermawan, I Made Surya; Andang, Andang; Wardani, Ni Nyoman Alit Putri; Ramdhani, Lisda; Purnami, Ketut Manis Santi; Sutajaya, I Made
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4858

Abstract

This study analyzes the utilization of the Balinese traditional song “Bungan Sandat” composed by Anak Agung Made Tjakra as a medium for deep learning aimed at shaping graduate profile dimensions based on the Tri Hita Karana philosophy. An interpretative qualitative approach combining semiotic analysis and document review was employed to uncover linguistic signs, icons, and metaphors embedded within the song’s lyrics. The findings reveal a strong integration of the three core values, parhyangan (harmony with God), pawongan (harmony among people), and palemahan (harmony with nature), which can be mapped onto eight graduate profile dimensions: faith and piety, citizenship, critical reasoning, creativity, collaboration, independence, health, and communication. The metaphor of the kenanga flower that remains fragrant even when wilted symbolizes independence, resilience, and steadfast character. The teaching of menyama braya reinforces the values of citizenship, solidarity, and collaboration, while the emphasis on harmony with the natural environment aligns with the dimensions of health, creativity, and ecological awareness. The study offers theoretical contributions to the development of education rooted in local wisdom and provides practical insights for implementing a contextual, meaningful, and enjoyable curriculum. Ultimately, it underscores the urgency of preserving local culture as a vital source of learning to confront globalization and to cultivate graduates with a strong, culturally grounded identity and noble character.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA MENGGUNAKAN METODE KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IV SDN 48 KOTA TERNATE Nurharyanto, Dwi Widyastuti; Abdy, Iwan
PEDAGOGIK Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i1.8202

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah kurangnya keterampilan berbahasa dengan fokus membaca mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Negeri 48 Kota Ternate. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini yaitu meningkatkan keterampilan berbahasa dengan fokus membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 48 Kota Ternate, siswa mampu memahami dan mengidentifikasi isi teks bacaan serta menyajikan ulang informasi yang didapat dari teks bacaan tersebut menggunakan kalimat sediri dengan baik. Penelitian ini menjadi bagian dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN Negeri 48 Kota Ternate melalui metode komparasi atau perbandingan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siklus I dan Direct Learning pada siklus II. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) mampu meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata Pelajaran bahasa Indonesia kelas IV. Hal ini terbukti dari data hasil belajar 25 orang siswa pada pra siklus dengan ketuntasan 11 orang siswa (44%), siklus I dengan ketuntasan 23 orang siswa (92%), siklus II dengan ketuntasan 19 orang siswa (76%). Kata Kunci: keterampilan berbahasa, kemampuan membaca, model pembelajaran 
DEVELOPMENT OF FLASHCARD MEDIA BASED ON BLENDED LEARNING FOR PRIMARY SCHOOL TEACHER EDUCATION (PGSD) STUDENTS AT KHAIRUN TERNATE UNIVERSITY Iwan Abdy; Lis Susilawati
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 6 No. 1 (2023): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v6i1.637

Abstract

Education is an aspect of life that is closely related to human life, and education is one of the pillars that plays an important role in creating quality people. This study is based on a lack of student understanding of the use of interesting media in the learning process. The purpose of this study is to develop and test the feasibility and effectiveness of a 'flashcard-based blended learning' media. The type of research is research and development using the ADDIE model. Research methods are analysis, design, development, implementation and evaluation. The subjects were 30 PGSD fifth semester students. Observations, tests, interviews, questionnaires, and documents are used to collect records. Data analysis techniques using product data analysis, initial data analysis, hypothesis testing, and n-gain testing. The results showed that the media "Flashcard based on blended learning" was very feasible to use with an average percentage of material expert judgment of 86.63% and 90.21% of media experts. he average score on the test went up by 72%, which is evidence that the test was measuring something important. The N-Gain calculation shows that the data is likely to be significant, which means that the average score between the pretest and posttest was different significantly. Research shows that flashcard-based learning media is a good way to learn at Khairun University. However, more research is needed to make sure the media is developed specifically for students there and that it is used in the best way possible.
Chat GPT dalam Dinamika Akademik Mahasiswa PGSD Universitas Khairun: Antara Efisiensi dan Erosi Dialog Pedagogis dalam Perspektif Filsafat Klasik Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2773

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan ChatGPT dalam kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Khairun dengan pendekatan filsafat klasik. Menggunakan metode campuran eksplanatori sekuensial, data dikumpulkan melalui survei terhadap 112 mahasiswa dan wawancara mendalam terhadap 15 partisipan terpilih. Temuan kuantitatif menunjukkan 84,8% mahasiswa menggunakan ChatGPT secara rutin, terutama untuk penyusunan RPP (76,8%) dan tugas filosofis (62,5%). Analisis kualitatif mengungkap tiga pola utama: (1) reduksi dialog maieutik Socrates menjadi transaksi teknis, (2) penguatan ilusi pengetahuan dalam kerangka alegori gua Plato, dan (3) penghambatan perkembangan phronesis (kebijaksanaan praktis) Aristotelian. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif signifikan antara intensitas penggunaan ChatGPT dan kualitas dialog pedagogis (r = -0,672, p < 0,01). Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan guru memerlukan model "jalan tengah" (mesotes) Aristotelian yang mempertahankan esensi dialogis pendidikan. Rekomendasi mencakup pengembangan kurikulum filosofis-teknologis dan pedoman etis penggunaan AI yang kontekstual bagi LPTK di Indonesia Timur khususnya di Maluku Utara.
Menganalisis Foucault Untuk Mengkritis Sistem Manajemen Dan Evaluasi Berbasis Algoritma Di Pendidikan Tinggi FKIP Universitas Khairun Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2774

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mengintroduksi sistem manajemen dan evaluasi berbasis algoritma yang menjanjikan objektivitas dan efisiensi, namun juga menyimpan dimensi kekuasaan yang tersembunyi. Penelitian ini menganalisis penerapan sistem algoritmik Lecturer Performance Management System (LPMS) di FKIP Universitas Khairun melalui lensa teori Foucault tentang kuasa/pengetahuan, disiplin, dan panoptikon. Dengan metode etnografi kritis yang melibatkan 25 partisipan (dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, dan pengembang sistem), penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan mekanisme operasional sistem algoritmik, (2) menganalisisnya sebagai teknologi kekuasaan dan pembentuk subjektivitas, serta (3) mengkritisi implikasi terhadap otonomi akademik dan keadilan. Hasil penelitian mengungkap bahwa LPMS berfungsi sebagai panoptikon digital yang memproduksi disiplin melalui pemeriksaan berkelanjutan, mendorong pengawasan diri (self-surveillance), dan membentuk subjektivitas “dosen algoritmik” yang terinternalisasi logika kuantitatif sistem. Klaim objektivitas algoritma ternyata bersifat semu dan berpotensi mereproduksi bias serta meminggirkan pengetahuan lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem algoritmik bukan sekadar alat netral, melainkan instrumen kekuasaan yang mengubah praktik akademik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata kelola yang lebih reflektif, partisipatif, dan kontekstual untuk menjaga martabat serta otonomi akademi
Keadilan Digital Dan Ketahanan Pendidikan Ditinjau Dari Segi Filsafat Modern: Potret 2025 Infrastruktur, Investasi, Dan Inklusi Di Maluku Utara, Indonesia Iwan Abdy; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2775

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan dan peluang keadilan digital dalam membangun ketahanan pendidikan di Maluku Utara pada tahun 2025, ditinjau dari perspektif filsafat modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 30 pemangku kepentingan pendidikan, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur digital, investasi yang tidak merata, dan rendahnya inklusi digital masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan tangguh. Melalui lensa filsafat modern khususnya pemikiran John Rawls tentang keadilan sebagai fairness dan Jürgen Habermas mengenai ruang public penelitian ini mengungkap bahwa ketahanan pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada distribusi sumber daya yang adil dan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kebijakan afirmatif berbasis keadilan distributif, peningkatan literasi digital kritis, serta pembangunan ekosistem pendidikan kolaboratif yang melibatkan masyarakat lokal.
Persepsi terhadap pengunaan AI: Tools aplikasi, intensitas, efektivitas, kemudahan, dukungan dan etika dalam pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa Pamuti Pamuti; Iwan Abdy; Andi Rahmadani; Ayu Annisa Akbar; Lis Susilawati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i3.109374

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan teknologi AI dalam aktivitas akademik, tools AI, intensitas pengunaan, kemudahan, dukungan lingkungan dan etika dalam pemanfaatan AI. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang dibagikan pada mahasiswa program studi PGSD sebanyak 137 responden. Data yang terkumpul dianalisis mengunakan analisis deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan data, serta mengungkap persepsi pemanfaatan AI dikalangan mahasiswa. Hasil: Temuan tersebut mengungkapkan integrasi pemanfaatan AI yang signifikan, dengan AI yang populer adalah ChatGPT/Gemini (59,12%). Respon Mahasiswa menunjukkan intensitas penggunaan yang tinggi (68,6% menggunakan AI selama  &gt;10 jam per minggu) dan merasakan efektivitas yang tinggi dengan mengunaan AI, dengan 64,7% merasa mudah sampai lebih mudah mengerjakan tugas dan 56,2% sering sampai sangat sering menggunakan AI untuk memahami materi. Dukungan lingkungan kuat dari teman sebaya (88,6%), dukungan dosen juga cukup tinggi (52,4% mendukung) dan dukungan orang tua (54,3% mendukung). Kesenjangan kritis terjadi pada praktik integritas akademik yang rendah, karena 60,9% mahasiswa hanya terkadang atau tidak pernah menulusuri lebih lanjut konten yang dihasilkan AI.  Perceptions of AI use: Application tools, intensity, effectiveness, ease of use, support, and ethics in the use of AI among students Abstract: The purpose of this study was to explore students' perceptions of the use of AI technology in academic activities, AI tools, intensity of use, ease of use, environmental support, and ethics in the use of AI. This study was conducted using a descriptive quantitative approach. The data collection technique in this study used a questionnaire distributed to 137 respondents of the Elementary School Teacher Education (PGSD) study program students. The collected data were analyzed using descriptive analysis to see data patterns and trends, as well as to reveal perceptions of AI use among students. Results: The findings revealed a significant integration of AI use, with the most popular AI being ChatGPT/Gemini (59.12%). Student responses showed a high intensity of use (68.6% used AI for &gt;10 hours per week) and felt high effectiveness by using AI, with 64.7% finding it easy to easier to do assignments and 56.2% often to very often using AI to understand the material. Strong environmental support from peers (88.6%), lecturer support was also quite high (52.4% supported) and parental support (54.3% supported). A critical gap exists in low academic integrity practices, as 60.9% of students only sometimes or never explore AI-generated content further.
Teacher Training & Assistance in Creating Creative Learning Media Using the Canva Application : Pelatihan & Pendampingan Guru dalam Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif Menggunakan Aplikasi Canva Iwan Abdy; Dwi Widyastuti Nurharyanto; Hutri Handayani Isra; Irham Wibowo; Roni Kurniawan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 3 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era 5.0 has greatly influenced all aspects of life, including education. Era 5.0 is an era where all activities have experienced digitalization. In the education sector, digitalization is carried out on learning devices. One way to do this is by using the Canva application. The Canva application has several advantages: it is easy to access via various gadgets, and teachers have been given special access to get a premium account. Based on this, the Khairun University FKIP service team held a service at SDN 48 Ternate City. The service activity is "Training and Mentoring Teachers in Making Creative Learning Media using the Canva Application". This activity will occur from 15 May to 17 June 2024, starting at 09.00 WIT - 16.10 WIT, and will occur in class IV at SDN 48 Ternate City. This school was chosen because it is a school that is partnered with the Khairun University Primary School Teacher Education (PGSD) study program. The result of this socialization activity is an article published as a form of publication of the activity. The wider community can access this article as an example of activities that train teachers to have digital awareness. Furthermore, this activity hopes that learning integrated with technology with the aim of the independent curriculum to form a generation with a global perspective can be realized.
Sociodrama Training to Improve Social Interaction Skills in MAN 1 Students Ternate City: Pelatihan Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Interaksi Sosial pada Siswa MAN 1 Kota Ternate Roni Kurniawan; Iwan Abdy
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of globalization and rapid technological advancement, social interaction skills play a vital role in shaping students’ character and social competence. The dominance of digital communication has reduced the quality of direct interactions, especially among madrasah students. In Ternate’s cultural context, which values social harmony and togetherness, this decline presents a challenge that requires contextually relevant educational strategies. Sociodrama—an active learning method involving role-play in simulated social scenarios—has proven effective in enhancing students’ social abilities. Responding to this need, the Community Service Team from the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Khairun, organized a Sociodrama Training program at MAN 1 Kota Ternate on July 17–18, 2025. The training aimed to improve students’ social interaction skills and was conducted at the university’s partner school. The outcomes are expected to be integrated into regular school learning to strengthen students’ character development and interpersonal competencies in a sustainable manner.