Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENELITIAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KAWASAN ASIA TENGGARA SELAMA KURUN WAKTU 1991 - 2025 Azizah, Rifka Noor; Prayogo, Wisnu; Mustaqiman, Aulia Nur; Awfa, Dion; Zubir, Moondra
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v5i2.24369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan penelitian PLH di kawasan Asia Tenggara selama periode 1991 hingga 2025. Kajian dilakukan melalui telaah literatur sistematis terhadap artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal bereputasi nasional dan internasional. Analisis difokuskan pada tren publikasi, topik dominan, pendekatan metodologis, serta kontribusi praktis terhadap kebijakan dan praktik pendidikan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi sejak tahun 2000, dengan puncak pada dekade 2010-an. Topik yang paling sering dibahas meliputi pendidikan berbasis konservasi, partisipasi komunitas, dan integrasi isu lingkungan ke dalam kurikulum formal. Indonesia dan Malaysia menjadi negara dengan kontribusi publikasi tertinggi. Meskipun demikian, masih ditemukan tantangan seperti keterbatasan data longitudinal, rendahnya kolaborasi antar-negara, serta minimnya pendekatan transdisipliner. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kurikulum PLH, pengembangan platform kolaboratif antar lembaga pendidikan di kawasan, serta integrasi teknologi digital dalam penyampaian materi PLH. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan strategi regional yang lebih inklusif dan adaptif dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. Dengan memperkuat riset dan praktik PLH, kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada literasi ekologi masyarakat.
Analysis of Individual Aspects in Riverbank Slums on Sustainable Sanitation Development (Case Study: Bima City, NTB, Indonesia) Gusmiati, Gusmiati; Soewondo, Prayatni; Awfa, Dion; Halomoan, Nico; Sarli, Prasanti Widyasih; Setiyawan, Ahmad Soleh
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 2 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.2.10

Abstract

Currently, 24.5% of the population of Bima City lack access to sanitation. The issue is predominantly concentrated in densely populated urban slums along the riverbanks, influenced by the cultural and societal context of Indonesian society. From 2021 to 2022, a comprehensive mixed-method study was conducted in three urban slums, applying the Integrated Framework for Sanitation Services (IFSS) to explore individual aspects within a socio-cultural context. Combining quantitative and qualitative methods, the research involved a household questionnaire survey and in-depth interviews (IDI). The study revealed that individual aspects are shaped by perceptions of the convenience of open defecation and latrine use as well as experiences with shared latrines, driving the adoption of private latrines. Challenges such as financial constraints and limited construction capabilities in urban slum communities often hinder latrine construction, though cultural and traditional values (adat) in the Bima community in urban slums help to alleviate these obstacles. A recommendation is made to enhance the monitoring of sanitation adoption progress, focusing on the sanitation system’s functioning and adherence to the sanitation hierarchy. Despite awareness of the importance of safe disposal, its impact on sanitation behavior in Bima City’s urban slums has been constrained, underscoring the imperative for effective behavior change communication strategies.
STRATEGI PENANGANAN SANITASI DI PERMUKIMAN KUMUH DENGAN PENDEKATAN PARTISIPASI STAKEHOLDER (STUDI KASUS KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT) Hutagaol, David Christian; Soewondo, Prayatni; Awfa, Dion; Setiyawan, Ahmad Soleh; Sarli, Prasanti Widyasih; Halomoan, Nico
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.246-257

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan dan mendorong peningkatan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pemerintah kabupaten/kota untuk mengimplementasikan program sanitasi di Indonesia. Kota Bima sebagai lokasi studu dengan permasalahan sanitasi perlu didukung oleh stakeholder. Penelitian ini dapat melengkapi dokumen yang sudah dibuat. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran atau mixed method yang dilakukan secara kualitatif pada metode Stakeholder Analysis (SA) dan metode kuantitatif pada metode Social Network Analysis (SNA). Stakeholder Analysis dilakukan dengan focus group discussion (FGD) sedangkan Social Network Analysis dilakukan berdasarkan kuesioner yang diisi oleh peserta FGD saat acara FGD berlangsung. Hasil rangkaian penelitian di Kota Bima: teridentifikasi 52 stakeholder yang memiliki kepentingan terkait sanitasi di permukiman kumuh; terpetakan ada 8 key actors, 7 important actors, 6 interested actors, dan 9 additional actors ; teridentifikasi 4 influential stakeholders yang juga adalah key actors. Secara umum kekohesifan (density) semua jenis kerja sama pada Kota Bima tidak cukup baik, yaitu 7,7%. Diperlukan peningkatan kerja sama dengan Perusahaan Swasta, Masyarakat, dan Akademisi untuk penanganan sanitasi di permukiman kumuh Kota Bima. Kata kunci: sanitasi, kawasan kumuh, stakeholder analysis, social network analysis, Kota Bima ABSTRACTThe need for sanitation is one of the basic human needs as part of efforts to protect health and encourage economic improvement to increase the capacity of district/city governments to implement sanitation programs in Indonesia. Bima City as a study location with sanitation problems needs to be supported by stakeholders. This research was carried out using mixed methods which were generally carried out qualitatively using the Stakeholder Analysis (SA) method and quantitatively using the Social Network Analysis (SNA) method. Stakeholder Analysis was carried out using a focus group discussion (FGD) while Social Network Analysis was carried out based on a questionnaire filled out by FGD participants during the FGD event. The results of research series in Bima City: identified 52 stakeholders who have an interest in sanitation in slum settlements; there are 8 key actors, 7 important actors, 6 interested actors, and 9 additional actors; there are 4 influential stakeholders who are also key actors. In general, the cohesiveness (density) of all types of cooperation in Bima City is not good enough, namely 7.7%. There is a need to increase cooperation with private companies, communities and academics to handle sanitation in Bima City slums. Keywords : sanitation, slum area, stakeholder analysis, social network analysis, Bima City