Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Model Bisnis UMKM: Kajian Literatur tentang Inovasi dan Keberlanjutan Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Rhena J; Muh Ridwan Hayadin
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14519

Abstract

Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam model bisnis UMKM telah menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan usaha, khususnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TIK dalam meningkatkan efisiensi operasional, menciptakan inovasi produk dan layanan, serta mendukung keberlanjutan UMKM di tengah tantangan global. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dengan analisis deskriptif. Data diperoleh dari Google Scholar untuk periode 2003-2025, dengan 26 artikel terpilih dari total 50 artikel awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi TIK, seperti pemanfaatan e-commerce, media sosial, dan sistem manajemen berbasis cloud, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Studi kasus Goola, Du Anyam, dan Dekoruma mengilustrasikan bagaimana teknologi dapat diadopsi untuk menjangkau pasar lebih luas, menciptakan inovasi, dan memastikan keberlanjutan bisnis. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan ketimpangan infrastruktur masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mengatasi kendala tersebut dan menciptakan ekosistem digital yang mendukung transformasi UMKM.
Transformasi Ekonomi Digital dan Evolusi Pola Konsumsi: Tinjauan Literatur tentang Perubahan Perilaku Belanja di Era Internet Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Muhtar Mudo; Rhena J
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14608

Abstract

Transformasi ekonomi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat secara fundamental, terutama dengan meningkatnya penggunaan e-commerce, layanan berbasis sharing economy, serta metode pembayaran digital yang semakin mempermudah transaksi. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji perubahan perilaku belanja di era internet. Data penelitian diambil dari Google Scholar untuk periode 2015–2025, dengan total 50 artikel yang diseleksi menjadi 24 artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah mendorong pergeseran preferensi konsumen dari belanja konvensional ke belanja daring, dengan faktor utama seperti kenyamanan, efisiensi, dan personalisasi layanan. Media sosial dan pemasaran berbasis influencer memainkan peran penting dalam keputusan pembelian, sementara model bisnis baru seperti cloud kitchen dan layanan pesan-antar semakin mengubah pola konsumsi, terutama di industri makanan dan minuman. Namun, fenomena ini juga menghadirkan tantangan, termasuk peningkatan belanja impulsif, risiko keamanan data, dan dampak negatif terhadap sektor ritel tradisional. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya adaptasi bisnis terhadap tren digital, perlunya regulasi yang lebih kuat untuk melindungi konsumen, serta peningkatan literasi digital dan keuangan bagi masyarakat. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam cakupan data sekunder dan tidak menggali aspek demografis atau budaya yang dapat memengaruhi adopsi digitalisasi. Oleh karena itu, studi lanjutan dengan pendekatan empiris diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai transformasi konsumsi di era digital.
Sinergi Transformasi Digital dalam Pendidikan Tinggi dan Dampaknya terhadap Inovasi Sosial untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Naska Nabhan; J Fuji Inzani SL; Ratna Ratna
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.15052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sinergi transformasi digital dalam pendidikan tinggi dan dampaknya terhadap inovasi sosial dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, studi ini menganalisis 34 artikel ilmiah yang dipilih secara selektif dari 50 artikel awal yang diperoleh melalui Google Scholar dan situs web kredibel lainnya dalam rentang tahun 1964 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pendidikan tinggi—melalui pembelajaran daring, inkubator inovasi, serta kolaborasi lintas sektor—berkontribusi signifikan dalam menciptakan solusi inovatif atas tantangan sosial yang kompleks. Sinergi ini diperkuat oleh penerapan teori Adaptive Structuration, Triple Helix, dan Social Innovation yang menempatkan universitas sebagai agen penghubung antara pengetahuan, teknologi, dan masyarakat. Studi kasus dari berbagai universitas menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada komitmen kelembagaan, reformasi kurikulum, dan kemampuan membangun ekosistem inovatif yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi digital dapat memperluas akses dan efisiensi, serta berperan sentral dalam penguatan ekonomi berbasis pengetahuan melalui inovasi sosial yang berdampak nyata.
Human Capital Digital sebagai Penggerak Transformasi Pasar Tenaga Kerja dalam Dinamika Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Ratna Ratna; Naska N; Muh Ridwan Hayadin; Muh Ilhamuddin Dahri
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15747

Abstract

Transformasi digital telah mengubah struktur pasar tenaga kerja secara fundamental dan menempatkan human capital digital sebagai faktor kunci dalam dinamika pembangunan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran human capital digital sebagai penggerak transformasi pasar tenaga kerja melalui pendekatan tinjauan pustaka kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah dan publikasi institusional yang diperoleh melalui Google Scholar dan website kredibel dalam rentang tahun 1964–2025. Dari 50 artikel awal yang teridentifikasi, dilakukan seleksi ketat berdasarkan relevansi dan kualitas metodologis sehingga diperoleh 33 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan digital, literasi teknologi, dan kemampuan adaptif tenaga kerja berkontribusi signifikan terhadap produktivitas, mobilitas kerja, dan daya saing ekonomi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa negara dan sektor yang secara sistematis berinvestasi pada pengembangan human capital digital lebih mampu mengelola disrupsi teknologi dan meminimalkan risiko pengangguran struktural. Namun demikian, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan pelatihan digital masih menjadi tantangan utama yang berpotensi memperlebar ketimpangan pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, pengembangan human capital digital perlu didukung oleh kebijakan upskilling dan reskilling yang inklusif serta sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri guna mewujudkan transformasi pasar tenaga kerja yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Peran Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Ratna Ratna; Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Muh Ilhamuddin Dahri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem informasi kesejahteraan sosial dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah dan sumber web kredibel periode 2010–2025, dengan analisis deskriptif terhadap 16 artikel yang terpilih dari 30 artikel awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi kesejahteraan sosial memiliki peran strategis dalam meningkatkan akurasi data penerima manfaat, mempercepat distribusi bantuan, serta menciptakan kebijakan berbasis bukti yang lebih efektif. Studi kasus di Indonesia, India, dan Kenya mengungkapkan pentingnya integrasi teknologi, kolaborasi multi-pihak, serta perlindungan data untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem ini. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan yang inklusif, literasi digital masyarakat, dan penguatan infrastruktur teknologi. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa penggunaan data sekunder dan cakupan temporal yang terbatas, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk analisis yang lebih komprehensif.
Peran Kualitas SDM dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Keberhasilan Kewirausahaan di Era Digital dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory; Naska N; Herman Herman; Nurul Muhriza
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i2.16595

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan telah mengubah faktor-faktor yang menentukan keberhasilan kewirausahaan, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kedua faktor tersebut dalam mendukung keberhasilan kewirausahaan melalui pendekatan tinjauan pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, ResearchGate, Emerald Insight, Taylor & Francis Online, dan MDPI Journals pada periode 1964–2026. Penelusuran awal menghasilkan 50 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 45 artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia meningkatkan inovasi, kemampuan adaptasi, dan pengambilan keputusan, sedangkan teknologi informasi dan komunikasi mendukung efisiensi operasional, perluasan pasar, dan daya saing usaha. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi merupakan faktor utama dalam mewujudkan kewirausahaan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan pada era ekonomi berbasis pengetahuan.
The Role of Data Governance in Enhancing Government Transparency and Accountability Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory
Technology and Society Perspectives (TACIT) Vol 4 No 2 (2026): Research Article
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/tacit.v4i2.362

Abstract

This study aims to analyze the role of data governance in enhancing government transparency and accountability, as well as to identify the factors that support its implementation. The research employs a literature review method with a qualitative approach and descriptive analysis. Data were collected from Google Scholar, ScienceDirect, and various documents published by international organizations and credible government institutions during the period 2017–2026. The initial search process yielded 60 articles and documents, which were subsequently screened based on relevance, quality, and alignment with the research objectives, resulting in 49 sources being included in the analysis. Data analysis was conducted through thematic categorization, identification of key concepts, comparison of research findings, and interpretation. The results indicate that data governance plays a significant role in improving data quality, strengthening public information disclosure, reducing information asymmetry, and supporting government oversight and accountability processes. The findings also reveal that the successful implementation of data governance is influenced by policy quality, human resource capacity, and the level of information system integration across government agencies
Behavioural Economics dalam Era Digital: Mengapa Konsumen Semakin Rentan terhadap Impulse Buying.? Amory, Jeffriansyah Dwi Sahputra; Rhena J; Heryati, Yati
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6213

Abstract

Perkembangan teknologi digital melalui kemudahan akses informasi, personalisasi algoritma, promosi berbatas waktu, serta integrasi media sosial dan e-commerce telah meningkatkan kecenderungan impulse buying dalam proses pengambilan keputusan konsumen modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perspektif behavioural economics menjelaskan meningkatnya kerentanan konsumen terhadap impulse buying pada era digital. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari Google Scholar serta berbagai sumber ilmiah relevan seperti ScienceDirect dan ResearchGate pada periode 1972–2026. Hasil penelusuran awal menghasilkan 50 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas sumber, dan kesesuaian dengan tujuan penelitian sehingga diperoleh 43 artikel yang digunakan sebagai bahan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku impulse buying dipengaruhi oleh keterbatasan rasionalitas, bias kognitif, respons emosional, serta mekanisme nudging yang diterapkan dalam lingkungan digital. Berbagai fitur seperti rekomendasi personal, live shopping, notifikasi promosi, ulasan pengguna, dan strategi kelangkaan produk terbukti memperkuat dorongan pembelian spontan. Studi kasus pada Shopee 11.11, TikTok Shop Live Shopping, dan Alibaba Singles' Day memperlihatkan bagaimana teknologi digital mampu memanfaatkan karakteristik psikologis konsumen untuk meningkatkan transaksi. Kajian ini menegaskan bahwa behavioural economics memberikan kerangka yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan ekonomi rasional dalam menjelaskan perilaku konsumsi pada era digital.