Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KETENTUAN-KETENTUAN PENGGABUNGAN DUA NIAT ATAU LEBIH DALAM SATU IBADAH Arif Husnul Khuluq; Jihadul Islam, Fathan; Winning Son Ashari
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 10 No 2 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/amj.v10i2.309

Abstract

Intention is one of the determinants of the acceptance of a servant's worship. Without the right intention, one's worship becomes empty even though the rituals he performs are full of hardships. Among the problems of fiqh in the chapter of intentions is the merging of two intentions in one worship. This study aims to explain the provisions explained by the scholars to be able to combine intentions in one worship only. This study uses a descriptive qualitative method by looking at the relevant literature data. The results showed that not all worship with the same ritual can be combined in its intentions. But there is a stipulation that worship that can be combined is only between worship that is meant by its essence and that which is not meant by its essence. While worship that is both meant by its essence, it should not be combined and must be carried out one by one. So a Muslim should pay attention to the evidences of the worship that he will combine his intentions and seek the truth by seeking explanations from the scholars so that this combination is valid, so that his worship can be accepted and does not become a useless practice because it is rejected.
PERAN TA’ARUF SEBELUM PERNIKAHAN DALAM MENCEGAH PERCERAIAN DINI Indah Mulia Utami; Winning Son Ashari
Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam Vol. 21 No. 1 (2023): (April 2023)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/ar-risalah.v21i1.2067

Abstract

Early divorce is a serious issue in modern society that has negative impacts on individuals and families. To build a harmonious family in accordance with Islamic principles, it is important for both prospective partners to have sufficient knowledge about each other. This can be achieved through the intermediary of ta'aruf. Ta'aruf is the process of getting to know each other between prospective husband and wife conducted before marriage. The practice of ta'aruf before marriage aims to minimize the risk of divorce. This research aims to investigate the role of pre-marital ta'aruf in preventing early divorce, with a focus on a case study in the Tambang District. The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection for this research was done through interviews. The results of this study indicate that (1) it leads to being more selective in searching for a spouse before marriage, (2) facilitates the process towards marriage and keeps one away from temptation, (3) minimizes partner mismatch, (4) serves as a means to understand the strengths and weaknesses of the prospective spouse. Ta'aruf before marriage plays an effective role as a preventive measure to reduce the rate of early divorce. This research provides an important contribution to understanding the importance of ta'aruf before marriage in the community, particularly in the Tambang District, Kampar Regency, Riau.
STUDI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERSELINGKUHAN SUAMI ISTRI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Alfi Agustin; Winning Son Ashari
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21329

Abstract

Abstrak Fenomena meningkatnya kasus perselingkuhan dalam rumah tangga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keluarga Muslim dan menjadi permasalahan serius dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perselingkuhan antara suami istri dari perspektif hukum Islam serta merumuskan solusi yang ditawarkan oleh syariat Islam dalam menangani persoalan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi maktabi (literatur) dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan data sekunder dari jurnal serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan disebabkan oleh faktor internal (seperti ketidakpuasan emosional dan seksual, kurangnya komunikasi, serta cemburu berlebihan) dan faktor eksternal (lingkungan sosial permisif, pengaruh media sosial, stres kehidupan). Perspektif hukum Islam secara tegas menganggap perselingkuhan sebagai pelanggaran berat dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku, namun juga menawarkan solusi preventif dan kuratif seperti bimbingan pranikah, menjaga pandangan, dan memperkuat ilmu agama.  Kata kunci: Faktor Penyebab, Perselingkuhan, Hukum Islam  
STUDI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERSELINGKUHAN SUAMI ISTRI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Alfi Agustin; Winning Son Ashari
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.21329

Abstract

Abstrak Fenomena meningkatnya kasus perselingkuhan dalam rumah tangga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keluarga Muslim dan menjadi permasalahan serius dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perselingkuhan antara suami istri dari perspektif hukum Islam serta merumuskan solusi yang ditawarkan oleh syariat Islam dalam menangani persoalan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi maktabi (literatur) dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan data sekunder dari jurnal serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan disebabkan oleh faktor internal (seperti ketidakpuasan emosional dan seksual, kurangnya komunikasi, serta cemburu berlebihan) dan faktor eksternal (lingkungan sosial permisif, pengaruh media sosial, stres kehidupan). Perspektif hukum Islam secara tegas menganggap perselingkuhan sebagai pelanggaran berat dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku, namun juga menawarkan solusi preventif dan kuratif seperti bimbingan pranikah, menjaga pandangan, dan memperkuat ilmu agama.  Kata kunci: Faktor Penyebab, Perselingkuhan, Hukum Islam  
Dampak Membaca Cerita Fiksi AU (Alternate Universe) dalam Platform X terhadap Ekspektasi Pernikahan di Kalangan Gen Z Risydia Firokhmatillah; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v4i1.919

Abstract

Fenomena meningkatnya konsumsi cerita fiksi Alternate Universe (AU) di kalangan Gen Z telah membawa perubahan signifikan dalam cara generasi ini memandang hubungan romantis dan pernikahan. Penelitian ini berfokus pada dampak membaca cerita fiksi AU di Platform X terhadap ekspektasi pernikahan Gen Z, dengan subfokus pada perubahan pola pikir dan standar hubungan yang terbentuk melalui konsumsi konten tersebut. Penggunaan Platform X sebagai lokus penelitian didasarkan pada popularitasnya sebagai wadah utama penyebaran cerita fiksi AU di kalangan pembaca muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana paparan terhadap narasi-narasi ideal dalam cerita AU mempengaruhi pembentukan ekspektasi pernikahan Gen Z, menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pembaca aktif cerita AU dari kalangan Gen Z. Hasil penelitian ini akan memberikan informasi kepada pembaca tentang dampak positif seperti komunikasi yang baik maupun negatif seperti ekspektasi yang tidak realistis dari membaca cerita fiksi AU (Alternate Universe) dalam platform X terhadap ekspektasi pernikahan di kalangan Gen Z, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh media digital dalam membentuk persepsi sosial di kalangan generasi muda.
Adab Ta'aruf dan Kriteria Memilih Pasangan: (Studi Tokoh Muhammad Abduh Tuasikal) Nani Regina; Winning Son Ashari
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2605

Abstract

Ta’aruf bertujuan untuk mengetahui latar belakang calon pasangan sebelum menikah dengan tetap memperhatikan batasan syariat. Ta’aruf juga berkaitan dengan kriteria calon pasangan, dan sangat penting mengetahui prioritas dalam menentukan kriteria pasangan. Kajian mengenai ta’aruf dan kriteria memilih pasangan sudah banyak dibahas oleh para da’i, salah satunya adalah Muhammad Abduh Tuasikal. Penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi tokoh ini bertujuan untuk megkaji pemikiran Muhammad Abduh Tuasikal tetang adab ta’aruf dan kriteria dalam memilih pasangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi kepustakaan dari video-video bertema pernikahan dan mencari pasangan yang diunggah pada YouTube RumayshoTv, buku-buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Muhammad Abduh Tuasikal, adab yang perlu diperhatikan ketika ta’aruf adalah; tidak berdua-duaan, senantiasa memperhatikan niat, memanfaatkan ta’aruf untuk menggali informasi sebaik mungkin, memperhatikan adab ketika nazhor, dan jika sudah yakin maka tidak memberikan jarak yang terlalu lama antara masa khitbah dan akad nikah. Adapun mengenai kriteria dalam memilih pasangan, ketika memilih calon istri, hendaklah meilih wanita yng baik agamanya, bersedia taat kepada suami, memiliki sifat penyayang dan subr, baik nasabnya dan diutamakan memilih yang masih gadis. Untuk kriteria calon suami, hendaknya memilih laki-laki yang baik agama dan akhlaknya, memiliki ba’ah, dan juga sekufu.
Curative Efforts of Islamic Perspectives in Addressing the Impact of Parental Neglect on Fulfilling Their Obligations: Upaya Kuratif Perspektif Islam dalam Menanggulangi Dampak Pengabaian Orang Tua dalam Pemenuhan Kewajibannya Afifah Meiwin Berlian; Winning Son Ashari
Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2024): Juni
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewajiban orang tua terhadap anak merupakan amanah mulia yang Allah berikan kepada hamba-Nya, namun banyak orang tua yang belum memahami dengan baik kewajibannya dari perspektif fikih sehingga tidak dapat menjalankannya secara maksimal. Akibat dari itu, anak mengalami berbagai dampak negatif, dan sering kali orang tua belum mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi dampak negatif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menjelaskan upaya kuratif perspektif Islam dalam menanggulangi dampak pengabaian orang tua dalam pemenuhan kewajibannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban orang tua terhadap anak dalam perspektif fikih adalah: memberi nafkah yang halal serta mendidik dan mengasuh anak dengan pola asuh yang baik. Dampak kelalaian orang tua dalam menjalankan kewajibannya adalah: anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak, anak cenderung bersifat egois, menjadi pembangkang, serta sulit bersosialisasi dengan teman sebaya, dan anak akan mencari kasih sayang dari orang lain yang justru dapat membahayakannya. Upaya kuratif perspektif Islam untuk menanggulangi dampak-dampak buruk tersebut adalah: menanamkan nilai tauhid pada anak, mengedukasi orang tua mengenai urgensi pemberian nafkah kepada anak, dan menjadikan orang tua sebagai teladan bagi anak dalam kebaikan.
THE CONCEPT OF THE PROPHET IN BUILDING DOMESTIC HARMONY Muhammad Fathur Rahcman Imanda; Winning Son Ashari
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.12116

Abstract

This study analyzes the Prophetic concept of building household harmony through family-related hadiths found in Sahih Bukhari and Sahih Muslim. The research is motivated by Indonesia’s high divorce rate in 2023, which reached 408,347 cases, with 251,828 due to disputes and conflicts indicating a gap between Islamic ideals and actual domestic practices. This study utilises a qualitative method with a library research approach, relying on primary data in the form of the Prophet's hadiths related to family life, as well as secondary data obtained from books, journals, and scientific articles.. The findings reveal that Prophet Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam practiced values such as active participation in household duties, praising his wife, bathing together, resting on his wife’s lap, prioritizing his wife, using affectionate nicknames, traveling together, and engaging in meaningful conversations. These practices significantly contributed to achieving a family life characterized by sakinah (tranquility), mawaddah (affection), and rahmah (compassion). Thus, the hadiths in Sahih Bukhari and Sahih Muslim offer authentic and applicable guidance for fostering harmonious Muslim families in the modern era.