Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Education Activity of Daily Living in Preventing Neck and Arm Pain in Housewives Hendrik, Hendrik; Arpandjam'an; Hakim, Supartina
IJCS: International Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v3i2.1136

Abstract

Introduction: Everyone, especially housewives, has daily activities that must be completed, such as waking up and so on. Therefore, daily activities or activities need to be managed properly and correctly so as not to cause health problems, especially neck and arm pain. Objective: This community service project aims to improve the knowledge and ability of partners in carrying out daily tasks at work to reduce arm and neck pain. Method: The technique used is partner counseling and mentoring. The partners or participants involved were 40 housewives domiciled in Berua and Tamalanrea Districts, Makassar City who did not work as civil servants or private employees. Results: The results of the study before being given counseling and mentoring showed that 33 people (82.5%) had insufficient knowledge and skills, 5 people (12.5%) had sufficient knowledge and 2 people (5%) had good knowledge, and after receiving counseling and mentoring none had insufficient knowledge and skills, 9 people (22.5%) had sufficient knowledge and 31 people (77.5%) had good knowledge. Conclusion: counseling accompanied by activity support can increase mothers' understanding of how to prevent neck and arm pain.
Pemberdayaan Kader Puskesmas Dalam Upaya Penurunan Hipertensi Pada Lansia Melalui Senam Ergonomik Hakim, Supartina; Thahir, Muh
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i1.2725

Abstract

Penyakit Tidak Menular merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh Lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia terus mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup dan juga menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak di derita masyarakat Indonesia (57,6%). Hal ini dibuktikan melalui jumlah kunjungan penderita hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang terus meningkat setiap tahunnya. Pola hidup yang kurang di perhatikan dapat menjadi salah satu faktor terjadinya hipertensi pada lansia. Pengobatan yang biasa diberikan penderita hipertensi ada dua yaitu pengobatan farmokologi dan non farmokologi. Namun saat ini, pasien hipertensi yang datang ke puskesmas kebanyakan hanya mendapatkan terapi farmakologi saja, masih kurangnya program pengobatan non farmakologi yang dilakukan oleh pihak puskesmas terhadap penanganan lansia yang menderita hipertensi, salah satunya adalah senam ergonomic. Senam ergonomic merupakan salah satu senam fundamental yang gerakannya sesuai dengan susunan dan fungsi fisiologis tubuh. Pengabdian Masyarakat ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi puskesmas khususnya bagi lansia menjadikan senam ergonomik sebagai program yang rutin dilakukan sebagai pengendalian penyakit hipertensi. Sehingga target capaian pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan kader dari kurangnya pengetahuan menjadi memiliki pengetahuan dan mampu melakukan senam ergonomic secara tepat dan mengajarkannya kepada lansia. 
Neck Calliet Exercise Efektif untuk Menurunkan Nyeri Leher pada Myofascial Pain Syndrome Supartina Hakim; Gloria Angelica Randa Kadang; Muh. Thahir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15202

Abstract

Myofascial pain syndrome is a clinical condition described as a combination of sensory, motor, and autonomic signs and symptoms caused by myofascial trigger points. This study aimed to analyze the effectiveness of neck calliet exercise to reduce neck pain due to myofascial pain syndrome. This type of research was pre-experimental with a one group pretest-posttest design, by applying the neck calliet exercise, and then measuring neck pain in cases of myofascial pain syndrome. This study involved 20 female seamstresses at Makale Central Market who experienced local neck pain for more than one month, as well as upper trapezius spasms. Differences in neck pain between the pre- and post-intervention phases were analyzed using paired samples t-test. The results of the analysis showed that the p value = 0.000, which means there was a significant difference in pain levels between before and after the intervention is given. Thus, it could be concluded that neck calliet exercise can significantly reduce neck pain due to myofascial pain syndrome.Keywords: neck calliet exercise; myofascial pain syndrome; seamstress ABSTRAK Myofascial pain syndrome adalah kondisi klinis yang digambarkan sebagai kombinasi tanda dan gejala sensorik, motorik, dan otonom yang disebabkan oleh myofascial trigger points. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas neck calliet exercise untuk menurunkan nyeri leher akibat myofascial pain syndrome. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest, dengan menerapkan neck calliet exercise, dan selanjutnya dilakukan pengukuran nyeri leher pada kasus myofascial pain syndrome. Studi ini melibatkan 20 penjahit perempuan di Pasar Sentral Makale yang mengalami nyeri tengkuk lokal lebih dari satu bulan, serta mengalami spasme upper trapezius. Perbedaan nyeri leher antara fase sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 yang berarti ada perbedaan tingkat nyeri secara signifikan antara sebelum sesudah diberikan intervensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa neck calliet exercise secara signifikan dapat menurunkan nyeri leher akibat myofascial pain syndrome.Kata kunci: neck calliet exercise; myofascial pain syndrome; penjahit perempuan
PEMBERIAN MC. KENZIE TERHADAP PERUBAHAN FORWARD HEAD POSTURE PADA PETANI BAWANG: Effects of giving MC Kenzie on Changes in Forward Head Posture in Onion Farmers Hendrik; Thahir, Muh; Hakim, Supartina; Arpandjaman; Abdillah Juniarto, Muhammad
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1491

Abstract

Forward Head Posture merupakan kelainan postural yang dapat dijumpai secara umum dan digambarkan sebagai perpindahan posisi kepala ke arah anterior dan diklasifikasikan sebagai salah satu postur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mckenzie Exercise terhadap perubahan Forward Head Posture pada petani bawang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, menggunakan rancangan time series design dan melibatkan satu kelompok. Mc Kenzie exercise dilakukan sebanyak 12x intervensi selama 4 pekan, dengan sampel sebanyak 27 orang yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Kemudian pengukuran yang digunakan adalah Craniovertebral Angle yang diukur menggunakan ImageJ software untuk menilai sudut CVA. Berdasarkan hasil uji analisi data menggunakan uji Paired Sample T Test diperoleh nilai p < 0,05 pada pre test dan post test, yang berarti terdapat pengaruh pemberian mckenzie exercise terhadap perubahan forward head posture. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian Mckenzie Exercise terhadap perubahan Forward Head Posture pada petani bawang.  
Peran Latihan Stabilisasi dalam Mengurangi Nyeri Osteoarthritis Lutut Masyarakat Desa Nugraha, Rahmat; Sudaryanto, Sudaryanto; Hakim, Supartina; Halimah, Andi; Ramadhani, Nur Awalia Syahri
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i3.3077

Abstract

Osteoarthritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama pada kelompok usia lanjut, yang dapat menyebabkan nyeri, penurunan fungsi, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga ditemukan pada masyarakat Desa Panaikang, di mana sekitar 40–50% warga melaporkan keluhan nyeri lutut saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdiri lama, berjalan jauh, atau menaiki tangga rumah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan intervensi fisioterapi berupa latihan stabilisasi pada warga yang mengalami keluhan nyeri lutut akibat OA knee. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung latihan stabilisasi sendi lutut yang dilakukan secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya latihan stabilisasi serta kemampuan mereka dalam mempraktikkan latihan secara mandiri di rumah. Selain itu, beberapa peserta melaporkan berkurangnya rasa nyeri dan peningkatan toleransi aktivitas sehari-hari setelah mengikuti latihan secara rutin. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran fisioterapi dalam penatalaksanaan OA knee di masyarakat, khususnya melalui latihan stabilisasi yang sederhana, aplikatif, dan dapat dilakukan secara mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup.
Identifikasi Metabolit Bioaktif pada Asam Jawa (Tamarindus indica L.) menggunakan Komputasi Dinamika Molekuler untuk Penargetan HER-2 Kanker Payudara Ramadhan, Dwi Syah Fitra; Indraswari, Ni Luh Astri; Hakim, Supartina; Rusli, Rusli; Nurisyah, Nurisyah; Asikin, Asyhari; Fakih, Taufik Muhammad; Aksar, M
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.520

Abstract

The HER-2 (Human EGF Receptor-2) receptor is a receptor known to be strongly correlated with carcinogenesis and a worse prognosis in breast cancer patients. One of the native Indonesian plants that has been reported to inhibit breast cancer growth is tamarind (Tamarindus indica L.) which is known to contain various active metabolites. However, until now, the molecular activity of each of these metabolites has not been known. and one of the highly accurate simulation methods commonly used is molecular dynamics simulation. This study aims to understand the binding stability of active metabolites in tamarind computationally using molecular dynamics. The simulation begins with the preparation of 3D structures of ligands and receptors. The ligand of active metabolite from tamarind tree was obtained from KnapSack natural compound database, and the 3D structure of HER-2 receptor was obtained from PDB site with code 3PP0 and resolution of 2.25 Å. Furthermore, molecular tethering was performed using Autodock4 software. A high-performance computer was used for molecular dynamics simulation with Gromacs 2016 software for 100 nanoseconds (ns). Afterwards, molecular affinity analysis was performed, including RMSD (Root Mean Square Deviation) and RMSF (Root Mean Square Fluctuation). The analysis results showed that of the 6 compounds found in tamarind plants, the orientin compound showed the most favorable molecular Tethering activity with a value of -8.41 Kcal/mol. Although still higher than the natural ligand, the value is close to the value of the natural ligand with a difference of 1.8 Kcal/mol, which is -10.21 Kcal/mol. Furthermore, orientin showed very similar stability to the native ligand, as observed from the RMSD and RMSF analysis. In conclusion, the compound orientin found in tamarind has the potential to be a lead compound for inhibiting HER-2 in breast cancer.
Pendampingan Gerakan Hidup Sehat Melalui Perilaku Cerdik Pada Warga Binaan Rutan Dan Lapas Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Fajriah, Siti Nurul; Indraswari, Ni Luh Astri; Hakim, Supartina; Jalil, St. Wahida
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 1 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i1.572

Abstract

Indonesia tengah menghadapi keadaan dimana penyakit menular (PM) masih menjadi masalah tetapi penyakit tidak menular (PTM) juga menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Secara global, regional dan nasional pada tahun 2030 transisi epidemiologi dari PM menjadi PTM semakin jelas. Diproyeksikan jumlah kesakitan akibat PTM dan kecelakaan akan meningkat dan PM akan menurun. Berdasarkan hasil observasi, masalah PTM juga terjadi pada pengelola dan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan Rutan Kelas I Makassar. Hal ini dikarenakan aktivitas mereka yang terbatas didukung dengan gaya hidup yang kurang sehat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi PTM dengan Tindakan CERDIK. Metode yang dilakukan adalah dengan penyuluhan dan skrining PTM pada warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa sebanyak 96 orang dan Rutan Kelas I Makassar sebanyak 194 orang. Hasil skrining ditemukan sebagian besar responden masih memiliki pola makan yang kurang sehat. Kebiasaan merokok, lingkar perut, aktivitas fisik, dan kadar kolesterol responden diperoleh hasil yang cenderung normal namun perlu mendapat perhatian agar tidak melewati batas normal dan menjadi faktor risiko penyakit. Perlu dilakukan monitoring oleh pengelola lapas dan rutan agar kualitas hidup warga binaan dapat ditingkatkan.
LITERATURE REVIEW: WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA Hakim, Supartina; Kadir, Irianto; Qonita, Dies Izah; Khatimah, Nur Faidar Khusnul; Wahyuni, Andi Nur
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.442

Abstract

Latar belakang : Memasuki usia tua banyak mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan pada fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit stroke, gangguan kognitif dan kematian, salah satu penyebab hipertensi pada lansia karena kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu dibutuhkan exercise sebagai terapi dan preventif hipertensi. Walking exercise adalah exercise yang aman, tidak menimbulkan efek samping, mudah, ekonomis, dapat dilakukan tanpa memerlukan pelatihan khusus. Tujuan : Untuk mereview keefektifan walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan Literature Review. Data yang digunakan ialah data sekunder. Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam penelitian pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan metode PICO yaitu Problem/Patient/Population, Intervention/Indicator, Comparison dan Outcome. Artikel yang digunakan dalam literature review ini didapatkan melalui database penyedia jurnal online Google Scholar, Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “walking exercise”, “elderly” dan “hypertension”. Hasil Penelitian : Secara keseluruhan pada literature review ini, dari 13 sumber menjelaskan bahwa walking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Walking exercise yang dilakukan 30 – 60 menit secara teratur mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Saran : Untuk peneliti selanjutnya agar menambah informasi mengenai pengaruh walking exercise terhadap penurunan hipertensi pada lansia dengan menggunakan jenis artikel systematic review maupun meta analysis sehingga mampu memperkecil bias penelitian. Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Walking Exercise
Periosteal Pecking versus Piston Dry Needling Techniques: A Comparative Study on Pain Reduction in Tennis Elbow Nugraha, Rahmat; Dwiya Lestari, Virny; Hakim, Supartina; Awalia Syahri Ramdhani, Nur; Dermawan Syamsul, Ikhsan
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1770

Abstract

Lateral epicondylitis is a musculoskeletal disorder caused by overuse of the extensor carpi radialis brevis (ECRB) tendon, characterized by pain and decreased muscle function. This study aimed to compare the effectiveness of piston dry needling and periosteal pecking techniques in reducing pain and improving handgrip strength in patients with lateral epicondylitis. This research employed a quasi-experimental pretest–posttest two-group design involving 20 respondents who were divided into two groups: the piston dry needling group (n = 10) and the periosteal pecking group (n = 10). Both groups received dry needling intervention once per week for four consecutive weeks, for a total of four treatment sessions. The instruments used included the Visual Analog Scale (VAS) to measure pain and a Hand Dynamometer to measure handgrip strength. Data were analyzed using paired t-tests for within-group differences and independent t-tests for between- group comparisons. The results showed that both dry needling techniques were effective in significantly reducing pain and increasing handgrip strength (p<0.001). In the piston dry needling group, the mean VAS decreased from 6.78 ± 0.66 to 2.55 ± 1.27 (Δ 4.23 ± 1.01), and handgrip strength increased from 23.20 ± 3.82 to 28.30 ± 4.12 (Δ 5.10 ± 2.60). In the periosteal pecking group, the mean VAS decreased from 7.25 ± 0.54 to 1.55 ± 0.35 (Δ 5.20 ± 0.70), and handgrip strength increased from 22.60 ± 3.20 to 25.90 ± 3.85 (Δ 3.30 ± 1.60). The independent t-test revealed significant differences in pain reduction (p=0.020) and handgrip improvement (p=0.050). In conclusion Periosteal pecking demonstrated greater effectiveness in reducing pain, while piston dry needling showed a stronger tendency to increase handgrip strength, although the between-group difference for handgrip strength was marginal. Future studies with larger samples or longer follow-up periods are recommended.