Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Damayanti Damayanti; Indah Oktari Wijayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25907

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi yang memiliki kandungan lengkap sesuai kebutuhan bayi. Kebutuhan bayi usia 0-6 bulan dapat terpenuhi gizinya dengan hanya mengonsumsi ASI saja (ASI eksklusif). Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting di kemudian hari. Tetapi beberapa ibu menyusui merasa bahwa bayinya tidak cukup ASI sehingga menjadi rewel dan khawatir tidak tercukupinya gizi hanya dengan pemberian ASI saja selama 6 bulan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah persepsi ibu tentang kebutuhan ASI bayi dengan berfokus pada perut bayi sampai dengan usia 1 bulan melalui pendekatan emotional demonstration menggunakan modul GAIN ‘ASI Saja Cukup”dan memberikan pengetahuan tentang kebutuhan ASI bayi usia 1 hari, 3 hari, 1 minggu, dan 1 bulan. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Bengkulu Utara memiliki risiko stunting sebesar 14,2% dari total keluarga berisiko stunting di Provinsi Bengkulu. Peserta adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia di bawah dua tahun dan kader dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang. Kegiatan dilakukan dengan demonstrasi menggunakan alat peraga dan Modul GAIN “ASI Saja Cukup). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-posttest. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu, dan perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan, dengan p-value 0,001. Bidan desa dan kader dapat bekerja sama untuk memberikan persepsi tentang kebutuhan ASI bayi secara mandiri kepada ibu menyusui menggunakan Modul “ASI Saja Cukup” yang telah disediakan oleh GAIN. Kata kunci: pengabdian; edukasi emo-demo; kebutuhan ASI bayi Abstract Breast milk is the best baby food which contains complete ingredients according to the baby’s needs. The nutritional needs of babies aged 0-6 months can be met by consumsing only breast milk (exlusive breast milk). Exclusive breastfeeding is one way to prevent stunting in the future. However, some breastfeeding mothers feel that their babies do not have enough breast milk, so they become fussy and worry that nutrition will not be met by breastfeeding alone for 6 months. The aim of this community service activity is to increase knowledge and change mothers’ perceptions by focusing on the stomachs of babies up to 1 month old through an emotional demonstration approach using the GAIN module ‘ASI Saja Cukup’ and providing knowledge about the breast milk needs of babies aged 1 day, 3 days, 1 week, and 1 month. This activity was carried out in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. North Bengkulu has a stunting risk of 14.2% of the total families at risk of stunting in Bengkulu Province. Participants are breastfeeding who have babies under two years old and cadres with a total of 28 participants. Activities were carried out intensively using props and the GAIN Module “ASI Saja Cukup”. Data collection used a pre-posttest questionnaire. The conclusion of this service activity is that there is an increase in mothers’ knowledge, and the difference before and after the emotional education demonstration was carried out for breastfeeding mothers about the breast milk needs of babies up to 1 month of age, with a p-value of 0.001. Midwives and cadres can work together to provide breastfeeding mothers with an independent perception of their baby’s breast milk needs using the ‘ASI Saja Cukup’ Module provided by GAIN. Keywords: community service; knowledge; educational of emotional demonstration
Malnutrisi pada anak dari ibu remaja: Tinjauan faktor risiko Yunita, Sri; Aryastuti, Nurul; Sari, Dwi Puspita; Damayanti, Damayanti; Pratama, Rini Mustikasari Kurnia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi pada anak dari ibu remaja masih menjadi tantangan kesehatan global karena melibatkan interaksi faktor biologis, sosial, perilaku, dan lingkungan. Kondisi fisik ibu remaja yang belum matang serta keterbatasan akses terhadap gizi dan layanan kesehatan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Kajian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kejadian malnutrisi pada anak dari ibu remaja. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed dan Science Direct dengan kombinasi kata kunci berbasis MeSH. Dari 5.290 artikel yang disaring, sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi (2020–2025) dan dianalisis secara naratif. Hasil: Faktor biologis seperti anemia dan tinggi badan pendek ibu, disertai kemiskinan, pendidikan rendah, perilaku pemberian makan yang tidak optimal, serta kekerasan pasangan intim, terbukti meningkatkan risiko stunting dan berat badan lahir rendah. Faktor-faktor tersebut saling memperkuat dalam menciptakan kerentanan gizi anak. Simpulan: Malnutrisi anak dari ibu remaja merupakan hasil interaksi multidimensi yang memerlukan intervensi lintas sektor dengan pendekatan gizi, kesehatan reproduksi, pendidikan, dan perlindungan sosial secara terpadu.
‘KNOW YOUR BODY, PROTECT YOURSELF’ PROGRAM: A PREVENTIVE APPROACH TO PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR AMONG ADOLESCENT: ‘KNOW YOUR BODY, PROTECT YOURSELF’ PROGRAM: CLINIC-BASED GROUP EDUCATION IN PREVENTING PREMARITAL SEX AMONG TEENS AT UNIB MEDICAL CENTER PRIMARY CLINIC Innas Tiara Ardhiani; Syeri Febriyanti; Rini Mustikasari Kurnia Pratama
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent reproductive health is a crucial issue that needs serious attention, considering the increasing cases of premarital sexual behavior and its negative impact on the health and future of the younger generation. According to BPS Bengkulu Province Data (2023), the current issue being faced is the high incidence of premarital sex among teenagers, with data showing that the birth rate for teenagers aged 15–19 years reaches 31 per 1,000 females, above the national average. The committee was motivated to carry out this community service activity for teenagers due to concerns about the prevalence of promiscuous behavior among adolescents, the lack of understanding of reproductive health, and the still low active involvement of educational institutions in sexual health prevention programs. The activity was conducted at the UNIB Medical Center Pratama Clinic with the provision of materials, question and answer sessions, a participatory educational approach based on peer groups, as well as pre-tests and post-tests. A total of 40 students participated, and the results showed a significant increase in knowledge and attitude changes. The challenge faced was the limited space at the UNIB clinic, but it was successfully overcome by moving the activities to the campus seminar room. The presence of this activity is expected to increase the participation of campus clinics in education on adolescent reproductive health and pre-marital sex.
Kombinasi Akupresur dan Jahe Terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimster 1 di Puskemas BP Nauli Damayanti Damayanti; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Nurul Aryastuti; Sri Yunita; Dwi Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1128

Abstract

Hamil memberikan perubahan pada tubuh ibu baik secara fisiologis maupun psikologis. Emesis gravidarum merupakan ketidaknyamanan yang muncul sebagai salah satu dampak perubahan ritme produksi hormon, terutama hormon reproduksi yang meningkat diawal kehamilan.  Terapi non farmakologis merupakan pilihan terbaik pada kondisi kehamilan. Akupresur dan jahe terbukti efektif masing-masing dapat mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh yang diberikan dari kombinasi akupresur dan jahe pada kasus emesis gravidarum berat dilihat dari frekuensi dan derajat emesis. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatam one group pretest-posttest design . Sampel diambil menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 45 ibu hamil trimester 1dengan emesis gravidarum grade 1 dan grade 2. Hasil penelitia memperlihatkan ada pengaruh signifikan pemberian pijat akupresur dan jahe pada frekuensi emesis p = 0,007 dengan rata-rata ibu sebelum dilakukan intervensi yaitu sebanyak 6,9 kali dan setelah dilakukan pemberian akupresur-jahe selama 5 hari rata-rata frekuensi emesis menurun menjadi 4,5 kali . Level grade emesis ibu mengalami pengaruh signifikan p = 0,001 yang sebelumnya ibu dengan emesis grade 2 (sedang) 57,8% menurun menjadi 37,8%.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEGANG, KOTA LUBUKLINGGAU Sherli Mariance Sari; Ayu Mustika Handayani; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Novia Sari; Siti Qoiriyah
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.621

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Insiden PTM pada wanita hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk demografis, gaya hidup, dan kondisi kesehatan sebelumnya. Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian PTM pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Megang tahun 2025. Metode: Menggunakan desain observasional analitik yang melibatkan 40 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan penelusuran rekam medis. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,0% ibu hamil mengalami PTM. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian PTM meliputi usia ≥35 tahun (OR=4,20), IMT sebelum hamil ≥25 kg/m² (OR=3,89), riwayat keluarga (OR=3,60), aktivitas fisik kurang (OR=3,18),konsumsi buah dan sayur kurang (O =4,50), paparan asap rokok pasif (OR=3,33), tingkat stres tinggi (OR=4,00), serta kunjungan ANC yang kurang (<4 kali) (OR=5,83) Sementara itu, paritas dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Kejadian PTM pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor biologis, perilaku, psikososial, dan pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui optimalisasi pelayanan ANC, gaya hidup sehat dan pengelolaan stress.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU Romayana Mulya; Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Kurnia Dewiani; Linda Yusanti; Innas Tiara Ardhiani
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.626

Abstract

Abstract Exclusive breastfeeding is defined as providing only breast milk to infants from birth until six months of age without any additional food or drink except medicines, vitamins, and minerals based on medical indications. Exclusive breastfeeding provides many benefits for both mothers and infants; however, its coverage has not yet reached the national target. One of the factors influencing the success of exclusive breastfeeding is maternal breastfeeding self-efficacy, which refers to a mother’s confidence in her ability to breastfeed her baby. This study aimed to determine the relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding in Bengkulu City. This study used a quantitative method with a retrospective approach. The sample consisted of 88 breastfeeding mothers with infants aged 6–12 months selected using proportional sampling technique. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Fisher-Freeman-Halton Exact Test. The results showed that 71 respondents (80.7%) successfully provided exclusive breastfeeding. The level of maternal breastfeeding self-efficacy was mostly in the moderate category with 52 respondents (59.1%). The bivariate analysis showed a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.001. There is a significant relationship between maternal breastfeeding self-efficacy and the success of exclusive breastfeeding. Higher maternal breastfeeding self-efficacy increases the likelihood of successful exclusive breastfeeding. Abstrak ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain kecuali obat, vitamin, dan mineral sesuai indikasi medis. Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, namun cakupannya masih belum mencapai target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah efikasi diri ibu menyusui, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya dalam memberikan ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 88 ibu menyusui dengan bayi usia 6-12 bulan yang dipilih menggunakan teknik proportioal sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Breastfeeding Self Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhasil memberikan ASI eksklusif yaitu 71 responden (80,7%). Tingkat efikasi diri ibu menyusui sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 52 responden (59,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p-value 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi efikasi diri ibu menyusui maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
The Effect Of Educational Videos About Anemia On The Knowledge Of Pregnant Women In The Working Area Of Telaga Dewa Public Health Center, Bengkulu City Helfeni Helfeni; Asmariyah Asmariyah; Suriyati Suriyati; Linda Yusanti; Rini Mustikasari Kurnia Pratama
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.954

Abstract

Anemia in pregnant women remains a significant health problem that can increase the risk of complications for both mother and fetus. Low levels of knowledge among pregnant women are one of the contributing factors to the occurrence of anemia. Therefore, effective educational media are needed, one of which is video-based education. This study aimed to determine the effect of an educational video about anemia on improving the knowledge of pregnant women at Telaga Dewa Public Health Center, Bengkulu City. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 107 pregnant women were selected using purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire to measure the level of knowledge before and after the intervention. Data analysis was conducted using normality test and paired t-test. The results showed that before the intervention, most respondents had a moderate level of knowledge with a mean score of 21.03. After receiving education through video, all respondents were categorized as having good knowledge with the mean score increasing to 26.79. The normality test indicated that the data were normally distributed (p=0.178 > 0.05). The paired t-test showed a significance value of 0.000 (<0.05) with a mean difference of -5.757, indicating a significant increase in knowledge after the intervention. In conclusion, educational videos about anemia are effective in improving the knowledge of pregnant women and can be used as an alternative method of delivering health education to prevent anemia during pregnancy.