Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Aldo Syarahil Ghaffar; Maya Trisiswati; Afrizal TW; Yudi Amiarno
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4743

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%), dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Kannisa Ashri Wulandari; Ferryal Basbeth; Afrizal TW; Wening Sari
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4779

Abstract

Pendayagunaan dokter WNA dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 telah resmi disahkan meskipun sebelumnya mendapat banyak penolakan dari organisasi profesi kesehatan. Namun, rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia masih jauh dari standar WHO, dengan distribusi dokter yang tidak merata di daerah terpencil menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dokter di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter memahami isi UU RI No. 17 Tahun 2023 dan mengakui manfaat pendayagunaan dokter WNA, seperti transfer ilmu dan teknologi, tetapi mengkhawatirkan dampak negatif seperti hambatan komunikasi dan persaingan kerja. Aturan Islam dianggap berfungsi sebagai panduan etis yang meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan agar pendayagunaan dokter WNA diatur dengan regulasi yang ketat, difokuskan di daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis, serta dilengkapi dengan perlindungan untuk dokter Indonesia. Secara keseluruhan, mayoritas dokter memiliki pandangan negatif terhadap pendayagunaan dokter WNA namun mendukung penerapan aturan Islam di rumah sakit karena dianggap membantu pelayanan kesehatan.
Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizka Damayanti; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5597

Abstract

Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) sebanyak 71,43% dan lainnya mendapat dosis tunggal (2HZES/10HE). Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), dan mual (63,5%). Tingkat kesembuhan tertinggi terdapat pada kategori anak (100%) dan kategori 1 (96,8%), sedangkan pada kategori 2 sebesar 71,4%. Penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandang Islam, upaya pengobatan ini sesuai dengan prinsip menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keadilan (‘adl) dalam pelayanan kesehatan.
Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen Alya; Aryenti; Fitri; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.5930

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi tingkat rendah dan disfungsi sistem imun. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan berpotensi digunakan dalam penilaian risiko DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh NLR secara statistik terhadap risiko DMT2 pada populasi dewasa di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis pasien dewasa usia 18–55 tahun di Puskesmas Senen periode 2022–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah kategori NLR dan riwayat keluarga, sedangkan variabel dependen adalah status glukosa darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebanyak 152 subjek penelitian dianalisis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa NLR tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko DMT2 (p = 0,926). Sebaliknya, riwayat keluarga DMT2 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap risiko DMT2 (p = 0,015). Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada dewasa di Puskesmas Senen. Faktor riwayat keluarga memiliki peran yang lebih bermakna dalam peningkatan risiko DMT2.
Gambaran Obat Antihipertensi yang digunakan pada Pasien Lansia di Puskesmas Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Rofiqoh Rofiqoh; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5536

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pemilihan jenis dan kombinasi obat antihipertensi harus mempertimbangkan kondisi pasien, efektivitas obat, serta aspek kehalalan dan kemanfaatan (halal dan thayyib) menurut ajaran Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis data rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 97 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Pasien perempuan lebih dominan (63,92%). Kelompok usia terbanyak adalah 60–70 tahun (58,76%). Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin 46,63%), diikuti furosemid (20,22%) dan captopril (19,13%). Pola terapi paling banyak adalah kombinasi dua obat (49,48%), terutama Amlodipin + Captopril. Efek samping yang dilaporkan mencakup hipotensi (6,19%), pusing (4,12%), batuk dan edema perifer (masing-masing 3,09%), serta 76,4% pasien tidak mengalami efek samping. Dari tinjauan Islam, obat-obatan yang digunakan telah sesuai prinsip halal dan thayyib karena tidak mengandung unsur haram dan bermanfaat bagi kesehatan, serta diberikan dengan dosis yang sesuai dan diawasi penggunaannya. Kesimpulan: Penerapan terapi antihipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada pasien lansia didominasi oleh kasus hipertensi stadium 1 kemudian Hipertensi Sistolik Terisolasi (ISH) dan disusul oleh hipertensi stadium 2. Pendekatan pengobatan ini mengacu pada pedoman klinis yang berlaku dan juga selaras dengan nilai-nilai syariah, khususnya prinsip hifzh an-nafs (menjaga jiwa) serta konsep halalan thayyiban dalam pengobatan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Antihipertensi, Efek Samping, Halal, Thayyib, Islam.
Efektivitas Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus Manihot L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Tazkia Aqilah; Intan Keumala Dewi; Eri Dian Maharsih; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6151

Abstract

Gedi merah (Abelmoschus Manihot L.) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun gedi merah terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian yang digunakan Adalah eksperimental laboratorium dengan Teknik difusi cakram (disc diffusion). Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya diuji pada lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 15. 000 ppm, 20.000 ppm, 25.000 ppm, dan 30.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seluruh konsentrasi ekstrak tidak terbentuk zona hambat (clear zone) yang dapat diukur, melainkan munculnya granul atau endapan di sekitar cakram uji yang menutupi area observasi. Sebaliknya, kontrol positif ciprofloxacin menunjukan zona hambat yang luas sebesar 40 mm. terbentuknya granulasi ini mengindikasikan adanya kendala pada proses difusi molekul aktif yang dipengaruhi oleh karakteristik senyawa molekul besar, faktor teknis aplikasi volume ekstrak, serta kondisi lingkungan selama masa pengerjaan. Simpulan dari penelitian ini Adalah aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi merah belum dapat ditentukan secara kuantitatif melalui metode difusi cakram akibat hambatan fisik difusi. Gagasan selanjutnya Adalah melakukan pengujian ulang menggunakan metode mikrodilusi atau Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam media cair untuk mendapatkan hasil yang lebih homogen dan akurat. Menjaga kesehatan adalah cara kita menjalankan ide dasar Maqashid Syariah, yaitu melindungi iman, nyawa, pikiran, keturunan, serta kekayaan dari hal buruk. Semua usaha ini harus dilakukan setiap muslim demi mencapai kebaikan hidup dan merawat raga sebagai titipan dari Tuhan.