Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Potensi Lokal Florikultura Produk Bunga Hortensia Khas Desa Sumberbrantas Berbasis Influencer Marketing Heny Kusdiyanti1*, Ita Prihatining Wilujeng1, Lohana Juariyah1, Umniyah Juman Rosyidah2, Robby Wijay
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumberbrantas memliki potensi alam berupa bunga hortensia yang dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan inklusi ekonomi. Namun, pemanfaatan bunga hortensia hanya dilakukan oleh petani hortensia saja, sehingga pengelolaan produk florikultura lokal yang khas Desa Sumberbrantas masih terbatas. Program pengembangan produk florikultura hortensia berbasis influencer marketing di tengah era digitalisasi perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan hortensia. Upaya ini dilakukan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Sumberbrantas. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap meliputi persiapan, sosialisasi pengabdian, pelatihan pengembangan produk hortensia, edukasi tentang peningkatan penjualan, dan penutupan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK di Desa Sumberbrantas tertarik untuk melanjutkan kewirausahaan dan mengembangkan potensi hortensia melalui influencer marketing. Beberapa di antara mereka bahkan sudah menghubungi tim pengabdian untuk belajar lebih mendalam tentang pemasaran dan membangun relasi bisnis guna mencari mitra usaha.
MEMBANGUN DESA WISATA KEBANGSAAN DENGAN PENDEKATAN KIPAS (KREATIF, INOVATIF, PARTISIPATIF, DAN KOLABORATIF) MENUJU DESA CERDAS, MANDIRI, DAN BERKELANJUTAN Untari, Sri; Hariyono, Agung; Nindyawati, Nindyawati; Bramantya, Alfan; Kurnia Ashshiddieqy, Kanzenna; Ardhana Riswari, Aliyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.849-864

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi suatu tantangan yang kompleks dan menuntut pendekatan yang inovatif serta berorientasi pada partisipasi masyarakat. Artikel ini membahas pengalaman Desa Wonorejo, Situbondo, dalam membangun desa wisata "Kebangsaan" dengan menerapkan pendekatan KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif, dan Kolaboratif). Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan desa wisata yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan kegiatan adalah 1) Pemberdayaan Pemdes dalam membangun kemitraan; 2) Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna, POKDARWIS dalam produksi merchandise, dan home industry; 3) Pendampingan BUMDes dalam mengelola usaha dan mengurus badan Hukum; 4) Pengembangan model desa wisata “Kebangsaan”.  Metode pelaksanaan sosialisasi tentang desa wisata kebangsaan. Fasilitasi dan pendampingan perangkat desa dalam pengembangan kemitraan dengan stakeholders internal dan eksternal. Pendampingan BUMDes dalam penyusunan Rencana Strategis. Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna dan Pok DARWIS dalam membuat merchandise. dan pengembangan model desa wisata kebangsaan untuk menjadi desa cerdas (smart village), mandiri berkelanjutan. Hasil kegiatan mencerminkan pencapaian signifikan dalam Penguatan kapabilitas aparat desa dalam mengembangkan kemitraan secara internal dengan stakeholders lokal dan eksternal dengan perguruan tinggi. BUMDes berbadan Hukum dan mampu membuat rencana strategis. Jangka pendek dan panjang. PKK, Karang Taruna dan PokDarwis dapat membuat merchandise untuk melengkapi cindera mata desa wisata kebangsaan. Model KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif dan Kolaboratif) dapat ditetapkan untuk kemajuan desa wisata kebangsaan.
ANALISIS KEBUTUHAN PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN AI UNTUK MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Alfan Bramantya; Eko Pujiati; Dian Utami Ikhwaningrum; Reynaldi Arya Putera Kusuma; Adinda Ni’matus Zuhro
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan penerapan Project Based Learning (PjBL) berbantuan Artificial Intelligence (AI) dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan fokus pada kemampuan awal mahasiswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan instrumen kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan persepsi, kesiapan, serta kompetensi mahasiswa terkait penerapan PjBL dan penggunaan AI dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengalaman menggunakan aplikasi AI yang tinggi, namun pemahaman konsep dasar AI, kemampuan memberikan prompt, kemampuan mengedit keluaran AI, dan kemampuan mengevaluasi akurasi informasi masih tergolong rendah. Selain itu, pemahaman etika penggunaan AI dan literasi digital pendukung juga menunjukkan variabilitas yang cukup besar. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi PjBL berbantuan AI berpotensi memberikan manfaat signifikan, tetapi memerlukan penguatan pada aspek literasi AI, pelatihan prompt engineering, serta pembekalan etika akademik sebelum diterapkan secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi perancangan model pembelajaran inovatif yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.
Education on the Use of Digital Comics as an Alternative Learning Media for Pancasila Education Values and Morals Alfan Bramantya; Eko Pujiati; Shofiyatul Azmi; Reynaldi Arya Putera Kusuma; Amalia Nur Fauziah; Anna Susanti; Ardika Rizki Pranoto Utomo
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v6i3.41938

Abstract

Empowering the values and moral education in the Pancasila Education subject often experiences problems from a lack of student participation and attention because learning methods are considered monotonous. Community service programs targeting eighth-grade students at SMP PGRI 01 Dau aim to provide insight into the use of digital comics as an alternative learning medium that is contextual and interesting and in accordance with the character of a generation digitally. The strategy adopted the PIMA (preparation, implementation, monitoring, and appraisal) model that includes needs assessment, educational workshops, student response feedback, and impact evaluation. The results showed that digital comics effectively enhanced students’ understanding of noble national values such as mutual cooperation, tolerance, honesty, and responsibility. Reflective questionnaires showed that more than 85 percent of students felt that moral values in digital comic stories were easier to understand and apply. The initiative has also had a beneficial effect on students' motivation to adopt ethical conduct and in consolidating their national identity. This medium of digital comics became fun and transformational because visual narratives made the core value-based ideology easily digestible. There are commonalities to constructivist theory, contextual learning models, and dual coding theory, all of which can be clearly related to character education supported by technology. Considering the aforementioned, digital comics are suggested to be a novel approach for value-based learning in secondary schools.
Local wisdom as legal dispute settlement: how Indonesia’s communities acknowledge Alternative Dispute Resolution? Didik Sukriono; Sudirman Sudirman; Desinta Dwi Rapita; A. Rosyid Al Atok; Alfan Bramantya
Legality : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 33 No. 1 (2025): March
Publisher : Faculty of Law, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ljih.v33i1.39958

Abstract

This paper examines the evolution of legal dispute resolution mechanisms within non-litigation channels, focusing on the traditional villages of Blitar and Karangasem in Indonesia from 1984 to 2023. There is a need to understand how local wisdom contributes to effective dispute resolution, particularly in regions where formal legal institutions may be limited. This research analyses how indigenous communities integrate Alternative Dispute Resolution (ADR) principles with customary (adat) law, fostering a hybrid system that balances cultural values and contemporary legal frameworks. The paper draws on ethnographic fieldwork, in-depth interviews with traditional leaders, and case studies of dispute settlements in the selected villages. Historical records and legal documents regarding customary disputer solutions were also examined. The results indicate that the villagers have modified their traditional approaches over the last four decades to deal with contemporary problems such as land disputes, family conflicts, and governance issues. This study also focuses on consensus, reconciliation, and restorative justice, which are considered key factors for social cohesion and dealing with social conflicts. The findings highlight that integrating ADR with adat-based mechanisms strengthens legal pluralism and provides an alternative resolution of issues; this integration is more appropriate than litigation in rural, culturally diverse societies. Moreover, the study suggests that these non-litigation practices are socially cohesive between community members because they ensure that dispute resolution is aligned with the community’s cultural norms and common identity. The study also theorizes that justice and social order can be maintained through a better understanding and empowerment of customary laws. This research provides insight into the wider world of legal pluralism as it explores how traditional modes of dispute resolution remain important within modern legal systems.
From Design to Classroom: Developing a Generative-AI Enhanced Gamified Project-Based Civic Learning Framework Bramantya, Alfan; Pujiati, Eko; Ikhwaningrum, Dian Utami; Kusuma, Reynaldi Arya Putera; Zuhro, Adinda Ni’matus; Soares, Marçal Vitor
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.18225

Abstract

This study aims to developed and preliminarily evaluated a Generative-AI-supported gamified Project-Based Civic Learning (GPBL-Civ) framework to strengthen student engagement and creative performance. This study employed a research and development method using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), The study involved undergraduate Civic Education students and aimed to examine the feasibility and effectiveness of a gamified project-based civic learning strategy supported by generative AI. Data were collected using expert validation instruments and student assessment tools. Feasibility was evaluated by four experts across strategy and content dimensions using Likert-scale questionnaires aligned with course learning outcomes. Effectiveness was examined through a single-group pretest–posttest design in one Civic Education class. Student engagement was measured using a validated engagement scale, while creativity was assessed using rubric-based evaluations of student projects. Data analysis employed descriptive statistics and normalized gain (N-gain) to determine improvements in engagement and creativity. The results indicate that the Generative-AI-assisted gamified Project-Based Civic Learning framework was rated “feasible” to “very feasible” by expert validators assessing both strategy and content. Classroom try-out results showed moderate improvements in student engagement (average N-gain = 0.66) across behavioral, emotional, and cognitive dimensions. Student creativity also demonstrated meaningful gains (average N-gain = 0.68), as reflected in rubric-based assessments of originality, elaboration, and effectiveness. Overall, the findings suggest that the developed framework has strong potential to enhance student participation and improve the quality of project outcomes in Civic Education courses. The instructional package may serve as a practical classroom supplement for university instructors implementing project-based civic learning with responsible use of Generative AI.