Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN FUNGSI INTELEKTUAL LANJUT USIA DI KOTA PEKALONGAN Amirudin, Zaenal; Widowati, Indar; Supriyo, Supriyo; Sumarni, Sumarni; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i2.12294

Abstract

Latar Belakang : Bertambahnya umur harapan hidup, berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan pada lanjut usia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan seiring berjalannya usia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitiif yang tinggal di komunitas.Metode : Desain deskriptif analitik digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 60 peserta di ambil dengan cara purposive sampling, setelah menyetujui kesediaan sebagai responden. Instrumen Kuesioner Status Mental Portabel Pendek (SPMSQ) dari Pfeiffer (1975), digunakan untuk mengumpulkan data lanjut usiaHasil: Hasil penenlitian meliputi:  1) Karakteristik: jenis kelamin responden: perempuan, sebanyak 391 orang (65%), laki-laki 21 orang (35%); usia responden: 60-69 tahun sebanyak 45 orang (75%), 70-79 tahun sebanyak 12 orang (20%),  ≥ 80 tahun sebanyak 3 orang (5%); pendidikan responden: SD 9 orang (15%), SMP 17 orang (28,33%), SMA 29 orang (48,33%), PT 5 orang (8,33%); 2) Sebagian besar responden mengalami kerusakan intelektual ringan, sebanyak 45 orang (75%).Simpulan : Penurunan fungsi kognitif pada lansia yang tinggal di komunitas beragam dari  ringan sampai berat. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan intervensi berupa deteksi dini fungsi kognitif pada lansia. Kata Kunci : Lanjut usia, fungsi kognitif
PENERAPAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PENDAMPINGAN ANGGOTA KELUARGA Widayati, Esti Dwi; Wiyati, Ruthy; DS, Dina Indrati; Prasetyo, Herry; Amirudin, Zaenal; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12875

Abstract

Latar Belakang : Manajemen diri merupakan dasar untuk dapat mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan anggota keluarga dalam melaksanakan manajemen diri pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan one group intervensi dengan desain time series. Perlakuan yang diberikan adalah pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri yang dilakukan selama satu bulan.Metode : Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan sebelum pendampingan anggota keluarga dan sesudah pendampingan anggota keluarga pada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh responden dalam kategori normal, obesitas level I & II, responden memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol dan ada yang mengalami komplikasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks terdapat 2 responden yang mengalami penurunan skor dari pre test ke post test dengan rata-rata dan terdapat 28 orang yang mengalami peningkatan hasil pre test ke post test dengan rata-rata 25,98. Hasil Asymp Sig (2-tailed) menunjukkan nilai 0,00 atau < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap manajemen diri pada penderita hipertensi.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap self management pada penderita hipertensi. Kata Kunci : manajemen diri, hipertensi, pendampingan, keluarga
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Moh.Projo Angkasa; Mardi Hartono; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11529

Abstract

Latar Belakang : Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepadamasyarakat setempat agar mengetahui deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Pada era milenial didukung dengan menggunakan aplikasi yangbisa menunjang deteksi dini yaitu aplikasi mother. Masyarakat setempat diedukasiuntuk menurunkan tingkat mortalitas dan bisa meningkatkan berbagai cara untukmembuat berbagai menu untuk mengurangi tingginya KEK dan anemia pada ibuhamil. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan pengabdian kepadamasyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin padawilayah binaan Kelurahan Kuripan KertoharjoTujuan: metode pemberdayaan meliputi pelatihan dan pendampingan yangbertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dinikegawatdaruratan ibu hamil dan janin melalui pembuatan menu yang bergizi.Metode: Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingankemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasimother serta meningkatkan edukasi variasi menu pada ibu hamil sebagai menuyang menarik dan bergizi.Hasil Kegiatan: Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat padapengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik sertabergizi.Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan meningkatkan pengetahuan tentangvariasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi untuk deteksi dinikegawatadaruratan ibu hamil dan janin.Kata Kunci : Deteksi dini, Kegawatdaruratan Ibu hamil, Kegawatdaruratan Janin
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI EDUKASI DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL (SKRINING MANDIRI TANDA BAHAYA KEHAMILAN) DAN PELATIHAN EMOTIONAL DEMONSTRATION (PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH KIA Yanik Muyassaroh; Anjar Astuti; Kuswanto Kuswanto; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12397

Abstract

Latar Belakang : Komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah kesehatan utama bagi kesehatan wanita, karena merupakan penyebab terbesar kematian ibu dan bayi. Secara tidak langsung kematian ibu salah satunya dipengaruhi oleh keterlambatan ditingkat keluarga dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan membuat keputusan untuk segera mencari pertolongan. Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora tahun 2022 menyebutkan bahwa angka perkiraan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan sejumlah 2.344 dari 11.720 ibu hamil.Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tanda bahaya ibu hamil dan tentang ASI eksklusif pada ibu hamil.Metode : Intervensi yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi. Sasaran kegiatan ini sejumlah 30 orang yang teridiri dari ibu hamil dan kader di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Blora Kabupaten Blora.Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan tanda bahaya ibu hamil dan peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusifSimpulan : pemberian edukasi tentang skrining mandiri tanda bahaya kehamilan melalui media audovisual dapat meningkatkan pengetahuan pada Ibu hamil, nilai rata-rata pre tes dibanding pos tes terjadi peningkatan signifikan. Pemberian edukasi tentang ASI eksklusif melalui metode emotional demonstration bisa meningkatkan pengetahuan sasaran.Keyword : ASI Eksklusif, emotional demonstration, pemberdayaan Masyarakat, skrining tanda bahaya ibu hamil
LITERASI PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN Indar Widowati; Zaenal Amirudin; Norma Nofianto; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13039

Abstract

Permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah menengah, semakin mengkhawatirkan di tengah tekanan akademik, sosial, dan perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental melalui psikoedukasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan. Peserta sebanyak 30, terdiri atas perwaklan kelas X dan XI, guru BK dan Guru wali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi berbasis masalah. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 55% menjadi 85%, artinya peningkatan signifikansi pemahaman siswa terhadap konsep kesehatan mental, identifikasi stres, serta strategi coping yang sehat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar kesehatan mental di lingkungan sekolah.
EDUKASI KELOMPOK RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GAYA HIDUP SEHAT DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Tri Anonim; Norma Nofianto; Afiyah Sri Harnany; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14206

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Bendan Kergon merupakan wilayah binaan Prodi Keperawatan Pekalongan dan termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bendan. Profil Kesehatan Kota Pekalongan mencatat prevalensi hipertensi 26,3% dan diabetes 8,2%, lebih tinggi dari angka nasional. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik (PGK), sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan PGK. Tujuan : Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,kesadaran dan kemampuan kelompok berisiko penyakit ginjal kronik di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan agar dapat menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit ginjal kronik melalui edukasi tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Metode : Metode yang digunakan pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, pembagian modul edukasi, serta pemeriksaan kesehatan dan evaluasi pre–post test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan pada tanggal 20 Agustus 2025, melibatkan 15 peserta kelompok risiko tinggi penyakit ginjal kronik. Hasil : Kegiatan edukasi yang diikuti 15 peserta kelompok risiko menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat lebih dari 20 poin, yang ditunjukkan dari rata-rata skor pre-test 69,3 meningkat menjadi 89,7 pada post-test. Pemeriksaan tekanan darah mengungkapkan sebagian besar peserta memiliki hipertensi, sehingga termasuk kelompok risiko tinggi PGK. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan PGK dan penerapan gaya hidup sehat. Simpulan : kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Saran: kegiatan serupa diperluas menjangkau masyarakat yang lebih luas untuk mencegah peningkatan angka kejadian penyakit ginjal kronik di masyarakat. Kata Kunci: Kelompok Risiko, Penyakit Ginjal Kronik, Gaya Hidup.