Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analysis of Teachers' Understanding of the Flipped Classroom Model and its Implementation in Schools through The Rasch Model Approach Riskawati Riskawati; Khaeruddin Khaeruddin; Riska Amanda Putri; Karnila Karnila; Aulia Rahman; Cindy Salsabila
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.691

Abstract

The integration of technology in education has become increasingly essential for enhancing the quality of learning in the digital era. One innovative instructional model that has gained significant attention is the Flipped Classroom, in which active learning occurs outside the classroom through videos, readings, or other preparatory activities, while face-to-face class time is dedicated to discussion, problem-solving, and practical application of knowledge. Despite its potential, the implementation of this model often faces several challenges, particularly regarding teachers’ readiness, availability of infrastructure, and their technological competencies. In Makassar City, limited empirical studies have been conducted to examine the level of teachers’ understanding of the Flipped Classroom and the obstacles they experience in applying it in schools. Insufficient comprehension of the model among teachers may reduce its effectiveness and, consequently, negatively impact the overall quality of technology-based learning. Understanding these challenges is therefore critical to inform professional development, curriculum planning, and institutional support strategies. This study aims to analyze teachers’ knowledge of the Flipped Classroom model and identify key implementation barriers, providing an empirical foundation to optimize technology-driven instructional practices in secondary education.
Pengukuran Kemampuan Literasi Sains Aspek Kompetensi dalam Mendukung Pembelajaran Fisika Abad 21 pada Siswa SMAN di Kota Makassar Mutahharah Hasyim; Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi sains aspek kompetensi dalam mendukung pembelajaran fisika abad ke-21 pada peserta didik SMA di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, tes literasi sains sebanyak 24 butir soal yang telah melalui validasi teoritik dan empirik diberikan kepada 103 peserta didik kelas XII Peminatan Fisika di SMA Negeri 8 Makassar. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil tes. Instrumen penelitian dinyatakan valid (koefisien kesepakatan Gregory = 1,00) dan memiliki reliabilitas tinggi (r ? 0,81). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,49 (SD = 2,60). Capaian tertinggi terdapat pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah (57,29%), diikuti mengidentifikasi isu ilmiah (56,90%), dan menggunakan bukti ilmiah (53,76%). Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik cukup mampu memahami konsep sains dasar namun masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan data dan menggunakan bukti ilmiah secara kritis. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains meliputi keterbatasan kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri, metode pengajaran yang berpusat pada guru, serta minimnya pengalaman praktikum. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir ilmiah abad ke-21.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Hipermedia untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika berbasis hipermedia yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Subjek uji coba lapangan melibatkan 50 peserta didik kelas X IPA di SMAN 2 Bone yang diambil secara Purposive Sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi dan media, angket respon pengguna, serta tes keterampilan pemecahan masalah yang mengacu pada indicator Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar berbasis hipermedia yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor rata-rata 1,00; (2) tingkat kepraktisan bahan ajar dinilai baik, ditunjukkan oleh respon peserta didik sebesar 79,33% dengan kategori positif dan respon pendidik sebesar 81,00% dengan kategori sangat positif; serta (3) bahan ajar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar dengan pencapaian ketuntasan klasikal sebesar 82% yang didominasi oleh kategori "Baik" dan "Sangat Baik". Peningkatan signifikan juga terjadi pada indikator keterampilan spasial dan grafik, menunjukkan bahwa media ini mampu membantu visualisasi konsep fisika yang abstrak.
Desain dan Simulasi Sistem Remote Control IR menggunakan Arduino untuk Pembelajaran Elektronika Interaktif di Tinkercad Riskawati Riskawati
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem remote control inframerah (IR) berbasis Arduino sebagai media pembelajaran elektronika yang interaktif, menggunakan platform Tinkercad. Sistem ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa mengenai cara kerja sistem kontrol nirkabel, komunikasi perangkat keras, dan pemrograman dengan Arduino. Penggunaan Tinkercad sebagai alat simulasi memungkinkan siswa untuk merakit dan menguji rangkaian secara virtual, menghilangkan risiko kerusakan komponen fisik dan mempercepat proses pembelajaran. Desain sistem ini menggabungkan Arduino Uno sebagai mikrokontroler, modul IR transmitter dan receiver, serta perangkat yang dikendalikan, seperti LED atau relay. Sistem bekerja dengan menerima sinyal inframerah dari remote control yang diterjemahkan oleh Arduino untuk mengontrol perangkat output. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Tinkercad dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam eksperimen elektronika dasar dan memperkenalkan konsep komunikasi nirkabel serta pemrograman mikrokontroler secara praktis. Hasil pengujian sistem ini membuktikan keandalan dan efektivitasnya dalam pembelajaran elektronika, meskipun terdapat keterbatasan pada jangkauan sinyal IR. Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan teknologi IR dan Arduino untuk pendidikan elektronika serta mendorong pengembangan sistem pembelajaran berbasis simulasi yang lebih interaktif dan terjangkau.
Desain Sistem Monitoring Suhu Berbasis Arduino sebagai Media Pembelajaran Fisika Riskawati Riskawati; Amelia Puspita Melati; Nur Fadillah Thahir; Jesika Nock M; Iin Padliani; Widya Winarti
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.685

Abstract

Pemantauan suhu merupakan aspek krusial dalam berbagai bidang, mulai dari rumah tangga, laboratorium, hingga aplikasi industri, di mana kestabilan suhu sangat memengaruhi proses dan hasil kerja. Namun, banyak sistem pemantauan suhu yang tersedia masih memiliki keterbatasan dari segi biaya, kompleksitas, dan aksesibilitas bagi pengguna umum. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan suhu yang sederhana, efektif, dan berbiaya rendah dengan memanfaatkan platform mikrokontroler Arduino. Penelitian ini menggunakan pendekatan design research yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi melalui simulasi, serta evaluasi hasil. Sensor suhu TMP36 digunakan untuk membaca nilai suhu lingkungan, yang kemudian ditampilkan secara real-time melalui layar LCD 16x2. Prototipe sistem dikembangkan menggunakan simulator berbasis Tinkercad, yang memungkinkan proses pengujian dan validasi tanpa memerlukan perangkat keras fisik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan menampilkan suhu dengan akurasi yang baik dan respons waktu yang cepat. Antarmuka yang dirancang bersifat user-friendly, sehingga sistem dapat dioperasikan dengan mudah oleh pengguna tanpa latar belakang teknis. Selain itu, penelitian ini mengindikasikan peluang pengembangan lebih lanjut melalui integrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT), guna memungkinkan pemantauan suhu secara jarak jauh. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi efisien dan praktis untuk kebutuhan pemantauan suhu skala kecil maupun sebagai media pembelajaran dalam bidang elektronika dan fisika.
Desain Sistem Deteksi Password pada Keypad dan LCD dengan Arduino melalui Tinkercard untuk Pembelajaran Elektronika Riskawati Riskawati; Fira Kurnia; Nursam Nursam; Noviyanti Noviyanti; Nurul Annisa; Putri Mawa Sari Aco; Nur Muliana
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.686

Abstract

Keamanan sistem berbasis elektronik menjadi kebutuhan penting dalam berbagai aplikasi, baik di bidang pendidikan, industri, maupun rumah tangga. Salah satu solusi sederhana namun efektif dalam mendeteksi akses adalah penggunaan sistem password. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem deteksi password menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama, dengan memanfaatkan keypad 4x4 sebagai alat input, LCD 16x2 sebagai media tampilan informasi, serta buzzer dan LED sebagai indikator umpan balik. Platform simulasi Tinkercad digunakan untuk mempermudah proses perancangan, pengujian, dan validasi sistem secara virtual sebelum implementasi fisik dilakukan. Metode penelitian meliputi perancangan rangkaian elektronik, pemrograman Arduino dengan bahasa C/C++, serta simulasi fungsional pada Tinkercad untuk menguji performa sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu membaca input password dari keypad, memprosesnya melalui mikrokontroler, dan memberikan keluaran berupa status yang ditampilkan pada LCD. Jika password yang dimasukkan sesuai, LED hijau akan menyala dan buzzer tidak berbunyi; jika salah, LED merah akan menyala disertai bunyi buzzer sebagai peringatan. Penggunaan Tinkercad sebagai alat bantu simulasi terbukti efektif dalam mengidentifikasi kesalahan desain sejak tahap awal, sehingga menghemat waktu dan sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem keamanan berbasis Arduino dengan pendekatan yang sederhana, edukatif, dan aplikatif. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai model pembelajaran elektronika interaktif serta sebagai dasar pengembangan sistem keamanan digital yang lebih kompleks di masa depan.
Penerapan Sensor dengan Arduino untuk Solusi Elektronika Terintegrasi Riskawati Riskawati; Yulianti Yusal
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem sensor berbasis Arduino sebagai solusi elektronika terintegrasi menggunakan platform Tinkercad Circuits. Rancangan ini menggabungkan sensor PIR untuk deteksi gerakan dan sensor suhu LM35 untuk pemantauan kondisi lingkungan, dengan LED dan buzzer sebagai indikator otomatis. Simulasi digital digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem, keakuratan logika program, dan respon keluaran terhadap variasi kondisi lingkungan. Penelitian ini menerapkan pendekatan design-based research yang menitikberatkan pada perancangan, visualisasi, serta pengujian konseptual sistem multi-sensor tanpa implementasi fisik. Data dikumpulkan melalui hasil simulasi, observasi perilaku komponen virtual, serta pembacaan data pada Serial Monitor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu berfungsi secara konsisten, dengan LED dan buzzer aktif ketika suhu melebihi ambang batas atau saat gerakan terdeteksi.  Penelitian ini menunjukkan bahwa Tinkercad dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan pengembangan sistem elektronika berbasis mikrokontroler secara virtual. Meskipun penelitian ini masih bersifat rancangan simulatif, hasilnya memberikan dasar konseptual untuk pengembangan prototipe fisik dan pembelajaran berbasis teknologi di masa mendatang.
Integrating Scratch-Based Educational Games with Problem-Based Learning to Enhance Students' Conceptual Understanding Riskawati Riskawati; Khaeruddin Khaeruddin; A. Zaitun A. Zaitun; Kurnia Alda Katrin; Nayla Salsabila; Nurazizah Ramadani; Zakila Intan Asrab; Mardyanto Barumbun
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.2.2026.1542

Abstract

The urgency of this research lies in the increasing need for innovative instructional approaches that effectively enhance students' conceptual understanding through the integration of Scratch-based educational games and Problem-Based Learning. This study aimed to describe the implementation of Scratch-based Archery Game media integrated with the Problem Based Learning (PBL) model in teaching momentum and collision concepts in physics. The study employed a one-shot case study design involving 28 students of class XII B at SMAN 14 Gowa, while response data were obtained from 26 students. Data were collected through observation, documentation, and student response questionnaires using a Likert scale, then analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches. The results showed that most PBL syntax stages were successfully implemented through discussion activities, simulation exploration, and game-based problem solving. The learning implementation also indicated the emergence of computational thinking activities, including pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking while students explored momentum and collision simulations. Questionnaire results showed that student responses were in the Good category with a percentage of 78.06%, indicating positive responses toward learning engagement, participation, and the perceived ease of understanding concepts through interactive simulations. The novelty of this study lies in the integration of Scratch-based Archery Game media with the PBL model to support exploratory activities and computational thinking in physics learning. The findings suggest that coding-based media and interactive simulations have the potential to become alternative learning tools for abstract physics concepts that are more contextual, interactive, and relevant to 21st-century learning needs.
Women’s Character Education and Gender Equality in Indonesia: A Pancasila-Based Ethical Analysis Riskawati Riskawati; Fediyatun Muntazarah
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v6i1.4166

Abstract

Study of education character and gender equality in Indonesia in general focused on expansion access education and participation women, but not yet in a way adequate analyze How education character reproduce or challenge relation gender power in framework Pancasila values. The gap This show the need analysis ethics that places Pancasila not just as a normative slogan, but as framework evaluative critical. This article aim analyze in a way conceptual relation between education character women and gender equality in Indonesia through perspective Pancasila ethics. Research This use approach qualitative with design analysis conceptual based studies literature to journal scientific accredited, literature international reputable, and books relevant academic​ with education character, gender studies, and Pancasila philosophy. Analysis done in a way thematic with emphasize the principle just and civilized humanity​ as well as justice social. Study results show that education character Woman Still tend normative and adaptation oriented social, so that potential maintain double moral standards and limitations agency women. This article contribute to clarification theoretical about the position of Pancasila as framework ethical critical for reconstruct education more characters​ equal. The implications, policies and practices education need directed at an empowering and gender equitable approach.
Pembelajaran Pancasila Berbasis Interaksi Teman Sebaya sebagai Strategi Pendidikan Karakter bagi Siswa Sekolah Dasar Sukri Badaruddin; Aan Setiawan; Salsabila Salsabila; Nurhaliza Nurhaliza; Masni Masni; Riskawati Riskawati; Fediyatun Muntazarah; Andi Samsul Alam
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2026): Volume 22, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v22i1.6991

Abstract

This study aims to examine how peer interaction can be effectively utilized to foster values of togetherness and social care within the context of Pancasila learning at the elementary education level, particularly in Class VI of MIN 2 Majene. The study adopts a descriptive qualitative method with a case study approach, focusing on an in-depth understanding of the role of peers in cultivating togetherness and social concern through Pancasila instruction in Class VI of MIN 2 Majene. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data triangulation techniques, which include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that peer interaction plays a central role in nurturing students’ values of togetherness and social care through Pancasila learning in Class VI of MIN 2 Majene. Activities such as group work, discussions, and educational games enable students to directly experience values such as cooperation, tolerance, and empathy within a supportive and engaging learning environment. Students feel more comfortable and motivated when learning alongside their peers, which accelerates the internalization of Pancasila values. However, teachers face challenges in optimizing this strategy due to time constraints imposed by curricular demands and limited opportunities for professional training.