Claim Missing Document
Check
Articles

Prospek Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Dimensi Moral Wagiyo, Wagiyo
Jurnal Filsafat "WISDOM" Jurnal Filsafat Seri 5 Februari 1991
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2181.802 KB) | DOI: 10.22146/jf.31445

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesar dewasa ini membawa perubahan pola-pola hidup di masyarakat.
TINGKAT KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK TERAPI HEMODIALISIS -, Supriyadi; -, Wagiyo; Widowati, Sekar Ratih
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i2.1760

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) menjadi masalah besar dunia karena sulit disembuhkan, biaya perawatan dan pengobatannya mahal. Hemodialisa (HD) merupakan salah satu terapi pengganti fungsi ginjal yang rusak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya  perbedaan kualitas hidup pasien GGK sebelum dan sesudah menjalani terapi HD di RSUD Kota Semarang, dilihat dari empat dimensi (fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan). Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu melalui pendekatan one group pre-post test design.  Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, dengan jumlah sampel 30 responden. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner WHO QoL-BREF. Terdapat  perbedaan yang signifikan pada kualitas hidup pasien GGK sebelum dan sesudah menjalani terapi HD (dimensi fisik p= 0,0001; dimensi psikologis p= 0,001; dimensi sosial p= 0,001; dimensi lingkungan p= 0,001). AbstractChronic kidney disease (CKD) is still a major problem in the world. In addition to difficult to cure, care and treatment costs were expensive. Hemodialisis (HD) is one of the replacement therapy of damaged renal function. The purpose of this study was to detect differences in CKD patients’s quality of life before and after undergoing HD therapy viewed from the four domains / dimensions (physical, psychological, social and environmental). This research design was a quasy-experiment with one group pre-post test design. Sampling technique was consecutive sampling, and we collected a number of 30 respondents. Data retrieval tool was using WHO QoL-BREF questionnaire. We find sygnificant life quality differences of patients before and after have HD theraphy (physical dimension p= 0.0001; psychology dimension p = 0.001; social dimension p = 0.001, and environment dimension p = 0.001).Keywords: Quality of Life; Chronic Kidney Disease; Hemodialisis
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI RESUSIALISASI ARGOREJO SEMARANG Niawati, Arga; -, Wagiyo; Arif SN, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.087 KB)

Abstract

Di Indonesia WPS keseluruhan mencapai 56.000 orang. WPS juga kurang mengetahui tentang pengetahuan bahaya penyakit menular seksual (PMS) dilihat dari WPS  saat melayani pelanggan sering tidak memakai kondom saat berubungan seks sehingga menyebabkan WPS terkena PMS. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Lebdosari tahun 2015 mencatat dari hasil pemeriksaan skrining klinik IMS pada bulan Juli terdapat 111(74%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan WPS, sebagai bahan informasi untuk meningkatkan pengetahuan WPS tentang alat kontrasepsi kondom sehingga diharapkan dapat mengubah angka PMS di Resosialisasi Argorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan anlitik korelasional dengan menggunakan desaincross sectional. jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 80 responden dengan teknik pengambilan sampel sekaligus pada suatu waktu. Uji statistic yang digunakan adalah Korelasi Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan alat kontrasepsi kondom dengan kejadian PMS dengan P value sebesar 0,03. Rekomendasi penelitian ini adalah agar pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan bahaya PMS melalui promosi kesehatan, konseling bagi yang berkesinambungan  kepada WPS yang bekerja dilokalisasi supaya mencegah peningkatan angka PMS yang berlebihan.
PENDAMPINGAN PELATIHAN KOPERASI PADA KELOMPOK TANI KAKAO DESA WARINGIN SARI KEC. SUKOHARJO KAB. PRINGSEWU, LAMPUNG Wagiyo, Wagiyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.605 KB) | DOI: 10.36085/jpmbr.v2i2.446

Abstract

Koperasi adalah suatu badan hukum yang dibentuk atas asas kekeluargaa dimana tujuan nya adalah untuk mensejahterakan para anggotanya.Koperasi dapat didirikan secara perorangan atau badan hukum koperasi, Secara etimologi istilah Koperasi berasal dari kata “co-operation” yang artinya kerjasama. Jadi setiap anggota memiliki tugas dan tanggungjawab dalam operasional koperasi serta memiliki hak suara yang sama dalam pengambilan keputusan.Kelompok Tani Kakao Desa Waringin Sari, Kec,Sukoharjo Kab.Pringsewu dengan jumlah anggota sebanyak 80 Petani, dengan luas lahan +/- 50 ha, yang juga tergabung sebagai anggota dari Aski (Asosiasi Kakao Indonesia)se-Kabupaten Pringsewu, seanyak 5 kecamatan dengan jmlah anggota 2.000 petani kakaoUntuk keperluan pemenuhan kebutuhan modal secara bersama, maka kesepakatan para anggota ingin melakukan pembentukan Koperasi yang dijakan wadah untuk mengatasi keuangan anggota, sehingga perlu pemahaman tentang Koperasi.Guna pemahaman  oleh karena ini perlu dilakukn pelatihan/penjelasan secara langsung dari lembaga yang terkait, yaitu Dinas Koperasi Kabupaten Pringsewu, yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2019, dari hasil pembahasan disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Sdr. Romlan segera memenuhi persyaratan untuk pembentukan Koperasi dengan Modal Dasar Rp. 15.000.000,- Rapat anggota dibuat dan disyahkan oleh Notaris yang direkomendasi/terdaftar di Koperindag Pringsewu. Kata Kunci:   Koperasi, Pendampingan Pembetukan Koperasi
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I Primasnia, Pevi; -, Wagiyo; -, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan periode krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress dan kecemasan. Perasaan cemas yang seringkali menyertai kehamilan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Pada tahun 2008 di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang. Aspek psikologis ibu dapat dipengaruhi oleh dukungan yang diterima di lingkungan tempatnya melahirkan, termasuk dari mereka yang mendampinginya. Ibu yang bersalin harus ditemani oleh orang yang ia percaya dan membuatnya merasa nyaman, namun tidak semua rumah sakit mengizinkan suami atau anggota keluarga lainnya menemani ibu di ruang bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I. Janis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan Analitik (Observasional) dengan metode pendekatan Case Control Design yang menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2012 adalah sebanyak 43 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala 1 dengan nilai p= 0,007. Dilihat dan Odds Ratio(OR) dapat disimpulkan bahwa ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala 1 tanpa didampingi oleh suami mempunyai peluang 6,750 kali untuk terjadi kecemasan dibanding ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala I dengan didampingi oleh suami.Kata Kunci: Ibu primigravida, pendampingan suami, tingkat kecemasan kala I
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG ALAT KONTRASEPSI KONDOM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI RESUSIALISASI ARGOREJO SEMARANG Niawati, Arga; -, Wagiyo; Arif SN, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia WPS keseluruhan mencapai 56.000 orang. WPS juga kurang mengetahui tentang pengetahuan bahaya penyakit menular seksual (PMS) dilihat dari WPS  saat melayani pelanggan sering tidak memakai kondom saat berubungan seks sehingga menyebabkan WPS terkena PMS. Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Lebdosari tahun 2015 mencatat dari hasil pemeriksaan skrining klinik IMS pada bulan Juli terdapat 111(74%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan WPS, sebagai bahan informasi untuk meningkatkan pengetahuan WPS tentang alat kontrasepsi kondom sehingga diharapkan dapat mengubah angka PMS di Resosialisasi Argorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan anlitik korelasional dengan menggunakan desaincross sectional. jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 80 responden dengan teknik pengambilan sampel sekaligus pada suatu waktu. Uji statistic yang digunakan adalah Korelasi Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan alat kontrasepsi kondom dengan kejadian PMS dengan P value sebesar 0,03. Rekomendasi penelitian ini adalah agar pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan bahaya PMS melalui promosi kesehatan, konseling bagi yang berkesinambungan  kepada WPS yang bekerja dilokalisasi supaya mencegah peningkatan angka PMS yang berlebihan.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Putri Lestari, Indah; -, Wagiyo; -, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi hormonal di Provinsi Jawa Tengah paling banyak di bandingkan dengan metode kontrasepsi yang lainnya yang mencapai 914.544 jiwa. Kekhawatiran utama pemakaian metode kontrasepsi hormonal adalah peningkatan resiko penyakit sistem kardiovaskuler terutama kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang lama penggunaan metode kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang berdomisili di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang dengan jumlah populasi 134 dan sampel yang diperoleh adalah 100 responden. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara secara langsung dan pengukuran tekanan darah. Analisa data bivariat dengan uji Chi Square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara lama penggunaan metode kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi di RW 02 Kelurahan Ngaliyan Semarang (p=0,034) dan ibu yang lama menggunakan metode kontrasepsi hormonal 2,954 kali beresiko terkena hipertensi dibandingkan dengan ibu yang tidak lama menggunakan metode kontrasepsi hormonal (OR=2,954). Saran kepada petugas kesehatan setempat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya tentang metode kontrasepsi hormonal dengan cara mensosialisasikan kepada PUS yang mengikuti program KB tentang keuntungan dan kerugian serta efek sampingnya setelah lama pemakaian dan menyarankan agar PUS menderita hipertensi tidak menggunakan KB hormonal sebagai kontrasepsi.Kata Kunci: Metode Kontrasepsi Hormonal, Hipertensi, Pasangan Usia Subur.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013 Adisty Handayani, Prita; -, Wagiyo; -, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia yaitu sebesar 34/1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 banyak disebabkan oleh bayi lahir dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif dengan jumlah populasi pada tiga bulan terakhir tahun 2012 sebesar 53 bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan responden berjumlah 24 ibu dengan bayi BBLR pada tahun 2013 yang ditarik menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan bayi BBLR memiliki status gizi baik sebesar 62.5%, status ekonomi rendah sebesar 70.8%, umur ibu pada usia reproduksi ideal sebesar 83.3%, dan paritas ibu multipara sebesar 62.5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan ibu hamil hams memperhatikan kecukupan gizi dengan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti makanan yang banyak mengandung asam folat, kalsium dan protein. Bagi setnua petugas kesehatan yang melaksanakan program ANC untuk memperhatikan status ekonomi sebagai tolak ukur status gizi ibu selama kehamilan dengan cara screening atau dengan pemeriksaan antopometri, dan mempertimbangkan umur ibu pada saat kehamilan karena umur ibu dapat mempengaruhi fungsi dari organ reproduksi. Selain itu bagi petugas ANC harus memperhatikan jumlah paritas ibu dengan memberikan penkes kepada ibu dengan paritas yang tinggi agar teratur dalam memeriksakan kandungannya dan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi agar janin mendapatkan nutrisi yang adekuat.Kata kunci : BBLR, status gizi, status ekonomi, umur, paritas
Kala II At long Labor Presentation Breech Babies Apgar And Value First Minute Wagiyo Wagiyo; Desak Parwati; Kurniati Puji Lestari
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 2 (2012): Mei 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2476.258 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v1i2.379

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship long second stage of labor in breech presentation of the baby-minute Apgar I. This type of research is the analytic study with a retrospective approach, the study population in this study were all mothers who gave birth by vaginal delivery breech presentation. The sample size was 160 people. The results obtained have strong relationships and patterns between the old perfect negative second stage of labor in breech presentation with a first-minute Apgar value with the value r = -0.704, meaning that the longer second stage of labor with breech presentation the lower the value of the first minute Apgar babies and value determination coefficient of 0.770. which means, the first minute Apgar babies or equation that was obtained either to explain the variable value of the first minute Apgar babies born by vaginal breech presentation.
The Differences in The Use of Time Period II between The Dorsal Recumbent Position and The Combination Position in Primigravidian Mothers Hanifah Hanifah; Wagiyo Wagiyo; Elisa Elisa
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 3, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v3i2.4610

Abstract

Background: Normal labor is influenced by five factors known as 5P, namely passenge (fetus and placenta), passageway (birth canal), powers (strength of contraction / uterine strength, contraction of the abdominal wall muscles, contraction of the diaphragm, and ligament action) ), psychologic maternal and position maternal. The position of labor is one way that can be done to reduce the risk of prolonged labor or when elongated. The position of labor commonly used is the dorsal recumbent position, but a combination of labor positions can also be performed.Purpose: The aim of this study was to determine the differences in the use of time period II between the dorsal recumbent position and the combination position in primigravidian mothers at Roemani Hospital Muhammadiyah Semarang.Methods: The research method used was Quasy Experiment with the design of the Post Test Only Design Group. The number of samples in this study were 30 respondents who were divided into 2 treatment groups. The sampling technique uses Accidental sampling. Data analysis using Independent t-test.Results: Based on the results of the Independent test the t-test obtained p-value = 0,000 (P 0.05), so that there was a significant difference between the dorsal recumbent position and the combination position of the second stage of labor in primigravidian mothers. The average time period II with the dorsal recumbent position was 24.14 minutes and the average time of the second time with the combination position was 19.71 minutes. The conclusion is that the time period II with the combination position is more effective than dorsal recumbent position.Conclusion: It’s hoped that it can be used as a material consideration to improve the quality of services for midwives or health workers, especially for labor positions so as to shorten the time period II.