Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Model LADING Kelas III Auliyan Nur; Aslamiah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.951

Abstract

Rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas III SDN Sungai Lulut 7 Banjarmasin disebabkan oleh model pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut melalui penerapan kombinasi model pembelajaran LADING yang memadukan Problem Based Learning, Picture and Picture, dan Game Based Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis menggunakan persentase klasikal dengan indikator keberhasilan 76%. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan keempat, aktivitas siswa mencapai 88%, berpikir kritis 85%, kolaborasi 88%, hasil belajar afektif 92%, serta kognitif dan psikomotorik masing-masing sebesar 88%. Dengan demikian, penerapan model LADING efektif meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila materi Perbedaan Itu Indah.
Meningkatkan Aktivitas, Kemampuan Mengemukakan Pendapat, Keterampilan Kolaborasi, dan Hasil Belajar Siswa melalui Model BATIK Arini Rusda; Aslamiah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.964

Abstract

Rendahnya aktivitas belajar, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa menjadi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SDN Kelayan Timur 12. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model BATIK. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas II SDN Kelayan Timur 12 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan mengemukakan pendapat, keterampilan kolaborasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori sangat baik (100%), aktivitas siswa mencapai 95%, kemampuan mengemukakan pendapat mencapai 90%, dan keterampilan kolaborasi mencapai 95%. Ketuntasan hasil belajar juga meningkat, meliputi aspek afektif sebesar 86%, kognitif 100%, dan psikomotorik 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa model BATIK efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, komunikatif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga dapat menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Penggunaan Model PRAKARSA dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar, Berpikir Kritis, Kemandirian, dan Hasil Belajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Rida Melinda; Aslamiah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.967

Abstract

Kompetensi krusial yang wajib dikuasai oleh peserta didik dalam menjawab tantangan edukasi abad ke-21 meliputi aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, kemandirian dalam belajar, serta capaian hasil belajar. Kendati demikian, performa siswa pada tingkat sekolah dasar dinilai belum mencapai standar optimal tersebut, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini diorientasikan untuk memaparkan performa aktivitas pendidik sekaligus mengevaluasi eskalasi pada aktivitas belajar, kecakapan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan capaian akademis siswa lewat implementasi Model PRAKARSA. Pendekatan eksperimen yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun subjek yang dilibatkan mencakup 11 partisipan didik kelas IV SDN Tanuhi pada semester II Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan rincian 4 murid laki-laki dan 7 murid perempuan. Proses penghimpunan data diselenggarakan melalui instrumen observasi, evaluasi tes, serta dokumentasi, yang kemudian dibedah menggunakan teknik analisis deskriptif secara kualitatif maupun kuantitatif. Temuan riset mengonfirmasi adanya peningkatan performa guru hingga menembus standardisasi sangat baik. Pada aspek siswa, terjadi eskalasi aktivitas belajar hingga mayoritas anak masuk dalam kelompok sangat aktif. Kompetensi berpikir kritis juga mengalami peningkatan, dari yang semula hanya sebagian kecil menjadi sebagian besar siswa berkategori sangat terampil. Lebih lanjut, indikator kemandirian belajar melonjak hingga menempatkan mayoritas murid pada level sangat mandiri. Hasil evaluasi belajar siswa pun turut merangkak naik hingga menyentuh ambang ketuntasan klasikal yang ditargetkan dalam riset ini. Bersandarkan pada data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Model PRAKARSA efektif dalam mengoptimalkan aktivitas guru, aktivitas belajar, penalaran kritis, kemandirian, sekaligus hasil belajar siswa dalam ruang lingkup pembelajaran Bahasa Indonesia.
Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Model GEMINTANG Kelas IV SDN Kuin Selatan 4 Banjarmasin Salwa Salsabil Nur Aripin; Aslamiah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2788

Abstract

This study was motivated by the low levels of learning activity, critical thinking skills, communication skills, and learning outcomes in Indonesian language learning among fourth-grade students at SDN Kuin Selatan 4 Banjarmasin. These conditions limited students' active engagement in constructing knowledge, expressing ideas logically, collaborating with peers, and achieving optimal learning outcomes. This problem highlights the need for an innovative, student-centered learning model that integrates critical thinking, communication, and problem-solving into the learning process. The study aimed to describe teacher activities and analyze the improvement of students' learning activities, critical thinking skills, communication skills, and learning outcomes through the implementation of the GEMINTANG model, which integrates Problem Based Learning, Role Playing, and Talking Stick. This study employed Classroom Action Research conducted over four meetings involving 18 fourth-grade students. Data were collected through classroom observations and learning achievement tests. The findings revealed that teacher activity improved from a score of 25 to 32, student learning activity increased from 17% to 89%, critical thinking skills improved from 17% to 83%, communication skills increased from 22% to 83%, and classical learning mastery improved from 22% to 83%. These findings indicate that the GEMINTANG model effectively creates an active, collaborative, communicative, and meaningful Indonesian language learning environment, thereby improving students' learning activities, critical thinking skills, communication skills, and learning outcomes.
Driving Teacher Performance: The Influence Of Principals' Transformational Leadership and Teachers' Work Discipline Through Work Motivation In Pulau Laut Utara District Norliani; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana; Aslamiah
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i2.5592

Abstract

Teacher performance is one of the primary determinants of educational quality and school effectiveness. However, teacher performance is influenced by various organizational and individual factors. This study aims to analyze the effects of principals' transformational leadership and work discipline on teacher performance through work motivation as an intervening variable in public junior high schools in Pulau Laut Utara District. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 137 teachers from all public junior high schools in Pulau Laut Utara District, and all participants were included using a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using path analysis, supported by classical assumption tests and the Sobel mediation test with IBM SPSS Statistics. The findings indicate that transformational leadership, work discipline, work motivation, and teacher performance were generally classified as high. Transformational leadership had a positive and significant effect on teacher performance (R² = 0.145) and work motivation (R² = 0.105). Work discipline exerted a positive and significant effect on teacher performance (R² = 0.863) and work motivation (R² = 0.807). Furthermore, work motivation positively and significantly influenced teacher performance (R² = 0.758). Path analysis and the Sobel test confirmed that work motivation significantly mediated the relationship between transformational leadership and teacher performance (Z = 3.88 > 1.96), as well as the relationship between work discipline and teacher performance (Z = 2.60 > 1.96). These findings demonstrate that, although transformational leadership and work discipline directly improve teacher performance, their influence is strengthened through enhanced teacher work motivation. In conclusion, principals’ transformational leadership, work discipline, and work motivation are significant determinants of teacher performance in public junior high schools in North Pulau Laut District. Work motivation functions as a significant mediating variable, highlighting the importance of fostering teachers’ intrinsic motivation alongside strengthening transformational leadership practices and cultivating a strong culture of work discipline to improve educational quality.