Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CJPP

Efektivitas Busy Box Sex Education untuk meningkatkan pengetahuan seksualitas siswa SMALB Tunagrahita di SLBN 1 Kota Jambi Luthfiah, Aisyah Rifdah; Andriani, Annisa; Hafizah, Nurul
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p969-979

Abstract

Perilaku seksual menyimpang pada remaja tunagrahita disebabkan oleh pemahaman seksualitas yang terbatas karena kurangnya pendidikan seksual yang sesuai. Untuk membantu siswa tunagrahita yang berpotensi mampu didik mempelajari pengetahuan pendidikan seksual, diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya, salah satunya adalah media Busy Box Sex Education (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul BSE dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan seksual pada siswa SMALB tunagrahita ringan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen single subject research dengan desain A–B–A–Follow-up pada siswa SMALB tunagrahita ringan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria IQ, usia, riwayat perilaku seksual yang tidak sesuai norma, dan mendapatkan izin dari wali. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes pengetahuan pendidikan seksual yang telah tervalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta divisualisasikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari skor 50 baseline pertama (A1) menjadi 100 baseline kedua (A2), dan tetap tinggi pada skor 95 pada fase follow-up setelah 23 hari. Hal ini membuktikan modul BSE efektif meningkatkan dan mempertahankan pemahaman siswa tentang identifikasi tubuh, batasan sentuhan, rasa malu, kebersihan diri, serta sopan santun. Abstract Teenagers with mild intellectual disabilities often show inappropriate sexual behavior because they have limited knowledge about sexuality and do not receive proper sexual education. To help them learn, special learning media are needed, such as the Busy Box Sex Education (BSE) module. This study aims to find out whether the BSE module is effective in improving sexual education knowledge for students with mild intellectual disabilities at SMALB. The study used a single-subject experimental method with an A–B–A–Follow-up design. One student with mild intellectual disability at SMALB was chosen using purposive sampling based on IQ, age, history of inappropriate sexual behavior, and parental consent. Data were collected using a validated knowledge test on sexual education, then analyzed descriptively and shown in graphs. Specify the complete research method. The student’s score increased from 50 (baseline 1) to 100 (baseline 2), and stayed high at 95 during the follow-up after 23 days. This shows that the BSE module successfully improved and maintained the student’s understanding of body identification, touch boundaries, modesty, personal hygiene, and good manners. The Busy Box Sex Education module was proven effective in improving sexual education knowledge among students with mild intellectual disabilities at SMALB Negeri 1 Kota Jambi. Future research is recommended to involve a larger number of participants to enable broader generalization of the findings.
Uji Validitas Isi Modul Psikoedukasi Kontrol Diri ‘SCOUPER’ sebagai Upaya Preventif Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Isna, Cahya; Hafizah, Nurul; Rahman, Marlita Andhika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1019-1030

Abstract

Angka kejadian perilaku seksual berisiko yang tinggi pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan dan rendahnya kontrol diri. Remaja yang tinggal di kawasan eks lokalisasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap perilaku seksual berisiko yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan minimnya kontrol diri pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan media psikoedukasi yang tepat untuk membantu meningkatkan kontrol diri remaja sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi dari modul psikoedukasi kontrol diri ‘SCOUPER’ sebagai upaya preventif perilaku seksual berisiko pada remaja di kawasan eks lokalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 3D (Define, Design dan Develop). Tahap define menganalisis kebutuhan remaja, tahap design menyusun rancangan modul psikoedukasi kontrol diri, dan tahap develop meliputi uji validitas dengan pemberian skor rating oleh ahli atau validator. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan rumus Aiken’s V dan masukan validator. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER memperoleh skor 0,75 – 1,00 dengan kategori tinggi – sangat tinggi. Berdasarkan hasil uji validitas, modul SCOUPER dapat disimpulkan valid untuk digunakan dengan beberapa saran dan perbaikan dari validator. Modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER teruji valid secara isi, konstruk, dan bahasa, serta berpotensi digunakan sebagai media preventif dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja, khususnya di kawasan eks lokalisasi. Abstract The high incidence of risky sexual behavior among adolescents is caused by several factors, such as the environment and low selfcontrol. Adolescents living in former red-light districts are at higher risk of risky sexual behavior due to environmental factors and a lack of self-control. Therefore, appropriate psychoeducational media are needed to help improve adolescents' selfcontrol so that risky sexual behavior can be prevented. This study aims to determine the content validity of the ‘SCOUPER’ self-control psychoeducation module as a preventive measure against risky sexual behavior among adolescents in former red-light districts. This study used the Research and Development (R&D) method with a 3D model (Define, Design, and Develop). The define stage analyzed the needs of adolescents, the design stage developed the self-control psychoeducation module, and the develop stage included validity testing with rating scores by experts or validators. The data analysis used in this study was descriptive analysis with Aiken's V formula and validator input. The validity test results showed that the SCOUPER self-control psychoeducation module scored between 0.75 and 1,00 in the high – very high category. Based on the validity test results, the SCOUPER module can be concluded to be valid for use with some suggestions and improvements from the validator. The SCOUPER self-control psychoeducation module is valid in terms of content, construct, and language, and has the potential to be used as a preventive medium in preventing risky sexual behavior among adolescents, especially in former red-light districts.