Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kobhung and Symbols of Power the Husband in Madura (Panoptisisme Study on Behavior Wife Husband Facing Domination) Atiqullah Atiqullah; Syaiful Hadi
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 5 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.458 KB) | DOI: 10.21070/ijccd.v5i1.146

Abstract

First, this study discusses the settlement in the form taneyan lanjhang, namely “kobhung” located at the western end (qibla) not only serves as a center of activity for men namely the transfer of religious values to the next generation, but also a symbol of supervision and control (Panopticon) out of the family members. Second, women in villages Madura can not escape from adhandhan, arembi ', and amassa' (self-care, childbirth or caring for the family, and cooking) as a form of devotion to her husband and family. With this condition, they did not sue even accept gracefully about his role in the household, because it has been taught for generations.
Penguatan Pembelajaran PKBM Putro Wali dengan Model Lesson Study di Ponpes Nurul Ulum Tagrineh Manoan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan Ali Nurhadi; Atiqullah Atiqullah; Hilmi Qosim Mubah
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v1i2.2680

Abstract

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putro Wali di Ponpes Nurul Ulum Tagrineh Manoan Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan perlu diberikan penguatan, diantaranya dengan model Lesson Study yang terdiri dari plan, do, dan see. Hasilnya terbukti  dapat memberikan penguatan pembelajaran  diantarnya  para guru antusias dan akan akan menerapkan secara kontinyu pasca pelaksanaan PKM. Model lesson study sebagai salah satu model pengembangan pembelajaran bagi guru yang menarik untuk dilakukan. Di samping sebagai sarana sillaturahim juga membuat pembelajaran semakin menarik disebabkan dipikirkan secara bersama melalui plan (perencanaan) termasuk dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Selanjutnya pada tahap do (pelaksanaan) yaitu apa yang sudah direncanakan dilaksanakan oleh guru model yang sudah disepakati saat perencanaan. Sedangkan para guru lain menjadi pengamat sekaligus mencatat hal-hal yang ditemukan. Kegiatan selanjutnya adalah see (refleksi) dengan mengevaluasi secara bersama-sama dibawah koordinasi guru model. Pada saat do siswa dalam hal ini si pebelajar di PKBM Putro Wali  menjadi menyenangkan, karena mereka diamati serta dapat merinteraksi dengan para guru yang mungkin belum pernah ditemui saat pembelajaran di PKBM. Si pebelajar juga bersungguh-sungguh sebab banyak guru yang melihat proses pembelajaran di PKBM sehingga juga menjadi motivasi sekaligus bisa disebut shock terapi.
STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MANAJERIAL PENDIDIKAN ISLAM DI MAN 1 PAMEKASAN Atiqullah Atiqullah; Milda Karya Puspasari
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.845 KB) | DOI: 10.19105/re-jiem.v1i2.2088

Abstract

The educational institution must have a strategy in bringing about an improvement or change. Where strategy is a way in the process toward the goal. The progress of educational institutions today is highly demanded because of the strong flow of competition among educational institutions. Ability to compete with other institutions is a succes of educational institutions or the ability to give trust to the communit. Succes in an educational institution depends on the management applied within an institution. As well as the role of managers in embracing management systems, educational organizations and education planning to become a conducive educational environment. Because if the managed management is so good then the result to be achieved in the education will run effectively and produce a succes. Thus institutionsshould be able to embrace change management strategies in improving the quality of managerial education of Islam well.
PERANAN STRATEGIS HUMAS DALAM MEMPERTAHANKAN IMAGE DAN REPUTASI SD PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN Ismi Noerul Izzah; Atiqullah Atiqullah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.69 KB) | DOI: 10.19105/re-jiem.v2i1.2459

Abstract

The existence of the community is one of the keys to the success and progress of the quality of educational institutions because when educational institutions are able to provide trust in the community they always support the activities of the institution. in accordance with the opinion of Mujammil Qamar in his book, that one of the keys to the progress of educational institutions is public trust, when they have trust in educational institutions, they will fully support, not only by sending their children to the education institution, but also recommending others to do so the same as him. Conversely, when the community does not believe, they do not not include their education institution's sons and daughters, but even influence their neighbors or employees, this means that the community is a strategic component that must be given full attention by education managers.
Kontribusi Pemikiran Ibnu Khaldun Terhadap Kontruksi Pendidikan Agama Islam Abd Mannan; Atiqullah Atiqullah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i2.4775

Abstract

Dalam memandang pendidikan Ibnu Khaldun berdasarkan pada hipotesis sesungguhnya manusia pada dasarnya “tidak tahu” (jahil), dan menjadi “tahu” (alim) melalui belajar. Maknanya, manusia termasuk dalam kelompok hewan, namun Allah telah memberikan suatu keistimewaan akal pikir, yang memungkinkan bagi mereka berperilaku secara teratur serta terencana, yang disebut akal pemilah (al-‘aql al-tamyizi); atau memungkin memahami macam daya pikir dan pendapat, timbal balik pada tata hubungan dengan sesama, yang disebut akal eksperimental (al-‘aql al-tajribi); serta memungkinkan bagi mereka untuk menggambarkan realitas-empiris dan non-empiris, yang disebut akal kritis (al-‘aql an-nadzori). Penelitian ini termasuk dalam jenis library reseach (kajian pustaka) dengan pendekatan kualitatif, dengan metode analisis data Content Analysis (analisis isi). Dari hasil penelitian ini didapat kesimpulan pertama, menurut Ibnu Khaldun tujuan pendidikan setidaknya meliputi tiga aspek, yaitu untuk meningkatkan pemikiran, peningkatan kemasyarakatan, dan aspek pengembangan iman dan takwa. Kedua, materi dalam pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun dapat dibagi kedalam Ilmu-ilmu naqliyah (ilmu agama) dan ilmu-ilmu ‘aqliyah (ilmu umum). Ketiga, beberapa metode yang ditawarkan Ibnu Khaldun dalam proses pembalajaran antara lain metode menghafal, diskusi atau dialog, widyawisata (riẖlah), pentahapan (tadrīj) dan pengulangan (tikrar).
The Transcendence Dimensions of Prophetic Leadership Atiqullah; Zainol Hasan; Ali Nurhadi; Kacung Wahyudi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v18i1.8565

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang jejak kehidupan Kiai Abdul Wahid Khudzaifah dan perannya dalam kepeloporan dan ketokohannya, dan dimensi transendensi Kiai Abdul Wahid Khudzaifah secara profetik mempengaruhi pengembangan karakter sebagai spirit dan kepribadian para santri. Pendekatan penelitian adalah deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi partisipan, studi dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan kehidupan Kiai Abdul Wahid Khudzaifah waktu di pondok pesantren. Kedua, mengetahui peran Kiai Abdul Wahid Khudzaifah dalam kepeloporannya mendirikan lembaga pendidikan, ketokohannya dalam Ormas dan kearifannya sebagai Mursyid Thoriqah Naqsyabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah. Ketiga, mendeskripsikan dimensi transendensi profetik kepemimpinan Kiai Abdul Wahid Khudzaifah dalam mempengaruhi pengembangan karakter sebagai spirit dan kepribadian para santri dalam mengelola Pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Kiai Abdul Wahid Khudzaifah adalah ulama’ yang telah menghasilkan karya-karya kitab terkait keagamaan, tasawuf dan kebahasaan. Kedua, peran dan kiprah Kiai Abdul Wahid Khudzaifah sebagai tokok Pendidikan Islam, tokoh Ormas Keagamaan NU, serta tokoh sufi dan Mursyid Thoriqah Naqsabandiyah Ahmadiyah Mudzhariyah. Ketiga, prilaku dan kepemimpinan Kiai Abdul Wahid Khudzaifah secara profetik transenden mempengaruhi perkembangan karakter para santri berupa kepribadian yang amanah, sabar, ikhlas dan istiqamah, kesederhanaan dan rendah hati, serta tegas dalam tindakannya.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA KELAS UNGGULAN Atiqullah ---
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 8 No. 1 (2011)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v8i1.6

Abstract

This Research expresses about perception of pre-eminent class in fulfilling the target in improving degree and capacities of school with sample model of certain class in class level. Study productivity motivation, technological facility, educator profesionalitas, curriculum of lifeskills vocational and payload of spiritualitas development, recruitment passe the achievement value, potency test of academic and special test in field of MIPA and also English. While leadership vision is to entangle educator and teaching staff in process of decision making supported by behavior, experience and head education . Some leadership resistance influencing is psychological factor, lack of support factor and faktor of SDM low and also less wellbalanced society demand factor.
STRATEGI PEMBELAJARAN KEAGAMAAN MODEL TEMATIK DI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AN-NIDZAMIA PALENGAAN PAMEKASAN Atiqullah ---
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 9 No. 2 (2012)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i2.152

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi penerapan pembelajaran keagamaan model tematik dan keefektifan model pembelajaran tematik dalam meningkatkan pembelajaran keagamaan Islam di Madrasah Diniyah Takmiliyah An- Nidzamia, dengan pendekatan kualitatif melalui analisis wawancara, hasil pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam penerapannya meliputi perancangan kurikulum, proses pembelajaran, dan kegiatan evaluasi pembelajaran yang berperspektif pembelajaran terpadu-tematik. Sedangkan keefektifan pembelajaran tercerminkan bermaknanya pembelajaran yang menghasilkan siswa aktif, menyenangkan, komunikasi meta-kognitif sehingga prestasi belajar siswa/santri Madrasah lebih efektif.
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU BAHASA MADURA MELALUI DIKLAT BAHASA DAN SASTRA MADURA DI PAMEKASAN Fakhiroh, Eva Zakiyatul; Liska; Nurhadi, Ali; Atiqullah; Mufarrikoh , Zainatul
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v6i2.11882

Abstract

Continuous professional development is the effort made by teachers to enhance their professionalism through established standards and the advancement of knowledge, technology, and art. The research aims to understand the management of training programs and identify the supporting and inhibiting factors of these training activities. The research adopts a descriptive-qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data analysis involves data reduction, data presentation, and conclusion. The research result on planning, committee formation, vision, mission, objectives, empowerment of members to become training facilitators, and collaboration with cultural experts. Organizing involves assigning tasks to eight members based on their competencies. In implementation, the training attracts Madurese language teachers from all levels, from elementary to high school, through collaboration with various parties and is conducted annually. Identified evaluations include planning, certificate issuance services, and time effectiveness. Supporting factors relate to the educational background and competency of members, the possession of laptops by all members, involvement in multiple organizations for easy information sharing, clear work programs, and adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, inhibiting factors include stagnant grant assistance, insufficient publication techniques, and the lack of community concern for the importance of preserving local cultural heritage, especially the Madurese
Metode Pendidikan Tarekat Naqsyabandiyah Muzhhariyah Melalui Zikir di Ambunten Sumenep Nur Faiqah Nalini; Siswanto; Atiqullah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naqsyabandiyah Muzhhariyah is a splinter of the Naqsyabandi order whose followers are scattered on the islands of Madura and Kalimantan. In Sumenep this order was first introduced by KH Ali Wafa, then continued by his son KH Thaifur Ali Wafa. This research aims to find out the method of the Naqsyabandiyah Muzhhariyah tarekat in Sumenep Regency in educating Sufi students who are members of the tarekat. The approach used is qualitative with field studies. The results of this study indicate that the Naqsyabandiyah Muzhhariyah tarekat method in Sumenep Regency is neatly structured, from the material, routine zikr meetings and doctrinal teachings that become the education of the souls of its members in wading the spiritual journey towards Allah SWT. Naqsyabandiyah Muzhhariyah adalah sempalan tarekat Naqsyabandi yang pengikutnya tersebar di pulau Madura dan Kalimantan.Di Sumenep tarekat ini pertama kali dikenalkan oleh KH. Ali Wafa, kemudian diteruskan oleh putranya KH. Thaifur Ali Wafa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode tarekat Naqsyabandiyah Muzhhariyah di kabupaten Sumenep dalam mendidik para murid sufi yang tergabung dalam terekat tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi lapangan . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode tarekat Naqsyabandiyah Muzhhariyah di kabupaten Sumenep terstruktur secara rapi, dari materi,pertemuan rutin dzikir dan doktrinisasi ajaranyang menjadi pendidikan jiwa anggotanya dalam mengarungi perjalanan spritual menuju Allah SWT.