Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perkawinan Di Era Disrupsi: (Telaah Kajian Multidisipliner Atas Fenomena Kawin Kontrak Terhadap Al-Qur’an Dan Hadis Perkawinan) Roja Lukmanul Khovid; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6209

Abstract

Artikel ini membahas tentang pandangan tasawuf tentang makna pernikahan. Pernikahan antara laki-laki dan perempuan serta menyatu untuk hidup bersama sebagai suami istri dalam ikatan. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dari akad itu juga, muncul hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan. pernikahan adalah salah satu ciri manusia sejak pertama kali diciptakan. Tidaklah Allah menciptakan nabi Adam alaihissalam kecuali diciptakan pula hawa sebagai pasangan hidupnya, Hakikat pernikahan adalah salah satu ciri manusia sejak pertama kali Allah SWT ciptakan. Di mana dia menjadikan Hawwa dari tulang rusuk Nabi Adam AS untuk keduanya menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan. Kemudian dari keduanya lahirlah seluruh umat manusia atas izin-Nya. Karena pernikahan adalah jaminan atas keberlangsungan peradaban ummat manusia dimuka bumi. Pernikahan juga merupakan salah satu jalan menuju Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan pernikahan yang dilandasi dengan iman insya Allah akan tercapai pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dalam rangka membangun hukum perkawinan dengan pendekatan tasawuf diperlukan koneksitas nilai- nilai tasawuf dengan undang-undang dalam bingkai kemaslahatan. Untuk itu nilai-nilai tasawuf seperti warak dan zuhud serta qonaah dan lain sebagainya perlu dikembangkan dan diintegrasikan secara koneksitas kedalam hukum perkawinan. Pernikahan ikatan lahir batin antara dua orang yang berlainan jenis (laki-laki dan perempuan) untuk hidup bersama dalam satu rumah tangga dengan mengharapkan keturunan berdasarkan ketentuan syari’at Islam. Diharapkan dengan memahami arti pentingnya pernikahan, akan memberikan kedamaian hidup berumah tangga bagi setiap suami dan istri.
Qiwāmah and Musyāwarah in Household: Interpretation of the Qur'an and Hadith on the Equality of Husband and Wife Masita; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1082

Abstract

This research aims to explore the application of the principles of justice from the Qur'an and Hadith in the occurrence of imbalances in husband-wife relations within the context of equality. Justice is a fundamental value in Islam that encompasses various aspects of life. This study involves the analysis of the Qur'an and the Qowwam hadith to identify principles of justice that can be adapted in the context of gender in husband-wife relations in the modern era. The research method used includes a qualitative approach with primary data collection thru literature study and analysis of the Qur'an and hadith texts. Secondary data is also used to support the interpretation and application of qowwam principles in the gender context. The analysis results show that the Qur'an emphasizes the importance of justice in decision-making, resource distribution, and the imbalance in husband-wife relationships within a household. This research contributes to expanding the understanding of how the values of the Qur'an and Hadith provide solutions for the integrity of a household and prevent disputes over duties and responsibilities, which often lead to domestic violence due to the context of qawwam being interpreted as men being leaders and rulers in a household. In household life, understanding the roles and responsibilities of each husband and wife is very important. This article aims to analyze the justice of the Qur'an and Hadith in the relevance of husband and wife in the modern era in the context of qawwamah and gender.