Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan Rini Mustikasari Kurnia Pratama; Damayanti Damayanti; Indah Oktari Wijayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25907

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bayi yang memiliki kandungan lengkap sesuai kebutuhan bayi. Kebutuhan bayi usia 0-6 bulan dapat terpenuhi gizinya dengan hanya mengonsumsi ASI saja (ASI eksklusif). Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu cara untuk mencegah kejadian stunting di kemudian hari. Tetapi beberapa ibu menyusui merasa bahwa bayinya tidak cukup ASI sehingga menjadi rewel dan khawatir tidak tercukupinya gizi hanya dengan pemberian ASI saja selama 6 bulan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah persepsi ibu tentang kebutuhan ASI bayi dengan berfokus pada perut bayi sampai dengan usia 1 bulan melalui pendekatan emotional demonstration menggunakan modul GAIN ‘ASI Saja Cukup”dan memberikan pengetahuan tentang kebutuhan ASI bayi usia 1 hari, 3 hari, 1 minggu, dan 1 bulan. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Bengkulu Utara memiliki risiko stunting sebesar 14,2% dari total keluarga berisiko stunting di Provinsi Bengkulu. Peserta adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia di bawah dua tahun dan kader dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang. Kegiatan dilakukan dengan demonstrasi menggunakan alat peraga dan Modul GAIN “ASI Saja Cukup). Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-posttest. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu, dan perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi emotional demonstration pada ibu menyusui tentang kebutuhan ASI bayi sampai dengan usia 1 bulan, dengan p-value 0,001. Bidan desa dan kader dapat bekerja sama untuk memberikan persepsi tentang kebutuhan ASI bayi secara mandiri kepada ibu menyusui menggunakan Modul “ASI Saja Cukup” yang telah disediakan oleh GAIN. Kata kunci: pengabdian; edukasi emo-demo; kebutuhan ASI bayi Abstract Breast milk is the best baby food which contains complete ingredients according to the baby’s needs. The nutritional needs of babies aged 0-6 months can be met by consumsing only breast milk (exlusive breast milk). Exclusive breastfeeding is one way to prevent stunting in the future. However, some breastfeeding mothers feel that their babies do not have enough breast milk, so they become fussy and worry that nutrition will not be met by breastfeeding alone for 6 months. The aim of this community service activity is to increase knowledge and change mothers’ perceptions by focusing on the stomachs of babies up to 1 month old through an emotional demonstration approach using the GAIN module ‘ASI Saja Cukup’ and providing knowledge about the breast milk needs of babies aged 1 day, 3 days, 1 week, and 1 month. This activity was carried out in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. North Bengkulu has a stunting risk of 14.2% of the total families at risk of stunting in Bengkulu Province. Participants are breastfeeding who have babies under two years old and cadres with a total of 28 participants. Activities were carried out intensively using props and the GAIN Module “ASI Saja Cukup”. Data collection used a pre-posttest questionnaire. The conclusion of this service activity is that there is an increase in mothers’ knowledge, and the difference before and after the emotional education demonstration was carried out for breastfeeding mothers about the breast milk needs of babies up to 1 month of age, with a p-value of 0.001. Midwives and cadres can work together to provide breastfeeding mothers with an independent perception of their baby’s breast milk needs using the ‘ASI Saja Cukup’ Module provided by GAIN. Keywords: community service; knowledge; educational of emotional demonstration
Malnutrisi pada anak dari ibu remaja: Tinjauan faktor risiko Yunita, Sri; Aryastuti, Nurul; Sari, Dwi Puspita; Damayanti, Damayanti; Pratama, Rini Mustikasari Kurnia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi pada anak dari ibu remaja masih menjadi tantangan kesehatan global karena melibatkan interaksi faktor biologis, sosial, perilaku, dan lingkungan. Kondisi fisik ibu remaja yang belum matang serta keterbatasan akses terhadap gizi dan layanan kesehatan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Kajian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kejadian malnutrisi pada anak dari ibu remaja. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed dan Science Direct dengan kombinasi kata kunci berbasis MeSH. Dari 5.290 artikel yang disaring, sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi (2020–2025) dan dianalisis secara naratif. Hasil: Faktor biologis seperti anemia dan tinggi badan pendek ibu, disertai kemiskinan, pendidikan rendah, perilaku pemberian makan yang tidak optimal, serta kekerasan pasangan intim, terbukti meningkatkan risiko stunting dan berat badan lahir rendah. Faktor-faktor tersebut saling memperkuat dalam menciptakan kerentanan gizi anak. Simpulan: Malnutrisi anak dari ibu remaja merupakan hasil interaksi multidimensi yang memerlukan intervensi lintas sektor dengan pendekatan gizi, kesehatan reproduksi, pendidikan, dan perlindungan sosial secara terpadu.