Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Keluarga Sakinah oleh Pasangan Suami Istri sebagai Keluarga Binaan di KUA Wonokromo Surabaya Basyarahil, Ramzy Muhammad; Ashari, Winning Son
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v10i2.2755

Abstract

The aim of this research is to determine the content of marriage guidance received from the Wonokromo Religious Affairs Office (KUA), to understand the reasons why prospective couples participate in marriage guidance at KUA Wonokromo, and to ascertain the practice of the values of a Sakinah family by married couples under the mentorship of KUA Wonokromo. The research method used is qualitative. The type of research utilized is a case study, which involves an in-depth, detailed, and detailed investigation into a specific event or ongoing case. The data sources obtained in this study utilize primary data sources derived from interviews. The data collection method employed by the researcher is through direct interviews with informants. The findings of the research on the content of marriage guidance received from KUA Wonokromo include: (a) Patience to better control emotions, (b) Keeping silent to avoid conflicts, (c) Discussing together for clarity and finding appropriate solutions, and (d) Calming oneself to think clearly in making decisions. Second, the reasons why prospective couples participate in marriage guidance at KUA Wonokromo include: (a) Teaching mutual understanding towards spouses, (b) Building mental readiness for the next stage, and (c) Collaborating for mutual progress. Third, the practice of the values of a Sakinah family by married couples under the mentorship of KUA Wonokromo includes: (a) Building a harmonious family, (b) Being prepared to enter the marriage stage, and (c) Having physical and mental knowledge for the future.
The Effect of Household Conflict on Mental Health in Children (Case Study in Sako District, Palembang) Hammam, Hammam; Ashari, Winning Son
Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STIS Ummul Ayman, Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/jis.v5i1.197

Abstract

Conflict is a problem, a dispute that occurs between one individual and another. Conflict itself occurs in many issues, such as households, families, children and parents, siblings and so on. Domestic life inevitably requires a change in lifestyle, adjusting to the demands of responsibility, understanding the characteristics of new people around them, and establishing good relationships between spouses. The main causes of domestic conflict include: (1) Ineffective Communication, (2) Different Values and Views, (3) Financial Issues, (4) Roles and Responsibilities, (5) Interpersonal Issues, (6) Family Crisis, (7) Life Stress. Children affected by their parents' domestic conflict can experience a range of serious mental health problems. Household conflict can make them feel isolated and lack emotional support, which can worsen their depression. Based on interviews that have been conducted most of those affected or affected by domestic conflict in their parents will become more aggressive, prone to tantrums, or withdraw from their social environment. The purpose of this study is to determine how parental conflict affects children's mental health. As well as the impact that occurs on mental health in children due to parental household conflict.  This research was conducted using the interview method with informants who have been determined. In this study, researchers used a qualitative approach to analyze the data. In addition, other data collection techniques used in this study are observation, and documentation. The conclusion in this study is that children who are raised in families that experience a lot of conflict tend to have lower social skills, emotional development, and adaptability than children their age. The result can develop into anxiety disorders, low self-esteem, inability to interact, and denial.
ANALISIS KEBIJAKAN LARANGAN BERPOLIGAMI BAGI ASN POLRI DALAM PERATURAN POLRI NOMOR 6 TAHUN 2018 PERSPEKTIF SIYASAH SYARIYAH Hawwina Fauzia Aziz; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segala hal di dalam kehidupan manusia sudah diatur dengan sebaik-baiknya dalam syariat Islam, karena Islam adalah agama yang sempurna. Akan tetapi seiring berjalannya zaman, selalu ada permasalahan baru yang memerlukan kajian mendalam agar dapat dijawab dengan syariat Islam yang telah ada sebelumnya. Salah satunya mengenai larangan berpoligami bagi ASN POLRI. Dalam Islam, pemimpin memiliki wewenang dalam pengaturan urusan negaranya tentang hukum dari sesuatu yang belum disimpulkan dengan nash yang jelas, yang mana pada urusan ini mencakup maslahat masyarakat secara umum, dan inilah dinamakan dengan siyasah syar’iyah. Maka peneliti merasa bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 ini perlu dikaji dari perspektif siyasah syar’iyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kebijakan tersebut dalam perspektif siyasah syar’iyah. Ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami subyek penelitian secara menyeluruh dengan cara deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 pasal 4 ayat 1 dan 2 menyelisihi konsep siyasah syar’iyah dikarenakan kebijakan tersebut di luar dari ranah yang diperbolehkan bagi seorang pemimpin untuk menentukan hukumnya, dan syariat poligami dalam Islam didasari dengan dalil syar’i. Kata Kunci: Siyasah Syar’iyah, Poligami, ASN, POLRI
ANALISIS FENOMENA LGBT DALAM MOM (MIXED ORIENTATION MARRIAGE) DAN DAMPAKNYA MENURUT PERSPEKTIF ILMU FIKIH Farikhatul Aini Aprilia; Nani Regina; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara yang masih menjunjung tinggi norma agama, di Indonesia kehadiran LGBT masih dianggap sebagai pelanggaran dan penyakit sosial. Keadaan ini seringkali menjadi sebuah alasan kaum LGBT untuk memutuskan menikah dengan lawan jenisnya. Ini dikenal dengan istilah MOM (mixed orientation marriage), yaitu suatu hubungan di mana satu partner mengalami ketertarikan sesama jenis sedangkan partner yang lain diidentifikasi sebagai heteroseksual tanpa ketertarikan sesama jenis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomena LGBT dalam MOM, pernikahan yang dialami para individu dalam MOM, serta dampaknya menurut perspektif ilmu fikih. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kepustakaan. Data yang didapat menunjukkan bahwa MOM banyak sekali dilakukan oleh LGBT dengan alasan yang beragam, di antaranya; ingin tobat dan sembuh, agar dianggap seperti orang normal pada umumnya, dan terbebas dari tuntutan keluarga. Dalam menjalani MOM, pelaku LGBT mengalami rasa bersalah karena telah menyembunyikan orientasi seksualnya, namun ada juga yang rumah tangganya harmonis dan baik-baik saja. Sedangkan heteroseksual, ketika mengetahui pasangannya adalah gay atau biseksual, mereka merasa kecewa, dan pernikahannya berujung dengan perceraian. Dalam kasus MOM hukum pernikahannya menjadi mubah, sunnah, wajib, makruh, dan haram sesuai keadaan individu homoseksual tersebut dan tingkat masalahnya. Kata Kunci: LBGT; mixed orientation marraige; perspektif fikih.
Analisis Fenomena Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua: Studi Kasus pada Masyarakat di Dusun Jati Gabahan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo Saudah Sidiqoh; Winning Son Ashari
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewajiban suami adalah memberi nafkah tempat tinggal bagi istrinya. Pada umumnya suami tinggal bersama istrinya saja, tapi berbeda dengan warga dusun Jati Gabahan yang terbiasa dengan fenomena tinggal bersama mertua setelah pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana fenomena tinggal bersama mertua pada masyarakat dusun Jati Gabahan. Dalam penelitian ini akan disebutkan apa saja faktor-faktor tinggal bersama mertua, termasuk juga sisi positif dan negatif dari tinggal bersama mertua dan bagaimana upaya mengatasi dan mencegah konflik yang terjadi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian mengunakan teknik purposive sampling pada 5 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggal bersama mertua adalah hal yang umum di dusun Jati Gabahan. Faktor yang membuat pasangan tinggal bersama mertua yaitu; kurangnya ekonomi, untuk merawat mertua, mengikuti suami, karena pendidikan anak dan karena rumah itu warisan mertua. Sisi positif daripada itu adalah semakin erat hubungan dengan mertua dan banyak mendapat bantuan mertua. Sisi negatifnya adalah mertua ikut campur, kurang privasi, ketergantungan finansial pada mertua, perbedaan prinsip dan konflik berkepanjangan. Upaya mengatasi dan mencegah konflik adalah saling terbuka dan memperbaiki komunikasi, bersabar dan menurunkan ego, pasangan berperan sebagai penengah, berbuat baik dan berkata dengan bijak. Kata Kunci: Mertua, tinggal bersama, konflik.
POLA KOMUNIKASI PASANGAN DALAM MEMBANGUN KEHARMONISAN KELUARGA: (Studi Kasus pada Aktivis Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember) Winning Son Ashari; Abdul Rahman Ramadhan; Arif Husnul Khuluq
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2024): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi  merupakan kebutuhan fundamental  dalam upaya membangun hubungan  keluarga yang harmonis.  Komunikasi yang baik antara pasangan dapat membangun kelangsungan hidup keluarga sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan individu dalam keluarga tersebut.  Sebaliknya, komunikasi yang kurang baik akan memicu terjadinya konflik perkawinan. Kesibukan masing-masing anggota keluarga  menjadi  salah  satu  penyebab kurangnya  hubungan  yang  harmonis  dan  berkurangnya    komunikasi  efektif dalam keluarga.  Hal ini lah yang sangat mungkin dialami oleh para aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember yang telah menikah. Kesibukan yang tinggi tersebut dapat menyebabkan kurangnya waktu dan perhatian yang cukup terhadap pasangan, sehingga mengganggu komunikasi bersama istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, survei dan wawancara. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan hambatan yang dihadapi dalam komunikasi serta pola komunikasi pasangan suami-istri aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember dalam membangun keharmonisan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan dalam komunikasi pasangan suami-istri mahasiswa aktivis STDI Imam Syafi’i Jember meliputi frekuensi komunikasi yang kurang, dan timbulnya kesalahpahaman. Adapun pola komunikasi pasangan suami-istri aktivis mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember dalam membangun keharmonisan keluarga antara lain saling terbuka, deep talk, dukungan emosional, dan komunikasi efektif di waktu yang ada. Kata Kunci: pola, komunikasi, mahasiswa, harmonis, keluarga.
ESKALASI KONFLIK KELUARGA DALAM DINAMIKA GLOBALISASI DAN PENDEKATAN RESOLUSI BERBASIS FIKIH Muhsan Syarafuddin; Ashari, Winning Son; Siti Nazla Raihana
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 12 No 1 (2024): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-majaalis.v12i1.707

Abstract

In the era of globalization, the escalation of family conflict occurs significantly in various variations and impacts, ranging from divorce to physical and psychological violence even murder. This requires seriousness in finding the right resolution in order to maintain family resilience. This research becomes very important to reveal the right resolution by referring to fiqh-based resolution because fiqh itself is used as a legal framework rooted in Islamic teachings that are relevant in resolving conflicts in the family context. Researchers used a literature review with a qualitative approach to analyze various literature sources related to family conflicts and their resolution. The results showed that the escalation of conflict in the global era with its various variants found its resolution by understanding and applying the principles of fiqh-based resolution in the form of holistic Islamic teachings. The real implication of fiqh-based resolution is that it helps build a harmonious and mutually supportive family environment and is key to resolving family conflicts effectively and sustainably.  
ANALISIS KEBIJAKAN LARANGAN BERPOLIGAMI BAGI ASN POLRI DALAM PERATURAN POLRI NOMOR 6 TAHUN 2018 PERSPEKTIF SIYASAH SYARIYAH Aziz, Hawwina Fauzia; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i2.368

Abstract

Segala hal di dalam kehidupan manusia sudah diatur dengan sebaik-baiknya dalam syariat Islam, karena Islam adalah agama yang sempurna. Akan tetapi seiring berjalannya zaman, selalu ada permasalahan baru yang memerlukan kajian mendalam agar dapat dijawab dengan syariat Islam yang telah ada sebelumnya. Salah satunya mengenai larangan berpoligami bagi ASN POLRI. Dalam Islam, pemimpin memiliki wewenang dalam pengaturan urusan negaranya tentang hukum dari sesuatu yang belum disimpulkan dengan nash yang jelas, yang mana pada urusan ini mencakup maslahat masyarakat secara umum, dan inilah dinamakan dengan siyasah syar’iyah. Maka peneliti merasa bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 ini perlu dikaji dari perspektif siyasah syar’iyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kebijakan tersebut dalam perspektif siyasah syar’iyah. Ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami fenomena mengenai apa yang dialami subyek penelitian secara menyeluruh dengan cara deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dalam peraturan POLRI nomor 6 tahun 2018 pasal 4 ayat 1 dan 2 menyelisihi konsep siyasah syar’iyah dikarenakan kebijakan tersebut di luar dari ranah yang diperbolehkan bagi seorang pemimpin untuk menentukan hukumnya, dan syariat poligami dalam Islam didasari dengan dalil syar’i. Kata Kunci: Siyasah Syar’iyah, Poligami, ASN, POLRI
Analisis Fenomena LGBT dalam MOM (Mixed Orientation Marriage) dan Dampaknya Menurut Perspektif Ilmu Fikih Aprilia, Farikhatul Aini; Regina, Nani; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.416

Abstract

Sebagai negara yang masih menjunjung tinggi norma agama, di Indonesia kehadiran LGBT masih dianggap sebagai pelanggaran dan penyakit sosial. Keadaan ini seringkali menjadi sebuah alasan kaum LGBT untuk memutuskan menikah dengan lawan jenisnya. Ini dikenal dengan istilah MOM (mixed orientation marriage), yaitu suatu hubungan di mana satu partner mengalami ketertarikan sesama jenis sedangkan partner yang lain diidentifikasi sebagai heteroseksual tanpa ketertarikan sesama jenis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fenomena LGBT dalam MOM, pernikahan yang dialami para individu dalam MOM, serta dampaknya menurut perspektif ilmu fikih. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kepustakaan. Data yang didapat menunjukkan bahwa MOM banyak sekali dilakukan oleh LGBT dengan alasan yang beragam, di antaranya; ingin tobat dan sembuh, agar dianggap seperti orang normal pada umumnya, dan terbebas dari tuntutan keluarga. Dalam menjalani MOM, pelaku LGBT mengalami rasa bersalah karena telah menyembunyikan orientasi seksualnya, namun ada juga yang rumah tangganya harmonis dan baik-baik saja. Sedangkan heteroseksual, ketika mengetahui pasangannya adalah gay atau biseksual, mereka merasa kecewa, dan pernikahannya berujung dengan perceraian. Dalam kasus MOM hukum pernikahannya menjadi mubah, sunnah, wajib, makruh, dan haram sesuai keadaan individu homoseksual tersebut dan tingkat masalahnya. Kata Kunci: LBGT; mixed orientation marraige; perspektif fikih.
Analisis Fenomena Pasangan Suami Istri yang Tinggal Bersama Mertua: Studi Kasus pada Masyarakat di Dusun Jati Gabahan Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo Sidiqoh, Saudah; Ashari, Winning Son
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3 (2023): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v1i3.422

Abstract

Kewajiban suami adalah memberi nafkah tempat tinggal bagi istrinya. Pada umumnya suami tinggal bersama istrinya saja, tapi berbeda dengan warga dusun Jati Gabahan yang terbiasa dengan fenomena tinggal bersama mertua setelah pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana fenomena tinggal bersama mertua pada masyarakat dusun Jati Gabahan. Dalam penelitian ini akan disebutkan apa saja faktor-faktor tinggal bersama mertua, termasuk juga sisi positif dan negatif dari tinggal bersama mertua dan bagaimana upaya mengatasi dan mencegah konflik yang terjadi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian mengunakan teknik purposive sampling pada 5 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observarsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggal bersama mertua adalah hal yang umum di dusun Jati Gabahan. Faktor yang membuat pasangan tinggal bersama mertua yaitu; kurangnya ekonomi, untuk merawat mertua, mengikuti suami, karena pendidikan anak dan karena rumah itu warisan mertua. Sisi positif daripada itu adalah semakin erat hubungan dengan mertua dan banyak mendapat bantuan mertua. Sisi negatifnya adalah mertua ikut campur, kurang privasi, ketergantungan finansial pada mertua, perbedaan prinsip dan konflik berkepanjangan. Upaya mengatasi dan mencegah konflik adalah saling terbuka dan memperbaiki komunikasi, bersabar dan menurunkan ego, pasangan berperan sebagai penengah, berbuat baik dan berkata dengan bijak. Kata Kunci: Mertua, tinggal bersama, konflik.