Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Quantitative Analysis of Flavonoid Content, Total Phenolic and Toxicity Test of Extract Smilax rotundifolia Leaves From Papua Appa, Felycitae E.; Tobi, Claudius H.B.; Suprapti, Kevry; Bakri, Nur F.; Barus, Andre A.; Pratiwi, Mustika E.
Jurnal Biologi Papua Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.4539

Abstract

This study investigates Bungkus leaf (Smilax rotundifolia), a well-known plant in Papua commonly referred to as the three-finger leaf. Indigenous Papuans traditionally use this plant to enlarge genitals, buttocks, and breasts, as well as to treat syphilis. The plant is known to contain flavonoid and phenolic compounds with pharmacological activity. This study aimed to determine the total flavonoid and total phenolic content of the 70% ethanol extract of Bungkus leaf. The research began with simplicia preparation, followed by extraction using 70% ethanol. Qualitative tests, including phytochemical screening and thin-layer chromatography (TLC), were conducted, followed by quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. The results showed total flavonoid content of 54.696 mg QE/g ± 0.565 and total phenolic content of 32.908 mg GAE/g ± 0.263. The study concluded that the total flavonoid content was higher than the total phenolic content. Toxicity testing categorized the extract as toxic, with an LC50 value of 442.92 ppm. 
PENYULUHAN PEMANFAATAN OBAT BAHAN ALAM DAN PEMBUATAN LAHAN TOGA SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN PADA MASYARAKAT KAMPUNG YEWENA Tobi, Claudius Hendraman B.; Pratiwi, Mustika Endah; Rumanasen, David Waranda; Dimara, Makdalena Irpa; Hisyam, Muhammad; Sumardi, Sitti Rosnafian; Abraham, Abraham
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57943

Abstract

The “back to nature” trend has begun to increase along with public awareness of the health hazards caused by chemicals in food and medicines. The use of plants as medicine has been carried out by tribes in Papua for hundreds of years and continues to this day. This use needs to be accompanied by knowledge about the proper use of traditional medicine so that there are no adverse side effects that can endanger life. The purpose of writing this manuscript is to share information about the knowledge of the Yewena Village community, Depapre District, Jayapura Regency, about TOGA and its use. Community service activities were carried out through counseling and workshop methods. The number of participants in the activity was 29 people. The results of the counseling activity on the use of natural medicine and TOGA showed that the participants experienced an increase in knowledge after participating in the counseling, based on the percentage of correct answers to the pre-test and post-test questions, which increased from 37.24% to 98.69%. The workshop was carried out in the form of creating a TOGA demonstration area around the Yewena Village Hall. The Yewena Village community, as counseling participants, experienced an increase in knowledge about the use of natural medicine and TOGA after the counseling activity. It is hoped that writing about TOGA and its use will become more widespread and numerous so that more people will have the awareness and willingness to use natural medicines properly and correctly. Tren kembali ke alam (back to nature) mulai meningkat bersamaan dengan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh bahan kimia dalam makanan maupun obat-obatan. Pemanfaatan tanaman sebagai obat telah dilakukan oleh suku-suku di Papua sejak ratusan tahun lalu hingga kini. Pemanfaatan tersebut perlu dibarengi dengan pengetahuan mengenai penggunaan obat tradisional secara baik dan benar agar tidak terjadi efek samping yang merugikan yang dapat membahayakan jiwa. Penulisan naskah ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai bagaimana pengetahuan masyarakat Kampung Yewena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura tentang TOGA dan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui metode penyuluhan dan workshop. Peserta kegiatan berjumlah 29 orang. Hasil kegiatan penyuluhan pemanfaatan obat bahan alam dan TOGA adalah peserta kegiatan mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan berdasarkan persentase jawaban benar pada pertanyaan pre-test dan post-test yaitu dari 37.24% menjadi 98.69%. Workshop yang dilakukan berupa pembuatan lahan percontohan TOGA di sekitar balai Kampung Yewena. Masyarakat Kampung Yewena sebagai peserta penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan obat bahan alam dan TOGA setelah kegiatan penyuluhan. Diharapkan penulisan mengenai TOGA dan pemanfaatannya lebih luas dan banyak lagi sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk menggunakan obat bahan alam secara baik dan benar.
Skrinning Fitokimia dan Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Diwoka (Piper macropiper Pennant) asal Wamena, Papua: Phytochemical Screening and Citotoxic Assay of Diwoka Leaves (Piper macropiper Pennant) Ethanolic Extract from Wamena, Papua Tabuni, Frengchy Jalsan Charles; Tobi, Claudius Hendraman Boli; Dirgantara, Septriyanto; Pratiwi, Mustika Endah; Rumanasen, David Waranda; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2532

Abstract

Many plant species in Indonesia have not been identified and their utilities have not been studied. One of the traditional medicinal plants from Papua whose potential as a drug ingredient has not been widely explored is Diwoka (Piper macropiper Pennant). The study of bioactive compounds includes phytochemical and pharmacological approaches that begin with toxicity studies. This study aimed to determine the compounds contained in the ethanol extract of Diwoka leaves and its safety. The phytochemical screening method used was the reagent method and the cytotoxic test method used was the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results of the study showed that the ethanol extract of Diwoka leaves contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. The cytotoxic test of the ethanol extract of Diwoka leaves on shrimp larvae showed a cytotoxicity potential included in the “toxic” category (LC50 = 79.33 ppm). This study is a preliminary study that shows that the ethanol extract of Diwoka leaves has secondary metabolite compounds that have the potential to have pharmacological activity and can be developed as natural medicine. Keywords:          BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Cytotoxic   Abstrak Banyak spesies tanaman di Indonesia yang belum teridentifikasi dan diteliti manfaatnya. Salah satu tumbuhan obat tradisional asal Papua yang belum banyak dieksplorasi potensinya sebagai bahan obat adalah Diwoka (Piper macropiper Pennant). Studi senyawa bioaktif mencakup pendekatan fitokimia dan farmakologis yang diawali dengan studi toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa terkandung dalam ekstrak etanol daun Diwoka serta keamanannya. Metode skrining fitokimia yang digunakan adalah metode reagen dan metode uji sitotoksik yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Diwoka mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Uji sitotoksik ekstrak etanol daun Diwoka terhadap larva udang menunjukkan potensi sitotoksik dalam kategori “toksik” (LC50 = 79.33 ppm). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol daun Diwoka memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi dan dapat dikembangkan sebagai obat bahan alam. Kata Kunci:         BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Sitotoksik
Formulasi Sabun Herbal Transparan dari Ekstrak Terpurifikasi Daun Beluntas (Pluchea indica L.) untuk Mengatasi Bakteri Penyebab Bau Badan Hasan, Tessa Ayuni; Tobi, Claudius Hendraman B.; Pratiwi, Mustika Endah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.664

Abstract

Salah satu aspek kebersihan diri yang harus diperhatikan adalah bau badan. Bau badan berasal dari kombinasi antara keringat dan bakteri di bagian-bagian tertentu pada tubuh. Salah satu cara untuk menghilangkan bau badan yaitu dengan membersihkan diri menggunakan sabun. Formulasi sabun untuk mengatasi bau badan dapat menggunakan ekstrak dari tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri, salah satunya daun beluntas (Pluchea indica L.). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak terpurifikasi daun beluntas ke dalam sediaan sabun herbal transparan sebagai sabun antibakteri. Penelitian ini dimulai dari ekstraksi dan purifikasi daun beluntas, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sabun herbal transparan menggunakan ekstrak terpurifikasi daun beluntas dengan konsentrasi 0.312% (FI), 0.625% (FII) dan 1.25% (FIII), pengujian mutu fisik sabun herbal transparan ekstrak terpurifikasi daun beluntas dengan parameter pH, stabilitas busa, kadar air dan kekerasan sabun serta pengujian aktivitas antibakteri sabun herbal transparan menggunakan metode dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi daun beluntas dapat diformulasikan ke dalam sabun herbal transparan dan memiliki mutu fisik yang memenuhi standar sabun padat. Ketiga formula sabun herbal transparan ekstrak terpurfikasi daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Sabun herbal transparan ekstrak terpurifikasi daun beluntas berpotensi menjadi sabun herbal untuk mencegah dan mengatasi bau badan.
Penyuluhan DAGUSIBU: Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Baik dan Benar di Panti Bina Lanjut Usia Sentani Tobi, Claudius Hendraman Boli; Beno, Ishak Semuel; Boli, Elisabet Bre; Dewi, Krisna; Pratiwi, Mustika Endah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i1.399

Abstract

Penurunan fungsi organ-organ fisik pada lansia mempengaruhi derajat kesehatan lansia sehingga sangat rentan terjadi komplikasi penyakit. Penggunaan obat oleh pasien usia lanjut dengan komplikasi penyakit menjadi tantangan yang kompleks dan memerlukan pertimbangan cermat antara manfaat dan potensi bahaya. Perolehan dan penggunaan obat sekaligus dalam jumlah yang banyak oleh pasien komplikasi dikenal dengan istilah polifarmasi. Polifarmasi dapat menyebabkan permasalahan dan ketidakpatuhan dalam dalam penggunaan obat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan DAGUSIBU untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Kegiatan penyuluhan dimulai dari tahap advokasi dengan pihak panti, observasi awal mengenai pola perilaku lansia dalam mengelola dan menggunakan obat, tahap pemberian materi dan tahap evaluasi. Hasil observasi awal diperoleh informasi bahwa beberapa perilaku lansia masih belum baik dan benar dalam mengelola dan menggunakan obat. Pemberian materi DAGUSIBU meliputi aspek perolehan, penggunaan, penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 90% lansia yang menjadi peserta kegiatan pengabdian telah memahami cara pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Melalui kegiatan penyuluhan ini, lansia di panti bina lanjut usia Sentani telah mendapatkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan dan penggunaan obat yang baik dan benar. Penyuluhan ini diharapkan dapat membentuk karakter lansia yang mandiri dalam pemeliharaan kesehatan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup.
PELATIHAN BUDIDAYA DAUN GATAL KMIWIE ARSO, KABUPATEN KEEROM-PAPUA Yabansabra, Yuliana Ruth; Gunawan, Elsye; Kalor, John Dominggus; Simaremare, Eva Susanty; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta; Pratiwi, Mustika Endah; Tobi, Claudius Hendraman
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2393

Abstract

Kampung Wubur, Kmiwie berada di Arso II Kabupaten Keerom dimana hutan di daerah Arso banyak ditumbuhi daun gatal yang bermanfaat sebagai obat tradisional sebagai analgesik, antinyeri, anticapek, dan antipegal. Daun gatal banyak terdapat di hutan tetapi sering hanya dibiarkan kering, layu, mati, bahkan dibuang. Padahal nilai dari daun ini sangat besar jika dikembangkan, tidak hanya lembaran daun gatal yang hanya dijual Rp 10 ribu/20 lembar, tetapi produk farmasi jauh lebih mahal. Di sisi lain, daerah ini banyak lahan kosong juga yang hanya ditumbuhi ilalang dan rumput liar. Jika ilmu pengetahuan, teknologi farmasi, dan budidaya daun gatal dapat dikembangkan, maka nilai jual daun gatal bertambah dan perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk membuat produk farmasi dari tanaman gatal (Laportea decumana) dan bagaimana memasarkannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop/ ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, laporan, dan publikasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan pembuatan produk tanaman obat khususnya daun gatal meningkat menjadi 83% dan semua dari peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan mau berbagi ilmu yang diperoleh kepada masyarakat lain
Minimalisasi Waste di Instalasi Farmasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali melalui Pendekatan Lean Hospital: Minimization Waste in Inpatient Pharmaceutical Installation of Pandan Arang Regional Public Hospital Boyolali with Lean Hospital Approach Embu, Yohanes Dwi Putra Agung; Pamudji, Gunawan; Saptarini, Opstaria; B. Tobi, Claudius Hendraman; Pratiwi, Mustika Endah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2224

Abstract

The lean hospital approach is a systematic approach in identifying and eliminating waste through continuous improvement to improve the quality, safety and efficiency of a hospital service process. This study aimed to identified waste, the root cause of critical waste, and provided suggestions for improvement to minimize critical waste in inpatient pharmaceutical installation of Pandan Arang General Public Hospital, Boyolali. Method that used in this research was qualitative research with stages namely observed the service process flow in the form of value stream mapping, distributed questionnaires for waste to got critical waste and conducted interviews with the 5 why method to found out the root cause of the problem. The results showed that on medication service flowhome for class 1, VIP and VVIP patients with critical waste, namely waste defects of 43.34%, waste transportation of 41.67% , and waste inventory of 43.33%. The root cause of waste in the three lines of the service process is human resources that lack discipline. The proposed improvement for waste in the service process is by applying the 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) method with the key of success are discipline and consistency applied to service providers.   Keywords:          Lean hospital, Waste, Inpatient Pharmacy Installation, Pandan Arang Boyolali General Public Hospital   Abstrak Pendekatan lean hospital adalah pendekatan sistematik dalam mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) melalui perbaikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas, keamanan dan efisiensi suatu proses pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi waste, akar penyebab waste kritis dan memberikan usulan perbaikan untuk meminimalkan waste kritis di instalasi farmasi rawat inap RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tahapan yaitu observasi alur proses pelayanan dalam bentuk value stream mapping, penyebaran kuesioner waste untuk mendapatkan waste kritis serta wawancara dengan metode 5 why untuk mengetahui akar penyebab masalah terjadinya waste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada alur pelayanan obat pulang untuk pasien kelas 1, VIP, dan VVIP di instalasi farmasi rawat inap RSUD Pandan Arang Boyolali dengan waste kritis yaitu waste defect sebesar 43,34%, waste transportation sebesar 41,67% dan waste inventory sebesar 43,33%. Akar penyebab dari waste pada alur proses pelayanan obat ini adalah pada sumber daya manusia yang kurang disiplin. Usulan perbaikan kejadian waste pada proses pelayanan obat di alur pelayanan obat pulang untuk pasien kelas 1, VIP dan VVIP yaitu dengan menerapkan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) dengan kunci keberhasilan yaitu disiplin dan konsisten yang diterapkan pada petugas pemberi pelayanan.   Kata Kunci:         Lean hospital, Waste, Instalasi Farmasi Rawat Inap, RSUD Pandan Arang Boyolali
THE IN VITRO AND IN VIVO EFFECTS OF Persea Americana ETHANOL EXTRACT AS AN ANTIHYPERTENSIVE AND ANTIOXIDANT IN PREDNISONE-INDUCED RATS Elisa, Novi; Dian Advistasari, Yustisia; Sari, Wulan Kartika; Pratiwi, Mustika Endah; Tobi, Claudius Hendraman Boli; Murti, Bayu Tri; Putri, Athika Darumas
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.6583

Abstract

Hypertension impacts the quantity of free radicals within the body. This study aimed to investigate the effect of antihypertension based on free radical levels in the predni-sone-induced rats, focusing on evaluating specific anti-hypertensive fraction of avoca-do leaves. The study's methods conducting GC-MS, anti-hypertensive, and assessing malondialdehyde levels and catalase enzyme. Systolic blood pressure measurements indicated that the positive control (131 ± 3 mmHg) and ethyl acetate fraction (136 ± 4 mmHg) were statistically similar, significantly different from the negative control group. Diastolic blood pressure measurements showed a blood pressure decreasing in posi-tive control (105 ± 7) that similar statistically with ethyl acetate fraction (104 ± 6), and significantly difference with negative control group. Malondialdehyde levels were nota-bly elevated in both the positive control (37.79 ± 5.47) and ethyl acetate fraction (38.01 ± 5.47) compared to the negative control (-9.07 ± 10.10), indicating increased free rad-ical. Catalase activity demonstrated significant differences, with the positive control (44.06 ± 5.44) and ethyl acetate fraction (44.05 ± 5.45) showing similar levels, both substantially higher than the negative control (13.90 ± 21.50). In summary, this study indentificates several flavonoid compounds that promising anti-hypertension effect from ethyl acetate fraction of avocado leaves extract.
Kulit Batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.): Flavonoid dan Fenolik Total serta Uji Aktivitas Antifungi Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Muayyidah, Nurita A. S.; Rusnaeni, Rusnaeni; Appa, Felycitae Ekalaya; Dewi, Krisna; Pratiwi, Rani Dewi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1003

Abstract

Pemanfaatan tanaman alam sebagai antifungi alami telah menjadi fokus perhatian dalam bidang kesehatan dan pengobatan karena keunggulan mereka dalam memberikan alternatif terhadap antifungi sintetis yang sudah ada yang semakin rentan terhadap resistensi mikroorganisme khususnya fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antifungi dari ekstrak kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) dan menentukan kadar flavonoid dan fenoliknya. Metode spektrofotometri digunakan untuk menentukan kadar flavonoid dan fenolik total sedangkan untuk pengujian aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total sebesar 59.457 mgQE/g ± 0.577 dan kadar fenolik total sebesar 102.931 mgGAE/g ± 1.034, hasil ini menunjukkan kadar fenolik total lebih tinggi dibandingkan dengan kadar flavonoid total. Adapun uji aktivitas antifungi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Jabon tidak menunjukkan daya hambat pada fungi Candida albicans dan Aspergillus brasiliensis baik pada uji difusi maupun dilusi cair. Sedangkan kontrol positif (Ketoconazole) memiliki aktivitas antifungi yaitu memiliki diameter daya hambat 30.39 mm terhadap Candida albicans dan 18.46 terhadap Aspergillus brasiliensis. Pada uji dilusi cair kontrol positif menunjukkan tidak adanya pertumbuhan fungi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara kadar flavonoid dan fenolik dengan aktivitas sebagai antifungi dalam penelitian ini.
Peningkatan Literasi Sains Anak Melalui Pembuatan Filter Air Sederhana di Rumah Baca Ayapo Sitti Rosnafian Sumardi; Muhammad Hisyam; Mustika Endah Pratiwi; Tamara Louraine Jeanette Kainama; Claudius Hendraman B Tobi; Winda Ade Fitriya B; Febby Seru; Radian Januari Situmeang
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.727

Abstract

Permasalahan rendahnya literasi sains anak serta minimnya pemahaman mengenai pengolahan air bersih menjadi latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Baca Kampung Ayapo, kawasan pesisir Danau Sentani. Danau Sentani sebagai sumber utama air tawar utama bagi masyarakat setempat menghadapi permasalahan kualitas air akibat sedimentasi, limbah domestik, dan aktivitas permukiman, sehingga air danau sering kali digunakan dalam kondisi kurang layak konsumsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi sains anak sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui praktik pembuatan filter air sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dengan melibatkan 28 peserta usia sekolah dasar hingga remaja. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi urgensi air bersih, pengenalan alat dan bahan, serta eksperimen merakit media filtrasi menggunakan bahan lokal seperti botol bekas, sabut kelapa, pasir silika, dan resin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 25% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Peserta mampu mengamati perubahan fisik air dan menarik kesimpulan ilmiah sederhana. Disimpulkan bahwa pembelajaran eksperimen langsung efektif meningkatkan literasi sains, keterampilan proses, dan kepedulian lingkungan, serta berpotensi menjadi program edukasi berkelanjutan yang dapat direplikasi secara mandiri oleh anak dan komunitas lokal.