Claim Missing Document
Check
Articles

Perkawinan Di Era Disrupsi: (Telaah Kajian Multidisipliner Atas Fenomena Kawin Kontrak Terhadap Al-Qur’an Dan Hadis Perkawinan) Roja Lukmanul Khovid; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6209

Abstract

Artikel ini membahas tentang pandangan tasawuf tentang makna pernikahan. Pernikahan antara laki-laki dan perempuan serta menyatu untuk hidup bersama sebagai suami istri dalam ikatan. Secara istilah, pernikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dari akad itu juga, muncul hak dan kewajiban yang mesti dipenuhi masing-masing pasangan. pernikahan adalah salah satu ciri manusia sejak pertama kali diciptakan. Tidaklah Allah menciptakan nabi Adam alaihissalam kecuali diciptakan pula hawa sebagai pasangan hidupnya, Hakikat pernikahan adalah salah satu ciri manusia sejak pertama kali Allah SWT ciptakan. Di mana dia menjadikan Hawwa dari tulang rusuk Nabi Adam AS untuk keduanya menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan. Kemudian dari keduanya lahirlah seluruh umat manusia atas izin-Nya. Karena pernikahan adalah jaminan atas keberlangsungan peradaban ummat manusia dimuka bumi. Pernikahan juga merupakan salah satu jalan menuju Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan pernikahan yang dilandasi dengan iman insya Allah akan tercapai pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dalam rangka membangun hukum perkawinan dengan pendekatan tasawuf diperlukan koneksitas nilai- nilai tasawuf dengan undang-undang dalam bingkai kemaslahatan. Untuk itu nilai-nilai tasawuf seperti warak dan zuhud serta qonaah dan lain sebagainya perlu dikembangkan dan diintegrasikan secara koneksitas kedalam hukum perkawinan. Pernikahan ikatan lahir batin antara dua orang yang berlainan jenis (laki-laki dan perempuan) untuk hidup bersama dalam satu rumah tangga dengan mengharapkan keturunan berdasarkan ketentuan syari’at Islam. Diharapkan dengan memahami arti pentingnya pernikahan, akan memberikan kedamaian hidup berumah tangga bagi setiap suami dan istri.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB TADZKIROTUS SAMI’ WAL MUTAKALLIM KARYA BADRUDDIN IBNU JAMA’AH Riana Wahyuni; Ilyas Husti; Khairil Anwar
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/69c14947

Abstract

Krisis moral saat ini sangat mengkhawatirkan dan menuntut perhatian serius dari berbagai pihak. Di zaman sekarang bukan hanya seorang murid yang mengalami krisis moral bahkan banyak ditemukan guru juga mengalami hal serupa. Fenomena ini bukan hanya mencerminkan rapuhnya nilai-nilai moral dalam masyarakat, tetapi menyoroti peran pendidikan. Dalam sejarah peradaban Islam, pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik. Salah satu karya penting yang memuat konsep pendidikan karakter adalah kitab Tadzkirotus Sāmi’ wal Mutakallim fi Adāb al-‘Alim wal Muta‘allim karya Badruddin Ibnu Jama’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab Tadkirotus Sami’ wal Mutakallim serta relevansinya terhadap pendidikan Islam masa kini. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter murid yang terdapat dalam kitab Tadzkirotus Sami’ wal Mutakallim itu ada 6 yaitu: nilai religius, nilai disiplin, nilai sabar, nilai sosial, nilai rasa ingin tahu, dan nilai sopan santun. Sedangkan nilai-nilai pendidikan karakter guru dalam kitab ini ada 9 yaitu: nilai religius, nilai tanggung jawab, nilai sopan santun, nilai sosial, nilai tawadhu’/tidak sombong, nilai disiplin, nilai sabar, nilai kasih sayang, dan nilai keadilan.
Konstruksi Pemikiran Hukum Ahlul Hadits dalam Aunul Ma’bud: Studi atas Pemikiran Syamsul Haq al-Azhim Abadi dan Pengaruhnya terhadap Literasi Hadis Kontemporer Indah Purnama Sari; Ilyas Husti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian hadis Nabi Muhammad SAW menempati posisi fundamental dalam epistemologi hukum Islam sebagai bayān operasional atas ayat-ayat Al-Qur’an. Di tengah dinamika pembaruan pemikiran Islam pada abad modern, muncul kebutuhan untuk memahami kembali konstruksi metodologis syarah hadis yang tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga responsif terhadap problem otoritas hukum dan tradisi taklid mazhab. Permasalahan utama penelitian ini terletak pada dua aspek, yaitu konstruksi pemikiran hukum Syamsul Haq al-Azhim Abadi dalam ‘Aun al-Ma’būd Syarh Sunan Abī Dāwūd serta bentuk dekonstruksi metodologis yang ia lakukan terhadap dominasi otoritas mazhab melalui prinsip ittibā’ al-dalīl. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis corak pemikiran hukum al-Azhim Abadi, karakter metodologi syarah hadis yang digunakannya, serta relevansinya terhadap perkembangan studi hadis dan metodologi hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis tokoh dan analisis konten tekstual terhadap sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Azhim Abadi menempatkan kesahihan sanad dan kekuatan riwayat sebagai otoritas utama dalam proses istinbāth hukum, sekaligus menolak sikap taklid mazhab yang kaku melalui pendekatan ittibā’ terhadap dalil yang paling kuat. Model syarah yang dibangunnya bercorak teknis-yuridis dengan penekanan pada aspek takhrij, kritik hadis, dan tarjih hukum secara lebih sistematis dibandingkan pola syarah klasik yang cenderung diskursif-filosofis. Penelitian ini juga menemukan bahwa ‘Aun al-Ma’būd berkembang menjadi rujukan penting dalam studi hadis internasional dan berpengaruh terhadap metodologi takhrij modern di era kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi pemikiran hukum al-Azhim Abadi berhasil menghadirkan sintesis antara otoritas hadis klasik dan kebutuhan metodologis modern, sehingga pemahaman hukum Islam tetap bersifat kritis, objektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
TRANSFORMASI MAKNA PERNIKAHAN DI ERA MODERN: FENOMENA CHILDFREE ANTARA OTONOMI INDIVIDU DAN NILAI KELUARGA Sri Martini; Ilyas Husti; Khairunnas Jamal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11946

Abstract

Fenomena childfree merupakan keputusan sadar pasangan suami–istri untuk tidak memiliki anak sebagai bagian dari pilihan hidup yang direncanakan. Kemunculan fenomena ini menunjukkan adanya transformasi makna pernikahan dalam masyarakat modern yang tidak lagi semata-mata berorientasi pada reproduksi dan pelestarian keturunan, tetapi juga pada aktualisasi diri, kebebasan individu, dan kualitas hubungan pasangan. Artikel ini bertujuan menganalisis fenomena childfree dari perspektif sosial, psikologis, kultural, dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur ilmiah, buku, dan hasil penelitian terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan childfree dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertimbangan ekonomi, pendidikan, karier, kesiapan psikologis, perubahan nilai keluarga, serta kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan global. Dari perspektif sosial dan kultural, fenomena ini mencerminkan pergeseran nilai dari paradigma pronatalis menuju orientasi yang lebih individualistik, meskipun masih menghadapi stigma dan tekanan sosial dalam masyarakat yang menjunjung tinggi pentingnya keturunan. Dari perspektif psikologis, childfree dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran diri terhadap kesiapan menjadi orang tua. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, pilihan untuk menunda atau mencegah kehamilan memiliki relevansi dengan konsep ‘azl yang pada prinsipnya dibolehkan oleh mayoritas ulama. Dengan demikian, childfree merupakan fenomena kompleks yang perlu dipahami secara proporsional dalam konteks perubahan sosial kontemporer.
Kontribusi Muhammad bin Ishaq Ibnu Khuzaimah dalam Pengembangan Literatur Hadis melalui Shahih Ibnu Khuzaimah Janna Aulia; Ilyas Husti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11987

Abstract

Shahih Ibnu Khuzaimah merupakan salah satu kitab hadis yang memiliki kedudukan penting dalam khazanah literatur hadis Islam. Kitab ini disusun oleh Imam Ibnu Khuzaimah dengan tujuan menghimpun hadis-hadis yang dinilai sahih berdasarkan standar kritik hadis yang diterapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah penulisan, sistematika, kedudukan, serta kelebihan dan kekurangan kitab Shahih Ibnu Khuzaimah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shahih Ibnu Khuzaimah disusun berdasarkan metode abwab al-fiqh yang memudahkan pembaca dalam menemukan hadis sesuai tema pembahasan. Kitab ini menempati posisi penting setelah Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, meskipun sebagian hadis di dalamnya masih menjadi objek kritik dan kajian para ulama. Di samping memiliki keunggulan berupa ketelitian penyusun dan sistematika yang teratur, kitab ini juga memiliki beberapa kelemahan, seperti adanya hadis yang diperselisihkan kualitasnya serta naskah yang tidak sampai secara utuh kepada generasi sekarang. Oleh karena itu, Shahih Ibnu Khuzaimah tetap menjadi salah satu rujukan penting dalam studi hadis dan kajian kritik hadis.
Qiwāmah and Musyāwarah in Household: Interpretation of the Qur'an and Hadith on the Equality of Husband and Wife Masita; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1082

Abstract

This research aims to explore the application of the principles of justice from the Qur'an and Hadith in the occurrence of imbalances in husband-wife relations within the context of equality. Justice is a fundamental value in Islam that encompasses various aspects of life. This study involves the analysis of the Qur'an and the Qowwam hadith to identify principles of justice that can be adapted in the context of gender in husband-wife relations in the modern era. The research method used includes a qualitative approach with primary data collection thru literature study and analysis of the Qur'an and hadith texts. Secondary data is also used to support the interpretation and application of qowwam principles in the gender context. The analysis results show that the Qur'an emphasizes the importance of justice in decision-making, resource distribution, and the imbalance in husband-wife relationships within a household. This research contributes to expanding the understanding of how the values of the Qur'an and Hadith provide solutions for the integrity of a household and prevent disputes over duties and responsibilities, which often lead to domestic violence due to the context of qawwam being interpreted as men being leaders and rulers in a household. In household life, understanding the roles and responsibilities of each husband and wife is very important. This article aims to analyze the justice of the Qur'an and Hadith in the relevance of husband and wife in the modern era in the context of qawwamah and gender.
Membangun Kesiapan Belajar : Perspektif Nabi Muhamad SWA Abdul Rasyid Suharto Pua Upa; Ilyas Husti; Alfiah Alfiah
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32626

Abstract

Tulisan ini mengkaji metodologi pendidikan Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadis-hadis yang berkaitan dengan strategi beliau dalam menyampaikan ilmu kepada para sahabat. Penelitian ini menyoroti pendekatan Nabi yang bersifat humanis, kontekstual dalam membangun kesiapan para sahabat menerima ilmu dari Rasulullah SAW. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan tematik (maudhu‘i) terhadap hadis-hadis tarbawiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad (SAW) menggunakan berbagai strategi dalam menyiapkan kondisi para sahabat dalam proses pembelajaran, yaitu : Penyambutan Peserta Didik ,Menghadapkan wajahnya kepada orang yang diajak bicara , Menyentuh dengan sentuhan ringan pada anggota tubuh sahabat, Mengajar dengan kelembutan, Memilih waktu yang tepat untuk mengajar, Memanfaatkan setiap momen tertentu untuk menyampaikan ilmu, Rasulullah menyebut nama sahabatnya ketika mengajar, Memuji para sahabatnya, Mempertimbangkan perbedaan individu sahabatnya, Memperlakukan sahabatnya dengan Adil, dan Rasulullah menanyakan Pendapat para sahabatnya dalam suatu perkara yang ingin diputuskan. Temuan ini memiliki relevansi signifikan bagi pengembangan strategi pembelajaran Islam kontemporer yang lebih efektif, komunikatif, dan berorientasi pada peserta didik.
Integrasi Prinsip Sakinah-Mawaddah-Rahmah dalam Pembinaan Keluarga Muslim Kontemporer: Kajian Tematik Al-Qur’an terhadap Fondasi Ketahanan Keluarga M. Ridho Firdaus; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7399

Abstract

The concepts of Sakīnah, Mawaddah, wa Raḥmah constitute a spiritual and emotional trilogy that the Qur'an proclaims as the fundamental goal of marriage (QS. Ar-Rum: 21). This study aims to analyze thematically (maudhū'ī) the integration of these three principles as the main foundation for the development and resilience of Muslim families in the contemporary era. Through a qualitative approach with literature study and thematic interpretation, it was found that Sakīnah (inner peace) functions as a spiritual foundation; Mawaddah (active, passionate love) as the driving force of the relationship; and Raḥmah (loving kindness that is ready to sacrifice) as a safety net and sustainability. The integration of these three elements provides an ideal model for contemporary Muslim families to face challenges such as digital disruption, changing gender roles, and economic pressures. The results of the study confirm that family resilience does not only depend on material aspects, but primarily on the quality of transcendental relationships based on Qur'anic values.
Konsep Khitbah (Tinjauan Hadis Meminang dalam Kajian Multidisipliner): Penelitian Antoni Yoseph; Ilyas Husti; Hidayatullah Ismail
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4647

Abstract

Knowing the authenticity of hadith is indeed different from the Qur'an, because the recording of hadith was only done around the 3rd century Hijri. A span of 200 years, and this is enough to provide the possibility of diversity of hadith texts. Given this historical background, hadith research is still needed to fulfill the intellectual treasure of Muslims in understanding the foundation of a problem through an understanding of the As-Sunnah. One hadith that needs to be reviewed, especially in terms of its evidence is the hadith about the proposal (Khitbah). Proposals in a marriage are highly recommended, but regarding the proposal process itself, it is very diverse, each region has different proposal traditions, so the relevance of this hadith needs to be reviewed again to obtain a more comprehensive meaning of the proposal process. For this research, the author attempted to examine it by asking several problems including what is meant by khitbah, how is the quality of the sanad and matan of the hadith and how the khitbah process is in accordance with the sunnah or rules of the Prophet Muhammad. The author used the Madhu'i method. The object of this research is the method of proposing to a woman and the permissibility of looking at the woman being proposed to. The results of this study explain that the quality of the hadith about proposing to a woman is sahih and can be used as evidence (hujjah) and the quality of the hadith about the permissibility of looking at a woman.
Hubungan Keterampilan Dan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru Sunardi Sunardi; Ilyas Husti; Khairil Anwar
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; a) Bagaimana Hubungan Keterampilan Guru Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?; b) Bagaimana Hubungan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?; c) Bagaimana Hubungan Keterampilan Guru Dan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?. Adapun Populasi dalam Penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru yang dibatasi pada kelas VIII, sebanyak 149 siswa sedang sampelnya 38 siswa. Adapun tekhnik yang digunakan adalah tekhnik random sampling, tekhnik pengumpulan data Penelitian menggunakan menggukan angket dan dokumentasi, tekhnik analisa data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Ada hubunga signifikan Keterampilan terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru sebesar 0,760 dengan sig 0,000; 2) Ada hubunga signifikan Aktivitas Belajar terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru sebesar 0,768 dengan sig 0,000; 3) Ada hubunga signifikan menajemen sumber saya manusia dan Aktivitas Belajar secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru . yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan sumbangan hubunga variabel Keterampilan (X1) dan Aktivitas Belajar (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 63,4%