Arman Jaya
Department Of Management, Universitas Tanjungpura, Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Pontianak, 78124, Pontianak, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : peshum

Peran Job Burnout dalam Memediasi Hubungan Workload dan Work-Life Balance terhadap Turnover Intention Gen Z di Sektor Digital E-Commerce Diah Febriyani; M. Irfani Hendri; Dody Pratama Marumpe; Titik Rosnani; Arman Jaya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload dan work-life balance terhadap turnover intention dengan job burnout sebagai variabel mediasi pada karyawan Generasi Z di sektor digital e-commerce di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain causal-comparative. Sampel penelitian terdiri dari 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria Generasi Z yang bekerja di industri e-commerce minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert 1–5, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbantuan SmartPLS untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention dan job burnout. Selain itu, work-life balance juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan job burnout. Penelitian ini juga menemukan bahwa job burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Lebih lanjut, job burnout terbukti memediasi pengaruh workload dan work-life balance terhadap turnover intention.Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja memengaruhi niat berpindah kerja tidak hanya secara langsung tetapi juga melalui kondisi psikologis berupa kelelahan kerja. Oleh karena itu, perusahaan di sektor digital e-commerce perlu mengelola beban kerja secara efektif, meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, serta mencegah terjadinya burnout guna menekan tingkat turnover intention karyawan Generasi Z.
Pengaruh Person-Job Fit dan Etos Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Komitmen Organisasi sebagai Mediator Gita Rizky Ananda Putri; M. Irfani Hendri; Dody Pratama Marumpe; Titik Rosnani; Arman Jaya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18050

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen krusial yang menentukan keberhasilan organisasi dan dapat tercermin melalui kinerja karyawan. Pada PT XYZ masih mengalami inkonsistensi dalam mencapai target kerja setiap bulannya, yang menunjukkan belum optimalnya efektivitas kerja dan diindikasikan dipengaruhi oleh fenomena mismatch serta lemahnya etos kerja. Sehingga, studi ini bertujuan untuk menguji serta menganalisis pengaruh person-job fit dan etos kerja terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi sebagai mediator, mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanatori. Pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert 1-5 yang dibagikan secara offline kepada seluruh 55 karyawan. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa person-job fit tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi maupun kinerja karyawan. Etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Serta, komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan mampu memediasi pengaruh etos kerja terhadap kinerja karyawan, namun tidak memediasi pengaruh person-job fit. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan etos kerja dan komitmen organisasi melalui keterlibatan, pemberian penghargaan, serta strategi manajemen SDM guna mendorong kinerja yang lebih produktif dan meningkatkan kapabilitas SDM yang kompetitif dan berdaya saing global.